Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Bandung


__ADS_3

Arga dengan cepat masuk ke dalam kediaman orang tua nya, ternyata sanak saudara mereka sudah mulai berkumpul, suasana kini cukup ramai, namun Arga hanya mencari satu sosok saja.


Mata nya menyapu bersih seluruh ruangan, mata Arga menangkap perkumpulan wanita yang sedang mengerumuni seorang bayi.


"Shaka!!" Pekik Arga.


Wanita-wanita itu menoleh merasa ada seseorang yang memanggil anak yang mereka kerumuni. Arga menghampiri mereka dan langsung mengambil alih menggendong putra semata wayang nya itu.


"Anak Dady sehat Nak." Arga terus menghujani anak nya dengan kecupan-kecupan sayang. Shaka tersenyum dan mengoceh seakan mengatakan bahwa dia juga merindukan Dady nya.


Wanita-wanita muda yang tak lain adalah sepupu-sepupu Arga hanya diam melihat kedatangan Arga.


"Shaka masih main sama tante ya." Canda Arga lagi pada putra nya, lalu Arga menyalami sepupu nya satu persatu.


"Udah lama Teh, dek."


"Baru aja." Jawab mereka sungkan.


"Aa permisi ke atas ya." Pamit Arga.


"Iya A."


Arga langsung melangkah menuju kamar nya untuk menghabiskan waktu bersama putra nya, Arga sudah tidak tau di mana Haris dan Yudha, mereka benar-benar seperti keluarga, jadi sudah tidak ada rasa sungkan di antara mereka, orang tua mereka bersahabat sejak muda, dan mereka kini yang meneruskan persahabatan itu.


Arga meletakkan Shaka di atas ranjang, lalu melepas jaket nya dan ikut merebahkan diri di atas ranjang, Arga mengabadikan momen nya bersama Shaka dan di upload melalui medsos nya.


Handphone Arga langsung berdering, Arga langsung mengangkat panggilan itu.


"Mas Arga, kemaren katanya nggak mau pulang, kamu bohongin aku.".


"Aku pulang tiba-tiba Sar, ini juga baru sampe."


"Mana Shaka?"


Arga mengarahkan kamera nya ke arah Shaka.


"Shaka sayang, Mamy kangen Nak..."


"Mih....mih...mih..." Shaka mengoceh saat melihat wajah Sarah di layar Handphone.


"Shaka kangen Mamy Nak, Mamy juga kangen sayang, tunggu Mamy pulang ya Nak, Mamy janji kalo urusan Mamy udah selesai Mamy pasti pulang."


"Mih...mih...."


"Kayak nya Shaka ngomong nya mau cepet ya Mas, sekarang aja udah bisa manggil aku."


"Iya Sar."


"Kok kamu kayak nya cuek banget sih Mas sama aku."


"Cuek gimana?"


"Kamu nggak nanyain apa kerjaan ku udah selesai, aku udah makan apa belum, semenjak aku tinggal bales chat aku pun lama banget, awas ya Mas, kamu jangan macem-macem di sana."

__ADS_1


"Kamu kan tau sendiri aku di sini sibuk."


"Sibuk, sibuk apa sih, apa kamu kerja siang malem?"


"Kenapa jadi ribut sih sar, jadi males ngobrol sama kamu, lagi pula harus nya kamu intropeksi diri, aku yang harus nya ?bilang ke kamu, jangan macem-macem!!"


Tut.... Arga mematikan panggilan vidio itu.


Di tempat lain Sarah membanting handphone nya.


"Agh..... Awas kamu Mas Arga."


******


Shena membuka gorden jendela, pemandangan kota Bandung yang padat berhasil membius mata Shena.



"Mas Arga kemana ya, siapa sebenernya kamu Mas, aku tau, banyak yang kamu sembunyiin, tapi aku terlanjur jatuh cinta sama kamu."


Shena merebahkan tubuh nya di atas ranjang, mengambil handphone nya dalam tas, mengetikkan nama Argani di aplikasi Facebook, dan Instagram nya, berharap ia dapat menemukan satu hal baru yang dapat ketahui tentang Arga, namun hasil nya nihil.


Tiba-tiba Shena merasakan perut nya bersuara, dan teringat jika dari pagi ia belum sarapan, hanya memakan beberapa potong roti yang di berikan Arga saat di perjalanan tadi, Shena memutuskan untuk turun mencari makan.


"Turun aja deh cari makan, sekalian tarik tunai, pegangan uang udah habis."


