
Aku merasa bahwa biji itu akan sangat berbahaya. Bagaimana ini..." Gumamnya ia melihat biji-biji itu sudah dibawa kedalam kereta kuda.
Setelah beberapa hari kemudian banyak sekali para petani menghasilkan sebuah panen padahal belum masanya mereka panen. "Hei kau mendapatkan banyak hasil panen dari mana? Apakah kau menggunakan sihir?" Tanya seorang pembeli yang melihat banyak sekali pedagang yang menjual sayur-sayuran segar dengan jumlah banyak tak seperti biasanya.
"Aku mendapatkan hasil panen ini karena para petani katanya banyak menggunakan produk biji sehingga banyak sekali panen tahun ini." Ucapnya Aileena yang mendengar percakapan itu pun sesaat rasa ingin tahu muncul.
"Memang biji apa? Bukankah sekitaran beberapa bulan panen jadi?" Tanyanya lagi, pedagang itu tertawa. "Anak tuan duke yang bernama Arthur Edward dia membuat produk biji yang bisa tumbuh dengan cepat tanpa merawat khusus dan nyatannya memang benar-benar tumbuh!" Ucapnya dengan senang lalu mereka pun ikut terkejut.
"Biji!? Jadi biji itu sudah diberedarkan oleh tuan Arthur." Ucap Aileena ia membulatkan matanya. Lalu ia melihat sebuah kereta kuda sepertinya dari keluarga Edward tengah menepi disebuah toko penjualan pertanian.
"Hei! Apakah kalian suruhan tuan Arthur Edward?" Tanya Aileena ia tengah menunggangi kudanya salah satu pekerjaan itu menoleh kearha Aileena. "Hah... Seorang gadis menunggangi kuda!? Apakah kau Aileena!? Sigadis itu?" Tanya pekerjaan itu Aileena mengerutkan keningnya.
"Ya..." Ucap Aileena. "Hah... Rupanya gadis ini yang dimaksud tuan Arthur, astaga kau seharusnya tidak sombong dulu nona." Ucap pekerjaan itu. "Apa maksudnya? Saya tidak sombong." Ucap Aileena.
"Tetapi tuan Arthur sepertinya akan menang dari anda nona Aileena hahaha!" Ucap gelak tawanya Aileena mengerutkan keningnya. "Hah... Lihat saja!" Ucap Aileena.
Lalu Aileena segera pergi kembali keladang miliknya, dihari itu juga pemasaran produk milik Aileena akan disebarkan. "Bagaimana dengan keadaan penyebaran produk kripik ini Mery?" Tanya Aileena yang tak menyangka bahwa Mery datang kerumahnya.
"Aileena bagaimana ini, pemasaran produk dihari ini jatuh drastis tidak sesuai target, lalu aku juga mendengar beberapa gosok atau rumor dari masyarakat!" Ucap cemar Mery yang langsung menghampiri Aileena. "Ha!? Nanti dulu ayo kita jelaskan pelan-pelan didalam." Ucap Aileena menyuruh Mery masuk kedalam.
Brak...
"Target tidak mencapai standar yang kita inginkan, dan yang paling parah rumor itu sepertinya bersinggungan dengan produkmu!" Ucap Nova dengan kesa ia memberikan kertas yang bergambarkan grafik keuntungan dan target yang telah ditentukan.
"Kenapa bisa!? Padahal seharusnya hari ini bisa mencapai target dan para toko yang sudah mau memberikan tempat agar produk kripik itu diletakan tiba-tiba saja menolak!?" Tanya Aileena yang mulai frustasi tiga orang gadis itu berfikir keras tentang pemasaran produk dan keuntungannya.
__ADS_1
"Memang rumor apa sehingga para toko makanan menolak produk kripik ini?" Tanya Nova kepada Mery. "Katanya mereka bahwa Aileena akan menyebarkan sebuah produk yang entah tidak tahu dari mana asalnya dan namanya adalah kripik. Sudah kuduga pasti mereka masih belum percaya dengan kripik ini." Ucap Mery yang menatap kripik diatas meja itu lalu memakannya.
"Aku juga belum pernah mendengar nama produk kripik singkong dan ubi, tetapi tiba-tiba saja ketika pengolahan cukup enak dan kenyah." Ucap Mery lagi ia terus memakan kripik itu.
"Karena dikekaisaran belum pernah ada nama manaknan yang bernama kripik sebab itu munculah rumor." Ucap Nova Aileena lantas tak Terima dengan perkataan Nova. "Tetapi setahuku seharusnya mereka mencobanya dulu bukanya menolaknya. Andai kata seperti perhatian posisi kaisar masa mereka harus nolak padahal kepemimpinannya aja belum diberlakukan. Sama seperti produk ini!" Teriak Aileena ia kesal.
