
Hem...
Tang-tang...
"Huh... Sudah banyak sekali lubang yang aku kerjakan?" Tanya Aileena ia melihat semua lubang-lubang ya ia kerjakan sedari tadi.
"Astaga lihat lah sepertinya kau sangat kelelahan ya? Hanya bisa mengandalkan diri sendiri saja, pasti sangat lelah dan panas." Ucap ejek Arthur yang sedari tadi duduk hanya memerintah para pekerjanya saja.
Aileena tidak peduli dengan perkataan Arthur ia justru mengabaikan yang disisi lain saudara Arthur yang bernama Ciro menatapnya dengan kasihan, Aileena yang menatapnya pun menatap kesal Ciro.
"Tidak perlu sok kasihan." Ucap ketus Aileena ia ingin mengangkat sebuah karung yang cukup besar yang berisikan pupuk. Ciro dan Arthur menatapnya kasihan dan juga meremehkan.
(Pemberitahuan Sistem)
+50 exp bertambah
+50 exp bertambah
+50 exp bertambah
"Exp akan menambahkan kekuatan tubuh." Ucap Aileena dalam hati ia terus memperhatikan layar transparan itu tepat didepannya, notifikasi terus saja bermunculan.
"Menanam, memupuk, memberikan obat anti hama." Ucap Aileena dalam hati. Exp dan poin terus bermunculan hampir memenuhi layar.
"Apakah dia tidak apa-apa bisa mengangkat beban itu sendirian? Apalagi dia seorang perempuan?" Gumam Ciro ia ingin sekali membantu tetapi ia tak bisa melakukan apa-apa, ia hanya bisa melihat sang kak yang sesenangan melihat Aileena.
"Hahaha... Kenapa kau diam saja? Apakah kau tidak bisa mengangkat karung berisi pupuk itu?" Ucap Arthur yang tertawa melihat Aileena sedari tadi diam saja, sedangkan Ciro sangat malu mendengar perkataan sang kak.
"Kak! Sudahlah, seharusnya kak jangan seperti itu! Nona jika memang tidak bisa anda lakukan sendiri biarkan saya membantu." Ucap tawar Ciro dengan senang hati, Aileena tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Anda sangat baik tuan, tapi saya bisa mengerjakannya sendirian." Ucap Aileena ia baru tahu bahwa Ciro tidak seburuk yang ia kira, setahunnya ia mengikuti sikap sang kak.
"Baiklah." Ucap Ciro. "Kau ini mengapa kau menawarkan bantuan kepada gadis bodoh dan payah itu." Ucap Arthur dengan kesal.
Hu.... Hiyak!
Seketika semua pekerjaan terkejut melihat Aileena bisa mengangkat karung berisikan pupuk yang cukup berat ditambah dengan ia membawa beberapa kantong benih tanaman ditangannya.
"Nona itu sangat kuat! Padahal karung pupuk berisikan 50kg pupuk kan?" Tanya salah satu pekerja yang melihat tindakan Aileena. "Baiklah disini aku akan memberikan papan nama, ini wortel, kentang dan kol!" Ucap Aileena ia sangat senang bisa bertani.
(Pemberitahuan Misi)
Menanam [2.000 poin dan 500 exp]
__ADS_1
Memupuk [1.000 poin dan 1.000 exp]
Pemberian obat hama [500 exp dan 2.000 exp]
"Wah setiap kegiatan mendapatkan poin dan exp, jika poin dan expku bertambah maka levelku akan naik dan mendapatkan skil!" Gimana Aileena ia terus menanam benih itu sesuai dengan intruksi pertanian.
"Wah seorang gadis ingin tangannya kotor ya? Apakah kau tidak takut cacing dan serangga didalam tanah?" Ucap Arthur ya terus mengganggu dan memperhatikan Aileena.
"Cacing!?" Ucap Aileena ia sedikit jijik dengan cacing.
Gluk!
"Apakah kau takut? Hahahaha kau pasti merasa jijik kan?" Ucap Arthur sedangkan Ciro yang hanya membaca buku dan membantu sebagian perkerjaan sabg ayah hanya bisa terdiam. "Kak jangan ganggu dia lebih baik kak bantuan aku untuk, karena ayah kan sudah memerintahkan kak-" Ucap Ciro dengan wajah kesalnya, Arthur langsung menepis tangan Ciro.
"Seharusnya kau tidak membentak dia tuan Arthur. " Ucap malas Aileena yang kasihan terhadap Ciro, Ciro tersenyum tipis Aileena pun membalasnya.
Srek... Tap-tap...
Setelah beberapa jam Aileena menaruh semuah benih dan tunas itu kedalam tanah akhirnya ia pun membeli alat penyiram berteknologi.
Ting! Ting!
(Pemberitahuan Sistem)
[Selamat anda telah menyelesaikan satu misi terisah dia misi tersisah!]
Menanam [2.000 poin dan 500 exp] Telah dimasukan kedalam akun anda!
