Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 23 : Peredaran Pestisida


__ADS_3

"Ro-roti apa ini Ohok! Ohok! Ini... Ini sangat-" Teriak Nova seketika Aileena dengan cepat membuka pintu itu dengan kencang. "Ke-kenapa Nova!?" Tanya Aileena ia pun seketika membulatkan matanya.


"Si-siapa yang membuat roti ini!? Ro-roti ini sangat enak!" Teriak Nova, Aileena yang menatapnya panik pun menghembuskan nafasnya dan berjalan mendekatinya. "Huh... Kukira kenapa astaga. Aku sangat panik kau tahu!" Teriak kesal Aileena.


"Tunggu tetapi mengapa roti ini memiliki isi coklat seperti coklat batangan yang aku miliki dikulkas?" Taya Nova Aileena mengaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.


"Itu karena aku membuatnya dari batang coklatmu. Tetapi tidak banyak ko yang aku pakai!" Ucap Aileena panik ia menyilangkan kedua tangannya itu. "Aku tidak tahu bahwa coklat bisa menyatu dengan roti. kemampuan apa lagi yang kau punya Aileena?" Tanya Nova ia tahu bahwa Aileena mempuyai banyak kemampuan.


"Kau berkata seolah-olah aku orang hebat. Aku masih banyak kurang!" Teriak Aileena ia duduk tepat didepannya. "Benarkah? Lalu bagaimana dengan kripik itu?" Tanya Nova ia terus mengunyah roti lembut itu.


"Ya... Entahlah tiba-tiba saja Bella sikuda itu menjatuhkanku ketanah lalu bum. Ada ide saja." Ucap Aileena Nova yang mendengarnua hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Oh iya soal penelitian tomat itu. Aku ingin memberikan hasil labnya kepadamu." Ucap Nova ia memberikan sebuah kertas kepada Aileena, Aileena sontak melihat kertas itu. "Biar aku jelaskan sedikit." Ucap Nova.


"Jadi sebenarnya tomat ini terus bertambahnya setiap jamnya. Lalu aku pun terkejut padahal buahnya saja sudahku potong tetapi tetap bertambah besar. Ada beberapa juga yang tidak berkembang lagi sih tergantung dengan ketajaman pisau. Aku menggunakan pedang ketika itu bertambah besar sehingga tomat itu langsung tak bertumbuh lagi." Ucap Nova dengan panjang lebar.


"Lalu aku menggunakan potongan yang lain untuk mengujinya menggunakan vaksin yang aku buat. Meskipun cuman 1 suntikan tomat itu tiba-tiba saja layu." Ucap Nova ia menujukan foto bahwa tomat itu benar-benar layu, Aileena yang mendengar penjelasannya pun masih bingung.


"Jadi kenapa dia bisa bertambah besar!? Dan mengapa tomat itu bisa layu atau mati karena vaksin hama? Itu kan hanya vaksin?" Tanya Aileena. "Itu karena tomat itu mengandung sihir aneh. Dia mengunakan ramuan gila." Ucap Nova.


"Jadi maksudmu bahwa tomat itu terbuat dari benih produk tuan Arthur?" Tanya Aileena dengan panik, Nova menganggukan kepalanya. "Aku akan berusaha membuat banyak vaksin. Tetap semoga saja tuan Arthur gila itu tidak berbuat ulah untuk hal ini." Ucap Nova, Aileena menganggukan kepalanya saja.


"Oh iya. Aku sudah menyediakan 30 peti vaksin, aku harap itu cukup. Tetapi berikan vaksin itu untuk sayur-sayuran yang cukup besar kau mengerti Aileena?" Tanya Nova, Aileena menganggukan kepalanya saja. Nova pergi keruangan untuk membuat vaksin lebih banyak lagi.


"Huh... Sepertinya belum ada kabar bahwa sayur-sayuran itu bertambah besar sepertinya masih aman." Ucap Aileena melihat sebuah tumpukan koran yang terus berdatangan itu. "Kuharap kekacauan tidak terjadi sih." Ucap Aileena dalam hatinya lalu ia pergi untuk membuat tanamannya tumbuh.


Cling! Cling!


"Hos-hos-hos...


"Aileena! Gawat tuan Arthur sudah mengalahkanmu Aileena!" Teriak Mery yang datang membawa kertas grafik keuntungan dan kepuasan masyarakat. "Bagaimana bisa?" Tanya Aileena ia menghampiri Mery dan melihat kertas itu.


"Iya tadi baru saja tuan Arthur berada dipasar lokal dia harus aja memperedarkan sebuah pestisida! Dan semua petani memborongnya!" Telekomunikasi Mery. "Apakah itu masih berlangsung?" Tanya Aileena ketakutan, Mery menganggukan kepalanya.