"Aku tahu, kurasa ini ada sangkut pautnya dengan tuan Arthur. Sepertinya dia tahu apa yang kau lakukan sehingga ia membuat rumor diseluruh kekaisaran untuk tidak makan produk milikmu." Ucap Nova diduduk disamping Aileena, Aileena pun berfikir sejenak.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Nova pasti karena Arthur yang menyebarkan semua rumor itu diseluruh daerah wilayah kekaisaran. "Hiks-hiks... Padahal impianku sedikit lagi aku ingin produk buatanku dikenal banyak orang, tetapi sepertinya ombak menghalangi minpiku hiks-hiks..." Ucap Aileena dengan nada pelan ia seketika menangis meneteskan air mata.
Nova dan Mery yang melihat keadaan Aileena yang sepertinya sangat pusing dan frustasi pun hanya bisa memeluknya dan memenangkan Aileena. "Kenapa mereka bisa melakukan hal itu. Lalu bagaimana dengan produk ini, apa lagi kita mengalami kerugian dihari pertama pemasaran." Ucap Aileena ia terus menangis tak berhenti.
"Sedangkan surat dari istana datang melihat grafik kecepatan tuan Arthur mendapatkan banyak uang dan membuat seluruh para petani percaya dengan produk bijinya itu hiks-hiks..." Ucap Aileena memang surat dari istana akan datang setiap 2/3 hari.
"Kau harus tenang, jangan nangis kau harus kuat! Jangan pantang menyerah buktikan kepada tuan Edward itu!" Ucap Mery yang menyemangati Aileena dan menghapus air mata Aileena.
"Kau main busuk kak!" Ucap Ciro ia mengerutkan keningnya sekerika Arthur yang mendengarnya pun merasa kesal dan marah. "Apa maksudmu Ciro!? Aku tidak melakukan hal busuk! DIA MEMANG AKAN KALAH! TERIMA SAJA ORANG YANG KAU SUKAI ITU TIDAK MENYUKAIMU! APAKAH AKU INI BODOH! KAU JUGA MEMBERIKAN UANG DANA BANTUAN KEPADANYA!" Teriak Arthur ia berjalan mendekati Ciro. Mata mereka saling memandang dengan tajam.
Brak...
Prang...
"Cukup hentikan! Mengapa kalian selalu bertengkar! Ciro ayah mohon pergi dari ruangan ini dulu." Ucap tuan Edward lalu Ciro hanya menurutnya saja.
Brak...
__ADS_1
"Apakah banyak sekali lonjakan permintaan pemasaran produk biji itu?" Tanya tuan Edward yang tak sabar mendengar mendengarnya. "Tentu saja banyak para petani yang mulai berahli membeli biji itu. Memang biji itu sangat menguntungkan, kaisar sendri sangat bersyukur karena lonjakan dibidang pertanian meningkat." Ucap Arthur ia sangat senang membicarakannya.
Kurk-kurk...
"Aileena jangan lupa tidur, jangan terlalu dipikirkan aku akan membantumu besok." Ucap Nova ia pun pergi keruangan miliknya. "Ya Terima kasih." Ucap Aileena ia hanya tersenyum diruang tamu jtu sendirian disana.
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewi Lyra: Aileena... Apakah kau baik-baik saja? Bagaimana hari pertama pemasaran produkmu?(Penasaran)
Aileena: Tidak cukup bagus Dewi Lyra.
Dewi Lyra: Aku tahu produk pertamamu kurang berjalan dengan baik. Ini semua salahku, seharusnya aku tidak menempatkannu didunia ini. (Sedih)
Dewa Lennox: Aileena, kau bisa saja tak perlu latihan besok.
Aileena: Tidak! Saya harus latihan sudah 2 bulan saya latihan sekarang kecepatan dan kekuatan saya semakin meningkat berkat anda, saya ingin bisa secepatnya mengeluarkan kekuatan Aura!
Dewi Lyra: Semangat Aileena! Kau harus membalaskan orang itu! Kau harus lebih kuat kuat darinya! Semangat!
Aileena: Baiklah besok saya akan berlatih dan menyelesaikan misi! Saya harap misi kali ini membuat saya melupakan rumor aneh itu! (Semangat)
"Aku punya ide kalau produk itu tidak laku, aku harus mengekspornya kekekaisaran sebelah! Ya! Itu dia!" Gumam Aileena sekarang bagaimana caranya agar semua masyarakat kekaisaran percaya adalah Aileena harus mengekspor barang tersebut agar kaisar sendiri yang angkat bicara.
Orang terkuat pun masih saja lemah tak berdaya... ~another
__ADS_1
Bersambung~