
Tap-tap-tap...
Brak... Brak...
"Kak tolong! Kak!" Teriak seorang anak kecil yang tinggal didalam sebuah rumah yang tengah terbakar.
Jadi saat itu seorang gadis bernama Camara tengah selesai melakukan kegiatannya yaitu menyiapkan skripsi bukan! Merevisi skripsi kelima kalinya. Yah namanya guru pembimbing Camara yaitu seorang guru killer yang harus bisa menyelesaikan semua skripsinya dengan sempurna.
Dan disaat itu Camara mencium bau aneh dari samping rumah kecilnya itu karena ia tinggal disana seorang diri, jadi ia memutuskan untuk keluar sembari membawa laptopnya keluar. Saat itu juga Cemara terkejut melihat rumah disampingnya lebih tepatnya rumah tetangganya kebakaran.
Karena Cemara adalah tetangga yang baik ia pun membantu anak kecil yang kebetulan teman bermain Cemara saat dia sedang setres frustasi. Ia pun tanpa banyak fikir ia langsung berlari masuk kedalam.
Disana banyak sekali barang-barang yang sudah terbakar habis dan anak kecil itu berada dibawah meja dapur dan diatasnya sudah dipenuhi oleh kayu yang terbakar diatasnya. Dengan berani Cemara mengulurkan tangannya dan membantu anak itu keluar.
Tetapi naas tiba-tiba saja sebuah balok menimpah tubuhnya tetapi untungnya anak kecil itu lolos keluar. Cemara sangat bahagia melihat nya tetapi disisi lain ia akan mati mengenaskan seperti ini.
"Akh! Padahal baru saja aku selesai mengerjakan skripsiku, sekarang aku harus mati seperti ini..." Ucap Cemara yang tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk menahan balok kayu yang menimpa tubuhnya.
"Kak Cemara tidak!" Teriak anak kecil itu yang menjerit menangis disana sedangkan disekitar rumah itu sudah semakin terbakar dan Cemara disisa-sisa kesadarannya ia hanya tersenyum tipis.
"Selamat tinggal Joy, mungkin aku mati dan pergi kesurga karena sudah menolongmu." Ucap lemas Cemara tak sabar ia berada disurga.
"Baiklah anaknya sudah hampir sadar, kau lakukan apa yang harus kau lakukan ok!" Ucap seseorang pendengar Cemara masih sangat samar-sama tetapi ia yakin bahwa itu adalah suara seseorang.
"Baik! Halo gadis cantik!" Ucap seseorang yang melambaikan tangannya berkali-kali, pandangan Cemara semakin jelas ia melihat sekitarnya semuanya putih seperti surga. "Apakah ini surga!?" Tanya Cemara dengan polos sedangkan seseorang yang tengah berdiri disampingnya itu terdiam.
__ADS_1
"Apakah kau Cemara? Astaga katanya kau anak pintar ya? Tapi kulihat kau bodoh?" Tanya seorang perempuan yang amat cantik dan berkulit putih, Cemara terus mengucak matanya tetapi tetap saja orang tersebut masih ada dihadapannya.
"Kau siapa!? Bukankah aku sudah ada disurga!?" Teriak Cemara yang langsung bangun dari tidurnya. Seketika orang itu tertawa mendengarnya. "Astaga kau sangat polos, ini bukan disurga sadarlah, dan perkenalkan aku adalah seorang dewi sistem disini, tapi baru saja lulus kemarin sih." Ucapnya ia tertawa sendiri sedangkan Cemara masih mencerna perkataannya.
"Apa? Apa aku dimana sekarang? Sistem untuk apa sistem? Apakah ada sistem seperti itu? Setahun itu kan hanya ada dinovel dan komik!" Teriak Cemara ia mengelilingi dewi aneh itu.
"Tetapi yang lebih aku curigai adalah kau seorang dewi? Aku tidak percaya kau dewi!" Ucap Cemara yang masih menentang perkataan dewi tersebut. "Aku dewi lah! Lihat itu adalah mesin dimana kau akan mendapatkan sistem sesuai apa yang kau dapat!" Teriaknya dengan kesal.
"What! Tunggu bukankah seharusnya aku bisa memilih sistem untukku sendiri!?" Tanya Cemara yang setahunnya didalam komik dan novel ya seperti itu. Dewi tersebut memutar bola matanya. "Tadi katanya kau tidak percaya padaku dan juga sistem. Dasar! Ayo ikut aku!" Ucapnya yang semakin jengkel dengan Cemara.
"Ini adalah alat dimana kau mendapatkan sebuah bantuan dari sistem untuk kehidupan keduamu. Dan disini kau tinggl memencet tombol ini lalu mesin ini akan berputar lalu kau akan mendapatkan sistem yang harus kau miliki." Ucap dewi tersebut lalu Cemara mengamati mesin tersebut.
