Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Pake Pelet ??


__ADS_3

"Are you my new Assistant?" Tanya Sarah kepada wanita yang berdiri di depan nya.


"Yes Miss, I am your new assistant sent by Mr. mark." Jawab wanita itu dengan sopan.


Sarah mengangguk.


"All right, where are you staying, and you look so young?"


"I live in this city, and thank you for your compliment."


"Baby." Seorang Pria memasuki ruangan, Pria itu meminta asisten baru Sarah untuk keluar terlebih dahulu, setelah asisten baru Sarah keluar Pria itu langsung menghampiri Sarah dan menghujani Sarah dengan kecupan panas.


"Kau merindukan ku Baby?"


"Oh, tentu Mark, kapan kamu kembali, kamu selalu memberi ku kejutan." Pria itu adalah Mark, kekasih gelap Sarah, oh tidak, seperti nya bukan kekasih gelap, karena jauh sebelum Sarah dan Arga menikah, Sarah dan Mark susah memiliki hubungan Khusus, Mark adalah Pria di balik kejayaan karir Sarah.


"Tadi pagi, apa kamu suka dia?" Tanya Mark.


"Maksud kamu, asisten baru itu?"


"Yah."


"Emm...lumayan suka."


"Lalu apa yang tidak kamu sukai dari aku Baby."


"Semua nya aku suka." Bisik Sarah dengan genit di telinga Mark, tanpa basa-basi Mark menerkam bib*ir Sarah dengan lahap.


Skip!


Percintaan panas mereka kini telah usai, Mark dan Sarah berdekapan hangat tanpa busana.


"Bagaimana dengan suami sialan mu itu, kapan kamu akan menggugat cerai?"


Sarah mengigit bibir nya.


"Sabar sayang, bu...bukan kah kamu setuju jika kita merebut Shaka, kita bisa membuat Arga menjadi ATM mengalir jika Shaka bersama kita, iya kan."


"Berapa usia anak itu sekarang?"


"6 bulan sayang."


"Tapi aku tidak sudi membesarkan anak yang bukan darah daging ku, uang yang akan kita dapat pun tidak seberapa."


Sarah menelan ludah nya.


"Sayang....."


"Atau kamu sekarang sudah mencintai Pria dan anak itu!? Ingat tujuan mu, kamu hanya ingin balas dendam atas kematian orang tua mu, jangan bertingkah lebih!!" Mark menyingkir kan tubuh Sarah dari dekapan nya.


"Mana mungkin sayang, secepatnya akan aku gugat dia, biarkan Wirda dan Bakrie itu hancur melihat anak nya yang pasti akan menderita aku tinggalkan, aku tidak sabar melihat mereka bersujud meminta aku kembali."


"Apa kamu yakin Pria itu sudah mencintai mu?"


"Sangat, sangat yakin, apa lagi sejak kehadiran Shaka, dia sudah seperti anjing ku yang sangat penurut."


******


Shena memperhatikan wajah Shaka yang sangat tampan, mimpi apa Shena semalam, tiba-tiba akan mendapat calon anak sambung yang begitu tampan.

__ADS_1


"Mas, pasti Ibu nya Shaka cantik banget ya?"


"Maksud nya?"


"Shaka ganteng banget Mas, pasti Ibu nya cantik banget." Bukan Shena ingin menyindir, tapi memang Shaka sangat tampan.


"Biasa aja sayang, Shaka itu nurun ganteng nya dari Papah sama aku." Arga menyisir rambut nya dengan jari.


"Ck ck...terlalu pede kamu tu Mas."


"Oh iya, mau liat Handphone ku, media sosial?" Tawar Arga sembari menyerahkan Handphone nya.


"Nanti-nanti aja Mas, kalo santai, em...aku cuma mau tanya, maaf ya Mas, sejak kapan Mas Arga tau Ibu nya Shaka selingkuh?"


"Sejak Shaka umur 3 minggu."


"Mas Arga liat sendiri?"


Arga menggeleng.


"Sahabat-sahabat ku, berkat mereka aku tau, Yudha sempet vidioin, tapi Handphone Yudha rusak, Yudha itu orang nya terlalu teledor dan lupaan, suka-suka aja dia pake Handphone sampe lupa kalo ada data penting di Handphone nya, bodoh nya aku juga nggak cepet-cepet nyalin vidio itu."


