
"Sial! Sial! Sial! Para pedagang dikota sudah menyukai Aileena, dan sekarang bisnis pabrik anehnya itu akan dibuka! Aku kalau begini bisa gagal! Aku harus segera memperedaran benih itu secepatnya!" Gumam Arthur yang ketakutan melihat surat dari pangeran kedua karena kabarnya Arthur sedikit mengecewakan pangeran kedua.
"Arthur! Aku sudah membantumu untuk bisa mendapat lahan yang kau minta itu! Tetapi kenapa kau tetap tidak bisa berkembang! Padahal kau sudah setuju dengan kerja sama kita! Aku juga sudah memberikan orang-orang ahli yang kau minta! Apa lagi sekarang ha!" Teriak pangeran kedua bernama Helix Cadel.
Saat itu juga Arthur terdiam ketakutan karena hanya ada dirinya dan Helix saja disana. Sepertinya dia sudah sangat marah tetapi Arthur harus menunggu para peneliti itu untuk segera cepat memroses keinginan Arthur. "Minggu ini saya akan sebarkan produk itu! Jika perlu saya akan sebarkan kewilayahan terdekat lainya yang mulia. Sekali lagi mohon maaf kan saya." Ucap Arthur ia segera pergi dari sana ia menyeramkan tangannya.
"Aku harus segera menyuruh mereka mengurus semuanya dan menyebarkan produk itu segera! Sebelum produk milik Aileena menyebar, aku harus membuat rumor agar tidak ada orang yang ingin membeli produk miliknya!" Ucap Arthur dalam hari.
Keesokan harinya Aileena dan Nova pergi pagi-pagi sekali dengan Mery yang sudah menunggu disana dengan para pekerja lainya, lalu Ciro diundang dalam pembukaan pabrik Aileena kali ini.
"Selamat datang nona Aileena!" Ucap salam semua pekerjaan Aileena, Aileena hanya tersenyum. "Jangan panggila nona, panggil saja kak Aileena, karena aku lebih muda dari kaian. Dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada tuan Ciro Edward yang telah bekerja sama dan datang dihari pembukaan pabrik kecil ini." Ucap Aileena ia merasa sangat gugup tetapi ia harus bersikap normal.
"Tidak masalah nona Aileena, saya juga akan terus menyokong pabrik anda." Ucap Ciro ya memang jika seorang tangan kanan keluarga Edward tak main-main jabatannya.
"Baiklah kita mulai saja pembukaan kali ini. Saya mengumumkan bahwa pabrik kecil ini resmi dijalankan!" Teriak Aileena semua orang disana pun bersorak dan bertepuk tangan lalu mereka mulai makan serta minum bersama atas pembukaannya pabrik Aileena.
"Jadi kau sudah beri nama pabrik ini?" Tanya Ciro Aileena menganggukan kepalanya. "Namanya adalah Garden Food! Itu cukup bagus bagiku kurasa." Ucap Aileena ia terus menatap kearah jendela dengan minuman ditangannya.
"Apakah kau semingguan ini juga berlatih pedang?" Tanya Ciro yang meliriks sebentar tangan Aileena beberapa diantaranya ada bekas goresan dan tangan yang sedikit kasar. "Ya... Tapi mengapa Anda tahu kalau saya berlatih pedang?" Ucap curiga Aileena.
"Aku seorang pemimpin kesatria keluarga Edward aku pasti tahu bahwa tangan seperti ini adalah tangan yang habis-habisan memegang pedang. Benarkan?" Tanya Ciro ia menujukan jarinya kearah tangan Aileena, Aileena tertawa mendengarnya.
"Kau lebih tahu, aku tidak tahu soal itu, kau mungkin akan menjadi pemimpin duke Edward yang hebat suatu saat." Ucap Aileena ia menyeruput minumannya dengan santai. "Ya mungkin saja jika takdir mengatakannya." Ucap Ciro dengan nada pelanggan Aileena hanya menatap wajahnya yang seketika berubah 90 derajat.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya Aileena, Ciro menggelengkan kepalanya laku pergi dari sana untuk mengisi ulang minumannya.
__ADS_1
Ting-ting!
