Gadis Manis Milik Daddy Arga

Gadis Manis Milik Daddy Arga
Macan Betina


__ADS_3

Visual day, maaf ya kalo kalian kurang suka 🙏🏽🙏🏽


Argani Davkara Rahardian (Arga)


Victor Agustino





Afshena Fania (Shena)


Keisya Levronka





Ricko Bagaskara Rahardian (Ricko)


Cinta Brian




Salwa Anjani Rahardian (Salwa)


Asha Assuncao




Sarah Amanda(Sarah)


Ochi Rosdiana




Yudha Prayoga(Yudha)


Mahdy Reza





Haris Awanda (Haris)


Rey Mbayang.



**



Naira selisa (Naira)


ShowmayaTazkiah




Farhan Andriko(Han)


Antonio Blanco




******

__ADS_1


Maaf kalo ada yang salah atas nama asli para visual ya, Author ambil nama IG nya aja.


******


Arga, Shena, Naira, Ricko dan Salwa sudah sampai di apartemen Arga, mereka memutuskan untuk berkumpul di Apartemen Arga dan menginap untuk malam ini, Yudha juga sudah datang dengan barang bawaan nya, sedangkan Haris dan Han belum pulang karena harus menghendel kantor yang di tinggal kan Arga tiba-tiba, begitu juga dengan Bian, dia mengabarkan ada sidang klien nya sore ini, mungkin dia akan datang selepas Magrib.


Salwa, Naira dan Shena sedang sibuk menyiapkan malam makan, sedangkan Ricko, Yudha dan Arga asik berbincang di balkon apartemen.


Saat para Wanita sedang sibuk memotong sayuran dan membuat bumbu para Pria datang meminta di buatkan kopi, dengan senang hati Shena membuat kan kopi untuk mereka bertiga.


"Silahkan, maaf kalo kurang enak, ini gula nya kalo kurang manis." Shena meletakkan kopi dan gula.


"Makasih Adek ipar." Jawab Yudha dengan ceria.


"Kamu mau yang punya Kakak ipar kayak dia." Tunjuk Arga pada Yudha.


"Mau aja ya Mas." Ucap Shena pada Yudha lalu berlalu menuju dapur kembali.


"Hehehe...asik Adek ipar baru Mah, nggak kayak yang lama, berjiwa macan betina." Yudha membandingkan Shena dan Sarah sembari menyeruput kopi nya santai.


"Hmm..." Ricko memberi Yudha jempol.


"Ya iya lah, masa lepas dari kandang macan mau masuk ke kandang macan lagi, masuk ke kandang panda dong." Arga menimpali ucapan Yudha.


"Hahaha...." Mereka tertawa bersamaan.


******


"Di kasih merica sedikit, bawang putih nya di geprek di iris halus-halus, bawang merah nya di goreng dulu." Shena mengajari Salwa memasak capcay, tanpa mereka sadari seseorang sedang menatap mereka kurang suka.


'Baru kenal tadi pagi udah kayak gitu, pinter cari muka juga ternyata si pelakor.' Naira berbicara dalam hati.


"Cabe nya di iris juga ya Kak?"


"Betul, pelan-pelan nanti luka." Shena mewanti-wanti karena sepeti nya Adik dari Arga ini masih kaku dengan peralatan memasak.


"Hehe, Salwa nggak bisa masak Kak, nanti kalo udah nikah suami Salwa minta masakin nggak ya Kak?" Ucap Salwa sembari mengiris cabai merah.


"Kurang tau juga, tapi mungkin sesekali Suami kita akan minta masakin."


"Masa perempuan nggak bisa masak." Celetuk Naira yang sedang memasak sup iga.


"Iya karena aku sibuk sekolah, kuliah dan lulus kuliah ngurus kebun teh, yayasan juga." Jelas Salwa dengan tenang, namun yang di beri Salwa penjelasan hanya diam tidak menanggapi.


'Biarin aja Wa.' Bisik Shena.


"Terus di goreng ya Kak."


"Iya, api nya jangan besar-besar, sini aku gorengin Wa, nanti tangan kamu kena cipratan minyak."


"Jangan Kak, kan Salwa mau belajar, biarin Salwa aja ya, nggak apa-apa kok."


"Yaudah deh hati-hati, aku mau nyuci piring kotor dulu ya."


"Oke Kak." Jawab Salwa dengan gembira karena dia akan memasak untuk pertama kali nya.


******


Apartemen Arga, pukul 18:45.


"Ayo semua nya kita makan malem, tapi maaf lesehan aja ya, kursi nya nggak cukup." Shena menghampiri para Pria di ruang tamu, Haris dan Han juga sudah tiba, tinggal Bian yang belum menampakkan batang hidung nya.


Mereka yang memang sudah cukup lapar segera menuju ruang keluarga untuk melakukan ritual makan malam.


"Enak-enak ini, hehe." Senyum Yudha mengembang melihat berbagai macam menu lezat di depan nya.


"Yang ini jangan, ini khusus buat ayang Farhan, ini yang di coba ya masakan pertama aku." Salwa menyodorkan hasil masakan nya di hadapan Farhan.


"Iya."


