Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
We Are Traveling


__ADS_3

Arga, Haris dan Han sedang bersama Bian, salah satu teman angkatan mereka yang mengambil jurusan Hukum, yang kini sudah merangkak menjadi pengacara muda.


Mereka berbincang di unit milik Haris agar Shena tidak mendengar percakapan mereka, rapat kali ini Yudha absen karena ada hal penting lain yang harus di tangani nya.


"Apa masalah nya kalo Hak asuh anak lo jatuh ke tangan Ibu nya?"


Arga membuang nafas kasar.


"Gua nggak bisa bayangin kalo anak gua di urus Sarah, kalo Sarah nikah lagi dan suami nya nggak sayang ke anak gua gimana, nggak rela gua, anak gua di sia-siain, gua cuma pengen hak asuh Shaka sepenuh nya ada di tangan gua, soal ketemu, gau nggak akan pernah ngehalangin."


"Kalo bini baru lo yang nggak sayang sama anak lo?"


"Pilihan gua nggak akan salah, kalo memang dia nggak bisa nerima anak gua, gua tinggalin aja lah."


Bian, Han dan Haris saling tatap.


"Kalo gua ngasih 2 pilihan, gua perjuangin Hak asuh atau Harta, lo pilih mana, biar gua fokus." Tanya Bian lagi.


"Hak asuh lah Bi."


"Kenapa lo pengen pisah sama Sarah?"


Arga menatap Haris, lalu Haris mendekat membisikkan sesuatu pada Bian, Bian menatap Arga tak percaya.


"Gua minta 1 bukti aja, itu udah bisa memudahkan gua bro, asal kuat."


"Masih di cari."


"Dan soal nikah, permasalahan nya ada di Wali."


"Lo Nggak bisa langsung mutusin calon lo ini nggak ada Wali atau udah meninggal semua, nggak bisa, lo harus punya bukti akurat, dan bener-bener yakin.


Nanti udah nikah-nikah aja, tau nya tiba-tiba ada yang ngaku wali sah bini lo, wah jatoh nya Zina tu, pernikahan lo nggak Sah, walaupun siri, soal surat-surat itu gampang, nggak perlu lo sibuk-sibuk ijab Qabul lagi." jelas Bian lagi.


"Nggak kepikiran gua." Arga nyengir kuda.


"Fikiran nya kawin doang." Sinis Bian.


"Aduh jauh banget ke kampung halaman calon gua." Keluh Arga.


"Emang di mana?" Tanya Bian.


"Di mana ya, lupa."


"Lampung bukan sih." Ucap Han.


"Gua tanya dulu." Arga melakukan panggilan telfon pada Shena.


"Hallo Shen, kampung halaman kamu di mana, aku lupa."


"..........."


"Iya seinget kamu aja."


"............."

__ADS_1


"Pesisir Barat, Lampung, oke, ya udah."


"Pesisir Barat, Lampung." Haris mengetikkan di Google.


"Perjalanan dari kota Bandar Lampung kurang lebih 5 jam 29 menit." Haris membacakan hasil pencarian nya.


"Itu belum nyari desa nya." Ujar Han.


"Coba cari tau, ada jalur udara nggak." Pinta Arga.


"Ada nih Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjajaki kerja sama dengan maskapai Susi Air agar melayani rute penerbangan di wilayah Krui, Pesisir Barat. Layanan itu mempermudah aksesibilitas ke wilayah itu."


"Berapa lama perjalanan udara?" Tanya Arga lagi.


"Pesawat akan mengudara dari Bandar Udara (Bandara) Radin Inten II menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Krui, Lampung hanya dalam 30 menit. Penerbangan rute tersebut akan tersedia 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari Rabu dan Sabtu. Setiap harinya akan dilakukan dua kali penerbangan pulang pergi."


"Rabu kita berangkat, ini hari Minggu, 3 hari lagi kita OTW, sambil liburan, hari Sabtu nya kita pulang." Arga memutuskan.


"Beh... lembur dong 2 hari." Protes Haris.


