
Di sisi lain Arga sebenarnya kesal, karena Shena sering kali mengadu jika Naira sangat sinis terhadap Shena, Shena mengeluh dan bertanya apa salah nya kepada Naira.
Arga kini sedang memperhatikan Shena yang sibuk dengan tanaman Hidroponik nya, yang khusus Arga siap kan untuk Shena, agar menghilangkan suntuk jika Arga pergi bekerja.
Ada beberapa jenis sayuran yang Shena taman, sepeti Kangkung, Pakcoy, Seladah, sawi keriting dan seledri.
Pesona Shena sangat terpancar, dengan tubuh mungil dan perut buncit membuat Shena terlihat semakin terpancar aura keibuan nya.
...****************...
Hari ini adalah hari ulang tahun sang Shaka Sagara Rahardian, semua orang berkumpul di panti asuhan di mana ulang tahun Shaka di rayakan, acara berlangsung lancar, meriah dan Hikmad.
Saat waktu Ashar hampir tiba mereka sudah berada di kediaman milik Arga dan Shena, termasuk Ricko dan Naira, mereka bercanda ria layak nya keluarga besar.
Papah, Arga, Ricko, Han, Yudha dan Haris mengobrol mengenai perusahaan dan pembahasan laki-laki, sedangkan Mamah, Naira, Salwa Dan Shena mengobrol pembahasan wanita, Shena juga banyak bertanya tentang kehamilan kepada Mamah.
"Mah besok kita cari sayuran ya, sayuran Hidroponik Shena udah mulai panen loh hehe."
Tiba-tiba Mamah exited mendengar Shena membahas sayuran Hidroponik.
"Kamu rajin banget ya Shen, Mamah jadi ingin nyoba bertanam Hidroponik." Puji Mamah kepada Shena.
"Iya Mah, buat ngilangin suntuk aja, seladah, sawi keriting sama kangkung yang udah bisa panen Mah, Teh Naira kalo mau sayuran ambil aja Teh." Tawar Shena kepada Naira.
"Iya." Jawab Naira singkat.
"Tapi kita harus pulang hari ini Mah, kerjaan aku sama Papah belum bisa di tinggal, sibuk banget akhir-akhir ini." Keluh Salwa sembari menunjukkan wajah lesu nya.
"Cepet nikah kalo nggak pengen kerja!!" Pekik Arga kepada adik satu-satu nya.
Salwa spontan menatap Arga sinis.
"Heleh, nikah juga kalo yang laki belum siap gimana, masa mau maksa." Ujar Salwa membuat Haris dan Yudha menatap Han sembari cekikikan.
"Kode Han." Bisik Haris kepada Farhan.
"Farhan, seperti nya anak gadis Papah sudah ingin di pinang, kalian juga kan menjalin hubungan sudah cukup lama, usia Salwa juga sudah matang begitupun kamu, kalo Papah boleh memberi saran, lebih baik kamu cepat bawa keluarga mu menemui Papah dan Mamah."
Salwa terjengkit senang mendengar kata-kata Papah, Han pun mencerna satu persatu kata yang di lontarkan Papah untuk dirinya.
"Iya Om, Insya Allah." Jawab Han singkat.
__ADS_1
"Dan Haris, Yudha, bagaimana keadaan orang tua kalian, Papah semakin tua semakin malas memandang gadget terlalu lama, jadi tidak tahu bagaimana berita di belahan dunia sana."
"Alhamdulillah Om, orang tua Yudha sehat, dan baik, sekarang mereka menetap di Singapura, sekalian dampingi adik Yudha kuliah, Mereka juga sering titip salam untuk Papah dan Mamah." Ujar Yudha.
"Alhamdulillah, bagaimana dengan Haris." Papah bergantian menatap Haris.
"Mamy sehat Om, di spanyol, Mamy juga sering menitip salam untuk Om, dan Tante, kata nya terimakasih sudah menjaga Haris." Mata Haris mulai berkaca-kaca, jika membahas mengenai orang tua memang hati Haris sangat mudah remuk, karena orang tua nya yang terisa hanya Mamah nya.
Papah menepuk pundak Haris, Yudha dan Farhan bergantian.
"Papah selalu berdoa yang terbaik untuk kalian, ke 5 anak laki-laki Papah."
"Dan aku princess satu-satu nya." Salwa menunjukkan wajah imut nya, membuat tawa orang-orang pecah.
...****************...
Papah, Mamah, dan Salwa kembali menuju Bandung pukul 16:30, sedangkan Haris, Yudha dan Han kembali menuju Apartemen, Ricko dan Naira sudah kembali menuju kediaman mereka tepat di depan kediaman Arga dan Shena.
