
Seketika Aileena tekejut Ciro bisa marah ia mengirs bahwa Ciro tidak akan pernah marah, lalu Arthur terdiam dan pergi kedalam penjara kekaisaran tersebut.
Krek... Brak...
"Kuharap aku bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup. Aku tidak ingin menjadi seperti ini lagi." Ucap Arthur dalam hati seketika ia pun tertidur dan tak pernah bangun lagi.
Akhirnya semua monster lenyap, sudah berjalan selama berbulan-bulan sehingga Aileena ditawari sebagai ketua komandan pasukan kekaisaran tetapi Aileena menolaknya dan mengundurkan diri sebagai kesatria, disisi lain Ciro diangkat sebagai ketua komandan pasukan kekaisaran.
"Mengapa kau menolaknya bodoh! Jika aku menjadi dirimu! Aku tidak akan-tidak akan menolaknya! Seharusnya itu adalah sebuah keuntungan! Dasar aneh!" Ucap Nova dengan raut wajah kesal ia tak suka dengan keputusan Aileena.
__ADS_1
"Ini keputusanku, aku juga tidak ingin menjadi seorang pasukan, karena aku masih punya bisnis keripikku hahahahah." Ucap Aileena ia tertawa, sedangkan Nova menyenggol bahunya, lalu Nova menatap putra mahkota yang sepertinya biasanya dingin dihadapannya.
Tetapi Nova merasa ada hal yang aneh dengan putra mahkota, ia merasa bahwa ia menyukai Aileena, tetapi sayangnya Aileena bukan seorang bangsawan ia hanya seorang gadis yang mempunyai bisnis besar.
"Aileena, apakah... Kau tidak berencana untuk membeli gelar? Ya setidaknya pangkat baron juga tidak buruk." Ucap Nova suaranya kini sedikit berbeda, Aileena menoleh kearahnya dan mengerutkan keinginannya. "Tidak! Aku tidak ingin menjadi seorang bangsawan!" Ucap Aileena dengan tegas, seperti tak ada keinginan Aileena mempunyai gelar, padahal ia bisa saja membelinya karena uang koin emas yang cukup banyak.
Mery yang sedari dari mendengar percakapan mereka pun merasa ingin gabung, ia tiba-tiba saja duduk disamping Aileena. "Kenapa memang kau tidak ingin mempuyai gelar bangsawan? Padahal itu impian semua orang agar mereka bisa dihormati!?" Tanya Mery lalu Nova mendengarnya oun menganggukan kepala ia sangat setuju dengan perkataan Mery.
"Hanya karena gelar kau bisa dihormati tetapi belum tentu kau bebas. Tetapi tanpa gelar bangsawan kau bisa berbuat apa saja, kau bisa merasakan betapa indahnya dunia ciptakan dewa." Ucap Aileena ia berdiri dan berputar-putar lalu mengangkat kedua tangannya dengan tinggi-tinggi. Seketika Mery dan Nova yang mendengarnya pun terkejut mereka sama-sama menatap Aileena yang tengah tertawa itu.
__ADS_1
"Tertawalah bersama alam disini. Sungguh kehidupan itu memang tidak adil tetapi percayalah jika alam bisa membuatmu sadar betapa indahnya dunia!" Ucap Aileena, dari kejauhan sekumpulan orang mendengar percakapan Aileena dan merasa bahwa apa yang ia katakan itu benar.
Orang-orang tersebut adalah Ciro, Chole dan dikenal serta duchess mereka tersentuh dengan kata-kata Aileena. "Jadi apakah itu berarti secara tidak langsung Aileena gadis itu tidak ingin mempuyai pasangan dengan gelar bangsawan hahahaha." Ucap duke Edward, raut wajah Ciro dan juga Chole berubah ia sedikit sedih dan merasa tak ada harapan.
"Apakah tuan duke dan putra mahkota menyukai Aileena!?" Teriak Mery dengan nada semangat, Aileena yang mendengarnya pun tekejut ia membulatkan matanya, lalu duke serta duchess hanya bisa tertawa melihat mereka berdua merasa malu. "Sungguh!? Dua laki-laki tampan yang terhormat menyukai Aileena." Ucap Mery yang berbisik tepat disamping telinga Aileena.
Aileena hanya tersenyum saja. "Sepertinya kalian salah paham hahahaha. Sebaiknya aku menyiram hasil panenku dulu." Ucap Aileena ia tak mau jika harus memilih diantara kedua orang tersebut.
END...
__ADS_1
INI BENAR-BENAR TAMAT!
[Kehidupan Aileena selanjutnya? Bagaimana menurut kalian? Siapa yang akan Aileena pilih? Tentukan pilihan para pembaca!]