
"Ada penyakit baru yang tidak diketahui, tetapi anda harus bertanya dengan Nova, ini sempelnya, aku ingin menggurus inflasi dulu. Salah hormat tuan duke." Ucap Aileena yang memberi kesempatan sebuah botol berisikan darah orang yang terkena infeksi tersebut.
"Hua... Kenapa jadi begini, mengapa aku sendri yang menjadi pusing..." Ucap Aileena dengan kesal.
Keesokan harinya Aileena masih saja bergadang sampai subuh, akhirnya ia mengubah tingkat penerimaan produknya dan memberikan sedikit diskon untuk para pembeli setia. "Akh... Aduh punggungku sakit." Ucap Aileena dalam hati lalu ia merebahkan tubuhnya disofa dengan sangat pelan.
"Ah... Aku tidak ingin melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pedang dulu." Ucap Aileena ia menatap langit-langit rumahnya. Rumah kecil yang diberikan oleh sang ibu kini ia merindukan sosoknya.
"Apa nanti pergi ke makam saja?" Tanya Aileena dalam hati ia masih melamun dengan pikirannya dan akhirnya ia pun segera bersiap-siap untuk pergi kemakan.
Sesampainya dimakam sang ibu, Aileena tersenyum dan menatap tanah yang berisikan tubuh sang ibunya tersebut lalu meneteskan air mata. Seketika setelah terdiam lama Aileena berencana untuk pergi dari sana tetapi ada seseorang datang kemakan seseorang dengan menggunakan baju yang sangat tertutup.
Sampai-sampai wajahnya pun tak terlihat karena ditutuoi oleh masker. Aileena berencana untuk menyapa orang tersebut dan mengajaknya untuk makan kripik bersama karena Aileena mengira bahwa orang tersebut pasti sangat sedih melihat orang yang mereka sayang meninggal.
"Permisi... Apakah anda sedang mengunjungi makan keluarga anda?" Tanya Aileena ia membuat alasan yang tidak bagus. Lalu seketika orang tersebut terdiam lalu ia langsung menoleh kearah Aileena seketika Aileena tekejut melihat bila mata orang tersebut.
Bola mata merah dengan aksi yang cukup datar. "Maaf apakah anda kesalahan? Saya tidak bermaksud untuk mengganggu kurasa." Ucap Aileena lalu seketika orang tersebut pergi dari sana tanpa menjawab pertanyaannya Aileena.
"Baiklah.... Sepertinya dia tidak suka diganggu." Ucap Aileena ia masih menatap orang tersebut berjalan jauh dihadapkannya. Lalu seketika misi dari sistem bereaksi.
Ting! Ting!
(Misi sistem)
-Mengeluarkan 500 poin [hadiah: 1.000 poin dan 1.000 exp]
__ADS_1
-Menangkap orang tersebut (tak diketahui namanya) [hadiah: 3.000 poin dan exp]
[Jangan lupa cek informasi pengguna]
"Apa!? Orang tersebut? Dapat 3.000 poin! Baiklah !" Ucap Aileena dalam hatinya laku ia langsung mengejar orang tersebut sebelum ia jauh berjalan, lalu orang tersebut menoleh kearah belakang karena ada seseorang yang sepertinya mengikutinya.
Deg!
Saat itu juga Aileena sepertinya orang gila mengikuti dirinya, saat itu biasa pun langsung berlari dengan cepat agar tidak di tangkap oleh Aileena. "Orang gila!? Mengapa dia mengejarku!" Teriak orang tersebut dalam hati. Tetap Aileena merasa ada hal ganjal dengan orang tersebut.
"Sepertinya dia bukan orang bisa. Dia seperti seorang sword master." Ucap Aileena dalam hati ia semakin penasaran dengan orang tersebut, sudah beberapa menit mereka berlari seperti kucing dan tikus.
"Berhenti! Aku hanya ingin mengetahui wajahmu! Lalu kita selesai!" Teriak Aileena ia terus mengejar orang tersebut. "Sialan! Dia tidak mau diajak kerja sama!" Ucap gerutu Aileena lalu saat Aileena hampir menggapai tundung yang orang tersebut pakai ia pun langsung berlari agar Aileena tidak dalam membukanya
"Sial!" Ucap Aileena dalam hati, dengan cepat ia melihat sebuah pohon besar, lalu ia tersenyum miring lalu dengan cepat mendahulu tang tersebut. Orang tersebut seketika langsung menghentikan langkah kakinya dan memiliki untuk putar balik.
Saat ada batu besar menghalangi jalan tersebut seketika orang tersebut terjatuh, dan akhirnya rencana Aileena benar-benar berhasil. Aileena mendekati orang tersebut lalu memegang tundung itu.
