
Arga menautkan jari-jari nya lalu menempatkan di depan bibir dan hidung nya, dengan tatapan yang tidak bisa di artikan Arga hanya diam membisu.
"Arga...." Panggil Reni untuk ke dua kali nya.
Arga mengangkat kaki nya lalu meletakkan di atas kaki satu nya lagi, serta tangan nya yg telah di rubah menyilang di depan dada.
"Bicaralah, aku tidak suka basa basi, apa mau mu." Ujar Arga dingin.
Reni duduk di kursi tepat di hadapan Arga, Arga sedikit melirik anak perempuan di gendongan Reni.
"Sebelum nya maaf Ga, kalo tiba-tiba aku muncul, maaf kalo ganggu waktu kamu, tapi aku bingung harus minta tolong ke siapa lagi Ga." Reni menghapus air mata nya yang sudah mulai menetes.
Reni diam sejenak menunggu jika saja Arga akan bicara, ternyata tidak, Arga hanya diam.
"Tolong Ga, bantu aku cerai dari suami ku, aku udah nggak kuat Ga, ternyata aku cuma Istri ke 2, sekarang Istri pertama nya udah tau, dan aku selalu di ancem..tolong aku Ga, aku mohon, kamu tau sendiri aku nggak punya siapa-siapa kan Ga."
Arga sedikit menunduk menghindari kontak mata dengan Reni secara langsung.
"Keluar, temui Farhan, katakan apa yang kamu butuh kan dan kamu ingin kan kepada dia."
Reni mengngangguk lalu bangkit untuk segera menemui Han, baru saja Reni akan memutar knop terdengar suara Arga bergema.
"Tunggu!!"
Reni berbalik.
"Iy...iya.." Jawab Reni sedikit ragu.
"Di mana kamu tinggal, bersama anak mu?"
"Kami tinggal di rumah ku Ga, sudah 1 minggu ini, semenjak kami pergi dari rumah."
Terlihat Arga menulis sejumlah uang di cek, lalu menaruh di atas meja.
"Terimalah untuk kebutuhan anak mu, siapa namanya?" Ucap Arga tetap dengan nada dingin.
"Kinara Ga, dan maaf aku pake nama itu."
Reni menyambar cek pemberian Arga dan berlalu.
...****************...
Sementara di tempat lain.
__ADS_1
Seorang wanita cantik sedang menangis tersedu-sedu di bawah aliran air shower yang dingin, entah sudah berapa jam di menangis putus asa, tadi pagi ia baru saja mengetahui bahwa kekasih nya bercinta dengan wanita lain.
Flash back on.
Sarah melangkah menuju mansion milik mark, dengan angkuh ia melangkah tanpa menghiraukan beberapa pelayan yang mencegah Sarah untuk menemui Mark.
"Sorry in advance Miss, but Mr. Mark forbids anyone to meet him, please don't continue your steps."
Sarah menatap pelayan itu tajam.
"How dare you order me, get out of the way, or I'll ask Mark to fire you."
"But Mr. Mark will be more angry if you come in Miss."
"Wow.. it turns out that today's servants are starting to not know themselves."
Ujar Sarah sembari menatap pelayan itu tajam, Sarah kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar Mark, beberapa pelayan itu terus mengikuti Sarah.
"Mark !! Mark !! Opens the door!!!" Namun tidak ada tanggapan dari sang empu nya kamar.
"Mark.." Dor..dor..dor...
Sarah memukul-mukul pintu besar dan tinggi itu, tak lama pintu terbuka, terlihat Mark keluar dengan hanya menggunakan celana training pendek.
Sarah membelalakkan mata nya, suara nya tercekat.
"What the hell is this Mark."
"I still want to be with him now you go, I'll call later okay." Dengan santai nya Mark membelai wajah Sarah.
"**** you Mark, you're crazy, blatantly you're having an affair, now kick that woman out Mark, I'm giving you one chance." Pekik Sarah penuh emosi.
"You don't know yourself, I've spoken nicely you even shouted at me, now you're gone, I don't want to see your face!! Come on baby let's go in." Mark menutup pintu dengan kasar, hingga membuat Sarah terjengkit, Sarah tersungkur duduk di depan pintu, air mata nya mengalir tanpa di pinta.
