
Deg!
Argh! Argh!
"Dua monster brokoli dan juga cabai!" Teriak anak kecil itu serta Aileena secara bersamaan mereka memeluk satu sama lain.
Sing...
"Se-sejak kapan ada pedang disamping kak?" Tanya anak kecil itu, tetapi Aileena tak menjawab justru ia sepertinya sangat bersemangat melihat ada dua monster itu dihadapanya sekarang. "Sebaiknya kau berlindung! Biarkan kak yang mengurus ini ok!" Ucap Aileena anak itu pun menganggukan kepalanya dan segera bersembunyi disemak-semak.
Sing...
Aileena mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan arah monster itu. Seketika monster itu berteriak dan mendekati Aileena, Aileena pun bersiap.
Sing...
Tak.. Syut...
Argh!
Kulit dari cabe itu masih tetap pulih lagi, tetapi Aileena seperti tak diberi kesempatan untuk melemparkan vaksin itu kearah mereka, seolah-olah mereka menghindari dan dengan cepat menyerang.
"Wah sayuran pun berotak juga ya?" Tanya Aileena ia pun langsung mengeluarkan sebuah botol kecil yang berisikan vaksin cair yang diambil oleh Aileena secara diam-diam.
"Kalau begitu tak ada pilihan lain, aku harus menusuknya kepada mereka!" Ucap Aileena ia menuangkan semua isi dari botol itu dan menumpahkannya tepat dipedang miliknya.
"Ya atau tidak!? Aku harus bisa!" Teriak Aileena ia berlari kearah monster itu, anak kecil tersebut ketakutan melihat Aileena tengah berusaha me mengalahlah mereka.
Sing... Bast...
Argh!
__ADS_1
"Berhasil!" Teriak anak kecil tersebut dengan gembira dibalik semak-semak itu. "Padahal kak Aileena kan perempuan tetapi dia bisa mengayunkan pedang. Benar-benar kak yang keren!" Teriak anak kecil itu.
Argh!
Brokoli itu kini menyerangnya secara bertubi-tubi tak ada cela bagi Aileena untuk menujukan pedangnya, ia hanya bisa menghalangi akar-akarnya itu agar tidak terlilit dan tertangkap. "Oh tidak! Sepertinya monster brokoli itu ingin menyakiti kak Aileena!?" Ucap anak itu ia ketakutan.
"Sialan! Kenapa dia terus menyerangku! Seperti tak membiarkan aku untuk menyerangnya?" Ucap Aileena dalam hati ia mulai kualahan.
Ting! Ting
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewa Lennox: Aileena! Gunakan kekuatan auramu!
Aileena: Huh... Baiklah saya akan mencobanya!
Berlahan-lahan Aileena tak mau terus menahan serangannya ia pun langsung menaiki akar-akar yang menjalar itu sehingga membuat brokoli itu terkejut, Aileena berlari dan melompati akar-akar itu dari akar satu keakar lainya dengan cepat.
Aileena terus berlari tanpa henti, sehingga membuat Aileena sedikit senang, tetap brokoli itu tak diam saja, ia terus membuat guncangan agar Aileena jatuh dari akar-akarnya tetapi Aileena tak takut ia justru memegang akarnya itu sebagai tali. Seketika kekuatan aura muncul lalu anak kecil tersebut terkejut melihatnya dari kejauhan.
Sing... Crak...
Seketika Aileena menusukan pedang itu tepat sasaran sehingga membuat brokoli itu pun pecah dan semuanya telah dikalahkan, akar-akarnya pun ikut menghilang. Lalu anak kecil itu mendekati Aileena dengan pelan-palan.
Ia melihat tubuh Aileena seperti kesartia ya sudah berjuang, pakaian Aileena terkena cipratan cabai dan brokoli yang terlah pecah itu tetapi disisi lain tangannya terkena goresan dan terluka.
"Kak Aileena... Apakah kau baik-baik saja?" Tanya anak itu ia sangat cemas terhadap Aileena, Aileena menoleh kearah belakang lalu tersenyum.
"Em... Tidak apa-apa, tapi kau tidak apa-apa kan?" Tanya Aileena anak kecil itu menganggukan kepalanya. Ia menatap Aileena dengan lekat lalu ia mengalihkan pandangannya kearah pednag milik Aileena.
"Pedang kak sangat cantik, bagus seperti ada kekuatan didalam pedang itu." Ucap anak kecil itu ia melihat pednag itu ada daerah permata asli tetapi sepertinya itu dijadikan aksesoris.