"Kau cukup pintar tetapi belum cukup pintar bagiku." Ucap Aileena, orang tersebut terlihat kesal dan marah. "Mengapa kau mengejarku!" Trriak orang tersebut seketika Aileena tekejut mendengar suara tersebut. "Putra mahkota Chole!?" Ucap Aileena dalam hati seketika ia membuka penutup wajahnya itu dan terkejut.
"Kenapa putra mahkota datang kemakam?" Tanya Aileena ia mengulurkan tangannya, tetapi sayangnya Chole lebih memilih untuk berdiri sendiri. "Maafkan saya, saya tidak tahu itu yang mulia." Ucap Aileena tetapi Chole hanya bisa duduk tak bergerak ia melihat kakinya yang terluka.
Dan untungnya ada sebuah rumah terbengkalai yang tak diisi oleh seseorang. "Maaf kaki anda jadi membiru seperti ini karena ulah saya, saya akan membuat kompres sebentar, kebetulan didalam rumah ini ada kayu bakar." Ucap Aileena ia segera masuk kedalam rumah itu, lalu Chole yang merasa tidak enak pun langsung mengikutinya.
"Tidak perlu kau membuat-" Ucap Chile sesaat ia sudah menutup pintu ruang itu, tetapi ia terkejut melihat tingkah Aileena. Ia sedang membuat api dan terus meniupnya sehingga membuatnya batuk-batuk demi ia bisa membuat makanan.
__ADS_1
"Saya tidak tahu yang mulia masuk hahaha, maaf keadaannya jadi begini, oh itu ada tempat kompresnya disana, tapi nanti sebelum saya mengompresnya nanti akan saya basuk dulu kaki yang mulia." Ucap Aileena ia pun langsung melanjutkan meniup kayu bakar itu.
"Tidak perlu! Mengapa kau repot-reoot melakukannya!?" Ucap kesal Chole, Aileena terdiam sejenak sedangkan pipinya sudah terkena debu asap dari kayu bakar tersebut. "Karena itu ulang saya... Jadi saya harus melakukannya." Ucap Aileena.
"Tidak perlu kau pergilah! Jangan-" Ucap Chile trtapi Aileena membuat wajah tak peduli dan bodo amat. "Nyenye... Bodo amat! Lagian udah selesai kan?" Ucap Aileena ia akhirnya telah membuat air panas untuk memasuki kakinya
"Masukan saja yang mulia." Ucap Aileena ia tersenyum sekwtika Chile terkejut melihat wajah Aileena ketika ia tersenyum ia sangat cantik padahal ditangannya saja penuh luka gores dan juga kasar tak seperti gadis lainnya.
"Biarkan aku sendiri." Ucap Chole dengan wajah dstarnya, lalu Aileena dan Chole pun kembali dan mereka pun sering bertemu karena suatu alasan sehingga membuat Chole menyukai Aileena.
Dimasa itu semua banyak para bangsawan wanita yang sangat tekejut bahwa putra mahkota tengah menyukai seseorang, tetapi itu hanya sekedar rumor, karena hal itu banyak yang menguntit Chile kemanapun dia berada.
"Baiklah kali ini adalah wilayah kita telah dikerumuni monster selama 1 bulan lamanya! Sekarang semua produk buatan Arthur telah dimusnahkan, sekarang hanya beberapa monster saja yang akan kita urus." Ucap Ciro memimpin para pasukannya, dan Aileena tersenyum.
Akhirnya perjuangan selama 1 bulan terbayar, dan sekarang dirinya menjadi seorang gadis yang sukses diumur yang sangat muda dan sekarang Aileena berumur 19 tahun dengan gadis pertama yang sukses membawa kemakmuran kekaisaran.
Berkat produknya selama 1 tahun, dan Aileena juga sekarang menjadi gadis yang tangguh takperlu mendapatkan gelar pun ia bisa menjadi kaya dengan tangannya sendiri. Sehingga membuat para lelaki non bangsawan maupun bangsawan terpikat oleh kecerdasannya.
"Bagaimana kak Aileena bisa sukses? Padahal banyak bangsawan gadis seperti kak tapi mereka hanya perlu gelar saja." Ucap anak kecil yang selalu berteman dengan Aileena, Aileena tersenyum padahal ia baru saja selesai rapat.
"Itu karena... Kalian juga harus bisa sukses tanpa ditandai sebuah julukan bangsawan, karena tak banyak orang yang bisa sukses diusia muda. Tetap bukan berarti orang yang juga bisa sukses dalam sekejap." Ucap Aileena lalu sebuah pesan obrolan pun tertampak.
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewi Lyra: Selamat Aileena atas keberhasilannya! Kau bisa mengolah sistem ini dengan baik! Aku salut menjadi operatornu Aileena! Semoga dilain kesempatan kita bisa bersama.
__ADS_1
Aileena : Apa maksudmu? (Terkejut)
Bersambung... Tinggal 3 bab lagi menuju tamat ^^