
"Kenapa anda tidak mengolah susu itu menjadi produk? Anda bisa membuka usaha yang menguntungkan!" Teriak Aileena dengan wajah riang lalu Ciro mengehela nafasnya. "Apa? Mengapa anda menghela nafas begitu?" Ucap Aileena dengan santai.
"Itu karena sudah banyak sekali orang yang membuat produk susu. Jika membukanya maka akan rugi karena sudah banyak yang buat produk itu." Ucap Ciro ia terus fokus melakukan pekerjaannya.
"Oh begitu... Kalau begitu mengapa anda tidak membuat renovasi!? Karena rata-rata susu berwarna putih tanpa rasa tetapi anda bisa membuatnya menjadi berbagai macam rasa dan warna yang menikat anak-anak." Ucap Aileena, lalu Ciro menghentikan tanganya dan menoleh kearah Aileena.
"Maksudnya apa?" Tanya Ciro tak mengerti. "Jadi kau bisa jual susu itu dengan rasa buah! Seperti strawberry dan coklat." Ucap Aileena ia mendekati kearah sapi-sapi itu dan mengelusnya. "Maksudnya kau mencampurkan buah coklat yang keras itu dengan susu!? Dan juga buah strawberry itu?" Tanya Ciro kaget.
"Iya! Kau pasti bisa kau bisa membuatnya." Ucap Aileena, Ciro menggelengkan kepalanya. "Tidak! Tidak ada produk seperti itu disini. Tidak ada renovasi seperti itu, semua susu pasti berwarna putih dan tidak memiliki rasa." Ucap Ciro Aileena menatapnya dan tersenyum.
"Lalu apakah awalnya yang dikatakan oleh Mery bahwa aku membuat produk kripik gila itu bagaimana menurutmu?" Tanya Aileena Ciro terdiam mematung, Aileena menang kelak. "Itu kau, kau bisa memberikan kepercayaan kepada semua orang, sedangkan aku hanya anak duke yang akan bekerja dibawah kaki duke selamanya." Ucap Ciro wajahnya seketika berubah dan kepalanya menunduk.
"Justru itu kau harus bisa memegang prioritas itu! Jangan hanya Anda dijadikan bawahan. Tetap anda bisa berkembang! Lihat ayam-ayam itu anda bisa kembang ternakan, anda bisa menjualnya atau anda bisa membuat sebuah roti isi coklat, keju atau selai." Ucap Aileena ia memegang seekor ayam dan mengangkatnya tinggi-tinggi sambil tersenyum.
"Jangan takut tuan Ciro. Sungguh saya tidak ingin memberikan celaka kepada anda. Jika anda tidak percaya berikan saya 1 keranjang telur nanti akan saya buatkan kue panggang buatan saya bagaimana?" Tanya Aileena, Ciro lantas tertawa.
"Itu namanya pencurian berencana. Kau ingin mendapatkan 1 keranjang telur hahahaha." Ucanya lalu ia tertawa Aileena pun ikut tertawa karena kebetulan ia ingin meminta telur ayam miliknya. "Boleh kan? Aku sungguh akan membuatnya! Kau jangan remehkan kekuatanku." Ucap Aileena ia mulai kesal, Ciro hanya menggelengkan kepalanya lalu Aileena dengan senang hati mengambil beberapa telur dikandang ayam.
Keesokan harinya Aileena bangun pagi-pagi seperti biasa, ia melihat sebuah oven miliknya lalu ia menatap telur yang berada dikeranjang miliknya itu. "Em... Apa aku buat saja kuenya ya? Soalnya 1 jam lagi sih pelatihan pedangnya." Gumam Aileena ia mendekat kearah telur itu.
"Baiklah ayo kita buat. Semoga saja dikulkas ada 2 batang coklat." Ucap Aileena ia membuka kulkas miliknya dan ia menemukan banyak coklat disana. "Apa jangan-jangan Nova membeli banyak coklat ini!? Astaga aku tidak menyangka dia penggemar coklat." Ucap Aileena ia mengambil 2 batang coklat itu.
Disaat itu Aileena pemanasan dahulu, semua bahan-bahan sudah tersedia diatas meja, ia mulai memakai celemek dan mulai membuat adonan sederhana yang pernah ia buat dikehidupan sebelumnya.
Tak.... Tak... Tak....
Brak...
"Akhirnya tinggal tunggu 30 menit bom! Rotinya mengembang dan matang!" Ucap Aileena ia tertawa sendiri ia menatap oven itu didepannya sampai akhir ia tertidur.
Ting! Ting!
