
Srek... Srek...
Suara aneh muncul dari semak-semaK yang tebal dan tinggi itu, dan beberapa pohon yang terlihat sangat lebat menutupi pergerak monster-monster. "Ada monster disini! Kalian jangan masuk kedalam!" Teriak teriak Aileena meminta agar mereka tidak langsung masuk kedalam. "Hah... Memang nona tahu apa soal ini?" Tanya salah satu prajurit yang sangat kesal sehingga ia mengeluarkan kata-kata remehnya.
"Mereka meremehkanmu Aileena..." Ucap Aileena dalah hatinya ia sudah cukup bersabar tak dianggap sebagai pemimpin. "Kalian kubilang! Berhenti-" Teriak Aileena seketika ia memotong ucapannya lalu Aileena terkejut beserta para pasukannya itu.
Argh!
Seketika monster muncul dengan banyak, sehingga mengelilingi mereka semua, ukuranya lebih besar dari pada monster yang pernah Aileena lawan, lalu para kesatria itu bertindak sendirian dengan gegabah tanpa mengikuti perintah Aileena.
Di situasi saat ini pun Aileena tetap tidak dianggap. "Jangan! Hentikan kalian hanya membuant tenaga saja! Berhenti! Kubilang berhenti!" Teriak Aileena dengan frustasi terbaik monster-monster itu serta para pasukannya terus saling menyerang.
"Sialan!" Teriak Aileena lalu ia masuk kedalam desa itu sendirian para pengikutnya saja sampai tekejut mengapa Aileena meninggalkan mereka. "Lihatlah! Nona Aileena meninggalkan kita! Padahal dia seharusnya memimpin dan memerintahkan kita! Tetapi dia ingin nyawanya selamat sendiri!" Teriak salah satu pasukan lalu pasukan lainya pun ikut setuju dengan pernyataannya.
Aileena terus berlari kedalam desa dengan cepat dan menoleh kearah kanan serta kiri berulang-ulang kali akhirnya ia menghentikan langkah kakinya dan mendobrak sebuah ruangan aneh itu.
"Dapat!" Ucap Aileena dalam hatinya lalu ia langsung mengambil bara didalam ruangan itu, seperti tempat penyimpanan senjata para penghuni desa.
Aileena pun kembali berlari selagi para pasukan tersebut menahannya, lalu sesampainya disana Aileena langsung menuangkan botol yang berisikan vaksin cair itu tepat di bujur panah yang ia bawa.
"Awas semuanya! Menghindar! Buju ini terbuat dari obat vaksin!" Teriak Aileena seketika semua para prajurit itu tekejut dengan kedatangan Aileena Aileena pun menarik nafasnya berlahan-lahan.
Lalu ia mulai konsentrasi agar panah itu tepat tertembak disalah satu monster itu. Sedangkan salah satu akar dari monster itu ingin melilit Aileena tepat dibelakangnya. Lalu tembakan diluncurkan seketika monster itu pun lenyap dan akar-akay yang ingin mencekik Aileena akhirnya musnah.
Lalu Aileena terus menembakan tepat kearah monster-monster itu dengan tepat sasaran hanya dengan sekali tembak. Para pasukannya pun akhirnya bernafas lega, monster itu telah dilenyapkan sneua tanpa ada yang tersisa.
__ADS_1
"Hah... Astaga aku baru pertama kali gugup!" Ucap Aileena lalu para pasukan lainya datang mendekat Aileena, Aileena seketika terdiam melihat wajah orang yang sedikit menyesal karena meremehkan Aileena.
"Tidak apa-apa, lagi pula wajar saja kalian bersikap seperti itu, oh iya jangan lupa tuangkan botol vaksin yang kita bawa keoedang kalian, jadi kalau ada monster mereka langsung kenyap." Ucap Aileena, para prajurit itu kini mengikuti perintah Aileena mereka meneteskan beberapa vaksin di pednag mereka.
"Apakah vaksin ini bisa menimbulkan efek karatan!?" Tanya salah satu prajurit yang sepertinya sangat takut jika pedang miliknya berkarat. "Tidak, lagi pula pedang seiring berjalannya waktu kan bakal berkarat?" Ucap ejek Aileena seketika ia pun merasa jengkel dengan Aileena.
"Ternyata anda orangnya sangat asik, berbeds dari sword master lainya, apa lagi sword master perempuan jarang dan sekali mereka bisa menggunakan pedang pasti mereka bersikap dingin." Ucap salah satu dari mereka, Aileena tersenyum dan tertawa.
