Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 25 : Aileena Dan Rodeo


__ADS_3

"Oh tidak sepertinya para bangsawan ingin membuat tuan Ciro kalah." Ucap Mery seketika Aileena yang melihatnya hanya membulatkan matanya karena ketakutan Ciro terluka.


Deg!


"Bagaimana apakah kau bisa mengatasi kami kali ini?" Tanyanya, Ciro menoleh kearah kanan-kiri dan juga belakangnya semuanya mengelilinginya tak ada ruang untuk keluar.


"3, 2,1! Jatuhan!" Titahnya sekwtika semuanya pun membuat kuda Ciro oleng dan mereka pergi begitu saja dari sana. Semua orang terkejut apa lagi para lady bangsawan yang sudah berharap bahwa Ciro akan menang dalam perlombaan kali ini.


"Tidak!" Ucap semua penonton lainya, seketika Aileena yang melihatnya pun langsung berlari meninggalkan tempat duduknya untuk menghampiri Ciro, disaat itu Ciro pun ditolong oleh tim penyelamat.


Kotlak-kotlak-kotlak...


Semua orang tekejut melihat suara tapak kuda mereka menoleh kearah Aileena yang menunggangi kuda dengan perlengkapan. Semua orang disana menoleh sama denganya suporter yang ikut tekejut melihat seorang gadis naik diatas kuda.


"Aileena! Apa yang sedang dia lakukan! Apakah dia gila!?" Teriak Nova yang kali ini serius, ia benar-benar takut, kesal dan cemas dengan Aileena. Apa yang dilakukan Aileena sampai senekat itu.


"Apa yang kau lakukan Aileena!?" Tanya Ciro yang menatapnya, Aileena terlihat sangat serius dari wajahnya. "Saya akan menggantikan anda dalam perlombaan kali ini. Saya akan membawa nama baik keluarga duke Edward!" Ucap Aileena, Ciro yang mendengarnya pun lantas terkejut.


Semua orang disana pun ikut terkejut tak terkecuali tuan duke Edward dan nyonya duke itu sendiri. "Kau tidak perlu melakukan hal itu Aileena. Karena arena ini benar-benar berbahaya kau tahu kan!?" Ucap Ciro yang tidak ingin membuat Aileena terluka.


"Itu benar Aileena! Kau tidak perlu mengikuti perlombaan itu! Jangan lakukan!" Teriak Nova dan dibelakangnya dikuti oleh Mery yang ikut lari. "Tidak, aku bisa! Lihat saja aku akan berikan mereka sedikit tamparan!" Ucap Aileena, Mery yang mendengarnya pun tersenyum.


"Semangat Aileena! Kau pasti bisa! Karena kau bukan nona bangsawan! Buktikan kepada mereka!" Teriak Mery yang tidak mendukung Ciro maupun Nova, ia lebih mendukung keinginan Aileena karena ia tahu bahwa Aileena kuat.


"Terima kasih atas semangatnya Mery! Ayo kita jalan!" Teriak Aileena seketika kuda itu berjalan dengan cepat memasuki arena. "Tidak! Aileena hentikan! Jangan lakukan itu! Dasar bodoh!" Teriak Nova ia sangat kawatir jika gadis itu terluka.


Kotlak-kotlak-kotlak...


"Aileena jangan lakukan!" Teriak Ciro tetapi Aileena semakin jauh dari mereka dengan wajah seriusnya ia terus dengan cepat menyamakan para peserta lainnya. "Siapa dia!? Dia kan hanya seorang gadis? Apaan dia bisa melakukan para peserta lainya?" Tanya salah satu penonton.

__ADS_1


"Aku tidak tahu tetapi ini sangat seru untuk ditonton." Ucap penonton lainya, mereka pun ikut menyoraki pertandingan tersebut. Pertandingan tersebut semakin meriah, para nona bangsawan sangat bingung dan tidak menyukai Aileena karena dia tiba-tiba saja seperti seorang yang sangat ahli tiba-tiba mengikuti perlombaan itu.


Suporter pun ikut berbicara. "Sekarang para peserta akan melewati tempat memanah! Dimana panah itu akan ditancapkan minimal 5 anak panah tepat ditengah-tengah! Apakah para peserta akan berhasil melakukannya?" Teriak suporter Nova, Mery dan Ciro melihat kearah Aileena ia tertinggal jauh dari para peserta lainya.


Syut.... Tak....


