Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Joging Dapok-Bogor


__ADS_3

Dengan mata terpejam Arga berusaha menggapai Handphone nya yang terus berdering.


"Sarah." Ucap Arga pelan, Arga segera bangkit lalu menjauh dari ranjang, takut Shena akan mendengar.


"Hallo..."


"Mas, tadi Mamah ngabarin ke aku, hari ini Bang Ricko lamaran, aku ikut seneng, tapi maaf aku nggak bisa dateng."


"Kenapa nggak ngomong sendiri ke Mamah?"


"Kamu Gila ya Mas, bisa aku di omelin habis-habisan."


"Mulut mu di kasih rem kalo ngomong Sarah, nggak usah kumat!"


"Habis nya kamu."


"Lebih baik kamu telfon Shaka, itu lebih baik dan lebih penting."


"Kamu kenapa sih Mas?"


Tut.... Arga mematikan telfon.


"Buang-buang waktu."


Lalu Arga duduk kembali di atas ranjang, di lihat nya waktu sudah menunjukkan pukul 7:30.


"Astaga."Arga menepuk jidat nya.


Terlihat Shena masih terlelap di alam tidur, mereka tidur cukup larut tadi malam.


"Shen, aku pergi dulu ya." Arga menepuk pipi Shena pelan.


"Mau kemana Mas?"


"Ada urusan sayang, kalo semuanya udah selesai kita pulang ke Jakarta." Ucap Arga lembut sembari terus mengelus kepala Shena.


"Iya hati-hati ya Mas."


Arga mengacak rambut Shena gemas lalu bergegas meninggalkan Hotel, Arga berlari sepanjang jalan untuk mempersingkat waktu.


******


Mamah sedang mengintrogasi Haris dan Yudha, dengan tangan di lipat di dada Mamah terus bertanya apa yang sedang di sembunyikan anak nomer 2 nya itu.

__ADS_1


"Kalian bener-bener nggak tau kemana Arga?."


"Nggak Tante, mungkin joging Tan." Jawab Haris.


"Joging ya, tapi di Jakarta dia nggak aneh-aneh kan?"


"Hm... Tante tau sendiri, semenjak Arga Nikah sama Sarah kami jadi berjarak, nongkrong bareng aja nggak pernah Tan." Jawab Haris lagi dengan nada memelas nya.


"Iya... Tente tau, Ris, Yud, sebenernya Tante merasa bersalah sama Arga, maksa Arga Nikah sama Sarah, karena dulu Sarah baik, sopan, ternyata beda setelah nikah."


"Nasi udah jadi bubur Tan, kalo sekarang Arga kembali kayak dulu, Tante percaya aja kalo Arga masih merangkai hidup nya lagi."


"Ris, apa Arga pernah cerita sama kalian, semisal Arga ada rencana cerai sama Sarah." Mamah menatap Yudha dan Haris.


Haris hanya diam dan Yudha menggeleng.


"Belum ada obrolan sampe situ Tan." Yudha kini berbohong demi kebaikan Arga.


Tak lama terlihat Arga datang dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Tuh kan Tan, bener dari joging." Tunjuk Yudha pada Arga, sementara Haris hanya menahan tawa nya.


Mamah bangkit lalu menghampiri Arga yang sedang berusaha mengatur nafas nya.


"Iya Mah, biar sehat." Arga menunjukkan otot nya.


"Mah, kita berangkat jam berapa kata Bibik, rumah nya jauh nggak?" Tiba-tiba Salwa datang menghampiri.


"Jam 9 kita berangkat Wa, kalo soal rumah Mamah juga kurang tau, tapi kata Abang kamu sekitar 45 menit perjalanan." Jawab Mamah.


"Lumayan jauh." Salwa mengangguk kan kepala nya, lalu perhatian nya beralih pada Kakak nya Arga.


"Kak Arga kenapa?" Tanya Salwa heran.


"Minum Wa." Bukan nya menjawab Arga malah meminta Salwa mengambilkan air minum untuk nya.


"Oke." Salwa memberi jempol.


"Cape ya bro, dari mana ke mana joging nya?" Tanya Haris sengaja.


Arga menatap Haris dan Yudha.


"Dari Depok ke Bogor!!"

__ADS_1


"Oooo jauh juga ya Ris heheheh" Yudha tersenyum smirk pada Haris.


"Yaudah Mamah mau masuk dulu, kalian sarapan ya Haris, Yudha, tinggal ambil di dapur, kamu Ga, cepet mandi!" Ucap Mamah sembari melangkah meninggal kan 3 sekawan itu.


Arga bangkit lalu ikut duduk dengan Sahabat nya.


"Bro, Gua curiga sama Han." Bisik Yudha pada Arga.


"Apaan?"


Yudha melirik kanan, kiri memastikan tidak ada yang melihat mereka bertiga, Yudha menarik kedua bahu sahabat nya, mereka membentuk lingkaran.


"Han, dari kemaren menjauh dari kita, tapi dia sama Salwa deket-deketan terus, jangan-jangan mereka ada hubungan spesial, inget kan, kemaren pagi dia otw duluan ke sini...."


"Hehh...!!!"


Salwa mengebrak meja, menyadari itu Yudha langsung mendorong Haris dan Arga agar mereka berjauhan, Salwa menatap sinis ke-tiga sekawan itu.


"Kalian gosipin Salwa ya?!"


"Nggak." Mereka menjawab bersamaan.


"Telinga Salwa masih bagus Kak, ngaku!"


"Ehmm... Mandi seger nih." Arga berdehem lalu bangkit, dengan usil nya tangan nya melambai secara halus saat berada di belakang Salwa.


"Nggak ada yang ngomongin Salwa." Elak Haris.


"Salwa denger tau, kalian gosipin Salwa sama Mas Han kan?"


"Duh, jangan ge'er Wa." Yudha meneguk air yang Salwa bawa lalu memainkan Handphone nya untuk mengalihkan perhatian.


"Hihh... ngeselin." Salwa menghentakkan kaki nya lalu pergi.


"Ckk.... nurun siapa, bawel banget, si bawel dan si diam." Yudha membayangkan Han yang pendiam dan Salwa yang bawel, jika benar mereka menjalin hubungan itu akan sangat mengasyikan.


"Belum tentu Han sependiem itu, apa lagi kalo sama pacar nya, kita nggak tau di belakang kayak gimana Yud."


"Iya ya."


Jangan lupa like ya.... Cerita masih banyak kekurangan, mohon koreksi 🙏🏽🙏🏽


Maaf ya kalo cuma dikit gays, kita ngejar kontrak dulu baru panjang2 episode nya, rugi gays, nanti habis duluan topik cerita nya 😀😅

__ADS_1


__ADS_2