Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Menuju Bandung


__ADS_3

Rahardian Company


Ricko melangkah dengan gagah, sudah cukup lama Ricko tidak melangkah kan kali nya di perusahaan cabang, terlihat seluruh karyawan yang melihat Ricko menyapa dengan ramah, beberapa dari mereka khusus nya karyawan perempuan mulai kasak kusuk berbisik membahas Ricko.


'Udah ganteng, ramah, Sholeh, Masya Allah, Suami idaman.'


'Tambah ganteng aja Pak Ricko, denger-denger udah mau nikah loh.'


"Pak Arga ada?" Tanya Ricko kepada Natasya, menyadari kehadiran Direktur Utama Natasya langsung berdiri.


"Ada Pak, silahkan."


"Terimakasih."


Ricko masuk ke dalam ruangan Arga, terlihat Arga sedang fokus pada laptop dan berkas-berkas nya, sangking fokus nya Arga tidak menyadari kehadiran sang Kakak, Ricko menarik kursi dan duduk di depan Arga.


"Kenapa kalian ngambil cuti bareng-bareng, pada mau ke mana."


Arga melirik sekilas, seperti nya E-mail nya sudah di baca Ricko. "Ke Lampung Pak."


"Ada apa?"


"Proyek wisata." Jawab Arga santai.


"Sejak kapan kamu terjun ke dunia Wisata, kenapa juga harus jauh-jauh ke sana."


"Baru-baru ini Pak."


Ricko menatap curiga Adik nya, tak ada yang bisa mengenali Arga jauh lebih baik dari nya.


"Saya ikut."


Arga menatap Ricko tak percaya.


"Harga tiket nya mahal Bang, 2 kali naik pesawat."


Ricko mengerutkan kening nya.


"Alasan anda sungguh tidak berbobot Bapak Argani."


"Silahkan ikut, tapi lo yang izin sama Papah, biar Papah gantiin lo, ngapain juga ninggalin perusahaan bareng-bareng, calon manten pamali pergi jauh-jauh."


"Santai Pak Arga, khawatir banget, hmm lo udah dewasa Ga, gua harap lo bisa pertimbangin apapun keputusan yang akan lo ambil, minta pendapat Mamah sama Papah kalo itu hal penting, jangan lo bertindak seakan-akan lo hidup sendiri di dunia ini." Ricko menasihati Adik nya.


Arga menghentikan kegiatan nya, lalu menatap Asisten Ricko, mengkode agar meninggalkan nya dan Ricko sendiri, Arga meminta Natasya membawa 2 cangkir kopi lewat telfon, lalu Arga bangkit dan duduk di sofa, Ricko tetap dengan posisi nya namun pandangan nya terus mengikuti Arga.


Arga memijit kepala nya pelan, sungguh dirinya tidak bisa berbohong kepada Ricko, namun Kakak nya itu lah yang mampu membimbing Arga menuju jalan yang lebih baik lagi di setiap Arga mendapat masalah.


"Ada apa?" Tanya Ricko melihat Adik nya melamun.


"Bang, hati itu bisa bohong nggak sih?" Tanya Arga.


Ricko mengerutkan kening nya.

__ADS_1


"Maksud lo?"


Arga bangkit lalu berdiri menghadap kaca.


"Gimana kalo lo ketemu cewek, terus jatuh cinta tapi dalam hitungan hari."


"Permisi Pak kopi nya." Tiba-tiba Natasya datang.


"Terimakasih." Ucap Ricko ramah, namun Arga hanya diam, Ricko mengambil salah satu cangkir kopi dan menyeruput nya.


"Gua mau nikah lagi gimana Bang."


"Uhuk...uhuk...uhuk..." Ricko tersedak kopi panas mendengar penuturan Adik nya.


"Pelan-pelan Bang." Arga melirik Kakak nya.


"Ngomong apa lo?" Ricko kini berdiri menghadap Arga.


"Nikah lagi Bang."


Ricko menggeleng tak percaya.


"Nikah itu bukan mainan Ga, jangan ngada-ngada, mau berapa kali lo kawin cerai kalo gini cara lo, ngambil keputusan itu harus mikirin ke depan nya juga, Perempuan mana yang mau lo nikahin, asal usul nya, pekerjaan nya, kehidupan sehari-hari nya, lo harus tau semua Ga, jangan sampe yang lalu terjadi lagi."