"Hore!" Teriak semua penonton karena salah satu peserta bisa menancapkan 5 anak panah dengan satu per satu. "Hei! Sejak kapan kau masuk arena ha!? Apakah kau kira kau bisa mengalahkan kami para bangsawan!?" Tanya peserta nlain mereka tertawa, Aileena hanya tersenyum saja.


"Tidak, tapi..." Ucap Aileena yang masih terpotong, ia pun langsung mengambil 3 anak panah sekaligus dan berusaha untuk menembaknya secara bersamaan.


Tak... Tak... Tak...


Syut... Syut... Syut...


Seketika para peserta bangsawan itu tekejut melihat 3 anak panah itu menancap tepat dititik tengah itu, lalu Aileena melakukan 2 tembakan anak panah lagi. Para penonton dan bangsawan lainya pun tak percaya Aileena bisa melakukannya.


Tak-tak...


"Si-siapa gadis itu!? Mengapa dia bisa menembakan 3 bujur panah sekaligus!" Teriak salah satu nona bangsawan, tidak menyangka bahwa gadis yang lebih muda darinya bisa melakukannya.


"Yaps! Aileena aku tahu kau pasti bisa! Keren! Teruskan Aileena tinggal 1 ronde lagi!" Teriak Mery seketika Ciro dan Nova menatap kearahnya. "Apa!? Kenapa kalian menatap seperti itu? Memang Aileena itu kan keren?" Tanya Mery, Nova dan Ciro hanya bisa menatap Aileena dari kejauhan.


Kotlak-kotlak-kotlak...


"Wah... Rupanya kau bisa menaklukan semua panah-panah itu ya gadis bukan bangsawan. Tapi pasti dironde ini kau tidak bisa menaklukannya!" Ucap salah satu peserta tepat disamping Aileena, Aileena hanya fokus dengan jalurnya.


"Baiklah ini adalah ronde terakhir yaitu! Para peserta harus memberantas para monster didalam hutan. Kami sudah menyiapkan banyak monster disana. Apakah mereka akan selamat?" Teriak suporter semua orang pun ketakutan, disinilah arena yang sangat menegangkan karena monster disana cukup kuat dan besar.


Ting! Ting!

__ADS_1


(Misi Sistem)


-Memberantas monster [hadiah: 1.000 exp, 1.000 poin dan juga kenaikan level pedang]


-Memenangkan festival rodeo [hadiah: Obat penmulih, Obat penyembuhan, 100 exp dan 100 poin]


"Wah ada misi dari sistem! Baiklah aku akan mengerjakannya!" Teriak Aileena bersemangat melihat layar itu memberi misi. "Maju lebih cepat lagi!" Teriak Aileena bersemangat, semua penonton pun tekejut.


"Wah! Sepertinya gadis itu ingin secepatnya melakukan rodeo terakhir! Apakah dia bisa melakukannya?" Tanya suporter itu para penonton pu sudah tak sabar melihat siapa yang menang didalam festival kali ini.


Sing....


Tap-tap-tap...


"Sepertinya disini monster-monster itu." Ucap Aileena dalam hati, semua para peserta pun turut dari kuda mereka. "Apakah kau takut!? Jika takut pergilah karnea ini adalah arena yang sangat berbahaya kau bisa terluka atau mati disini." Ucap salah satu peserta yang khawatir dengan Aileena, tetpai Aileena hanya diam saja tak menjawabnya.


Srek-srek-srek...


Seketika semua menoleh kearah semak-semak karena suaranya semakin terdengar. Semua para penonton tahu bahwa didalam semak-semak itu sudah banyak sekali monster disana. "Keluar kalian!" Teriak salah satu peserta ia sudah memegang pedangnya dengan kuat.


Argh! Argh! Argh!!


Semua para monster itu kini menyerbu para peserta, Aileena pun tekejut dengan ukuran monster itu. "Tidak! Aileena tidak akan bisa melawan monster itu!" Teriak Nova ia cemas karena hanya dialah yang paling muda disana.


Argh!


"Aileena! Awas!" Teriak Ciro dan Nova secara bersamaan larena monster itu tepat ada dibelakang Aileena. Seketika Aileena merasakan sesuatu aneh dibelakangnya. "Monster!?" Ucap Aileena dalam hati ia sangat ketakutan dan ia meneguk salivanya.


"Tidak! Aku tidak boleh takut! Karena dewa Lennox yang sudah mengajarkanku berpedang! Hiya!!!" Teriak Aileena sontak para peserta lainya menoleh kearah Aileena dan membulatkan matanya.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2