"Kalian saja masih meremehkanku.. Pantas saja swordmaster prempuan itu dingin hahahaha, ups... Bercanda, baiklah sepertinya tadi para warga sebagian selamat, ayo kita lihat semua rumah yang ada." Ucap Aileena para pasukan itu kini mengikuti perintahnya.
Krek... Krek...
Brak... Brak...
Ktek... Krek...
Brak... Brak...
Aileena tekejut belum ia ketahuan penyakit itu tetapi Aileena tak tahu bagaimana cara agar ia bisa mengetahuinya, karena dari keluarga korban sendri juga para korban petani yang berjatuhan tersebut tidak memakan sayur-sayuran.
"Kere a mereka sibuk diladang, sampai-sampai lupa makan makanya, tiba-tiba saja langsung meninggal begitu saja." Ucap salah satu saksi korban yang melihat langsung. "Baiklah jadi apakah tidak ada penyakit atau wabah lain selain itu?" Tanya Aileena, semua oara warga menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih nona Aileena anda telah membantu anak kami yang sedari tadi merengek kesakitan." Ucap salah satu warga, Aileena menganggukan kepalanya lalu Aileena melarang mereka dan meminta mereka untuk tidak menanam sayur-sayur dan membuat obat hama merek Arthur.
"Terima kasih telah membantu wilayah selatan, nona Aileena. Kami sangat menghargai Anda sebagai swordmaster." Ucap pak kepala desa dan para penduduk lainya. Akhirnya kali ini Aileena telah menyelesaikan semua misi dari sistem.
__ADS_1
"Kalau bukan karena misi, aku tidak akan melakukannya, tapi aku juga akan melakukannya sih..." Ucap Aileena dalam hati laku seketika layar pipi itu langsung berada tepat dihadapannya.
(Sistem misi)
[Mengalahkan 500 monster dalam 1 hari [hadiah: Obat stamina 2 botol dan obat pemulihan 1 botol]
[Berhasil anda kerjakan, hadiah akan dimasukan kedalam akun anda]
[Obat stamina 2 botol telah dikirim]
[Obat pemulihan 1 botol telah dikirim]
[Misi selanjutnya akan diberitahu! Semangat kerjakan misi!]
"Obat stamina dan pemulihan masing-masing 1 botol" Ucap Aileena laku muncul 2 botol didalam genggaman tangan Aileena. Lalu Aileena segera membuka kedua botol itu dan merasakan energinya kembali pulih setelah bertarung melawan monster yang tersisa.
"Aileena!" Teriak Mery seketka Aileena terkejut dengan kedatangannya tiba-tiba datang kerumahnya saat sore hari menjelang. "Tumben datang, kangen ya?" Ucap Aileena ia menaikkan alisnya, lalu seketika Mery yang mendengarnya merasa ingin muntah.
"Bodoh! Bukan itu! Stok umbi-umbian habis, lalu kenaikan lonjakan keripik terus terjadi sehingga kami terpaksa harus membatasi pembeli untuk membeli produk, padahal ini bukan rencana awakmu kan? Tapi infasinya semakin meningkat!" Ucap Mery ia memberikan sebuah kertas bukti bahwa kenaikan tak wajar terjadi, padahal target Aileena hanya 65% tetapi malah meningkat 10% dari rencana.
"Sebentar, kita akan bahas nanti, lalu mengapa tiba-tiba saja melonjak?" Tanya Aileena. "Karena tiba-tiba saja dari kekaisaran lain ingin melakukan pesta pengangkatan putra mahakota mereka jadi produk tiba-tiba naik, dan mereka ingin memesannya segera." Ucap Mery dengan panjang lebar. Aileena hanya mendikbud nafasnya.
"Aileena! Bagaimana dengan wilayah sebelah? Apakah aman-aman saja?" Tayang Ciro yang ternyata datang lebih lama dari Aileena sehingga, Aileena dibuat pusing dengan keributan mereka.
"Ada penyakit baru yang tidak diketahui, tetapi anda harus bertanya dengan Nova, ini sempelnya, aku ingin menggurus inflasi dulu. Salah hormat tuan duke." Ucap Aileena yang memberi kesempatan sebuah botol berisikan darah orang yang terkena infeksi tersebut.
__ADS_1
"Hua... Kenapa jadi begini, mengapa aku sendri yang menjadi pusing..." Ucap Aileena dengan kesal.
Author hanya mengingatkan bahwa cerita ini bertema wanita kuat, sehingga pemeran utama bukan mendapatkan kisah cinta saja tetap juga keahlian dan skill yang selalu diasah agar menjadi kuat...