(Misi sistem)
-Meningkatkan level [hadiah: 500 exp dan 500 poin]
-Mengunakan sihir pertumbuhan [hadiah: 100 exp dan 100 poin]
"Hei ayolah! Masa sistemnya memberikanku misi padahal ini adalah hari spesial pembukaan pabrik baruku!" Ucap Aileena dalam hati ia menggertakan giginya dengan kesal.
"Semuanya sepertinya harus kita sudahi hari ini, hari ini aku harus menanam panen." Ucap Aileena sehingga membuat semua orang disana tekejut mendengarnya.
"Apa maksudnu Aileena!? Kita kan baru saja membuka pabrik ini? Dan mengapa kau tiba-tiba saja harus menanam panen lahan? Lagi pula hasil dilumbug juga sudah lebih dari cukup kan?" Tanya Nova yang menjelaskan kepada Aileena. Aileena disisi lain tak ingin pesta ini bubar tetapi disisi lain ia harus melakukannya.
"Bagaimana kalau begini, aku masih punya banyak urusan jadi aku akan pergi bagaimana?" Tanya Aileena, semua terdiam. "Ayolah tidak apa-apa aku juga ingin berpesta tetapi ada hal yang harus kulakukan. " Memang kegiatan apa sehingga kau tidak bisa membatalkannya?" Tanya Ciro yang penasaran ia mengerutkan keningnya.
"Te-terima kasih... Bye! Jangan sampai kemalaman! Nova tolong bawa kunci pabriknya kerumah ya!" Teriak Aileena ia pun langsung menutup pintunya dengan cepat.
Hos-hos-hos...
"Sungguh aku ingin berpesta bersama kalian. Tetapi aku harus ingat bahwa aku disini hidup karena bantuan sistem jika tidak semua tamat." Ucap Aileena dalam hati ia berjalan menuju kadang miliknya.
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewi Lyra: Aileena seharusnya kau tidak perlu kerjakan misi! (Kasihan)
__ADS_1
Dewi Alma: Iya, seharusnya kau biarkan saja satu misi terlewat.
Dewa Lennox: Aku kan sudah mengizinkanmu untuk latihan nanti malam.
Aileena: Tidak apa-apa lagi pula pertarungan ku dengannya tuan Arthur belum selesai. Aku harus memperkuat diriku, aku rasa ada hal aneh yang akan terjadi yang disebabkan olehnya.
Dewi Lyra: Kuharap kau tidak sedih Aileena... Maafkan sistem kami... (Sedih)
Aileena: (Menggelengkan kepala) Tidak apa-apa! Lagi pula aku sudah hidup didunia ini berkat kalian. Aku sungguh berterima kasih. Dewa Lennox saya akan latihan setelah menyelesaikan tugas misi bagaimana?
Dewa Lennox: kuharap kekuatan auramu kali ini bisa keluar dengan sendirinya.
Aileena: Aku pun terus berlatih!
Dewi Alma: Jangan paksakan dirimu ya! (Tersenyum)
Brak...
"Bagaimana dengan biji itu!" Teriak Arthur ia datang dengan keadaan kesal, marah, takut dan rasa tak sabarnya. "Kami masih belum melakukannya ada sedikit hal yang aneh tuan Arthur-" Ucap salah satu kepala penyihir itu ketakutan.
"Aku tidak PEDULI! SEKARANG SEBARKAN BIJI ITU SEKARANG! PANGERAN KEDUA SUDAH MULAI MARAH! LALU JUGA SEBARKAN BIJI ITU KEWILAYAH SEBELAH! KARENA AKU SUDAH TERTINGGAL JAUH DARI GADIS BODOH ITU!" Teriak Arthur semuanya menganggukan kepala dan mulai mengemasi biji-bisi itu.
"Tetapi tuan apakah kita tidak bisa menelitinya dalam satu bulan lagi?" Tanyanya yang membujuk Arthur. "HA!? SATU HILAN KATAMU!? AKU SUDAH MENUNGGU SELAMA 2 BULAN! AKU HARUS SEGERA MENDAPATKAN UANG!" Teriak Arthur senua biji-biji yang diproses pun dikemas dan akan disebarkan 2 hari kedepan sebelum semua petani menanamnya.
"Aku merasa bahwa biji itu akan sangat berbahaya. Bagaimana ini..." Gumamnya ia melihat biji-biji itu sudah dibawa kedalam kereta kuda.
__ADS_1
Jangan lupa Tinggalkan jejak 👣 ^^