Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Jiwa Jomblo meronta-ronta


__ADS_3

Puas bermain di pantai, Arga dan Shena memutuskan pulang, ternyata Ricko dan rombongan sudah tiba kembali di rumah Nenek Rohima, mereka asik mengobrol dengan Nenek yang notabe nya memang ramah dan suka bercanda. Ada juga Bian dan Haris yang sedang bernyanyi ria.


Menyadari kedatangan Arga dan Shena mereka mengubah wajah menjadi mode jealous, Arga memarkirkan motor lalu segera menghampiri mereka.


"Nah ini, manten baru kagak mau di ganggu." Sinis Yudha.


"Lah he'eh, namanya juga Arga, bukan Arga kalo nggak aneh." Haris tak kalah sinis.


"Kalian ini, namanya pengantin baru, belum ngerasain sih, sirik aje lo pada." Arga tak ingin kalah.


"Maaf ya semua nya, tadi aku habis periksa, karena nggak enak badan, jadi sekalian main ke pantai, berhubung udah mulai mendingan, sekali lagi maaf ya." Shena mencoba menjelaskan kepada yang lain nya, padahal mereka hanya bercanda.


"Oh gitu ya Adek ipar, iya nggak apa-apa kalo gitu." Yudha langsung memberi wajah cerah.


"Dih gua damprat lo Yud." Arga melayangkan tangan nya berpura-pura akan meninju Yudha.


"Heh berisik tau nggak!!" Protes Salwa yang sedang sibuk melihat-lihat hasil jepretan bersama Han, Ricko dan Naira.


Sementara Ricko hanya menggeleng melihat tingkah Adik-adik nya.


"Sudah-sudah kalian ini lucu juga ya....Nenek masuk dulu, biar Nenek buatkan minuman segar."


"Wah pas banget Nek, makasih Nenek, Love banyak-banyak." Salwa memberi Saranghae untuk Nenek Rohima.


"Sayang aku ke kamar mandi sebentar ya."


"Iya Mas."


Arga ikut masuk bersama Nenek Rohima, sementara Shena ikut duduk bersama yang lain nya.


"Gimana tadi di sana, bagus kan." Tanya Shena kepada mereka.


"Bagus Kak, nanti kita liat-liat juga hasil foto-foto tadi ya, untung aku bisa jadi Fotografer, jadi Bang Ricko nggak perlu nyewa fotografer, iya kan yang." Salwa mengedipkan mata nya kepada Han.


"Iya Wawa..." Jawab Han lembut.


"Hahaha, bagus deh kalo gitu." Shena tertawa lucu melihat Adik ipar nya yang lucu.


Denyut jantung ku berdetak, terasa indah nya dunia ini kita yang punya. Yudha tiba-tiba bernyanyi.


"Oh iya Shen, Yudha jatuh cinta hari ini sam.....hmpt...." Mulut haris di tutup oleh Yudha.


"Sama siapa?" Tanya Shena penasaran.


"Nggak udah dengerin Shen! kumat ni bocah."


Shena mengerutkan kening nya, tiba-tiba ia teringat ada sesuatu yang kurang.


"Kak Shiren mana?" Tanya Shena.


"Tadi di suruh Nenek ke mana gitu Shen, beli ikan seger, kita nanti mau bakar-bakar, malem ini minep di rumah Nenek." Jelas Haris.


"Wah...makasih ya, pasti Nenek seneng."


"Ayo lah kita nyanyi lagi." Ajak Bian.


"Ayo, musik mainkan!!" Pekik Yudha.


Yudha mulai menyanyikan lagu yang sedang viral, yang lain nya hanya mendengarkan walau suara Yudha tidak terlalu bagus, tiba-tiba Arga datang.


"Beh ...stop,stop." Yudha mengangkat tangan nya.


"Ganggu." Ucap Yudha.


"Nih gua kasih tau, bini gua kalo nyanyi bagus, coba aja denger."

__ADS_1


Shena cepat-cepat menggeleng.


"Nggak kok, Mas Arga ngada-ngada."


"Kan memang ia."


"Ayo Shen, gua belum nemu temen duet nih, sapa tau cocok kita heheh." Bian tersenyum menunjukkan lesung pipi nya. Namun Shena hanya tersenyum kecil.