Arga, Shena dan Shaka baru saja selesai makan malam, saat ini Shena sedang menidurkan Shaka di kamar milik Shaka, Arga yang sedari tadi menunggu Istri nya di kamar merasa bosan akhir nya ikut menyusul Shena.
"Sayang, Shaka belum tidur."
"Sebentar lagi." Shena mengecilkan suara nya agar Shaka tidak terganggu.
"Ck...." Arga berdecak lalu ikut naik ke atas ranjang Shaka, tubuh nya langsung memeluk tubuh mungil Shena.
"Sabar....." Hanya kata itu yang mampu Shena ucapkan, jujur saja, hingga saat ini jika Arga mendekat dan Agresif Shena masih menelan saliva berkali-kali karena gugup.
Tangan Arga berhenti menggenggam gumpalan kenyal yang tidak terlalu besar milik Shena, hingga ia tertidur, setelah Shaka benar-benar tertidur pulas Shena memindahkan tangan kekar Arga dari dada nya, lalu membangunkan Arga.
"Mas...mas....ayo pindah." Shena mengusap pipi Arga, Arga terbangun lalu melangkah sempoyongan menuju kamar mereka.
Arga langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang, milik nya di bawah sana sebenarnya sudah bangun meminta jatah.
Shena yang tidak peka malah menyambar Handphone nya dan membaca novel online favorit nya. Arga berdecak kesal.
"Malah main Handphone." Arga merebut Handphone Shena.
"Kenapa?" Tanya Shena heran.
"Aku pengen yang." Keluh Arga.
"Tapi aku capek Mas."
__ADS_1
"Kamu kan tinggal terlentang aja." Arga mendekati Shena lalu membuka pakaian Shena satu persatu, hingga terekspos tubuh Shena tanpa sehelai benang pun, Arga langsung melahap buah dada Shena dengan rakus.
"Akh....Mas...." Shena meremas rambut Arga, Arga semakin bersemangat, lalu mengabsen setiap inci tubuh Shena, hingga membuat Shena mend*sah tak karu-karuan.
"Mas....akh...ud....udah."
Arga ikut melepaskan pakaian nya, lalu mengecup perut buncit Shena sebelum melakukan penyatuan.
"Sayang Dady datang..."
...----------------...
2 bulan berlalu......
Arga sedang serius dengan laptop dan berkas-berkas yang menumpuk di hadapan nya, tiba-tiba Han masuk, tanpa mengetuk pintu seperti biasanya, wajah Han menunjukkan kegelisahan, Arga hanya melirik Han sahabat sekaligus bawahan nya itu langsung duduk tanpa di tawarkan seperti biasanya.
"Ga...." Panggil Han, tanpa embel-embel Bapak dan bahasa formal seperti biasanya.
"Hm..." Arga menjawab dengan deheman.
"Ga, itu, ada anu." Farhan ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.
Arga menghentikan gerakan jari-jari nya lalu menatap Han.
"Apa sih Han," Tanya Arga heran melihat tingkah sahabatnya.
"Itu Ga, ada yang mau ketemu sama lo em...itu..." Han mengedipkan mata nya dengan cepat pertanda gelisah sangat melanda dirinya saat ini.
"Apa sih Han, ngomong yang jelas ngapa, siapa yang mau ketemu, suruh masuk aja kenapa, aneh lo." Tidak biasanya Han bersikap seperti ini membuat Arga heran.
"Re-Reni Ga." Ujar Han ragu-ragu.
Deg...Arga menarik ke dalam bibir nya, jantung nya berdetak tidak berirama saat mendengar nama itu kembali setelah hampir 3 tahun lamanya menghilang tanpa kabar.
"Suruh dia masuk Han." Arga bicara sangat pelan.
Han menggeleng kecil.
"Jangan Ga, Sh-shena, Shaka lo inget mer-"
"Suruh dia masuk Han, dan gua nggak akan lupa anak sama Istri gua di rumah, gua cuma buat mereka, dan bukan buat siapa-siapa." Ujar Arga yakin.
Han mengangguk lalu pergi berlalu, Arga menarik dan membuang nafas perlahan, menyakinkan diri nya sendiri bahwa ia mampu.
__ADS_1
Ceklek....Pintu terbuka, seorang wanita dengan menggendong anak perempuan sekitar berusia 2 tahun bisa kurang atau lebih masuk sembari menatap nanar Arga.
"Arga...." Ucap wanita itu serak seakan suara nya tidak mampu untuk keluar lagi.