"Mas Arga cinta banget ya sama Ibu nya Shaka?"


Arga kembali menggeleng.


"Belum, cuma hampir, hampir aku cinta sama dia, tapi semua itu patah semenjak aku tau dia selingkuh."


"Gimana bisa kamu nggak cinta sama Istri kamu Mas?" Tanya Shena heran.


"Karena kami di jodohin, ehem...cukup ya sayang."


"Maaf Mas, em...1 lagi boleh."


"Sekarang Ibu nya Shaka di mana?"


"Di Los Angeles."


Shena mengangguk mengerti, Shena mengusap pundak Arga dengan satu tangan tetap kepada Shaka.


"Jadi Mas Arga memang udah niat cari pengganti ya hehe." Shena mencoba mencairkan suasana.


"Nggak juga, mungkin kalo bukan ketemu kamu aku mending jadi duda aja yang."


"Hah...kok gitu."


"Kamu cepet banget buat aku jatuh cinta sama kamu, jangan-jangan pake pelet kamu yang."


"Iya dong, aku memang melet kamu, ajian pelet cinta dan kasih sayang hahaha." Shena tertawa dengan lelucon nya sendiri.


"Ada-ada, ceria banget kamu ini sekarang, gini terus ya yang." Arga mengacak rambut Shena.


"Yuk kita masuk." Arga membawa Shaka dalam gendongan nya dari gendongan Shena, lalu mereka masuk ke dalam rumah.


Terlihat Salwa dan Mamah sedang fokus berbincang dengan WO.


"Bang Ricko belum dateng Mah?" Tanya Arga kepada Mamah.


"Belum Ga, lumayan jauh rumah Naira, emang kamu lupa?"

__ADS_1


"Nggak Mah." Arga, Shena dan Shaka duduk bergabung.


"Emang mau ke Lampung kapan Kak?" Tanya Salwa.


"Besok."


"Oh sama siapa aja?"


"Kakak, Kak Shena, Abang, Teh Naira, Yudha, Haris sama Bian."


"Siapa Bian Kak?"


"Temen Kakak, pengacara, biar kalo ada apa-apa kita udah siap pengacara."


Salwa memberi senyum termanis nya pada Arga.


"Farhan ikut ya?" Salwa mengedip-ngedipkan mata nya.


"Nggak!!" Arga berusaha menahan tawa nya.


"Tumben nggak sama dia?" Salwa melirik curiga pada Kakak nya.


"Hallah buat apa ngajak dia."


Salwa mendekati Arga lalu bergelayut manja pada Kakak nya itu.


"Bener Farhan nggak ikut Kak, Salwa mau ikut juga kalo Farhan ikut."


"Nggak Wa, ngeyel!!"


"Arga, Salwa, malah ribut!!" Mamah menggeleng melihat tingkah anak nya yang seperti anak kecil 'Tidak kah mereka lihat ada orang lain di sini.' batin Mamah sembari tersenyum ke WO yang ikut senyum-senyum lucu melihat Kakak Adik itu.


Salwa memajukan bibir nya seperti bisa di ikat, lalu menelfon Han dengan Handphone nya.


"Hallo, Ayang mau ikut Kak Arga ke Lampung ya besok?"


".............." Entah apa jawaban Han di sebrang telfon sana.


"Iya, semangat kerja nya." Ucap Salwa sangat lembut.


"Mau berangkat juga ceunah."


Salwa menaruh Handphone nya di atas meja lalu berdiri bertegak pinggang.


"Salwa siap-siap." Ucap Salwa lalu bergegas pergi menuju kamar nya.


"Ikut-ikut aja!!" Arga memandang Salwa dengan sinis.


"Jangan gitu Mas." Shena menyenggol tubuh Arga.


"Bercanda sayang hehehe."


"Begitulah mereka Nak, kucing dan tikus, mana bisa akur hahaha" Mamah tertawa lepas.


"Maaf Bu, kalau begitu kami permisi, 2 minggu lagi kabari saja."


"Baik, sebelum nya saya ucapkan terimakasih."


Kedua orang pemilik WO itu pamit undur diri merasa tugas mereka sudah selesai.

__ADS_1


Brakk.... "Fiuh.... Siap." Salwa meletakkan koper nya di dekat meja.


Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa like, +Fav, vote dan hadiah nya, kritik dan saran di persilahkan , salam sayang dari Author ,🥰🥰


__ADS_2