"Dia memang baru gua kenal Bang, keluarga nya gua juga masih belum tau di mana, dia juga masa lalu cukup rumit yang bikin trauma buat diri dia sendiri, tapi kali ini gua yakin, dan kalo rumah tangga gua sebelum nya hancur, itu bukan salah gua kan."


"Iya gua tau Ga, tapi...."


"Setuju atau nggak nya kalian gua akan tetep nikahin dia." Arga menghempaskan tubuh nya di atas sofa.


"Iya."


"Kapan?"


"Secepatnya, kalo bisa besok."


Ricko menatap Adik nya.


"Ayo pulang ke Bandung sekarang, temuin Mamah sama Papah!!"


"Jangan Bang, kalo bisa jangan banyak yang tau, gua harus dapet bukti perselingkuhan Sarah dulu."


Ricko menatap Adik nya lagi, jadi Sarah menduakan Adik nya selama ini 'Perempuan gila.' Batin Ricko


Ricko ikut duduk di sofa.


"Siapa dia?"


"Shena Nama nya....." Lalu Arga menceritakan kehidupan Shena dari kecil hingga dewasa, sampai Shena bersama Arga sekarang, Ricko cukup tersentuh dengan cerita Arga, Ricko jadi teringat Salwa.


"8 tahun, hidup tanpa keluarga Bang, trauma nya udah dalem, lo bayangin aja sendiri, tapi Shena pinter, smart Anak nya, punya bakat juga, suara nya bagus, penyayang, dia punya semua yang nggak gua dapetin sama Sarah selama ini."


Ricko melihat jam tangan nya, waktu menunjukkan pukul 10:30.

__ADS_1


"Kita pulang ke Bandung sekarang, kita rundingin ini sama Mamah dan Papah."


"Asal jangan sampe ke telinga Sarah." Ucap Arga.


******


"Di mana Shena?" Tanya Ricko saat mobil nya baru keluar dari kantor Arga.


"Buat apa?"


Ricko menatap Arga tak percaya.


"Ya bawa ke Bandung lah, hari ini harus clear semua, lo harus jujur ke Mamah, Papah, dan lo harus jujur ke Shena."


"Hahh...!!" Arga terjengkit.


"Kalo Shena nggak mau nikah sama gua gimana, kalo dia tau kalo gua udah punya Anak." Arga meremas rambut nya. "Aduh."


"Ya tinggalin, emang lo fikir mau lo kemanain Shaka, kalo emang dia cinta sama lo pasti dia akan terima lo apa adanya, termasuk Shaka dan permasalahan lo sekarang."


Arga menunduk lesu.


"Gua nggak yakin, kalo dia nggak terima udah gua bohongin gimana, ahh...." Arga memukul kaca mobil.


"Itu urusan belakangan."


******


"Kita mau ke mana Mas?" Tanya Shena bingung, tiba-tiba saja Arga datang meminta nya untuk bersiap, kini mereka sudah di depan pintu lift.


Arga menghentikan langkah nya lalu berdiri menghadap Shena, Arga menggenggam tangan pujaan hati nya itu.


"Sayang, kita ke Bandung ya, di bawah ada Abang ku, Bang Ricko Namanya, kita ke Bandung sekarang."


Shena membelalakkan mata nya.


"Abang kamu Mas, kita mau nemuin Abang kamu, kalo dia nggak suka sama aku gimana Mas, aku di sini aja deh Mas."


"Ada aku kan, kita harus ke Bandung, nemuin Orang tua aku Sayang, Bang Ricko udah tau hubungan kita."


"Tapi aku takut Mas." Mata Shena kini berkaca-kaca, hati nya benar-benar gundah saat ini.


"Bismillah Sayang, ayo."


Mereka turun menghampiri Ricko yang tetap di mobil menunggu Arga dan Shena, melihat Ricko yang sedang memainkan Handphone nya membuat Shena kian gundah, jantung nya berdegup tak beraturan.


"Bang." Arga mengetuk pintu mobil, menyadari kehadiran Arga dan Shena Ricko turun dari mobil, sesaat Ricko memperhatikan Shena dari atas sampai bawah.


Shena yang merasa di perhatikan mencoba tenang, lalu mengulurkan tangan nya berniat menyalami Ricko, tangan Shena gemetar, dan sangat jelas terlihat.


Ricko menyambut uluran tangan Shena, lalu Shena menempelkan telapak tangan Ricko di dahi nya.


"Ricko."

__ADS_1


"Sh...shena."


"Ayo berangkat." Ajak Ricko pada Arga dan Shena.


__ADS_2