
Ricko dan Arga menatap Mamah.
"Mamah di rumah aja, jaga Shaka, nanti pulang dari Lampung kalo udah SAH, baru kami jemput Shaka."
"Hm...Baiklah."
"Arga belum bisa bawa Shaka Mah, karna Shena sedikit lupa sama kampung halaman nya, belum tentu kami langsung ketemu sama Nenek Shena cepet."
"Iya Mamah ngerti, kalian hati-hati Ya, Mamah doakan kalian, semoga semua urusan kalian nanti lancar."
"Amin.." Jawab mereka serentak.
"Mah ada satu hal lagi yang mau Arga omongin sama Mamah, tapi Arga minta Mamah jangan marah, sebelum nya maafin Arga ya Mah."
Mamah, Ricko, Shena dan Shena kini menatap Arga cemas.
"Sebenernya....sebenernya..." Arga ragu untuk mengatakan.
"Ada apa Ga?" Tanya Mamah serius.
"Sebenernya Arga laper Mah hehe!!" Ucap Arga cengengesan.
"Arga!!! dasar Anak nakal, Mamah kira ada apa, mau kualat kamu ngerjain Orang tua hah."
"Hahaha." Arga tertawa terpingkal-pingkal.
"His...Mas Arga ini." Shena memukul paha Arga.
"Ayo kita makan, laper juga Nih, ayo Nai." Ricko menarik tangan Naira agar ikut berdiri.
"Ayo sayang, kita makan." Arga ikut menarik tangan Shena.
"Kalian duluan ya, Mamah mau lihat Shaka dulu, siapa tau udah bangun." Mamah juga ikut beranjak.
'Shaka' Shena jadi teringat tentang pesan yang bernama Mamy Shaka di Handphone Arga. 'Jadi Shaka itu Nama Anak Mas Arga' Batin Shena, rasa penasaran Shena kini terjawab.
Ricko dan Naira melangkah lebih dahulu sedangkan Arga dan Shena mengekor di belakang, Arga memperhatikan Shena yang terus melihat-lihat bagian-bagian rumah Orang tua Arga.
"Kamu suka rumah ini sayang?" Tanya Arga pada Shena.
"Kurang Mas, terlalu luas, aku pingin punya rumah yang sedeng-sedeng aja, tapi nyaman, nuansa modern gitu Mas." Shena membayangkan rumah impian nya.
"Laksanakan Tuan Putri, sesuai keinginan."
Shena mengerutkan kening nya.
"Mas Arga mau apa."
"Beli rumah sesuai keinginan kamu yang."
"Nggak usah lah Mas, apartemen juga udah luas, aku suka tinggal di sana."
"Oh ya, yaudah deh."
__ADS_1
Naira yang mendengar nya memicingkan senyuman nya. 'Oh jadi udah tinggal bareng'
Mereka sampai di meja makan, pelayan yang melihat Tuan nya datang langsung menyiapkan berbagai macam menu lezat.
Arga menyodorkan piring kepada Shena.
"Makan yang banyak yang, biar gemuk hehehe." Canda Arga.
Naira melirik Arga dan Shena, lalu bergantian melirik Ricko yang hanya diam menyiapkan nasi dan menu.
Tak lama Mamah datang dengan membawa Shaka.
"Ada Dady nya Shaka."
Arga yang melihat nya langsung berdiri menghampiri Shaka, Shena terdiam memandangi Shaka 'Masya Allah, ganteng nya, gemes.' Shena senyum-senyum sendiri melihat Shaka.
"Anak Dady, sini jagoan, kangen Dady Nak." Arga menciumi pipi Anak nya yang gempal.
"Shaka tambah gembul aja Mah." Ucap Ricko.
"Shaka sudah MP-ASI Bang, lahap makan nya." Jelas Mamah.
Arga membawa Shaka duduk.
"Kamu lihat Nak, itu Mamah." Ucap Arga menghadapkan Shaka ke arah Shena.
"Hay....Masya Allah ganteng banget." Shena mengelus pipi Shaka.
"Kayak Dady nya....." Arga memuji diri sendiri.
"Makan aja dulu Nak, biar Shaka sama Bibik dulu." Ucap Mamah.
"Iya Mah." Shena menyetujui.
Kini meja makan terasa hening, Shena cukup mengerti dari pengalaman nya, rata-rata mantan majikan Shena memang tidak membolehkan mengobrol saat sedang makan, syukurlah, tidak sia-sia saja pengalaman kerja Shena selama ini.