Aileena seketika terkejut dibuatnya ia melihat bahwa roti buat anak sudah matang. Lalu dengan terburu-buru Aileena meletakan roti itu dan tersenyum. "Aku akan makan 1 saja." Ucap Aileena ia mengambil setengahnya lalu ia memakainya.
"Ra-rasanya enak!" Teriak Aileena ia tak menyangka bahwa roti buatannya masih seenak dulu.
__ADS_1
Ting! Ting!
(Misi Sistem)
-Latihan pedang dan mencapai level [hadiah: 200 exp dan 200 poin]
-Meningkatkan skil tangan pertumbuhan [hadiah 100 exp, 100 poin dan kenaikan level!]
Aileena mengerutkan keinginannya ia bersemangat untuk latihan hari ini. Dan Aileena berharap juga bahwa hari ini ia bisa menembus kekuatan aura. "Kuharap, aku bisa!" Ucap Aileena ia memegang tangannya kuat-kuat.
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewa Lennox: Sepertinya kau sangat siap hari ini Aileena dan lebih dari biasanya.
Aileena: Tentu saja karena saya sudah berlatih dengan anda, apa lagi anda adalah dewa tempur semua orang memuja anda. Tentu saya sangat beruntung bisa berlatih bersama anda, hanya saja saya tidak akan pernah bisa mempuyai kekuatan aura. (Lesu dan sedih)
Dewa Lennox: Kau jangan berkats seperti itu Aileena. Seharusnya kau tetap semangat.
Aileena: Saya tidak yakin... Tetapi saya akan terus berlatih meskipun kekuatan aura tidak muncul. (Tersenyum)
Dewa Lennox: Aku berharap bahwa kekuatan aura itu akan keluar. (Ikuti sedih)
Dewa Lennox: Tentu saja. Mereka sangat merindukanmu.
Sing...
Tak-tak-tak...
Brak...
Tak-tak-tak...
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewa Lennox: Gerakan Aileena semakin lama semakin cepat!? Dan sepertinya dia memaksakan dirinya untuk berlatih.
__ADS_1
Disisi lain dewa Lennox tekejut melihat gerakan Aileena tak seperti biasanya, Aileena tetap fokus untuk melakukan gerakan sambung menyambung.
Deg!
Cling... Cling...
"Aduh... Mataku! Kenapa!? Kanapa ada cahaya?" Tanya Aileena ia menutup matanya karena tiba-tiba saja ada sebuah sinar aneh yang berada tepat didepannya, lalu Aileena membuka matanya berlahan-lahan dan seketika ia membulatkan matanya melihat pedangnya itu.
Ting! Ting!
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewa Lennox: Akhirnya kau bisa mengeluarkan kekuatan aura Aileena! Selamat! Astaga aku tidak percaya bahwa kau pasti bisa melakukannya! Sudah kuduga kau pasti akan bisa hahaha. (Senang)
Aileena: Apakah benar ini kekuatan Aura!? Saya benar-benar melakukannya!? (Terkejut)
Dewa Lennox: Tentu saja, kau sudah melakukannya aku justru tekejut ketka ada perubahan aneh dengan pedang itu! Dan yang lebih kerennya level pedangmu pasti naik!
Aileena: Benarkah, syukurlah akhirnya saya bisa mengeluarkannya. (Senang)
Dewa Lennox: Tetapi sayangnya kekuatan auramu belum sepenuhnya dikeluarkan, itu masih kekuatan aura kecil. Kau harus terus bisa terbiasa mengeluarkan auramu lebih besar lagi Aileena.
Aileena: •••
Dewa Lennox: Kenapa memang Aileena?
Aileena: Tidak apa-apa. Saya ha yang berpikir kalau saya adalah orang payah... (Tersenyum tipis tanpa mata berkedip)
Dewa Lennox: Kalau bisa aku akan mencarimu sebuah dungeon agar kau bisa meningkatkan kekuatanmu. Tetapi entahlah masih ada didunia ini atau tidak tetapi nanti akan aku bantu cari ok.
Aileena: Baiklah terima-
ARGH!
"Itu suara Nova kan!?" Gumam Aileena ia segera berlari kedalam rumah. Disisi Nova ia terkejut karena ia memakan roti buatan Aileena yang tersedia dimeja makan.
__ADS_1
"Ro-roti apa ini Ohok! Ohok! Ini... Ini sangat-" Teriak Nova seketika Aileena dengan cepat membuka pintu itu dengan kencang. "Ke-kenapa Nova!?" Tanya Aileena ia pun seketika membulatkan matanya.
Bersambung~