Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 19 : Alun-Alun Kota


__ADS_3

"So sweet ya... Apakah Aileena tidak tahu bahwa tuan Ciro selalu dikejar oleh nona bangsawan? Astaga aku iri." Ucap Mery yang mengintip bersama nenek tua disampingnya.


Keesokan harinya Arthur melihat bahwa produk kripik Aileena semakin disukai banyak orang, sehingga membuatnya kalah jauh dibandingkan dirinya. Sekarang banyak para petani juga yang tak mau membeli produk miliknya.


"Sial! Kenapa tiba-tiba penurunan produk semakin signifikan sih!?" Teriak Arthur, salah satu teman Arthur yang membantunya dalam mengelola pun sangat ketakutan.


Dia bernama Bion seorang bangsawan conut yang sukup rendah tetapi ia mempunyai pekerjaan yang penting bagi Arthur. "Entahlah tetapi memang tiba-tiba saja turun seperti ini. Dan sekarang sepertinya Aileena membuat hasil panennya lebih banyak dari biasanya." Ucapnya.


Brak...


"Kita harus segera membuat produk baru! Kita tidak boleh kalah dari gadis itu! Aku tahu aku mempuyai ide yang bagus untuk penemuan selanjutnya! Segera catat cepat!" Teriak Arthur lalu Bion pun mencatatnya dibuku miliknya.


Brak...


"Pasti kak ingin membuat hal gila lagi ya?" Tanya Ciro yang tepat didepan pintu ruang kerja milik sang kakanya itu. Bion hanya bisa menganggukan kepalanya. "Ya... Tetapi aku tetap tidak akan memberimu. Bye..." Ucapnya ia langsung pergi Ciro pun diabaikan.


Ting! Ting!


(Misi Sistem)


- Tingkatkan level kecepatan [hadiah: 200 exp dan 200 poin]


-Bekerja selama 2 jam [hadiah: 100 exp dan 100 poin]


[Lakukan misi sebelum menjelang sore]


"Baiklah... Astaga sistem ini seperti mengancamku saja." Gumam Aileena ia berada didalam lumbung tengah menghitung beberapa box yang harus ia antar kepabrik miliknya karena Mery mengatakan bahwa persediaan umbi-umbian telah habis.


"Aileena apakah kau sudah menghitung berapa box yang akan kau bawa?" Tanya Nova ya datang kelumbung. "Ya... 50 box perumbi sih... Soalnya nanti kuda bisa kelelahan aku juga sudah memesan kereta kuda dan mereka hanya bisa membuat 100 box saja sisanya harus kubawa." Ucap Aileena ia menujukan sebuah box yang sudah terpisah dari box lainya.


Box itu berisikan ubi, singkong dan bawang yang sengaja Aileena dan Nova kemas agar lebih mudah dibawa dan lumbung tidak terlihat berantakan dan lebih rapih.


"Permisi, kami adalah kusir kereta kuda, apakah nona Aileena disini!?" Teriak seseorang berada tepat didepan pintu pagar. Aileena dan Nova yang mendengarnya oun sontak mengangkat 1 peti masing-masing.


"Oh iya pak, ini tolong bantu angkant karena ada 150 peti yang harus dibawa. Saya mau siapkan kuda dulu." Ucap Aileena kedua pak kusir itu ikut membantu Aileena mengangkat peti-peti itu.

__ADS_1


Tak... Tak... Tak...


Selama 1 jam penuh mereka lakukan, akhirnya selesai juga, Aileena pun sudah membawa 4 kantong yang berisikan ubi dibelakang kudanya itu. "Aileena apakah kau tidak apa-apa membawa 4 kantong sekaligus?" Tanya Nova, Aileena menggelengkan kepalanya. "Tidak ko, nanti tolong pak kusir kembali lagi dan bawa susah petinya ya pak." Ucap Aileena pak kusir itu menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Ayo jalan!" Teriak salah satu bpak kusir itu, Aileena tepat berada didepan mereka. "Saya baru tahu kalau nona Aileena bisa menunggangi kuda." Ucap salah satu pak kusir berbicara dengan temanya itu.


"Ya... Dia juga mebangun pabrik dan produk kripik miliknya terkenal dikalangan bangsawan juga. Banyak sepertinya yang memuji anak itu." Ucapnya ia terus memperhatikan jalan. "Dia seperti dewi, apa saja dia bisa lakukan padahal dia hanya seorang gadis." Ucapnya lalu keheningan terjadi.


