Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 10 : Target Pemasaran (PEDAGANG)


__ADS_3

"Baiklah sebaiknya aku pergi dulu!" Teriak Aileena dengan semangat tak lelah, padahal dia sudah mengangkat semua hasil panen kedalam lumbung tetapi ia tidak merasa kelelahan. "Astaga kau memang tidak kelelahan? Kau kau sudah bekerja cukup banyak dari subuh loh?" Teriak Nova yang sedikit khawatir juga, tetapi Aileena menggelengkan kepalanya.


"Jadi apa yang direncanakan oleh gadis bodoh itu?" Tanya Arthur dengan raut wajah seriusnya. Semua yang direncanakan oleh Aileena pun langsung diutarakan tanpa ada kebohongan.


Brak...


"Idenya cukup bagus! Argh! Bisa-bisa aku kalah! Kalau begitu suruh sebagian para pekerja menarik pata penjual sayur dan buah! Biarkan mereka berlangganan dengan hasil panen kita cepat!" Teriak Arthur semuanya pekerjaan pun melaksanakannya dengat cepat mereka pergi ketoko-toko terdekat untuk menempatkan hasil sayuran kepada para pedangang.


"Jadi kau berencana untuk membawa sebagian hasil dari yang kau panen? Lalu kau menyuruhku untuk menyiram bibit itu?" Tanya Nova sekali lagi karena telinganya cukup budeg. "Ya, tolong ya, tetapi tenang saja aku harus merekrut setidaknya 5 orang yang bisa bekerja untuk membuat produk pertamaku nanti ok!" Ucap Aileena lalu ia naik kekuda yang sempat ia pinjam dari Ciro karena kuda itu adalah kuda miliknya.


"Kau membawa 2 karung ubi, lalu 2 karung bawang dan juga 2 karung kentang? Kau yakin mereka ingin membeli hasil tanimu?" Tanya Nova sekali lagi karena baginya Aileena seperti seseorang pengusaha pemula.


"Astaga tenang saja, dikehidupan sebelumnya aku kan kuliah bisnis dan menejemen! Kau kira aku bodoh kah?" Teriak kesal Aileena lalu Nova hanya menggelengkan kepalanya dan menatap kepergian Aileena.


"Baiklah sekarang aku harus menyiram kalian bibi-bibit, maksudnya tunas atau apa ya? Argh! Sudahlah siram saja!" Gumamnya kesal ia pun langsung mengambil hard spray.


Kotlak-kotlak-kotlak...


"Sampai!" Ucap Aileena ia segera turun dari kudanya dan mengikatnya dengan benar. "Halo paman, saya ingin menawarkan sesuatu kepada paman! Apakah paman ingin membeli 1karung ubi, kentang atau bawangnya? Kebetulan sepertinya dagangan paman bawang sudah tidak ada." Tawar Aileena ia menujukan masing-masing satu buah kepada paman itu.


"Apakah ini semua masih segar? Tidak ada yang busuk atau lembek?" Tanya pedagang itu yang masih melihat-lihat. "Astaga baru saja tadi pagi saya mencabutnya lo! Astaga kalau tidak percaya anda bisa buka sendiri salah satu dari mereka." Ucap Aileena menawarkan kepada paman tersebut, ia pun segera mengambil kentang itu dan mengupasnya.


"Astaga benar ini masih segar dan bagus, baiklah saya akan membawa 1 karung. Tetapi bisa kah saya langganan hasil panen kepada anda?" Tanya pedagang itu tak percaya. "Wah! Tentu saja! Boleh 1 karung sama dengannya 55 gold!" Ucap senang Aileena.


"Sangat murah, padahal di pertanian sebelah harga kentang selalu naik sampai 77 gold!" Teriak paman itu ia segera mengeluarkan koin gold dari kantongnya dan memberikannya kepada Aileena.


"Terima kasih nak Aileena, saya menunggu hasil panen selanjutnya!" Ucap paman itu dengan gembira. "Paman saya ingin mencari seorang pekerjaan maximal 5 orang apakah paman tahu dimana saya bisa mencari para pekerja?" Tanya Aileena, paman itu berfikir sebentar.

__ADS_1


"Em... Coba cari dilokasi alun-alun ibu kota disana ada sebuah mading untuk membantu para penganguran, anda bisa mencarinya disana." Ucap sang paman, Aileena segara buru-buru menunggangi kudanya lagi. "Terima kasih paman atas informasinya saya pergi dulu!" Teriak Aileena ia segera pergi menuju alun-alun kota.


