Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 14 : Mesin Dan Produk


__ADS_3

"Ini mataku saja atau apa, aku merasa bahwa tuan Ciro dan Aileena saling suka?" Gumam Mery yang terus memperhatikan lalu ia tersenyum sendiri disana.


"Ha!? Suka? Buahahahaha astaga! Sepertinya kau salah sangka." Ucap Aileena ia tengah beberes bersama Mery di dapur sedangkan Ciro tengah membersihkan beberapa debu diatas.


"Jangan kencang-kencang! Nanti ketahuan!" Teriak Mery yang sebenarnya malu jika Ciro mendengarnya. "Iya... Aku hanya kagum saja, bukan berarti cinta ya. Lalu juga dia sangat berbeda dari pada bangsawan laki-laki lainya." Ucap Aileena ia tersenyum tipis.


"Aku akan pergi kekamar mandi sebenar, tolong cuci bagian peralatan masaknya, agar besok aku memindahkan beberapa hasil panen umbi-umbian ketoko ini." Ucap Aileena ia mengedipkan sebelah matanya lalu pergi. "Astaga itu lah Aileena yang aku kenal, sedikit kekanak-kanakan." Ucap Mert yang melihat tingkah Aileena sedikit menjijikkan.


Krek...


Brak...


(Pemberitahuan Sistem)


[Selamat anda telah menyelesaikan semua misi, hadiah akan diberikan kedalam akun anda!]


+20 poin


+100 poin


+100 poin


+100 poin


+20 exp


+100 exp


+100 exp


"Wah! Akhrinya poinku terus bertambah jika begini aku bisa membeli alat skill yang aku mau!" Ucap Aileena dengan senang. "Informasi pengguna." Ucap Aileena.


[Memproses permintaan]


(Informasi pengguna)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra

__ADS_1


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani istimewa


Level: 45


Exp: 53 220


Poin: 60.050


Skill:


[Kekuatan fisik level 57]


[Tangan pertumbuhan level 46]


[Penunggang kuda level 34]


[Kecepatan level 23]


"Aku tidak tahu bahwa poin lebih banyak dari exp? Astaga aku ingin sekali julukan ini kapan ya kira-kira ganti?" Gumam Aileena ia membuka 'shop' ia ingin sekali punya pedang itu. "Pedang perak dengan permata biru diujung pedang itu.


"Semua sudah bersih dan meja seperti kita tinggal menyusunnya saja, jangan seperti toko." Ucap Mery yang melihat sekeliling. "Aileena menganggukan kepala. " Bangku dan meja masukan kedalam dapur lalu untuk meja ini taruh saja disini tapi letakan ditengah-tengah agar semua pekerjaan bisa beristirahat disini lalu tinggalkan beberapa kursi untuk meja ini. Lalu rak ini untuk menyimpan bubuk." Ucap Aileena dengan panjang lebar.


"Bubuk!? Bubuk seperti apa yang kau maksud?" Tanya Ciro yang penasaran. "Em... Bubuk seperti garam dan gula, tapi dia bukan garam atau gula, ia semacam bubuk perasa seperti rasa pedas dan manis, atau rasa daging yang dibakar namanya baberqu." Ucap Aileena dengan panjang lebar, kedua orang yang berdiri teladan dihadapannya kebingungan apa yang dimaksud Aileena.


"Ah... Sepertinya kalian tidak mengerti. Maksudnya adalah bumbu-bumbu yang dihaluskan gitu loh, seperti sebuah rempah-rempah!" Ucap Aileena dengan tegas, mereka pun akhirnya menganggukan kepalanya memahaminya. "Apakah kalian punya seseorang yang bisa meracik bumbu? Aku sangat membutuhkan orang itu." Ucap Aileena kepada Ciro dan Mery mereka sama-sama memikirkannya.


"Kau bisa tanya salah satu nenek yang selalu membuat bubur untuk orang sakit diujung alun-akun kota sebelah barat. Buburnya cukup enak karena dia bisa mengolah rempah-rempah. Kurasa kau bisa membuatnya bekerja." Ucap Mery yang memberikan saran Aileena tersenyum senang.


"Lalu aku membutuhkan seorang petani yang sama sepertiku cuma dia menanam seperti rempah-rempah." Ucap Aileena ia memikirkan. "Bagaimana kau tanya sama petani yang ladangnya didekat belakang sekolah akademi. Dia kenalanku, aku sering meminta rumput kepadanya untuk kuda-kudaku." Ucap Ciro yang memberikan pendapat, Aileena tersenyum.


