
Bian, Yudha, dan Farhan sedang mengurus penangkapan Ayah tiri Shena, sedangkan Arga, Ricko, Haris, Salwa dan Naira memutuskan tetap menemani Shena di rumah Nenek nya, beberapa sanak saudara Shena sudah datang, mereka terharu karena bisa melihat Shena kembali.
Dengan terasedu-sedu Shena menceritakan kenapa dia memilih pergi selama ini, dan juga bagaimana sebenarnya kehidupan Shena semenjak di tinggal meninggal Ayah angkat nya.
"Shena memang nakal Nek, karena Shena ingin seperti teman-teman hiks..hiks..hiks..." Shena menangis di pangkuan Menek nya.
"Iya, Nenek mengerti, sudah jangan nangis lagi, Nenek percaya sama Shena, Nenek minta maaf ya, harus nya Nenek tau kalau Bibik kamu kurang perhatian sama Shena." Ucap Nenek Rohima.
"Ya Shena, biarlah yang lalu berlalu, semoga kehidupan kamu ke depan nya bisa lebih baik." Ucap salah satu saudara Shena.
"Ini semua berkat Mas Arga, keluarga dan teman-teman nya, kalau Shena tidak ketemu mereka mungkin sampai sekarang Shena masih luntang-lantung nggak ada arah tujuan."
"Jadi sebenarnya Nak Arga ini siapa?" Tanya salah satu laki-laki yang mengaku sepupu dari Ayah kandung Shena, yaitu Om Yadi
"Jadi begini Om, sebenarnya tujuan utama kami kesini untuk mencari tau, apakah ada wali Shena yang masih hidup dan Sehat, Arga ini adalah Insya Allah calon suami Shena, mungkin boleh saya memperkenalkan diri kami satu-persatu Om." Jelas dan tanya Haris dengan sopan.
"Oh tentu boleh Nak, silahkan." Ucap Om Yadi.
"Ini adalah Arga calon suami Shena, ini Ricko, Kakak laki-laki tertua Arga yang juga mewakili Papah Bakrie, yaitu orang tua kami, dan ini Salwa Adik bungsu Arga, ini Naira calon istri Ricko, dan saya sendiri adalah sahabat dari Arga."
"Lalu yang 3 orang tadi?" Tanya Om Yadi lagi.
"Itu yang 2 orang sahabat atau keluarga dari Arga, dan 1 orang lain nya pengacara kami Om."
Om Yadi mengangguk mengerti.
"Jadi Nak Arga ini calon suami Shena, ya Nak Arga, biar saya jelaskan, wali nikah adalah pihak Ayah kandung, yaitu yang pertama Ayah kandung calon mempelai wanita sendiri jika memang masih hidup dan sehat.
Yang ke dua Kakek, Kakek yang dimaksud dalam hal ini ialah kakek dari pihak Ayah. Yang ke tiga saudara lelaki kandung. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal Ayah dan Ibu. Ia bisa merupakan Kakak maupun adik. Saudara lelaki seayah. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal Ayah namun beda Ibu.
Yang ke Empat Paman, Paman yang dimaksud di sini ialah saudara kandung lelaki Ayah. Baik yang lebih tua dari Ayah (jawa: pak de), ataupun lebih muda (jawa: pak lek), dengan memprioritaskan yang paling tertua diantara mereka, yang ke lima anak lelaki paman dari pihak Ayah (Sepupu).
__ADS_1
Nah, anak kami Shena ini tidak memiliki perwalian mencakup yang saya jelaskan tadi, karena Ayah dari Shena ini hanya 2 bersaudara yaitu beliau sendiri dan 1 adik perempuan, Kakek kandung Shena juga sudah tiada, dan saya sendiri adalah keponakan dari Bibik saya (Nenek Shena) jadi saya tidak punya hak perwalian.
Jika Nak Shena ingin menikah, maka wali sah nya saat ini adalah wali hakim."
"Jadi kapan saya bisa menikahi Shena Om?" Celetuk Arga setelah Om Yadi selesai menjelaskan.
"Hah...secepat itu Nak Arga?" Tanya Om Yadi heran.
"Ehm....Maaf Om begini, maksud kami demi menghindari perzinahan, bagaimana jika kita menikahkan Shena dan Arga secara siri, sebelum dokumen-dokumen baru Shena jadi." Jelas Ricko kembali.
"Sebentar, menikah itu kan bukan hal main-main jadi kami sekeluarga besar harus berdiskusi terlebih dahulu Nak Ricko, kalau begitu kalian boleh tunggu di luar sebentar." Ucap Om Yadi dan di setujui oleh Ricko, Ricko mengangguk kan kepala agar Adik-adik nya keluar terlebih dahulu, terkecuali Shena.
Mereka kini duduk di teras rumah Nenek Rohima.
"Waduh, jadi kagak lu kawin bro, tapi gua denger-denger kayak nya kagak setuju tuh keluarga Shena." Jika usil Haris mulai keluar, Arga menatap Haris sengit.