"Mark!!!!!!" Sarah mengacak rambut nya dengan gila.
Para pelayan menatap nelangsa ke arah Sarah, Sarah akhir nya bangkit dan meninggalkan mansion besar itu, hingga berakhir di bawah Shower saat ini di Apartemen milik nya.
Flash Back Off.
"Tega nya kamu Mark."
"Aku kira kamu sangat mencintai ku, aku kira kamu laki-laki terbaik dari seluruh laki-laki di dunia ini, termasuk Arga, aku rela meninggalkan anak ku untuk mu Mark, tapi apa balasan mu, aku kecewa Mark, hiks...hiks...hiks..." Sarah kembali meremas rambut basah nya.
__ADS_1
"Kau dulu bilang apa!??, 'balas lah dendam mu, jika itu membuat mu bahagia' iya kan Mark!! iya kan?!, tapi apa sekarang? dendam ku terbalas, lalu kamu pergi!! akh....sungguh tega kamu Mark!! sialan kamu!!!"
"Lebih panas kah permainan wanita itu? lebih liar kah dia Mark, mana mungkin dia bisa menyaingi aku, bahkan aku hanya berhubungan beberapa kali dengan Arga itu semua demi kamu Mark!!! karena aku mengingatmu!"
Ting...tong...ting ...tong...
Suara bel terdengar nyaring memekakkan telinga Sarah, Sarah bangkit dengan mata bengkak dan air yang masih menetes dari rambut, membuat lantai yang di lalui Sarah ikut basah.
Sarah melihat CCTV untuk melihat siapa yang datang, rasanya melihat siapa yang datang kali ini Sarah sudah tidak ada semangat dan gairah hidup lagi, dengan wajah yang tetap datar Sarah membuka pintu.
Di tatap dengan nanar kedatangan Mark.
"Im sorry."
Sarah masuk ke dalam kamar tanpa menjawab Mark, membuang handuk nya ke sembarang arah, memakai kimono lalu menyembunyikan tubuh nya di balik selimut tebal, agar tubuh nya terasa hangat.
Mark berdiri terpaku melihat kegiatan yang di lakukan Sarah.
"Sorry." Suara Mark kembali terdengar.
"You go away." Ucap Sarah terdengar sangat kecil.
Mark mendekati ranjang lalu ikut merebahkan tubuh nya.
"You are jealous? does it hurt?"
"Kenapa kamu bertanya begitu, apakah otak mu sudah hilang Mark, sehingga pertanyaan sampah itu kamu ajukan kepadaku." Kali ini tidak ada basa-basi bahasa Inggris, sebenarnya Mark bisa berbahasa indonesia, karena Mark beberapa tahun lalu tinggal di indonesia demi mendampingi Sarah mengenyam pendidikan, sesetia itu kah seorang Mark Zurbech.
"Ya, tentu aku tau kamu sakit sekali Baby, dan itulah yang aku rasakan saat kamu bersama Arga, aku sakit, maafkan aku, aku hanya ingin kamu tau apa yang aku rasakan saat itu."
Sarah duduk menatap Mark tidak percaya.
"Lalu kenapa kamu mengizinkan aku untuk mendekati Ricko dan Arga, kenapa kamu pura-pura mendukung ku hah?!!"
"Apakah jika aku melarang mu kamu akan menurut, atau sibuk mengancam ku untuk bunuh diri jika tidak aku penuhi keinginan mu?!! sudah aku tawarkan!! BIARKAN AKU BAYAR ORANG UNTUK MENGHANCURKAN RAHARDIAN, TAPI KAMU MENOLAK, SEAKAN-AKAN KAMU LAH YANG TERHEBAT BISA MENGHANCURKAN KELUARGA SEBESAR KELUARGA RAHARDIAN!!!" Kali ini semua unek-unek yang ada di dalam kepala Mark melayang sudah.
"Apa maks....."
" Dan apakah kamu kira Argani Davkara Rahardian hancur dan sedih setelah kamu tinggal, TIDAK Sarah!! bahkan dia sudah menikah lagi!!!"
Duar....... Sarah membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Me...menikah lagi."
__ADS_1