Sesampainya dipabrik milik Aileena. Benar saja semua orang sibuk memasak dan menggoreng. Mery yang terkejut dengan kedatangan Aileena punn tak bisa memperhatikannya.


"Aileena!? Astaga sejak kapan kau datang dengan membawa karung aneh itu? Apa jangan-jangan ini umbi-umbian itu ya?" Ucap kejut Mery ia ikut membantu membawa karung itu kedapur. Dan yang membuat Mery terkejut adalah Aileena mengangkat dua karung itu dengan satu tangan masing-masing.


"Sejak kapan kau kuat Aileena?" Tanya Mery yang terus memperhatikan Aileena.


Bruk... Bruk...


"Sejak kapan? Memang aku kuat ko." Ucap Aileena dengan nada sombong, para pekerja pun turut bekerja tanpa memperhatikan bahwa Aileena ada disana. Karena pesanan semakin banyak, semua para toko dari dalam maupun luar turut memesan kripik ini.


"Cih! Simbong, iya deh kau sudah kuat, pintar apa lagi sekarang." Ucap Mery mereka berbicara sambil membawa peti-peti itu masuk kedalam gudang penyimpanan. "Hahaha... Lihat saja nanti aku akan bagaimana lagi, ini rahasia..." Ucap Aileena tertawa.


Bruk...


"Em... Sekitar 30 menit yang lalu, tidak apa-apa kalian kan sendang bekerja dan fokus untuk menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan." Ucap Aileena, lalu pekerja itu menundukan kepalanya berulang-ulang. "Sekali lagi maafkan saya nona." Ucapnya lalu pergi.


"Oranya aneh ya? Tapi dia jujur dan rajin." Ucap Mery yang menatap pekerja laki-laki itu. "Dia cukup tampan, ehem... Kau bisa mengambilnya Mery..." Ucap Aileena seketika pipi Mery pun memereh karena celotehan Aileena, Aileena tahu bahwa Mery tengah malu ia pun ikut tertawa melihat reaksi wajah temanya itu.


Ting! Ting!


(Pemberitahuan Sistem Misi)


(Misi Sistem)


Bekerja selama 2 jam [hadiah: 100 exp dan 100 poin]


[Berhasil anda kerjakan, hadiah akan dimasukan kedalam akun anda]

__ADS_1


+50 exp


+50 exp


+50 poin


+ 50 poin


"Akhirnya satu misi tuntas, tinggal naikan level kecepatan saja." Ucap Aileena ia melihat sebuah layar pipi itu. "Astaga ada tuan Ciro!" Teriak Mery yang tengah berusaha menyadarkan Aileena dari lamunannya itu. "Ha!? Mana dimana dia?" Ucap Aileena tekejut ia menoleh kearah kanan dan kiri berulang-ulang.


"Dia tidak ada! Mengapa kau bengong saja? Ayo kerjakan sisa petinya." Ucap Mery.


Setelah selesai Aileena pun berencana untuk memulihkan pikirannya ia ingin menikmati pemandangan ibu kota karena lama swkali Aileena terus mengurus lahan pertanian dan juga pabriknya.


"Akhirnya tidak ada yang lebih baik dari alun-alun kota yang ramai." Ucap Aileena ia turun dari kudanya dan memarkirkan kudanya.


Tap-tap-tap...


Banyak sekali toko yang menjual produk miliknya, Aileena jumpai diberbagai toko dialun-alun kota itu. "Permisi pak, saya ingin 2 buah kuenya tolong." Ucap Aileena yang menghampiri salah satu pedagang, pak tua itu segera membungkusnya dan memberikannya kepada Aileena.


"Jadi semuanya 5 perak nona." Ucapnya, Aileena pun memberikannya 10 perak lebih dan pergi begitu saja.


Tap-tap-tap...


Hos-hos...


Brak...


"Tolong! Ada yang mencuri tasku!" Teriak seorang ibu-ibu, Aileena yang mendengar suara itu pun segera berlari kearah sumber suara itu.


"Dimana pencuri itu bu?" Tanya Aileena, lalu ibu itu segera menujukan arah yang dimaksud Aileena, segera secepat mungkin Aileena berlari mengejar pencuri itu dan sayangnya makananya ia jatuhkan.


Tap-tap-tap...


"Si-siapa gadis ini!? Mengapa dia berlari mendekatiku!" Ucap pencuri itu dalam harinya, langkah kaki Aileena cukup cepet mengejar pencuri itu.

__ADS_1


Astaga kasihan sekali dengan makanan Aileena, mending buat Author aja makananya😅. Dan bagaimana kelanjutannya? Baca cerita ini dengan setia...


__ADS_2