
Sing...
Argh! Argh!
Tak.... Syut... Tak...
Brak...
"Tuan Ciro!" Teriak seluruh kesatrianya yang ikut melawan monster itu.
Flashback On
Oh iya soal penelitian tomat itu. Aku ingin memberikan hasil labnya kepadamu." Ucap Nova ia memberikan sebuah kertas kepada Aileena, Aileena sontak melihat kertas itu. "Biar aku jelaskan sedikit." Ucap Nova.
"Jadi sebenarnya tomat ini terus bertambahnya setiap jamnya. Lalu aku pun terkejut padahal buahnya saja sudahku potong tetapi tetap bertambah besar. Ada beberapa juga yang tidak berkembang lagi sih tergantung dengan ketajaman pisau. Aku menggunakan pedang ketika itu bertambah besar sehingga tomat itu langsung tak bertumbuh lagi." Ucap Nova dengan panjang lebar.
"Lalu aku menggunakan potongan yang lain untuk mengujinya menggunakan vaksin yang aku buat. Meskipun cuman 1 suntikan tomat itu tiba-tiba saja layu." Ucap Nova ia menujukan foto bahwa tomat itu benar-benar layu, Aileena yang mendengar penjelasannya pun masih bingung.
"Jadi kenapa dia bisa bertambah besar!? Dan mengapa tomat itu bisa layu atau mati karena vaksin hama? Itu kan hanya vaksin?" Tanya Aileena. "Itu karena tomat otu mengandung sihir aneh. Dia mengunakan ramuan gila." Ucap Nova.
"Jadi maksudmu bahwa tomat itu terbuat dari benih produk tuan Arthur?" Tanya Aileena dengan panik, Nova menganggukan kepalanya. "Aku akan berusaha membuat banyak vaksin. Tetap semoga saja tuan Arthur gila itu tidak berbuat ulah untuk hal ini." Ucap Nova, Aileena menganggukan kepalanya saja.
Flashback Off
Deg!
"Akhk! Lenganku sepertinya terkilir." Ucap Ciro, ia langsung berdiri dengan cepat tanpa mengeluh. Semuanya pun jatuh tak berdaya tak ada yang bisa mengoresnya sedikitpun.
Tap-tap-tap...
"Saya tahu bagaimana cara mengatasinya tuan Ciro. Biarkan saya yang melakukannya!" Ucap Aileena menghampiri Ciro, Ciro hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Karena tomat monster itu sangat besar jika tertekan pun sepertinya ia bisa memulihkan dirinya sendiri dan menghilangkan bekas goresan atau tebasanya itu.
Aileena dengan cepat berlari kearah monster itu dan membuat monster itu menoleh kearahnya lalu Aileena berlalu mengelilinginya seolah-olah tanah itu akan ditempat angin membuat monster itu tak bisa melihat Aileena. Aileena melancarkan aksinya ia naik keatas atap lumbung itu dan monster itu seketika mencari keberadaan Aileena.
Argh!
"Oi! Aku disini!" Teriak Aileena lalu dengan cepat monster itu menoleh dan Aileena langsung melempar cepat suntikan yang dibuat oleh Nova. Seketika monster itu terdiam da semakin lama monster itu hancur.
Semua noda tomat itu berceceran di mana-mana dan lebih bersyukurnya petani itu masih hidup dengan banyak tomat ditubuhnya. "Akhirnya selesai juga." Ucap Aileena ia turun berlahan-laham dari atap itu.
"Apakah kalian terluka?" Tanya Aileena, ia memeriksa petani itu juga yang tak sadarkan diri. "Kami baik-baik saja, hanya saja petani ini sepertinya pingsan." Ucap Ciro ia memegang pengan tanganya yang terkilir itu.
"Apa yang membuat monster itu pecah?" Tanya Ciro, Aileena memberikan suntikan itu kepada Ciro. "Ini karena suntikan hama buatan Nova. Nova sebelumnya sempat membuat vaksin untuk tanamanku agar tidak terkena hama. Tetapi setelah aku menemukan buah tomat yang besar setiap waktunya makan Nova memutuskan untuk membuatnya lebih banyak." Ucap Aileena dengan panjang lebar.
"Apa maksudnya nona Aileena? Mengapa bosa membesar? Lalu apa hubungannya dengan vaksin itu?" Tanya salah satu kesatria lainya.
