Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Pesisir Barat Part 4


__ADS_3

Tanjung setia Pukul 16:00


Setelah kejadian tadi, keluarga Shena memutuskan untuk merestui dan melangsungkan pernikahan antara Shena dan Arga, malam ini tepat nya pukul 20:00 ijab Qabul akan di laksanakan, sekarang Shena sedang mengobrol dengan wanita muda yang ternyata anak Om Yadi.


Shena sudah melupakan wajah sepupu jauh nya itu karena berbeda dengan wajah mereka saat masih anak-anak, Arga dan lain nya di minta Om Yadi untuk kembali terlebih dahulu menuju penginapan dan datang saat ijab Qabul di laksanakan.


Shiren dan Shena duduk di bawah pohon mangga yang besar dan sejuk di depan rumah Nenek Rohima.


"Jadi kamu kemana aja Dek, kamu pergi nya malem kan, kamu kemana waktu itu?" Tanya anak Om Yadi yang bernama Shiren.


"Sebenernya malem itu aku minep di rumah Sania Kak, dia tau semua cerita nya."


"Sania? temen kamu?"


"Iya Kak temen sekolah, oh iya Kak, kan rumah Ibuk jauh dari rumah Nenek, kenapa tadi Ibuk cepet kesini?" Tanya Shena penasaran karena seingat Shena rumah Ibu nya jauh memakan waktu sekitar 2,5 jam dari rumah Nenek Rohima, karena jarak juga dahulu Shena jarang mengunjungi Nenek nya 1 tahun sekali belum tentu.


"Semenjak kamu pergi kan Bibik Wati sama suami nya pindah kesini, deket dari sini mungkin cuma 20 menit, oh iya terus sehabis dari rumah temen kamu, kamu pindah kemana?" Shiren masih penasaran dengan perjalanan sepupu nya selama 8 tahun terakhir ini.


"Aku kerja Kak, Sania sama Mama nya bantu aku, aku di bantu kabur ke Bandar Lampung tempat saudara Sania, aku diajarin kerja di toko baju, dan itu pengalaman pertama aku, 2 tahun pertama aku kerja di toko baju, tapi karna toko baju nya bangkrut aku pindah, kerja di rumah tangga, tepat nya di Palembang, itu pengalaman pertama aku ke luar Provinsi.


3 tahun pertama kerja khusus masak sama ngurus pakaian, majikan naikin pangkat ngurusin kucing hehehe, 2 tahun ngurusin kucing puluhan ekor, karena majikan punya CatShop, sampe aku kena sesak nafas, akhir nya aku nggak kuat minta berenti, majikan nggak ngizinin aku berenti karena udah bertahun-tahun kerja sama mereka, tapi aku kekeh karena ingin cari pengalaman lagi, dan mereka ngizinin.


Aku minta rekomendasi untuk jadi Baby Sister biar tambah pengalaman, mereka rekomendasiin jadi Baby Sister di Banten, aku minat, nyebrang sampe Banten nasip ku nggak bagus, aku dapet majikan agak-agak kejam gitu Kak, hehe, kayak hp di sita, nggak boleh kemana-mana gaji kurang lancar, mereka juga bilang ke majikan lama aku kalo aku kabur, hm..parah deh.


10 bulan kerja aku akhir nya aku nekat kabur ke Jakarta, luntang lantung sebelum dapet kosan, 1 bulan nganggur akhirnya dapet kerja di Cafe dapet rekomendasi dari temen kosan, kerja di Cafe 1 bulan lebih aku di pecat, dan akhir nya ketemu Mas Arga, baru aku sadar kalo masih punya keluarga dan itu semua karena dia Kak."


Shiren mengusap punggung Shena.


"Cerita singkat, tapi itu sangat panjang kamu jalanin Dek, semoga kehidupan kamu ke depan nya lebih baik ya Dek, semangat." Shiren memberi semangat lebih untuk sepupu nya itu.


"Tapi Kakak nggak kaget kalo Om Joko kayak gitu."

__ADS_1


Shena langsung menatap Shiren.


"Maksud Kakak apa?" Tanya Shena heran.