******
Selesai makan, Ricko memutuskan untuk mengantar Naira izin kepada Orang tua Naira, Mamah mengizinkan Naira dan Ricko pergi soal WO bisa di handle oleh Mamah dan Salwa.
Sedangkan Arga, Shena dan Shaka duduk di gazebo, mereka tidak berhenti bersenda gurau, Shena sangat gemas terhadap Shaka, karena sangat mudah membuat Shaka tertawa.
Arga mengulas senyum haru melihat Shaka dan Shena, sepeti ini lah keluarga yang di impikan Pria 27 tahun itu.
"Sayang." Arga memanggil Shena.
"Iya Mas." Jawab Shena dengan tetap bercanda ria dengan Shaka.
"Terimakasih, kamu udah terima semua ini, kamu sangat dewasa sayang, kamu hadapi semua nya pake kepala dingin, aku nggak nyangka kalo calon Istri ku ini punya banyak kelebihan yang luar biasa, aku harap besok semuanya lancar, semoga keluarga kita jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, aku janji, akan selalu setia, dan selalu ada untuk kamu dan Anak-anak kita nanti."
"Shaka ini kelebihan kamu Mas, anugrah juga buat aku, dan kekurangan aku cukup banyak, mungkin kalo orang lain, nggak akan mau nerima kekurangan aku Mas, makasih banyak Mas."
"Sama-sama Sayang." Arga dan Shena berpelukan, dengan Shaka tetap dalam dekapan Shena.
__ADS_1
******
"Eh Nak Ricko, masuk Nak, gimana kabar kamu?" Ibu Naira memberi senyuman cerah kepada Laki-laki yang tadi nya sering ia hina dan injak-injak itu.
"Baik Tante, di mana Om, Tante?"
"Jangan panggil Om dong, panggil Ayah, dan saya panggil Ibu." Senyum Ibu Shena merekah seakan tidak akan bisa berhenti.
"Iya Bu, di mana Ayah?"
"Ayah kamu kerja Nak, ada apa Nak, apa kalian sudah selesai ketemu WO, kata Naira kamu di Jakarta, katanya kamu ngurus perusahaan Induk Keluarga kamu ya di sana, hebat." Ibu Shena memberi Ricko jempol.
"Iya Bu, mohon Maaf sebelum nya Bu, saya mau minta izin bawa Naira liburan ke Sumatra, sekalian foto prewedding di sana, apa boleh Bu?"
"Boleh, tentu boleh, kapan kalian berangkat." Ibu Shena langsung mengizinkan.
"Apa Ayah kasih Izin, Bu?" Tanya Ricko lagi.
"Tentu Nak, silahkan kalian liburan, mau berapa hari!"
"Mungkin 4 hari Bu."
"Cuma 4 hari, tentu boleh dong."
Ricko melirik Shena tersenyum. 'Segampang ini untuk sekarang.' Batin Ricko.
"Kalo gitu Nai siapin baju-baju Nai dulu Bu, Mas."
"Iya." Jawab Ricko.
"Jadi Nak Ricko ini Anak pertama keluarga Rahardian yang katanya punya kebun teh terkenal itu ya, apa namanya?"
"Itu Papah saya yang punya Bu, perusahaan dan semua ini yang punya Papah saya."
"Bangga Ibu, kamu merendah banget ya Nak Ricko."
"Kalo kamu Anak pertama berarti Adik-adik kamu beda jumlah warisan dari kamu ya Nak Ricko, berarti kamu paling besar."
"Ehem....." Ricko berdehem menahan tawa nya.
"Oh iya, Nak Ricko sudah makan, Ibu masakin ya, biar kita makan dulu."
"Maaf Bu, bukan menolak rezeki, tapi sebelum kesini tadi kami sudah makan."
"Oh iya iya, nggak apa-apa."
"Ayo Mas kita berangkat, nanti Arga kelamaan nunggu." Tiba-tiba Naira datang dengan koper kecil nya.
"Ayo, kami permisi ya Bu, salam buat Ayah." Ricko bangkit dan menyalami Ibu Naira, dan di susul oleh Naira.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikum Salam."'
__ADS_1
Untuk saat ini Author bikin Arga sama Shena bahagia dulu ya, mungkin konflik nya akan muncul setelah pernikahan. Sebelum nya terimakasih untuk kalian yang sudah mampir, jangan lupa like, hadiah, vote, komen, dan +Fav ya, ikuti terus kisah mereka, terimakasih dan salam sayang dari Author.