"Ayo Kak, Salwa rekam Nih." Salwa mulai menyiapkan kamera Handphone nya.


"Malu aku...." Shena tersenyum kecut.


"Yang, kamu ini punya bakat loh, ayo dong tunjukin ke yang lain." Arga meyakinkan.


"Yaudah deh." Shena Pasrah.


"Bagus, yuk....1...2...3..." Bian mulai memainkan gitar.


Tiara....mengamit kenangan zaman persekolahan....


Tiara ku mimpi kita bersanding atas kayangan....


"Arga...gitu loh yang, masa Tiara." Sungut Arga.


"Mas..mas..kan cuma nyanyi." Shena tak habis fikir dengan Arga.


"Ganggu aja, heran." Yudha tak kalah sinis.


"Iya padahal Salwa udah rekam, ngulang lagi deh." Protes Salwa.


"Belum aja lu Yud, liat nanti kalo lo udah kawin."


"Udah, udah...ayo Shen lagi 1...2...3...."


Tiara, menggamit kenangan zaman persekolahan


Seakan bisa kusentuh peristiwa semalam


Di malam pesta engkau bisikkan kata azimat di telinga


Kita terpaksa berpisah untuk mencari arah


Kita dipukul ombak hidup alam yang nyata


Engkau jauh meniti puncak menara gading


Yang menjanjikan hidup sempurna


Tapi aku hanya tunduk ke bumi, hidup tertekan


Jika kau bertemu aku begini


Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi


Di penjara, terkurung, terhukum


Hanya bertemankan sepi


Bisakah kau menghargai


Cintaku yang suci ini?


"Wah ....keren Kak...lagi dong Kak." Pinta Salwa, suara Shena memang indah membuat siapa saja yang mendengarnya langsung menghangat.


"Iya Nai lagi, duet yuk...." Ajak Bian.

__ADS_1


"Ada nih, suka banget gua dengerin kalo Shena nyanyi lagu itu, apa yang judul nya yang kamu nyanyiin pertama buat aku itu." Ucap Arga pada Shena.


Shena mencoba mengingat.


"Yang mana ya, Cintamu senyaman mentari pagi itu ya?"


"Bukan yang, yang lagu nya agak sedih itu."


"Maafkan aku setulus hatimu..."


"Nah itu...." Ucap Arga.


"Oh itu, paham gua, ayo Shena, Suara 1 suara 2, reff bareng ya Shen, lo 1 gua 2." Jelas Bian.


"Iya Mas." Shena menyanggupi.


Cinta memang tak selama nya bisa indah


Cinta juga bisa berubah menjadi sakit


Begitu yang kurasakan kini


Perih hatiku tinggal kehancuran


Tak pernah terbayangkan


Dan tak pernah terpikirkan


Cintamu dan cintaku akan berpisah


Namun harus kurelakan itu


Untuk hidupmu agar lebih baik


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


Jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Untukmu


"Bagus banget suara Kak Shena, Salwa jadi insecure deh, pengen bisa nyanyi tapi nggak bisa, denger suara Kak Shena jadi pengen punya suara bagus kayak Kakak."


"Iya Shen, bagus suara kamu, boleh di kembangin bakat kamu." Kali ini Ricko ikut nimbrung.


"Ikut Indonesian idol aja Shen hehehe." Han juga ikut menanggapi.


"Hahaha, nggak usah yang, duit nya nggak seberapa, mending nyanyiin aku tiap malem nanti aku kasih bonus dobel-dobel." Arga mengedipkan sebelah mata nya.


"Jiwa jomblo gua meronta-ronta, ya nggak Ris." Yudha mengusap dada nya.


"Kalian kan upin ipin, mana boleh kawin, hehehe." Ledek Han.


"Gua mah bentar lagi kawin, udah ada pasangan nya, liat aja nanti, tiba-tiba gua undang ke kawinan gua lu pada."

__ADS_1


"Hooamm....ngantuk gua padahal masih pagi." Arga meledek Haris, menutup mulut nya yang menganga seolah-olah di landa rasa kantuk.


__ADS_2