
"Bagaimana dengan penelitiannya! Mengapa sangat lama sekali!? Padahal aku sudah membayar kalian semua! Apalagi terutama untukmu!" Teriak Arthur kepada para penyihir disana. "Maafkan kami, kami sudah membuat benihnya hanya saja tinggal sedikit penyempurnaan." Ucapnya yang ketakutan Arthur mengerutkan keningnya. "Untuk susahnya bagaimana apakah kalian sudah mencoba membuat produk lain yang aku minta?" Teriak Arthur, mereka menganggukan kepalanya, lalu Arthur tersenyum miring.
(Misi Sistem)
-Mendapatkan 5 orang pekerjaan [20 poin dan 20 exp]
-Keluarkan koin sebanyak 200 gold [300 poin dan 200 exp]
Tok-tok-tok...
"Astaga lama sekali orang itu? Padahal dia sendiri yang mencari pekerjaan tetapi dia datang sangat lama." Gumam Aileena ia tengah menunggu seseorang datang kecafe itu.
Brak...
"Hah... Hah... Hah... Maafkan saya, saya terlambat datang, saya tadi ingin bangun pagi tapi saya kesiangan!" Ucapnya ia menundukan kepalanya sehingga wajahnya tertutup oleh rambutnya itu.
Seorang gadis bergabung merah yang tidak terlalu mencolok dengan rambut panjang dengan pakaian hitam dan putih serta warna kulit sama seperti Aileena.
"Tidak apa-apa, silahkan duduk." Ucap Aileena tak mempermasalahkannya ia justru sangat penasaran dengan wajahnya itu. "Terima kasih, saya senang jika anda tidak marah." Ucapnya ia tersenyum lalu Aileena seketika terkejut melihat siapa orang yang berada didepannya itu.
"Mery!? Kau temanku waktu disekolah dasar kan?" Ucap Aileena ia tekejut dan tak menyangka bahwa itu adalah temanya sendiri. "Ka-kau Aileena kan? Si anak yang suka menghayal punya ladang?" Teriak Mery yang ikut tekejut.
__ADS_1
"Cik! Kau masih mengingat mempiku itu saja!" Ucap Aileena dengan kesal, Mery pun tertawa mendengarnya. "Oh... Apakah sekarang kau sedang membutuhkan seorang pekerja? Mengapa kau menawariku pekerjaan?" Tanya Mery ia pun bersikap santai kepadanya.
"Hei! Mentang-mentang aku mengenalmu kau jadi tidak bersikap sopan lagi, kau malah santai, huh menjengkelkan lebih baik aku tidak perlu mempekerjakanmu kalau begitu." Ucap kesal Aileena saat itu juga Mery tersedak karena minum. "Astaga aku mohon jangan lakukan itu nona Aileena, aku sangat membutuhkan pekerjaan sekarang, daripada terus dimarah oleh ayah setiap hari karena menganggur." Ucapnya.
"Kau pantas mendapatkannya! Aku ingin mempekerjakanmu sebagai tangan kananku, aku ingin mencari toko yang tidak jauh dari ladang lalu juga kau harus mengontrol toko itu. Ya... Meskipun toko itu kecil." Ucap Aileena ia menatap kearah jendela.
"Memang kau punya ladang!? Jadi mimpi kecil haluanmu terwujud ya? Dan sekarang kau ingat membuat toko? Memang kau ingat membuat toko apa? Kue atau roti?" Tanya Mery yang langsung bersemangat ia juga tekejut bahwa teman kecilnya ini ingin membangun sebuah toko.
"Bukan toko kue atau roti, tapi lebih tepatnya pabrik! Aku membeli toko karena harga toko bekas lebih murah lalu jika aku membeli gedung uangnya tidak akan cukup belum beli beberapa alat bantu dan bahan-bahan." Ucap Aileena mengocok-ngocok minumannya itu lalu meneguknya.
"Apa!? JADI KAU MEMBELI TOKO BEKAS DENGAN HARGA MURAH DAN KAU MENYEBUTKAN PABRIK!?" Treiak Mery, Aileena menganggukan kepala. "Aku sudah memikirkan produk apa yang akan aku buat tapi aku butuh orang untuk mengurus pabrik jika aku tidak ada disana, dan aku sudah meminta 4 orang pria yang akan membantu pekerjaan produksi ini." Ucap Aileena dengan panjang lebar Mery hanya menganggukan saja.