"Jadi tomat itu terbuat dari biji tanaman produk tuan Arthur. Sehingga produk itu bertama lama bertambah besar pula seiring waktu! Cara agar mereka musnah adalah dengan vaksin ini." Ucap Aileena, semuanya oun terdiam mendengarnya.
"Lalu ada produk pestisida bukan? Itu yang memicu anak kecil tadi sepertinya sakit, aku akan mengambil 1 botol pestisida itu agar Nova menelitinya." Ucap Aileena semua hanya terdiam saja mendengarnya tak menyangka semua produk buatan Arthur membuat celaka.
"Semoga kaisar bisa tahu, saya takut jika kaisar hanya menganggap itu hanya lelucon, saya takut jika kaisar tidak mengkonfirmasi atau setidaknya membalas surat itu." Ucap Aileena ia menunggangi kuda miliknya, seluruh desa tersebut sudah diberikan pencegahan agar mereka tidak memakai sayur dan menggunakan pestisida hari ini da seterusnya sebelum ada pemberitahuan dari Aileena sendiri.
"Nanti aku minta tuan duke untuk mengevakuasi produk itu." Ucap Ciro, Aileena terdiam saja. "Saya akan meminta Nova membuat banyak vaksin, tetapi sepertinya Nova butuh bantuan." Ucap Aileena, Ciro menawarkan dirinya untuk meminjam dokter khusus keluarga Edward.
(Misi Sistem)
-Berlatih pedang selama 3 jam [hadiah: 200 exp dan 200 poin]
-Meningkatkan semua level skill [hadiah: 1000 exp dan 1000 poin]
-Belajar teknik membuat obat herbal dasar [hadiah: skill apoteker, 200 exp dan 200 poin]
__ADS_1
[Peringatan! Teknik membuat obat herbal dilatih oleh dewi Alma!]
"Apa? Mengapa ada membuat obat herbal? Mengapa harus?" Teriak Aileena tak terima, seketika layar itu pun menujukan pesan.
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewi Alma: Bagaimana apakah kamu setuju Aileena? (Senang)
Aileena: Tapi itu saya kan muridnya dewa Lennox? (Panik)
Dewa Lennox: Kami tahu itu akan membebaninu Aileena. Tetapi kau hanya perlu mempelajari dasarnya.
Dewi Lyra: Aku tahu kau pasti sulit. Tetapi percayalah, akan ada misi yang membuatmu harus melakukan hal itu. Kami ingin kau bisa menjalaninya tanpa hambatan.
Aileena: Benar, aku ingin skil itu juga. Sekalian menambah skill hehehehe.
Dewi Lyra: Sudah kuduga ada yang salah dari anak ini.
Dewa Lennox: Jangan lupa besok kita latihan. Tinggal sedikit lagi kekuatan aura itu keluar!
Aileena: Entahlah... Tetapi saya semangat!
Disisi lain Ciro memasuki ruangan, lengan tangannya pun dengan segera diobati dan setelah itu Ciro menghampiri ruang kerja tuan duke karena disana ada kaknya.
Brak...
"Dimana kak Arthur!? Kau sudah tahu kan apa yang terjadi dengan produk gilamu itu!?" Teriak Ciro, Arthur hanya terdiam saja tak mengkubisnya. "Sudah kuduga kau bodoamat soal hal ini kak! Kak sudah ada 1 desa yang terkena dampaknya! Apakah kak punya solusi ha!?" Teriak kesal Ciro.
"Ayah juga setuju dengan Ciro. Sebaiknya kau hentikan peredaran produk itu!" Ucap tuan duke yang sudah mendengar kabar tersebut dari kepala desa tersebut. "Padahal kepala dewa sudah memberikan pengajuan pertanyaan kepada kak kan!? Tetapi mengapa kak tidak menjawabnya!?" Teriak Ciro, Arthur kali ini hanya diam saja tak peduli.
"Kenapa kalian berdua hanya bisa berbicara saja!? Mengapa kalian tidak membantuku untuk merebut lahan gadis itu!? Mengapa!? Seharusnya kalian membantuku saat ini! Bukanya malah menyudutkanku!!" Teriak Arthur sehingga suaranya bergema di ruangan tersebut.
__ADS_1
"MENYUDUTKAN!? TAPI ITU FAKTA KAN!?" Teriak Ciro seketika ruangan itu hening tak ada suara, semua pelayan diluar juga ikut mendengarnya karena mereka penasaran.
Bagaimana dengan kelanjutan kisah ini? Baca kelanjutan cerita ini...