
Arga tersenyum lalu membantu Shena melepas hijab dan kebaya Shena dengan hati-hati takut akan membuat Shena tidak nyaman, saat Arga membuka kebaya Shena ternyata Shena mengenakan tantop dan celana lejing panjang.
"Hehe, kirain nggak ada baju lagi."
Plak....
"Sakit Yang." Arga mengusap paha nya yang di pukul Shena.
"Jangan genit."
"Kan sama Istriku, nggak apa-apa dong, sekarang udah bebas mau ngapain aja."
Arga mendekatkan bibir nya dan Shena, cup...
'Siap' Bisik Arga.
"Iya, em..tapi pelan-pelan ya Mas."
Arga mengecup pipi Shena gemas.
"Iya sayang ku...."
Namun saat Arga dan Shena manaiki ranjang Krek.....
'Loh Kok bunyi sayang, ranjang Nenek masih kayu?' Bisik Arga.
'Kayak nya iya Mas.'
Arga menggaruk kepala nya bingung, jika tetap di lanjutkan di atas ranjang bisa-bisa akan menimbulkan kan suara horor, jika tidak di lanjutkan bisa-bisa kepala nya meledak.
Mata Arga menyapu sekeliling untuk mencari cara.
"Apa di bawah aja Mas?" Tanya Shena.
"Jangan sayang, nanti badan kamu sakit, itu cuma karpet tipis."
"Terus gimana Mas?"
Arga menatap Shena.
"Udah nggak sabar ya, hehe."
"Nggak."
"Yaudah kita pindah aja kasur nya ke bawah ya, besok pagi kita beresin lagi."
Arga dan Shena mulai membuka spray dan memindah kan kasur ke lantai, untung saja kasur busa, jika kasur kapuk mungkin akan cukup menguras tenaga untuk mengangkat nya, Shena kembali memasangkan spray, setelah rapi Arga merebahkan diri dan merentangkan tangan nya agar Shena menyusul.
Shena ikut merebahkan diri dan masuk dalam pelukan Arga, Arga memindahkan diri nya agar berada di atas tubuh Shena, perlahan Arga kembali me*umat b*bir Shena, tangan Arga mulai bergerilya melepas satu persatu benang yang menempel di tu*uh nya dan Shena.
'Mas, pake selimut, malu.' Bisik Shena.
'Iya, sebentar.' Arga menggapai selimut lalu merentangkan nya untuk menutupi tu*uh nya dan Shena yang nyaris tak tertutup benang.
Arga kembali melucuti benang di t*buh mereka hingga tak ada satupun yang menempel.
'Siap sayang.' Bisik Arga, lalu Shena mengangguk, Arga mulai mencoba menerobos benteng pertahanan milik Shena.
__ADS_1
'Aww....sakit Mas, jangan kuat-kuat.' Shena meringis kesakitan.
'Maaf sayang.'
Arga kembali mencoba dengan lebih pelan dan lembut.
'Aww....sa...sakit....aw....."
Arga kembali menghentikan kegiatan nya, Arga menjadi bingung, karena ini adalah pengalaman pertama Arga menerobos benteng, sebelum nya Arga hanya mendapat barang bekas yang sudah bisa di terobos dengan gampang tanpa usaha apapun.
'Terus gimana.'
Shena menggeleng.
'Nggak tau, em..aku tahan aja, em..atau Mas Arga sumpel aja mulut aku.' Ucap Shena merasa bersalah karena tak mampu menahan rasa sakit.
'Jangan lah sayang, kalo gitu aku cari di google dulu ya tips biar nggak sakit.' Bisik Arga lalu Shena menggangguk.
Arga merebahkan diri di samping Shena lalu mengutak-ngatik Handphone nya.
'Katanya kamu jangan takut sayang, rileks aja, terus harus pemanasan.'
Shena mengerutkan kening nya.
'Emang nya mau lari pemanasan?'
'Nggak gitu sayang, aku bantu ya, tapi kamu tahan, jangan sampe suara kamu kebablasan.'
'Iya.'
Arga kembali mengambil posisi lalu memberi Shena pemanasan, Shena bergelinjang menerima ran*sangan yang di beri Arga, Shena kini tidak bisa mengontrol diri nya sendiri.
'Rileks ya, jangan takut.'