"Ayo kita pergi kesana. Sebaiknya aku harus menghentikannya." Ucap Aileena, Mery hanya menganggukan kepalanya saja. "Nova! Tuan Arthur tengah memperedarkan produk aneh lagi. Tolong sisa tanamannya disiram ya!" Yeriak Aileena, lalu Nova yang mendengarnya pun membulatkan matanya.


"Usahakan dia hentikan produk gilanya itu lagi Aileena! Aku mendukungmu!" Teriak Nova, Aileena dan Mery naik kuda masing-masing dengan cepat harus menghentikan kelakuannya kali ini.


Kotlak-kotlak-kotlak...

__ADS_1


"Disini kita berhenti disini Aileena, lalu sisanya kita harus jalan kaki." Ucap Aileena lalu Aileena hanya menurutinya saja, Mery memimpin jalan lalu tampak dari kejahuan kerumunan terlihat dari arah depan.


"Siapa ya ingin membeli lagi? Dijamin pestisida baru ini tidak akan membuat hasil panen kalian terus merugi karena menggunakan pestisida lama." Ucap Arthur, para petani sebenarnya sebagian masih ragu tetapi ada sebagian dari petani lainya sudah membeli pestisida itu.


Tap-tap-tap...


"Tuan Arthur! Sebaiknya anda berhenti memperedarkan produk aneh dan tidak dipercaya itu tuan!" Teriak seseorang yang berada dibelakang, lalu semua orang terdiam mereka saling menoleh kearah belakang dan memberikan jalan untuk orang tersebut.


Arthur yang melihatnya pun mengerutkan keinginannya dan tersenyum miring. "Mengapa kau datang kesini nona Aileena!? Apakah kau iri karena aku lebih menguntungkan dari padamu?" Tanyanya dengan sombong, Aileena mengerutkan keningnya.


"Justru karena anda membuat produk aneh! Seolah-olah anda menutup mata apa yang terjadi tuan Arthur! Seharusnya anda sadar ada beberapa biji buatan anda mengalami ukuran yang tidak umum!" Teriak Aileena semua petani pun menganggukan kepala dan berbisik satu sama lain.


Apa yang dikatakan Aileena benar apa adanya. Ukuran hasil panen tidak wajar dan semua sayur segar. "Tetapi pada nyatanya, kalian semua para petani merasa untung bukan? Karena semua hasil panen kalian laku keras!?" Tanya Arthur semua petani pun menganggukan kepalanya, Aileena menggremakan tangannya.


"Anda seharusnya tahu bahwa bisa saja hasil panen itu bisa berbahaya bagi kesehatan masyarakat!" Teriak Aileena, Arthur tersbeut miring. "Astaga saya tidak pernah mendengar baha ada masyarakat yang sakit karena memakan sayur-sayuran dari produk benih itu bukan?" Tanya Arthur seketika Aileena tak bisa berkata-kata lagi.


"Ergh! Kami hanya mengingatkan anda tuan Arthur Edward, semoga anda tidak terjerat dalam masalah besar nantinya!" Ucap kesal Mery yang sedari tadi melihat perdebatan itu saja dan membawa Aileena pergi dari sana.


"Tidak perlu menasehatiku! Dan tidak perlu memberikan peringatan seharusnya kalian menghormatiku karena aku adalah penerus duke diwilayah ini!" Trriak Arthur tetapi mereka hanya bisa mendengarnya saja.


Bruk...


(Pemberitahuan Sistem)


[Misi Sistem]


[Latihan pedang dan mencapai level hadiah: 200 exp dan 200 poin selesai dikerjakan]


[Meningkatkan skil tangan pertumbuhan hadiah 100 exp, 100 poin dan kenaikan level! Selesai dikerjakan]


[Berhasil anda kerjakan, hadiah akan dimasukan kedalam akun anda]


+100 exp


+100 exp


+100 exp


+100 poin

__ADS_1


+100 poin


+100 poin


[Hadiah spesial: Kenaikan level! Dan peningkatan level! Cek informasi pengguna]


"Cek informasi pengguna" Ucap Aileena.


(Informasi pengguna)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani langka


Level: 56


Exp:61.600


Poin: 51.590


Skill:


[Kekuatan fisik level 70]


[Tangan pertumbuhan level 55]


[Penunggang kuda level 50]


[Kecepatan level 50]


[Ahli pedang level 35]


Bersambung~


Author meminta untuk para pembaca jangan cuman baca saja ya, saya mengira bahwa para pembaca semua itu hantu, tak mau like atau pun komentar. Hari ini keluar retensi novel dan bikin nyesek author, dimohon dukungan novel ini. Kalau gak mau komen gak apa-apa author gak maksa. Kalau bisa like dan terus baca novel ini sampai End.

__ADS_1


Terima kasih para pembaca, saya sedikit curhat, sebenernya saya gak mau update hari ini karena hasil retensi tak memenuhi kriteria, sehingga author memutuskan untuk bela update karena demi pembaca semua. Author juga berencana untuk update sampai tamat demi pembaca yang sudah mengikuti cerita ini. Terima kasih...


__ADS_2