"Gua bawak pulang aja, gua juga yang bawa kesini!"
"Udah sih, ini serius loh, kalian malah bercanda, bikin sumpek aja!!" Salwa menggeleng, bagaimana jika ada Yudha, mungkin suasana akan lebih riweh jika Yudha ada di sana.
"ANAK SIALAN TIDAK TAHU UNTUNG KAMU SHENA!! DASAR LON*E!! PEREMPUAN MURAHAN, KAMU PERGI KARENA DI PERGOKI NGELON*E OLEH SUAMI SAYA, PULANG-PULANG SANDIWARA SEOLAH-OLAH KAMU WANITA SUCI DAN BENAR!! BEBASKAN SUAMI SAYA!! BEBASKAN!!!!" Suara seorang wanita yang terdengar histeris dari dalam rumah, Arga yang menyakini suasana sedang tidak baik-baik saja memutuskan untuk masuk, terlihat Shena sedang di lindungi oleh beberapa orang dan wanita yang ternyata wanita yang baru saja sampai tadi lah yang memaki Shena.
"Ada apa ini?!" Tanya Arga dengan suara bariton nya, semua orang menoleh ke arah Arga.
"Udah Mas Arga keluar aja, biar kali ini aku selesain sendiri." Pekik Shena pada Arga.
"Ada apa sih sayang?" Tanya Arga lagi.
"Owh, jadi ini laki-laki yang memelihara lon*e itu selama ini, heh saya kasih tau, perempuan itu lon*e, jangan kamu sia-siakan hidup mu hanya untuk pelihara wanita murahan itu!!!" Pekik wanita tadi.
"Siapa yang lon*e aku tanya Buk??, aku ini korban, karena suami Ibuk, hidup ku berantakan, bertahun-tahun trauma menghantui aku, hidup ku hancur Buk, dan semua itu karena Ibuk, karena Ibuk!!" Pekik Shena tak kalah kencang.
__ADS_1
"Tidak mungkin polisi menangkap suami mu jika memang dia tidak salah!!" Ucap Nenek Rohima.
"Betul itu Wati, sekarang tenang, iklaskan suami mu menebus dosa-dosa nya." Ucap Om Yadi.
"Betul."
"Iya Betul." Sambung beberapa orang lain nya.
"Tidak mungkin suami saya begitu, perempuan itu fitnah!! hiks..hiks..hiks..." Wanita itu tersungkur ke lantai sembari menangis tersedu-sedu.
"Kami punya bukti, jadi Ibu tidak perlu membela suami Ibu sebegitu nya, sia-sia, bahkan jika anda menangis darah, saya tidak akan mencabut tuntutan saya!!" Tegas Arga.
"Anak nggak tau di untung, bukan nya berterimakasih udah saya rawat, malah nusuk dari belakang kamu!!" Tunjuk wanita itu pada Shena.
"Aku nggak minta Ibuk rawat, aku juga nggak minta hidup sia-sia penuh derita kayak gini!!, kalo bisa milih, aku lebih baik MATI Buk MATI!! akh!!!." Shena memukuli dada nya, rasa sakit yang sudah ia tanggung sendiri selama ini rasanya ikut terbang bersama satu persatu kata yang di ucapkan nya.
Mendengar nya Arga langsung mendekati Shena dan memeluk wanita tercinta nya itu.
"Udah Sayang, jangan kamu sia-siain tenaga dan fikiran kamu cuma untuk mereka yang tidak punya hati."
"Cih...cih...(meludah) sombong kalian, sombong!!!, heh perempuan nggak tau terimakasih!! ganti semua yang udah saya kasih selama saya rawat kamu, biaya saya besarin kamu ganti!!!!"
"Ganti Ibuk bilang, apa yang mau Shena ganti Buk, derita?? iya??" Shena kembali meninggikan suara nya.
"Udah aku bilang, jangan sia-siain tenaga kamu sayang, dan anda minta ganti rugi??" Tanya Arga pada Ibu angkat Shena.
"Iya, ganti semua nya!!"
"Oke coba saya hitung, biaya hidup Shena saya hitung paling besar 1 hari 50 ribu, kalau memang iya, karena dia bertahan hidup sendiri tanpa anda, 50x30, 1,500 perbulan, 1,500x12 bulan, 18 juta, 18 jutax14 tahun, 254 juta.' Arga mengeluarkan buku cek dari dalam tas nya lalu menuliskan cek senilai 500 juta.
"Ini 500 juta, terimakasih." Arga melempar cek itu pada Ibu angkat Shena.
__ADS_1
"Awas kalian!!." Ibu angkat Shena memungut cek itu lalu pergi meninggalkan rumah Nenek Rohima.
Sementara orang-orang yang melihat nya hanya melongo membelalakkan mata melihat Arga dengan mudah nya mengeluarkan uang 500 juta yang menurut mereka sangat besar.