"Aku baru tahu gadis itu bisa menunggangi kuda?" Gumam sang oaman, seketika sesosok bayangan terlihat dibelakangnya lalubia pun membulatkan matanya. "Si-suapa kalian!?" Teriaknya ketakutan.


"Hei kau, sepertinya kau belum tahu ya, bahwa saya adalah salah satu orang tuan Arthur! Ayo sekarang kau harus membeli sayur sawi ini!" Ucapnya mengancamnya, lalu paman itu melirik sebentar kearah kota yang mereka bawa yang berisikan sayur sawi yang sudah lagi dan lecet.


"Sa-sayur sawi itu sudah layu dan lecet, dan sudah kotor parah." Ucap paman itu merinding ketakutan. "Oh jadi kau menentang tuan Arthur ya? Kau tidak tahu? Dia adalah orang yang akan memimpin kota ini?" Teriaknya mengancam paman itu.


"Ti-tidak, saya akan membelinta tetapi setengahnya." Ucap paman itu yang sudah pasrah saja apa lagi ia tidak ingin berurusan dengan keluarga bangsawan, bisa-bisa ia dipegang mati. "Baiklah semuanya jadi 100 gold!" Ucapnya yang langsung mengulurkan tangannya untuk memberikan uang itu secara paksa.


"Apa? Padahal kentang gadis itu saja 1 karung seharga 55 gold apa lagi masih segar dan bersih! Ini sawi yang sudah leceh dan kotor seharga 100 gold!" Teriak paman itu tak terima.


Sing...


"Jadi kau ingin melawan kami ya?" Teriaknya ia mencondongkan pednag tepat kearah paman itu seketika itu juga ia terjatuh dan hanya bisa ketakutan histeris sedangkan orang yang lewat pun ikut ketakutan. "Ba-baiklah saya akn membayarnya 100 gold!" Ucapnya bibinya terus bergetar lalu ia mengeluarkan uang gold yang ia punya, lalu mereka merampasbya dan pergi.


"Astaga uang gold ku sudah habisa karena direbut oleh mereka hiks..." Ucap paman itu ja hanya bisa menangis disana, semua hasil pendapatannya sudah lenyap diambilnya.


Menangkat benda berat selesai dilaksanakan: [hadiah: 2.000 exp dan 35.000 poin] masuk kedalam akun anda.


+1.000 exp


+1.000 exp


+10.000 poin


+10.000 poin

__ADS_1


+10.000 poin


+5.000 poin


[Selesaikan 2 misi lagi]


-Meningkatkan level skill [hadiah: 3.000 exp dan 20.000 poin]


-Menjual sebagian hasil panen [hadiah: 3.000 exp dan 2.000 poin]


"Akhirnya 1 misi selesai, dan semua karung yang terpisah hanya karung bawang untungnya mereka bisa membeli semua hasil panen. Tetapi sebelum itu aku harus pergi kealun-alun kota dulu." Ucap Aileena ia segera melakukan kudanya.


Kotlak-kotlak-kotlak...


Tap-tap-tap...


Srak...


"Hem... Kemampuan orang ini cukup untuk menjadi tangan kananku namanya adalah Mery, baiklah aku sepertinya akan merekrutnya, tapi aku sepertinya mengenal orang ini? Tapi dimana ya?" Gumam Aileena tetapi ia tak peduli ia pergi menuju toko dagang sayur dan buah terakhir.


"Eh? Ada apa disana? Sepertinya segerombolan pasukan?" Ucap Aileena ia segera mengikat kudanya lalu berlari dengan cepat. "Ada apa ini? Mengapa kalian memaksa saya untuk membeli tomat yang sudah lembek dan kotor!" Ucap merinding seorang kakek tua yang merupakan penjual sayur dan buah itu.


"Hei! Kenapa kalian memaksanya untuk membeli dagangan kalian!" Teriak Aileena seketika orang-orang tersebut menoleh kearahnya, Aileena sontak terkejut melihat semua orang-orang itu.


Deg!


"Kalian orang-orangnya tuan Arthur kan? Kenapa kalian memaksa kakek itu untuk membeli tomat yang memang benar-benar sudah busuk dan lembek!" Teriak Aileena ia berdiri tepat disamping kakek tersebut. "Kau nona Aileena orang yang menjadi musuh tuan Arthur, sebaiknya anda tidak ikut campur nona!" Ucap salah satu dari mereka yang seperti mengancam Aileena.

__ADS_1


Aileena tersenyum miring. "Kalian yang seharusnya pergi dari sini! Karena kakek ini adalah target PEMASARANKU!" Teriak Aileena secara spontan membuat orang-orang tersebut membulatkan matanya.


Bersambung~


__ADS_2