Shiren memperhatikan keadaan sekitar, setelah meyakini tidak ada orang Shiren membisikkan sesuatu di telinga Shena. Shena mendengar dengan seksama bisikan Shiren, lalu Shena menutup mulut nya tidak percaya, Shena langsung memeluk sepupu nya itu.


"Astagfirullah, Alhamdulillah Allah masih sayang kita Kak, jadi karena itu tadi Kakak langsung kasih alamat mereka, Ya Allah."


"Iya Dek, Alhamdulillah, memang Allah masih sayang kita, Bismillah ya Dek, kita lupain dan buka lembaran baru, semoga rumah tangga kamu nanti sakinah, mawadah, warahmah, Kakak doain kamu terus." Shiren memberi doa tulus.


"Iya Kak, makasih juga, udah jagain Nenek Shena ya."


"Sama-sama Dek, itu juga tugas Kakak."


"Ehm...Kangen sekali ya sama Adek nya." Tiba-tiba Bibi Helpi, Ibu Shiren, Istri Om Yadi datang.


"Eh Mama, iya Mah, Kangen." Shiren dan Shena tersenyum malu-malu.


"Iya Bik."


"Iya Mah." Ucap mereka bersamaan.


Mereka masuk ke dalam rumah, ternyata makanan sudah di hidangkan lesehan di ruang tamu, Shena duduk bersama keluarga lain nya lalu menciduk nasi dan lauk.


Terdengar beberapa sanak saudara masih membahas soal penangkapan Ayah tiri Shena, mereka tak habis fikir dengan ulah Laki-laki yang di kenal pemalas dan hobi adu ayam itu.


Saat Shena akan mentransfer nasi ke dalam mulut nya tiba-tiba Nenek Rohima datang merebut piring dan sendok Shena.


"Ada apa Nek?" Tanya Shena heran.


"Nenek suapin Shena ya." Ucap Nenek sembari menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk ke depan mulut Shena.

__ADS_1


"Nggak usah Nek, Shena bisa." Tolak Shena dengan lembut.


"Nenek kangen dengan Shena, sebentar lagi kamu jadi milik orang setelah sekian lama kamu pergi, biar Nenek nikmatin masa-masa kamu masih jadi milik Nenek." Ucap Nenek dengan bergetar.


"Shena selamanya cucu Nenek kan, bukan milik siapa-siapa."


"Tidak Shena, saat nanti Arga mengucap ijab Qabul, di situlah kamu jadi milik dia seutuh nya."


Shena mengusap tangan Nenek nya, lalu membuka mulut nya menerima suapan sang Nenek, beberapa orang yang menyaksikan tersenyum haru melihat kejadian di depan mata mereka.


Di suapi Nenek nya Shena jadi teringat masa-masa kecil yang indah bersama Nenek Rohima, masa di mana Shena belum mengerti bahwa dunia ini sangat kejam, masa di mana Shena hanya tau bermain dan tertawa.


Ting...Pesan WhatsApp masuk di Handphone Shena.


Sayang kangen, kamu lagi apa?


Shena menggeleng, begitu manis calon suami nya ini, jiwa usil Shena muncul, Shena memutuskan tidak membalas pesan Arga.


Ting... pesan kembali masuk.


Sayang kok cuma di buka, bales geh.


JANGAN CHAT KALO BELUM SAH. Balas Shena, lalu Shena memblokir WhatsApp Arga.


"Dek, jam 5 nanti MUA nya dateng, habis makan langsung mandi ya." Ucap Shiren.


"Iya Kak."


Walau hanya pernikahan siri Arga meminta rumah Nenek Rohima di dekor Room, dan meminta Shena di make-up oleh MUA, karena ini adalah ikrar yang Insya Allah terakhir untuk Arga, ia ingin Shena merasa menjadi wanita istimewa untuk hari ini, dan Arga meminta pertolongan Shiren untuk mengurus dengan menyerahkan sejumlah uang, Arga meminta dekor dan MUA yang terbaik, sederhana namun mewah di pandang, tak lupa Arga meminta Shiren menyewa Fotografer untuk mengabadikan momen berharga nanti.


*******

__ADS_1


"Awas kamu sayang, liat aja nanti, heheh...." Arga tersenyum devils.


__ADS_2