Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Jodoh tersembunyi.


__ADS_3

Arga membersihkan sisa-sisa air mata di pipi Shena dengan jari nya, dada Shena bergetar, kali ini rasa gugup kembali melanda dirinya.


'Apa aku bener-bener jatuh cinta sama kamu Mas?'


"Shen, Haris sama Yudha masih mancing ikan tuh di kolam, kita nyusul mereka yuk, ikan nya nanti kita bakar."


Ucap Arga sembari mengajak Shena berdiri.


"Emang nya udah pasti dapet Mas, ikan nya?"


"Haha liat aja nanti."


Shena mengangguk, lalu mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan, Arga menggenggam erat tangan Shena, sesekali Arga melirik Shena.


'Cantik.'


"Ehm... Shen, kenapa tadi mau pergi?"


Shena tersenyum kecut.


"A...aku...."


"Aku udah tau jawaban nya."


Shena mengangguk malu, berbeda dengan Arga yang tersenyum kemenangan.


"Shen ngomong-ngomong apa kamu bener nggak pernah pulang selama 8 tahun ini?"


"Nggak Mas."


"Apa kamu nggak penasaran gimana kabar Ibu kandung kamu."


"Rasa penasaran ada Mas, aku juga pengen ketemu, tapi wajah nya aja aku nggak inget Mas, nama Ibu pun aku lupa."


"Apa kamu yakin Shen, Ibu kamu bener-bener ninggalin kamu gitu aja, kamu ada inget sesuatu nggak, misal nya apa dari kecil kamu memang udah tinggal di kota orang tua angkat kamu, atau kalian pindah?"


"Aku juga kurang tau Mas, semua yang aku ceritain ke kamu itu aku cuma denger dari cerita Nenek sama orang tua angkat."


"Apa kamu yakin, ada seorang wanita yang baru di tinggal suami nya meninggal begitu aja ninggalin anak nya juga."


Tiba-tiba Shena menghentikan langkah nya, lalu menatap Arga.


"Mas....aku nggak pernah ke makam Ayah, setiap aku ngajak ke makan Ayah kata Nenek makam Ayah jauh, kapan-kapan aja kesana nya, atau jangan-jangan...?"


"Yang aku bilang ada bener nya?" Tebak Arga


Shena mengangguk perlahan.


"Nanti pasti kita cari tau."


"Makasih Mas." Ungkap Shena tulus, mereka melanjutkan perjalanan, tak beberapa lama mereka sampai di kolam yang lumayan luas, terlihat Haris dan Yudha duduk santai mengobrol sembari menunggu umpan nya di makan ikan.



(Bayangin aja ada Babang Haris sama Babang Yudha ada di pendopo ya gays 😂)


Menyadari kehadiran Arga dan Shena Haris dan Yudha berhenti mengobrol lalu menghampiri joran mereka.


"Udah dapet?"


"Belum." Jawab Yudha


"Di sebrang sana biasa nya dapet." Arga menunjuk salah satu sudut kolam.


"Hahaha markas nya di sana." Ledek Haris namun tetap pindah posisi menuruti Arga, sedangkan Arga dan Shena memutuskan untuk duduk di pendopo.

__ADS_1


"Mas... ternyata indah banget tempat ini ya, bikin betah, aku kira dulu hutan loh hehe."


"Tempat ini khusus buat kami nenangin fikiran Shen."


"Aku boleh tanya sesuatu?" Ucap Shena


"Boleh, tanya aja."


"Aku tau kamu orang kaya, em..ganteng lagi, aku nggak yakin kamu masih belum ada pasangan."


"Hah...." Arga di buat gelagapan dengan pertanyaan Shena.


"Jujur aja kalo Mas Arga udah ada pacar, jangan karena kasian sama aku Mas Arga jadi bohong."


"Kenapa nanya gitu, udah lah Shen, nggak akan aku deket sama kamu kalo aku udah punya pacar."


'Ada nya Istri sama anak.' Ucap Arga dalam hati nya.


"Maaf kalo ucapan aku salah, aku cuma takut aja Mas, tapi Mas kalo memang Mas Arga mau serius sama aku apa keluarga Mas Arga mau nerima aku."


"Shena, keluarga aku bukan keluarga yang mandang latar belakang."


"Syukur lah Mas kalo gitu."


Tiba-tiba Haris menghampiri Arga.


"Ga, sini lo ikut dulu."


"Kenapa?" Tanya Arga bingung.


'Mamah nelfon.' Bisik Haris.


"Kamu di sini dulu ya Shen, sebentar aja."


Lalu Arga mengekori Haris, sampai di sudut kolam tempat Haris dan Yudha memancing mereka duduk di tepi kolam sembari menghubungi kembali Mamah yang sudah memutuskan panggilan nya.