"Tenang saja aku sudah mempunyai alternatif sendri, aku menjual beberapa hasil panenku kepada pedagang yang ingin berkontribusi kepadaku, jadi aku tidak kekurangan uang lalu juga aku berencana untuk menanam beberapa buah-buahan untuk dijadikan pil vitamin!" Ucap semangat Aileena, Mery lagi- lagi gagal faham.
"Apa itu pil vitamin!? Aku belum pernah mendengarkan? Tapi bukanya pemasukannya lebih sedikit malah tidak seimbang jika kau tidak mendapat modal lebih dari pengeluaran?" Taya Mery yang ikut menghitung berapa banyak pengeluaran dan pemasukan.
"Oh soal itu! Aku sudah meminta kerja sama dengan salah satu bangsawan yaitu duke Edward! Yah... Aku meminta bahwa dia bisa menginvestasikan uangnya ke pabrik ku, jadi dia memeberikan modal awal lalu sebagian 45% akan bagi kemereka." Ucap Aileena otaknya seperti mesin berputar sangat cepat lalubia minum dengan santainya.
"Apa!? Kau bekerja sama sebagai penguasa wilayah!? Penguasa wilayah loh!!" Teriak Mery sehingga membuat pelanggan lain tekejut mendengarkan teriakan Mery tetapi Aileena hanya santai saja. "Sekarang ayo kita cari toko yang akan dijadikan pabrik kita." Ucap Aileena mengulurkan tangannya, Mery pun memegang tanganya dan pergi.
Mereka memilih beebrapa toko yang cukup bagus tetapi dengan harga murah, mereka terus berkeliling sehingga akhirnya mereka menemukan sebuah toko yang dulunya dijadikan bar minuman, tempat itu cukup cocok dengan meja cukup bundar lalu yang paling terpenting dapur yang luas, meskipun terlihat kecil dari luar. Tetpai dari awal Aileena ingin punyaku toko yang tidak terlalu menonjol.
__ADS_1
"Wah... Disini cukup berdebu, tetapi kau tidak lelah Aileena? Padahal kita sudah berjalan 1 setengah jam loh?" Tanya Mery yang kakinya sudah kelelahan rasanya ingin patah.
"Tidak, lebih cepat lebih baik, lagi pula aku iga ingin menjadi orang yang tidak mudah lelah!" Ucap Aileena bergumam ia membersihkan beberapa sarang laba-laba diatas dengan menggunakan kursi.
Krek...
"Oh... Kukira aku berhalusinasi, rupanya Aileena kau disini?" Ucap Ciro yang rupanya kebetulan lewat karena habis pergi dari istana dan ia mengira bahwa ia berhalusinasi melihat Aileena. "Oh tuan Ciro Edward, salam kehormatan untuk anda." Ucap Aileena dan Mery yang sontak saja menundukan kepalanya.
"Aileena awas hati-hati kau bisa jatuh." Ucap Ciro yang melihat Aileena memaksakan diri untuk menundukan kepalanya padahal ia tengah berdiri diatas bangku. "Hahaha tidak akan jatuh ko-eh! Eh! Eh! Bangkunya goyang!" Teriak Aileena Seketika itu juga ia membulatkan matanya ia menatap kearah ia berpasrah bahwa ia akan jatuh.
Bruk...
Brak...
"Aduh... Punggungku... Eh kenapa tidak sakit ya?" Gumam Aileena ia pun terkejut melihat seseorang yang tengah ia duduki sekarang. "Hik! Ciro!? Astaga apakah kau tidak apa-apa? Astaga maafkan aku, aku sudah meniduri punggungmu pasti sakit ya?" Ucap Aileena, Mery yang melihatnya pun ikut degdegan dan tekejut.
"Tetapi mengapa aku melihat mereka sedikit cocok sekali ya?" Ucap Mery dalam hari ia melihat Aileena dan Ciro berinteraksi dan Ciro terus memegang punggung belakangnya ya merasa kesakitan.
"Ini mataku saja atau apa, aku merasa bahwa tuan Ciro dan Aileena saling suka?" Gumam Mery yang terus memperhatikan lalu ia tersenyum sendiri disana.
Maaf untuk bab tadi sengaja author hapus karena salah upload seharusnya cerita part ini. Sorry banget ya otak author agak nglek hahaha 😅😅
__ADS_1