"Nggak ikut ya terserah." Cuek Arga.


Haris menatap Han meminta pendapat, lalu Han mengangguk.


'Lumayan, ikut aja.' Bisik Han pada Haris.


"Kalo udah jelas, langsung ijab aja di sana, biar nggak nambah terus dosa lo." Bian memberi pendapat.


Arga menjentikkan jari nya.


"Gua, Shena, Haris, Han, Yudha, Bian, kita OTW liburan hari Rabu, Gua semua yang nanggung biaya nya, makan, Hotel, Shoping, we are traveling."


"Siap." Ucap mereka bersamaan.


Handphone Arga berdering, ternyata Shena menelfon.


"Hallo Shen."


"..............."


"Makasih sayang, segera meluncur."


Arga mematikan telfon lalu berdiri.


"Ayo ke sebelah." Ajak Arga.


"Ngapain, ngeliatin lo pacaran?" Tanya Bian.


"Di masakin sama Bini gua, di suruh makan kita, kalo nggak mau ya udah, gua duluan."


"Waw.... benar-benar berbeda."


"Di Markas aja di masakin terus." Ucap Haris.


"Kali ini beda, percaya sama gua." Arga meyakinkan, lalu mereka bersamaan menuju unit Arga.

__ADS_1


Terlihat Shena baru saja selesai menata hasil masakan nya, Arga menghampiri Shena lalu mengecup dahi Shena dengan mesra, membuat ketiga teman nya melongo.


"Mas malu." Shena mencubit perut Shena.


"Biar sayang." Arga menggandeng tangan Shena menuju meja makan.


"Silahkan, makan malam." Arga mempersilahkan kepada teman-teman nya.


Dengan Hikmad mereka menikmati makan malam, masakan Shena memang lezat, Bian yang baru pertama melihat Shena cukup terpukau dengan pilihan Arga kali ini.


'cantik, ramah, pinter masak, beda jauh sama Sarah, maen aja di usir.' Batin Haris.


Selesai makan malam Bian memutuskan pamit pulang karena hari sudah cukup larut, begitupun dengan Haris dan Han.


Seperti biasa Arga sedang menemani Shena yang sedang membersihkan sisa-sisa makan malam.


"Tidur duluan aja Mas, ini sedikit lagi kok."


"Nggak Sayang, aku tunggu aja."


"Hmm...."


"Mas, aku tidur di kamar lain aja ya."


"Kenapa?"


"Kita kan...."


"Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu, lagi pula ada yang mau aku obrolin, penting."


Shena kembali pasrah.


******


Arga menatap Shena yang sedang sibuk dengan Handphone nya.


"Sayang, temen aku yang nama nya Bian tadi......." Arga menceritakan hasil percakapan nya dengan Bian.


"Kita ke kampung kamu ya hari Rabu nanti, sama temen-temen aku kok, nanti aku minta Bian atau yang lain nya bawa temen perempuan mereka buat temen kamu."


"Tapi Mas....." Rasa kalut kembali menghantam dada Shena.


"Sayang, kan ada aku, kita bawa pengacara juga, Bian, jangan takut, mau sampai kapan kamu gini terus, apa kamu nggak kangen Nenek kamu, kamu juga mau cari tau di mana Ibu kamu kan?"


"Aku nggak mau ketemu sama orang itu Mas." Shena menatap dengan mata berkaca-kaca.


"Hey... siapa yang mau nemuin kamu sama orang itu, biar itu jadi urusan temen-temen aku, kamu percaya kan sama aku."


Melihat Shena yang masih ragu, lalu Arga memperlihatkan sesuatu dari Handphone nya kepada Shena.


Manager Cafe berinisial AG resmi di tahan karena terbukti menyalah gunakan obat-obatan terlarang.


Shena menutup mulut nya.


"Percaya sekarang." Tanya Arga lagi.

__ADS_1


"Iya Mas."


Jangan lupa like ya.... Cerita masih banyak kekurangan, mohon koreksi 🙏🏽🙏🏽


__ADS_2