Shena sudah tebiasa dengan tempat-tempat baru, 8 tahun bukanlah hal yang hanya Shena sia-siakan untuk bekerja saja, tapi untuk mencari pengalaman agar ia terbiasa dengan tempat baru dan hidup mandiri.


Saat Shena sudah berada di lobi hotel Shena terlebih dahulu menarik tunai, Shena melihat nominal angka yang tertera, kurang lebih 35 juta, hasil kerja nya selama bertahun-tahun yang susah payah di kumpul kan nya, Selanjut nya Shena mencari makan di cafe sekitaran hotel.


******


Pintu kamar Arga di ketuk seseorang dari luar, Arga yang sedang asik bermain dengan Shaka mempersilahkan seseorang itu masuk.


"Bang..." Arga langsung duduk di sisi ranjang menyadari Ricko lah yang datang.


"Sampe jam berapa Ga?"


"Baru aja, belum ada 1 jam bang."


"Selamat ya Bang, gua ikut seneng, haha gimana-gimana ceritain dulu." Ucap Arga sambil cengar cengir.


Ricko menceritakan kisah cinta nya dengan Naira, membuat Arga geleng-geleng.


"Segitu nya lo Bang, apa beda nya coba, untung lo nggak apa-apa, kalo lo sampe kenapa-napa gua habek tu orang."


"Calon mertua gua sekarang."


"Baik banget tu Bapak nya Teh Naira waktu di Puskesmas, ternyata abis gebukin lo Bang."


"Haha, udah lah Ga, lupain aja, dan yang pasti 'Jangan bilang Mamah'." Bisik Ricko.


"Beres."

__ADS_1


Ricko menepuk pundak Adik nya.


"Kasih tau Sarah kabar ini, gimana pun dia masih Istri lo."


"Nggak akan dia balik." Arga menunduk kan wajah nya, sembari melirik Shaka yang masih sibuk bermain dengan mainan nya.


Ricko hanya mengusap punggung Arga, lalu bangkit.


"Ayo turun, orang-orang pada nanyain lo."


"iya." Arga bangkit lalu menggendong Shaka dan berjalan membuntuti Ricko.


Sampai di lantai dasar pemandangan masih sama, rumah ramai dengan sanak saudara dan tetangga sekitar yang turut membantu mempersiapkan lamaran.


Mereka memilih menuju taman belakang, ternyata ada Mamah dan Papah yang sedang berbincang dengan Paman dan Bibi, Bibi Mila Adik dari Papah dan suami nya Paman Ibnu.


Melihat kedatangan Arga Mamah tersenyum meyambut Arga.


"Sudah lama sampai Ga?"


"Belum Mah." Jawab Arga sembari menyalami orang satu persatu.


"Shaka sama Kakek sini." Papah mengambil alih Shaka dari gendongan Arga.


"Paman sama Bibi apa kabar?"


Tanya Arga ramah.


"Sehat Ga, Alhamdulillah, kamu sendiri gimana?" Tanya Paman balik kepada Arga.


"Baik Paman."


"Duduk Atuh Ricko, Arga, Bibik teh ada yang mau di tanyain sama Arga." Ucap Bibik.


Arga menurut dan duduk.


"Bibi sudah dengar kabar rumah tangga kamu dengan istri kamu."


"Iya Bik." Jawab Arga singkat.


"Kamu teh harus tegas jadi suami !!, Suruh istri kamu pulang."


"Sarah nggak akan akan mau Bik."


"Sudah lah Mila." Ucap Paman menyadari ucapan Bibik Mila akan membuat Arga Down.


"Istri kamu teh meni teu sopan, Di telfon Mamah kamu malah di tolak, pokok na Ricko, nanti kamu harus tegas sama Istri kamu, jadikan IRT seutuh nya, ngurus Suami dan Anak, biar teu ngalunjak."


"Insya Allah Bik, sekarang Ricko dan Arga minta doa yang terbaik aja." Mohon Ricko agar Bibik Mila menyadari bahwa Arga sudah mulai tertunduk lesu.


"Pasti kami doakan yang terbaik untuk kalian." Jawab Paman.


Jangan lupa like ya.... Cerita masih banyak kekurangan, mohon koreksi 🙏🏽🙏🏽

__ADS_1


WARNING ❗❗ maaf ya Gays kalo cerita nya masih lurus , Karena aku ngejar kontrak dulu baru nulis yang panjang perbab dan ada konflik nya yang lumayan sengit. nanti kalo udah kontrak juga baru kita update visual ya 🙏🏽🙏🏽 Dadah Salam Sayang Dari Thor 😚 Maaf kalo cerita nya jelek


"


__ADS_2