"Akhirnya aku mendapatkan poin banyak! Bisa kugunakan untuk membeli beberapa peralatan pertanian!" Ucap Aileena dalam hati, ia segera pergi kedalam lumbung lalu menekan tombol 'shop'.
(Toko sistem)
Tersedia dua pilihan
[Peralatan pertanian / Alat bantu skill]
__ADS_1
Aileena segera menekan tombol peralatan pertanian dan melihat begitu banyak peralatan pertanian untuk membuat sayurnya cepat tumbuh dari jangka waktu yang cukup lama.
"Wah! Ada alat penyiram yang moderen! Aku akan membeli ini! Lalu suntikan hama!" Ucap Aileena ia segera menekannya.
Ting! Ting!
[Pesanan berada dilumbung sekarang, untuk vaksin sedang kosong atau tidak mendapat produksi lagi]
"Apa!? Mengapa vaksin hamanya tidak ada? Seharusnya ada kan? Bagaimana ini, kalau dizaman ini pasti vaksin hama terbuat dari ramuan-ramuan aneh. Jika membuatnya pun tidak menutup kemungkinan tidak bisa." Ucap Aileena ia frustasi sekarang bagaimana jima tanamannya ini terkenal hama dan tidak ada vaksin yang membantu.
"Huh... Baiklah aku tidak boleh takut, aku sepertinya harus bertanya dengan dewi Lyra." Ucap Aileena.
(Pesan dari sistem obrolan)
Aileena: Dewi Lyra bagaimana ini? Saya tidak mendapatkan vaksin untuk tanaman? Katanya sistem tidak beroprasi lagi apakah benar?
Dewi Lyra: Em... Iya memang betul karena dewi apoteker sedang malas dan katanya tidak peduli.
Aileena: Lalu apa yang harus saya lakukan jika tumbuhan saya terkena hama? Apakah anda punya solusi?
Dewi Lyra: Kau buka saja skill tangan pertanian itu cukup membantu untuk membuat tanamanmu tetap segar dan layu bisa tumbuh kembali, tetapi belum tentu hama pergi sih, tapi itu adalah solusi terbaik! Cobalah...
Aileena: Wah! Apakah saya bisa mendapatkan itu? Bagaimana caranya?
Dewi Lyra: Dengan cara kau harus naik level sekitar 15-20 tergantung. Kau baru sampai level mana?
Aileena: Baru sampai level 15 tapi tak ada hadiah yang diberikan sistem sepertinya???
Dewi Lyra: Berarti harus sampai level 20 dan kumpulan banyak exp agar kau bisa naik level. Semangat ya!
Aileena: Baiklah, tetapi saya ingin mempelajari banyak tentang jenis-jenis tanaman dan bagaimana cara mereka menanamnya dengan benar dan baik apakah anda mempuyai rekomendasi buku?
Dewi Lyra: Aku punya kau bisa mendapatkannya akan kukirimkan sekarang.
Ting! Ting!
Sebuah cahaya muncul lalu Aileena terkejut melihat sekumpukan buku berada didepan matanya sekarang ia tersenyum gembira. "Terima kasih banyak dewi Lyra!" Teriak Aileena ia pun menggendong alat hand sprayer itu dipunggungnya.
"Kukira hard sprayernya itu kecil rupanya besar segini lumayan untuk lahan ladangku yang cukup luas.
Aileena mulai menyemprotkan air dengan satu persatu ditanah yang sudah ia pupuki itu semua orang terkejut melihat sebuah benda aneh yang berada dibelakang punggung Aileena." Alat apa itu? Aku tidak pernah melihat alat itu sebelumnya?" Gumam Ciro dan Arthur disana.
Disisi lain seorang dewa dan dewi tengah menonton Aileena dari dunia tempat dewi Lyra berada mereka berdua saking terkejutnya melihat seorang gadis yang tidak pintar bertani tetapi ia tetap melakukannya dan dalam 2 hari anak itu sudah mencapai level 15 dengan mengumpulkan exp banyak.
"Siapa gadis ini!? Astaga aku ingin memujinya, dia benar-benar kuat, jika dia mempuyai kekuatan apotek pasti dia akan lebih bagus!" Teriak dewi Alma. "Dia pasti akan menjadi sepertiku, aku akan membuatnya menjadi gadis kuat!" Ucap dewa Lennox.
"Diamlah kalian!" Teriak Lyra sepertinya tak akan membiarkan Aileena direbut oleh kedua dewa tersebut, lalu mereka mengerutkan keningnya. "Apakah kau mulai memberontak kepada kami yang lebih tua?" Ancam mereka kepada Lyra.
__ADS_1
"Iya! Baiklah aku akan izinkan kalian membantu Lyra!" Teriak Lyra tak sanggup lagi melihat wajah mengenaskan mereka, seketika itu juga mereka terlihat bahagia. "Maafkan aku Aileena sepertinya kedua dewa ini tertarik padamu!" Ucap Lyra dalam hati.