"Hallo Mah, ini Arga."


"Kamu kemana aja sih Ga, Mamah telfonin dari tadi nggak di angkat-angkat."


"Maaf Mah, HP Arga tinggal di rumah."


"Lain kali jangan di tinggal-tinggal Nak, Mamah mau ngasih tau ke kamu, Haris dan Yudha, kalo bisa hari ini kalian pulang ke Bandung."


"Hari ini, ada apa Mah, Shaka sakit?"


"Bukan, ini Abang kamu mau melamar calon istri nya, besok, pokok nya kalian pulang ya."


"Besok?"


"Iya besok, kalo Farhan memang udah di sini dari pagi, yaudah dulu ya Nak, Mamah masih sibuk nyiapin hantaran."


"Iya Mah, Insya Allah nanti sore kita OTW Mah."


"Iya Nak, Hati-hati di jalan."


Tut...


"Gua baru tau kalo Ricko ada pacar." Ucap Haris.


"Abang gua terlalu tertutup, ngomong-ngomong Han tiba-tiba pulang nggak ngajak-ngajak ada apa tuh."


"Kagak tau deh." Jawab Yudha.


"Kalo gua pulang ke Bandung gimana Shena." Ucap Arga sembari memperhatikan Shena yang juga melihat ke arah nya.

__ADS_1


"Ya elah, bawa aja ke rumah lo." Saran Yudha.


"Ngada-ngada lo Yud." Haris tak habis fikir dengan pemikiran sahabat nya ini.


"Hehehe cuma ngasih saran kali."


"Ngasih saran yang bagus ******."


"Bawa aja titipin di Hotel."


"Gua rasa cepat atau lambat gua harus nikahin Shena, gua nggak bisa bawa dia kemana-mana tanpa ada ikatan, Setan di mana-mana."


"Nikah siri." Ucap Haris, dan di jawab anggukan oleh Arga.


"Tapi apa alesan gua ke Shena, pasti dia bingung kan kalo gua ajak nikah siri."


"Gampang itu."


"Apa." Arga menatap Yudha serius, lalu Yudha membisikkan sesuatu di telinga Arga.


"Gua coba Yud."


Lalu mereka bangkit dan segera pulang bersiap menuju Bandung termasuk dengan Shena.


******


Kini Arga, Yudha, Shena dan Haris berada dalam 1 mobil yang sama, sebelum menuju Bandung Arga terlebih dahulu mengantar Haris dan Yudha mengambil baju ganti, kini Haris lah yang memegang setir.


Tepat pukul 14:30 mereka sampai di hotel yang akan di tempati Shena. Arga turun untuk mengantar Shena terlebih dahulu.


"Kamu di sini baik-baik ya, jangan keluar, kalo butuh apa-apa hubungin aku."


"Mas Arga kapan kesini lagi." Tanya Shena.


Arga mengelus pucuk kepala Shena.


"Belum tau sayang, tapi nanti pasti aku nelfon kamu. Oke!"


"Iya."


Arga mengecup kepala Shena lalu pergi kembali menuju mobil.


Haris menggeleng melihat Arga yang baru masuk mobil.


"Hah... Argani, dari dulu sampe sekarang ribet banget hidup lo, dulu waktu baru nikah sama Sarah lo nyimpen si Reni, pacar lo, ujung-ujung nya dia yang pergi, jangan sampe kali ini udah repot-repot gini tau nya sama kayak yang dulu."


"Gua cuma belum nemu jati diri bro, gua belum tau belahan jiwa gua, Reni, 3 tahun gua pacaran sama dia, tapi itu masih kurang, mungkin dia terlalu sakit liat gua nikah sama Sarah, tapi gua bener-bener nggak bisa nolak permintaan Mamah."


"Tragedi itu musibah Ga, bukan kesalahan orang tua lo sepenuh nya kan."


"Iya gua tau Har, tapi rasa bersalah pasti tetep ada."


"Kita tetep suport lo kok Ga, asal nanti nikahan gua sama Haris lo yang ngemodalin resepsi nya." Ucap Yudha santai.


"Hahaha anj*ng. Emang udah ada calon?" Arga tertawa mendengar permintaan Yudha.


"Ada, jodoh tersembunyi." Jawab Yudha


"Tapi serius, kali ini Gua yakin ke Shena."


"Percaya Allah punya rencana yang terbaik untuk setiap hamba nya."


"Amin Ya Allah, thank's ya Yud, Har, dan Han, lo bertiga bener-bener sahabat terbaik gua." Ungkap Arga tulus.


Jangan lupa like ya.... Cerita masih banyak kekurangan, mohon koreksi 🙏🏽🙏🏽

__ADS_1


__ADS_2