"Hei ini bukanya mesin yang mendapat tiket itu ya lalu bisa ditukar sebagai hadiah?" Ucap Cemara yang banyak komentar, dewi tersebut menepuk kepalanya dan memaksa tangan Cemara untuk menekan tombol tersebut. "Cepat saja!" Ucapnya kesal, Cemara yang tangan nya ditarik paksa pun mengerutkan kening kesal dan marahnya.
"Hei! Aku belum bersedia tahu!" Teriak Cemara. "Sudah telat." Ucap santai dewi tersebut, Cemara yang mendengarnya pun memukul dewi tersebut. "Dewi laknat kau!" Teriak Cemara. "Hentikan! Dasar kau!" Teriak dewi itu yang ikut balas-membalas.
(Sistem ditemukan)
Nama Pengguna : Cemara
Nama Pemilik Tubuh : Aileena
Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra
Mendapatkan Sistem : PERTANIAN
__ADS_1
"What! Apa! Sistem pertanian! PERTANIAN! kau adalah orang yang akan membantuku kan dalam sistem ini!? Kumohon ganti sistemnya!" Ucap mohon Cemara dengan cepat memohon.
"Aku tidak bisa sobat. Karena mesin ini adalah mesin yang menentukan bukan aku, jadi kau harus menerimanya, tetapi tenang saja aku akan membantumu." Ucap dewi Lyra ia tersenyum. Cemara menatapnya meskipun dia ngeselin tetapi dewi itu sangat unik.
"Ah... Kenapa harus pertanian sih!" Ucap ngeluh Cemara, dan akhirnya Cemara dibawa ketempat dimana ia akan pergi kedunia lain. Dewi Lyra melambaikan tangan kepada Cemara.
"Semangat untuk bertani! Pertahanan hidupmu dengan sistem ini, aku yakin sistem ini akan membawa keberuntungan." Ucapnya Cemara melihat sebuah logo daun yang berada tepat di atas kepalanya seperti sebuah jepitan rambut.
"Tapi aku tidak tahu cara bertani lah!" Teriak Cemara. "Tenang saja aku akan membantumu selamat tinggal dikehidupan keduamu Cemara! Kau anak baik!" Teriak dewi Lyra saat itu juga Cemara menghilang entah kemana.
(SISTEM SEDANG MEMPEROSES DATA DIRI PENGGUNA DIDUNIA BARU)
1,2,3...
"Aduh... Kepala ku sakit sekali, apa yang terjadi disini." Ucap Aileena yang tidak lain dan tidak bukan adalah nama orang tersebut. Ia pun segera melihat ke arah cermin bagaimana bentuk tubuh dan wajahnya sekarang.
"Mata hijau dengan rambut coklat dan to-topi pertanian yang terbuat dari jerami?" Ucap teriak Aileena seketika ia melihat bagian bawah pakaiannya.
"Pakaiannya rok dengan lengan pendek serta menggunakan sebuah setelan berwarna hijau muda, sudah kuduga anak ini sepertinya sangat suka bertani." Gumam Aileena ia memutar tubuhnya sehingga roknya mengembang.
"Ohok! Ohok! A-AILEENA!" Ucap seseorang dari kamar sebelah, Aileena yang sedari tadi menari tidak jelas pun dengan cepat berlari menuju sumber suara. Lalu ia pun membuka pintu kamar itu dengan cepat dan melihat seseorang tengah berbaring karena sakit.
"Dewi Lyra siapa orang ini?" Tanya Aileena dalam hatinya. Dewi Lyra pun memberitahu bahwa itu adalah ibu Aileena yang tengah sakit paru-paru sehingga Aileena rak sanggup untuk mengobati ibunya. "Ibu!?" Gumam Aileena seketika air matanya jatuh begitu saja.
"Ibu! Ibu mengapa bisa muntah darah lagi?" Tanya Aileena entah apa yang membuat dirinya menggerakan hatinya sehingga ia bisa menangis dipinggir ranjang. "Aileena... Ibu ingin memberikan ini kepadamu, sebagai hadiah terakhir ibu kepadamu." Ucap sang ibu ia mulai mengeluarkan pipi Aileena.
__ADS_1
"Apa maksud ibu ini adalah hadiah terakhir dari ibu!" Teriak Aileena yang sepertinya tak terima ibunya berkata sepertinya itu, tetapi sang ibu hanya tersenyum tipis.
Halo author meminta pengertiannya bahwa ini adalah novel sistem yang baru saja author tulis, jadi tolong hargai author. Terima kasih...