Arga kembali mencoba, perlahan tapi pasti senjata Arga mulai tenggelam dalam gua hangat milik Shena.
'Aaw....aww.....' Arga menutup mulut Shena yang hampir melepaskan suara nya.
Namun jantung Arga kini kembali berdetak lebih kencang, setelah milik nya tenggelam, Arga merasa ada sesuatu yang mengalir melawan milik nya, Arga mencabut senjata nya dan ternyata ada darah mengalir dari dalam gua Shena.
Arga mencoba tersenyum namun tidak bisa menyembunyikan haru nya, tidak terasa bola mata Arga berembun, lalu Arga membawa Shena ke dalam pelukan nya, dengan sangat erat Arga memeluk Shena.
Shena merasakan ada air menetes di bahu nya, Shena tau Arga menangis, tapi kenapa?
"Mas Arga kenapa, apa ada yang salah?"
"Nggak ada sayang." Ucap Arga dengan suara serak.
"Terus kenapa?"
"Terimakasih."
"Buat apa?" Shena kini bingung, ada apa sebenarnya dengan Arga.
"Terimakasih, kesucian mu, kamu jaga untuk suami mu, dan itu aku, aku merasa beruntung sayang."
'Emm...itu kan itu kewajiban Mas, em..Mas, anu ku udah terlanjur sakit, kalo mau di lanjutin silahkan.' Bisik Shena.
__ADS_1
Arga bangkit, sembari tersenyum, Arga kembali mengecup wajah Shena bertubi-tubi lalu melanjutkan kegiatan mereka.
******
Arga dan Shena baru selesai melakukan ritual pengantin baru, karena ini pertama kali untuk Shena jadi cukup 1 kali untuk malam ini, takut Shena akan merasa tidak nyaman, walau sebenarnya Arga ingin melakukan nya bahkan berkali-kali.
Arga mendekap tubuh mungil Istri nya, rasa cinta nya untuk Shena rasanya bertambah berkali-kali lipat, sungguh ini adalah hari paling istimewa untuk Arga selain hari kelahiran putra nya.
"Sakit ya sayang?" Tanya Arga sembari terus mengelus kepala Shena yang hampir memasuki alam mimpi.
"Nggak juga Mas, cuma sakit sedikit, tapi rasanya agak bengkak ya." Jawab Shena malu-malu.
Arga tersenyum kecil.
"Besok sembuh yang, kalo belum sembuh kita ke Dokter."
"Lebay ih Mas."
"Kok lebay, apa sih yang nggak buat Istri ku."
"Hmm..."
"Oh ya sayang, kamu udah tanya Nenek di mana Ibu kamu?"
"Udah Mas."
"Terus kata Nenek apa?"
Shena menyembunyikan kan wajah nya di dada bidang Arga, lalu menggeleng kecil.
"Aku mau tidur Mas, ngantuk banget."
Arga mengusap punggung Shena, pasti ada sesuatu yang belum siap Shena ceritakan.
"Mimpi indah Istri ku."
Arga dan Shena memejamkan mata mereka dengan posisi tetap berpelukan.
"Mas, kalo kita pulang ke Jakarta Shaka nanti tinggal sama kita kan." Tiba-tiba Shena teringat dengan Shaka.
Dada Arga menghangat saat mendengar Shena mengingat putra nya.
"Iya sayang, kamu nggak keberatan kan kalo aku bawa Shaka tinggal sama kita?"
"Aku lebih keberatan kalo Shaka nggak ikut kita Mas, kalo bisa kemarin Shaka kita bawa kesini."
"Terimakasih Mama." Ucap Arga kepada Shena.
"Mama." Shena senyum-senyum sendiri menyadari kini ada seorang malaikat kecil yang akan memanggil nya dengan sebutan Mama.
"Mas, kok Ibu nya Shaka nggak pernah nelpon ya, waktu itu di ....."
"Masih asik selingkuh." Arga memotong ucapan Shena.
"Dari mana Mas Arga tau?"
"Mata aku kan di mana-mana sayang, biarlah sebentar lagi aku tuntut dia, karena itu pernikahan kita rahasia dulu ya sayang, jangan upload foto-foto kita dia media sosial dulu."
__ADS_1
"Iya, semoga lancar semua urusan kamu Mas."
"Aamiin sayang."