"Haa... kamu masak Dek?" Tanya Ricko tak percaya.


"Iya dong." Salwa segera menciduk nasi untuk nya dan Han.


Begitu juga dengan yang lain nya, Arga mengambil sup iga hasil masakan Naira, dan sambal cabe ijo hasil masakan Shena.


'Sup nya bukan kamu yang masak.' Bisik Arga pada Shena.


'Makan aja.'


Seperti nya lidah Arga sudah terbiasa dengan masakan Shena yang memang sangat lezat, dengan terpaksa Arga mentransfer sendok demi sedok ke mulut nya.


Sementara Han dan Salwa.

__ADS_1


"Enak kan yang." Tanya Salwa dengan berseri-seri.


"Enak hmm...." Han memberi senyuman kecil.


Salwa ikut menciduk sayur capcay masakan nya, namun....


"Ehem....." Salwa mengambil tisu lalu memuntahkan sayur capcay nya, rasanya hambar, dengan sigap Salwa merebut piring Han.


"Udah, jangan yang, nanti kamu sakit perut, ambil nasi lagi sama sayur yang lain."


Salwa segera membawa sayur capcay, dan piring Han menuju dapur untuk di amankan, Han sedikit menggeleng melihat Salwa.


"Udah gua duga hahaha....." Arga tertawa terbahak-bahak.


"Adek lo Bang, sok-sok an masak." Ledek Arga pada Ricko, sementara Ricko hanya tertawa kecil.


"Boros lu entar Han, beli muluk kalo mau makan, atau mau nyewa juru masak?" Tanya Haris pada Han.


"Nggak usah makan nasi lah, makan cinta aja." Sambar Yudha, mereka kembali tertawa.


Salwa yang sudah kembali tidak memperdulikan ledekan Kakak-kakak nya.


"Suka-suka aja Kak, kan Salwa pinter cari duit hehe." Salwa melakukan pembelaan.


"Percaya deh bawel." Ucap Yudha lalu mereka kembali meneruskan makan malam, sementara Shena ikut tersenyum lucu melihat kebersamaan ini.


******


Waktu menunjukkan pukul 20:00


Kini mereka sudah sibuk dengan pasangan masing-masing, dan yang jomblo dengan Handphone masing-masing, Salwa dan Han sibuk melihat-lihat tempat wisata yang indah di Lampung besok, Ricko dan Naira sibuk dengan foto pelaminan dan gaun yang di kirim WO, Yudha dan Haris join bermain game yang sedang trend saat ini, Shena dan Arga sibuk dengan melihat-lihat media sosial masing-masing.


'Nama medsos nya Davka Arga Rahardian, pantesan aku cari nggak ada.' Batin Shena.


"Ini kamu di mana sayang?" Tanya Arga memperlihatkan Shena bersama banyak kucing.


"Di daerah XX Mas, gara-gara itu aku kena Asma." Jelas Shena.


"Nanti kalo ada waktu kita konsul ke Dokter ya."


"Iya." Jawab Shena, Shena terus meng-scrol Instagram Arga, satu-satu nya medsos yang Arga punya selain WhatsApp, tidak ada foto Arga bersama Sarah, hanya foto sewaktu ijab qabul, itupun wajah Sarah tidak jelas karena penangkapan gambar di lakukan dari samping Arga, jika foto Arga bersama keluarga dan Sahabat nya jangan di tanya lagi, di bagian atas pun kebanyakan foto Arga bersama Shaka.


"Ni Mas." Shena menyerahkan Handphone Arga.


"Udah yang cepet banget."


"Apa yang mau di liat Mas."


Ting...tong...ting...tong.... Suara bel terdengar nyaring.


"Bapak pengacara tuh, gua bukain." Yudha bangkit menuju pintu, tak lama Yudha masuk bersama dengan Bian, dan gitar di pundak nya.


"Sehat bro." Bian terlebih dahulu menghampiri Ricko, lalu memberi tos tinju.


"Sehat." Jawab Ricko sembari menyambut tos dari Bian.


Bian juga memberi tos kepada Haris, Han, dan Arga.


Lalu menyalami Naira.


"Gua tebak calon Nyonya Ricko Bagaskara Rahardian nih." Tebak Bian dan di jawab anggukan menyapa oleh Naira.


"Amin, Insya Allah." Jawab Ricko.


Lalu menyalami Shena.


"Sehat Shen?" Tanya Bian.


"Alhamdulillah sehat Mas." Jawab Shena ramah.


Lalu Bian menghampiri Salwa.


"Ini pasti si bungsu nya Bapak Bakrie."


"Salam kenal, Salwa."


"Bian."


"Heh, mana baju lu, ngapain bawa gitar bukan nya bawa koper, mau salin pake gitar lu." Ucap Haris melihat Bian hanya membawa gitar.


"Gua nggak sempet balik bro, ini aja gua barusan beli hehe." Bian menaruh gitar nya lalu duduk di dekat Haris.


"Ke pantai tanpa gitar hampa bro." Ucap Bian lagi.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir, jangan lupa like, +Fav, vote dan hadiah nya, kritik dan saran di persilahkan , salam sayang dari Author ,🥰🥰


__ADS_2