__ADS_1
"Ya... Terima kasih telah memuji pedang ini, tetapi memang permata ini yang membuat bagus." Ucap Aileena ia mengelus permata itu tetapi anak kecil itu menggelengkan kepalanya. "Tidak tapi bahan yang terbuat dari pedang itu kak." Ucapnya Aileena pun terdiam.
"Bahannya sangat langka, bahan dari pedang ini terbuat dari kulit naga, lalu bagian pinggirannya ini terbuat dari bahan kulit raja globin, dan juga lihat ada ukiran dipedang ini kak!" Ucapnya lalu Aileena terkejut ia tak menyadari bahwa ada tulisan dipedang itu.
"Bagaimana ada tulisan di pedang ini? Padahal sebelumnya tidak ada tulisan? Ini sungguh gila!?" Ucap Aileena, anak kecil itu tersenyum. "Baiklah lalu bagaimana kau tahu semua bahan dari pedang ini? Kau sepertinya semakin menjengkelkan." Ucap Aileena, anak kecil itu tertawa.
"Itu karena ayahku penempah pedang, dia menjual pedang untuk para kesatria bangsawan, jadi sewajarnya aku tahu hem..." Ucap anak itu lalu ia sombon terhadap Aileena, Aileena hanya bisa menatapnya dengan wajah kesalnya.
"Arti dari tulisan ini adalah SWORDMASTER!?" Teriak Aileena seketika anak kecil itu membulatkan matanya. "Ba-bagaimana bisa tulisannya seperti ini!? Hahaha sepertinya ini salah, masa yang benar saja!" Teriak Aileena saat itu rombongan Ciro datang turun kebawa bukit dengan para warga yang msish selamat lainnya.
Sepertinya mereka selamat dan Ciro beserta para pasukannya telah mengalahkan monster-monster. "Sepertinya kalian selamat ya?" Tanya Aileena, Ciro menganggukan kepalanya. "Dan sepertinya kau habis bertarung dengan para monster-monster ya?" Ucap Ciro.
Lalu semua orang pun melihat sebuah bekas bahwa ada sebuah monster yang menyerang Aileena, lalu Aileena hanya menganggukan kepalanya semua orang tak percaya bahwa seorang gadis yang masih muda bisa bertarung dan mengalahkan monster besar itu sendirian.
"Wah... Sepertinya para pasukanmu terluka ya?" Ucap Aileena, Ciro menganggukan kepalanya. "Mereka tiba-tiba saja membuat lingkaran sehingga mereka menyerang bersaman." Ucap Ciro Aileena membuat wajah seriusnya. "Sepertinya monster-monster ini bukan monster biasa, mereka memiliki akal sehat, aku takut jika ini ada kaitannya dengan sihir." Ucap Aileena saat itu semua orang hening mendengarnya.
"Maksudmu?" Tanya Ciro dengan serius. "Nova sempat meneliti buah tomat, dan katanya ada sihir didalamnya sehingga sepertinya membuat mereka berefek samping dengan akal sehat mereka." Ucap Aileena.
Semua warga pun terkejut mendengarnya, mereka seketika ketakutan. "Sepertinya kita harus meminta penjelasan dengan kepala menara sihir kekaisaran, sepertinya ada kaitannya dengan salah satu penyihir disana. Tolong berikan surat kepada kepala penyihir aku ingin dia datang kekediaman hari ini!" Ucap tegas Ciro wajah dinginnya seketika muncul.
Itu membuat anak kecil yang melihatnya pun ketakutan, sedangkan Aileena hanya tertawa kecil melihat ekspresi anak-anak itu. "Lalu dimana semua para mayat warga desa lainya?" Tanya kepala desa akhirnya ia angkat bicara. "Mereka sudah tenang dalam damai pak kepala desa, saya sudah mengubur mereka." Ucap Aileena.
Kepala desa serta warga desa yang kehilangan keluarga mereka pun menangis mereka sangat berharap bahwa mereka masih hidup dan ternyata tak bisa. "Terima kasih banyak nona Aileena. Kau memang benar-benar seorang swordmaster." Ucap pak kepala desa ia memegang tangan Aileena.
"Terima kasih banyak nona Aileena telah memakam anggota keluarga kami semua!" Teriak semua warga akhirnya mereka tersenyum dan berteriak secara bersamaan. Aileena yang mendengarnya pun tersenyum dan ikut menangis dengan kejadian hari ini.
"Bukan hanya kalian yang kehilangan orang yang sangat berharga, tetapi aku juga sudah kehilangan ibuku..." Ucap Aileena dalam hati, ia meneteskan air matanya.
Ting!
[Sistem telah diperbarui!]
__ADS_1
Seketika Aileena yang melihat notifikasi dari sistem pun menghentikan tangisannya.
Bersambung gak ya?