Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 18 : Pengajuan Impor


__ADS_3

[Peringatan untuk penggunaan!]


(Tingkatkan level skill jika tidak skill akan ditarik oleh sistem!)


Deg!


"Apakah ini benar dewa Lennox!?" Tanya Aileena matanya masih menatap peringatan tersebut.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Benar, tetapi jika sudah mencapai level 100 pasti kau menjadi sangat kuat, dan sistem itu tidak mengancammu.


Aileena: Baiklah, saya mengerti saya akan mengakhiri latihan ini.


Keesokan harinya Aileena bangun pagi-pagi awal seperti biasanya ia langsung berlatih, dewa Lennox sudah meminta agar Aileena tidak latihan hari ini. Tetapi ia tetap ngotot untuk melakukannya.


Brak...


"Aduh... Punggungku seketika pegal." Ucap Nova yang membantu Aileena mengangkan umbi-umbian kekotak dan mengangkatnya kekuda. "Yang sabar, aku sudah mengajukan sedikit formulir, nanti akan aku antar hari ini sekalian mengantar pesanan pedagang." Ucap Aileena yang tahu bahwa bada kecil Nova juga bisa kesakitan.


"Formulir apa!? Aku yakin kau akan membuatku terkejut lagi kali ini." Ucap kesal Nova yang tahu bahwa Aileena seperti titisan dewi. "Aku ingin menyebarkan produk diluar kekaisaran tetapi harus melawati tahap yang sangat penting yaitu agar produkku diakui oleh kementerian kesehatan." Ucap Aileena, seketika Nova membulatkan matanya.


"Apa maksudmu Aileena!? Kau ingin produkmu diuji klinis begitu!? Lalu jika produkmu tidak kenapa-kenapa kau langsung menyebarkannya keluar kekaisaran begitu!?" Teriak Nova Aileena menganggukan kepalanya. "Bagaimana keren kan? Agar pemasukan langsung masuk dan aku bisa meningkatkan pendapat, agar langsung mengalahkan tuan Arthur." Ucap Aileena dengan senyuman miring Nova menggelengkan kepalanya.


"Kau tahu Aileena, kau licik!" Ucap Nova dengan mulut kesalnya. "Hah... Belum licik ini mah, oh iya jangan lupa siapkan vaksinnya ya." Ucap Aileena berteriak.

__ADS_1


"Permisi tuan ada surat masuk, seseorang meminta untuk mengimpor produk miliknya." Ucap salah satu orang yang merupakan orang mentri kesehatan. "Siapa namanya? Apakah dia membawa produk serta formulirnya?" Tanyanya lalu orang tersebut memberikannya.


"Huh... Semoga saja diterima, semoga... Semoga..." Ucap Aileena berjalan bolak balik didepan pintu itu yang merupakan pintu ruangan mentri.


"Namanya adalah Aileena... Dan nama produknua adalah kripik!? Jenis makanan apa itu?" Tanya mentri tersebut ia bernama Grek Van Amastel seorang bangsawan berkedudukan Viscount yang dipercayai kaisar.


"Ya itu nama produknya tuan Amastel. Anda boleh mencicipinya. Ini gratis." Ucap Aileena ia tersenyum ramah ia memberikan sekantong berisikan kripik tipis yang terbuat dari singkong, ubi dan olahan bawang.


Lalu tuan Amastel mengendus makanan itu sebelum makananya. Semua orang diruangan itu ketakutan melihat makanan aneh pertama kali. Ia takut bahwa makanan itu adalah racun.


"Tuan sebaiknya anda tidak perlu makan kripik aneh itu tuan." Ucap salah satu orang kepercayaannya, Aileena mengerutkan keningnya. "Kau pasti sudah mendengar rumor itu ya? Hah... Pasti gagal lagi..." Ucap Aileena yang langsung pasrah saat itu juga tuan Amastel menatap Aileena.


"Jika aku sampai mati bagaimana? Apakah kau mau bertanggung jawab?" Tanyanya, Aileena mengambil pisau bilah dari dalam tasnya. "Saya langsung menusuk leher saya sebanyak 3x! Bagaimana?" Tanya Aileena ia tersenyum semua orang bergidik ketakutan.


Krek...


"Tuan!" Teriak semua orang, ketika tuan Amastel mulai memasukan satu kripik singkong. Ia seketika membulatkan matanya lalu semua orang lantas ketakutan dan tegang.


"Ma-makan apa ini!" Teriaknya suaranya bergema diseluruh ruangan tersebut, Aileena pun tekejut semua orang pun tekejut disana. "Ma-makan ini sangat enak! Gurih, ada rasa asin didalam singkong ini." Ucapnya ia kembali melanjutkan makan kripik itu lagi, Aileena bernafas lega.