"Tapi kenapa kau butuh rempah-rempah!? Bukankah kau bisa menanam diladang-" Ucap Mery seketika Aileena memotong ucapannya. "Tidak! Karena seorang yang punya pabrik tidak semuanya harus berdiri kokoh sendirian pasti ada yang mereka butuhkan dan itu harus dari orang lain." Ucap jelas Aileena dengan sombongnya.


"Contohnya seperti ini, kaisar belum tentu bisa memegang seluruh wilayahnya, apalagi mengawasinya sendirian. Makanya ada seorang duke yang membantu kaisar untuk membantu pekerjaannya dan mewakili beberapa wilayah, seperti itu juga pabrikku dia tidak bisa mengandalkan lahanku saja. Dia butuh sokongan lahan orang lain! Begitu Mery dan tuan Ciro, jadi jangan tanya aku." Ucap Aileena ia pun duduk dikursi sama seperti Ciro dan Mery.


"Sejak kapan temanku ini tiba-tiba pintar?" Tanya Mery yang terkejut mendengar penjelasan detail Aileena. "Kau sepertinya cocok menjadi seorang bangsawan Aileena." Puji Ciro lagi. "Kau ini, aku sudah bawa singkong rebus untuk kalian, tapi aku tambahkan sedikit gula agar sedikit berasa." Ucap Aileena ia membuka tas selempang milik, sebuah kotak tidak terlalu besar dengan isi singkong yang masih hangat.


"Wah! Sepertinya ini enak!" Ucap Mery yang mencium baunya. "Wah... Sebelumnya aku tidak pernah mencoba makan orang sederhana." Ucap Ciro memang pada nyatanya ia terus makan-makanan yang sangat mewah dan semuanya sangat membosankan bagi Ciro.

__ADS_1


"Makan saja kalian berdua, aku akan kedapur sebentar untuk merancang sesuatu." Ucap Aileena ia pergi menjauh kedalam dapur. Sedangkan Mery dan Ciro sambil menatap satu sama lain seperti seseorang yang tengah bertanding memperebutkan sebuah singkong.


Krek...


"Baiklah aku harus segera mencatat alat apa saja yang akan dibutuhkan. Wajan, pengupas otomatis, lalu rak..." Ucap Aileena ia terus menulis mesin dan alat-alat yang dia butuhkan dibuku catatan kecilnya. Sampai akhirnya ia pun mencari seseorang yang telah disarankan oleh Mery dan Ciro kemarin dan serta membeli beberapa alat yang ia butuhkan.


Akhirnya Aileena sudah mempersiapkan pabriknya selama satu minggu penuh, para pedagang juga sudah mulai berahli untuk membeli beberapa hasil panen milk Aileena, sehingga semua pedagang kota sudah mengenal namanya Aileena sigadis ceria tak pernah lelah dan kuat.


"Aileena! Aileena! Apakah kau berlatih lagi tadi pagi? Soalnya ada pesan barang yang harus kau antara!" Ucap Nova yg ikut membantu Aileena untuk bertani dan menyiapkan pesanan para pedagang." Aileena tersenyum saja. "Aku akan mengantarkannya kepada mereka! Oh iya besok adalah hari pembukaan pabrikku loh! Aku sangat senang!" Ucap Aileena Nova hanya tersenyum saja, ia juga sudah berhasil membuat satu vaksin hama ia pun sedang memproduksi lebih banyak kali tetapi tidak bisa terburu-buru.


"Aku sangat senang jika semua pedagang sepertinya menyukai kinerjamu Aileena." Ucap Nova, Aileena pun pergi kekota untuk mengantarkan pesanan sedangkan bisnis yang dilakukan Arthur semakin melonjak turun dari Aileena.


"Sial! Sial! Sial! Para pedagang dikota sudah menyukai Aileena, dan sekarang bisnis pabrik anehnya itu akan dibuka! Aku kalau begini bisa gagal! Aku harus segera memperedaran benih itu secepatnya!" Gumam Arthur yang ketakutan melihat surat dari pangeran kedua karena kabarnya Arthur sedikit mengecewakan pangeran kedua.


(Info aja)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani langka


Level: 50


Exp: 60.000


Poin: 65.000


Skill:


[Kekuatan fisik level 63]


[Tangan pertumbuhan level 50]


[Penunggang kuda level 40]


[Kecepatan level 40]

__ADS_1


Bagaimana nasib Arthur selanjutnya? Dan apa bisnis baru Aileena? Baca terus novel ini...


__ADS_2