"Terima kasih anda telah membantu saya, saya akan berikan kripik singkong, ubi, dan bawang untuk kalian juga jadi jangan takut habis hehehe." Ucap Aileena ia menujukan banyak kripik ditangannya. Semua orang pun ikut mencicipi kripik yang dibawa Aileena.


Penilaian mereka terhadap produk milik Aileena sangat bagus dan tinggi yaitu 10 bintang. Lalu produk itu diizinkan untuk disebarkan diluar kekaisaran, akhirnya rumor aneh itu akan segera menghilang karena mentri kesehatan yang dapat dipercaya orang masyarakat.


"Pengumuman untuk semuanya bahwa produk kripik ini tidak berbahaya, kalian tidak perlu takut karena tuan Grek Van Amastel selaku menteri kesehatan telah mencicipi produk tersebut, dan sekarang produk itu akan disebarkan diseluruh kekaisaran.

__ADS_1


Semua masyarakat mulai membeli kripik tak terkecuali toko-toko kue, dan toko-toko makanan ringan lainya ikut bekerja sama dengan pabrik milik Aileena, disaat ini Aileena menangis mendengar semua orang selama dua hari telah terjual lebih dari 1.000 kantong.


Lalu naiknya pendapat antara Aileena sangat Arthur pun sangat sinkifikan lalu pedagang luar kekaisaran pun meminta kerja sama kepada produk milik Aileena.


"Terima kasih, anda semua sudah ingin sekali bekerja sama dengan kami." Ucap Aileena ia berjabat tangan dengan para bangsawan dan ketua serikat dagang dari berbagai daerah lainnya. "Ya semoga makanan anda terus berjalan dengan lancar." Ucap mereka lalu pergi dari ruang rapat itu.


Akhirnya setelah berjalan dua hari Aileena bisa menduduki posisi tertinggi sekarang dan kini para bangsawan juga ikut merasakan produk buatan Aileena, ada yang bilang bahwa produk buatan yang sangat enak dan mereka datang langsung kepada Aileena. Lalu ada sebagian para bangsawan yang berkata bahwa mereka tidak suka makanan murahan miliknya.


Tetapi Aileena sama sekali tidak peduli, sekarang keinginannya terwujud ia mendapatkan banyak koin dan para pekerja pun semakin bersemangat karena gaji mereka yah... Tentunya akan dinaikan.


"Terima kasih nona Aileena telah membuat gaji kami meningkat!" Teriak semua pekerja disana Mert pun tak menyangka bahwa ia menjadi tangan kanan gadis aneh ini. "Selamat Aileena, sepertinya kau mengatasi rumor gila itu." Ucap Mery ia memeluk Aileena, Aileena terdiam sejenak lalu kembali membalasnya.


"Tidak ini berkat kalian juga, dan Terima kasih kau sudah membantuku untuk memegang pabrik ini, jika bukan kau siapa lagi, aku sangat berterima kasih." Ucap Aileena tersenyum ia melihat produk miliknya sudah dipajang diberbagai toko, semua wilayah kekaisaran sudah merasakan produk kripik itu.


"Bagaimana? Apakah semuanya berjalan dengan baik? Maaf aku tidak tahu bahwa produkmu sudah terkenal diseluruh kekaisaran karena sibuk urusan bangsawan." Ucap Ciro yang datang kepabrik Aileena. "Tuan Ciro, salam hormat untuk anda." Ucap Aileena dan Mery secara serentak.


"Oh aku ingin menagih yang sudah kau janjikan." Ucap Ciro, Aileena tertawa. "Saya tahu, Terima kasih tuan Ciro telah menginvestasikan sebagian uang anda kepada pabrik kecil ini. Tanpa bantuan anda mungkin ini tidak bisa berdiri sekarang." Ucap Aileena ia memberikan sebuah kantong yang berisikan koin emas yang cukup banyak.


"Padahal diperjanjian kan 45%? Mengapa kau memberikan 50%? Seharusnya itu jatah untukmu kan?" Tanya Ciro ia tahu bahwa Aileena sengaja kelebihan uang itu. "5% untuk jasa anda membantu pembersihan pabrik ini pertama kali, ok? Terima saja tuan Ciro." Ucap Aileena memberikan kantorng itu tept ditangan Ciro.


"So sweet ya... Apakah Aileena tidak tahu bahwa tuan Ciro selalu dikejar oleh nona bangsawan? Astaga aku iri." Ucap Mery yang mengintip bersama nenek tua disampingnya.


Baca karya baru author, berikan dukungan jangan lupa baca sinopsisnya~


__ADS_1


__ADS_2