Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 11 : Produk Benih Sihir


__ADS_3

Aileena tersenyum miring. "Kalian yang seharusnya pergi dari sini! Karena kakek ini adalah target PEMASARANKU!" Teriak Aileena secara spontan membuat orang-orang tersebut membulatkan matanya.


Disisi lain, seseorang memasuki sebuah ruangan yang cukup gelap, ia terus mengetuk-ngetuk pintu itu agar dibukakan. "Sebentar!" Teriaknya dari dalam ia langsung membukanya dengan kesal karena orang tersebut merasakan rak sabaran.


Deg!


"Tu-tuan Arthur! Maafkan saya karena saya lancang marah-marah kepada anda!" Ucap seorang ilmuan yang memakai kacamata seperti seorang penyihir terbaik dari menara sihir. "Tidak apa-apa. Bagaimana apakah kau bisa membuatkan apa yang aku minta?" Tanya Arthur ia langsung masuk dan duduk disana dengan tidak sopan.


"Sebenarnya ini sedikit ilegal, karena belum ada sebelumnya pemikiran hal ini, ini mungkin saja bisa membahayakan para petani nanti... Jadi saya ingin bilang tolong pikirkan lagi-" Ucapnya ia bernama Roy seorang penyihir yang sangat dipercaya oleh kekaisaran, tetapi sekarang Arthur merekrutnya sebagai orang yang akan membuat rencananya.


Brak...


"Apakah kau ini tidat berguna! Kau tahu kan jika benih ini beredar diseluruh negeri ini! Maka aku akan mendapatkan pendapat yang signifikan dan juga kemudahan untuk para petani lainya!" Teriak Arthur kepada Roy seketika itu juga dia terdiam merinding ketakutan.


"APAKAH SUSAH UNTUK MEMBUAT BIJI BENIH ITU HA! ITU SANGAT MUDAH! KAU TINGGAL BUAT SAJA MENGGUNAKA SIHIR DAN RAMUAN!" Teriak Arthur suaranya bergema diseluruh ruangan tersebut, lalu tiba-tiba ia langsung mencekik leher Roy.


"LAKUKAN APA YANG AKU SURUH MENGERTI!" Teriak Arthur lalu dengan cepat ia melemparnya kelantai begitu saja, sehingga membuat tenggorokan Roy sedikit kesakitan. "Ba-baiklah tuan Arthur. Saya akn sebisa mungkin membuat produk biji itu." Ucapnya yang hanya bisa menundukan kepala, lalu Arthur tersenyum dan pergi dari sana dengan cepat.


"Cik! Rupanya sudah sebagian dari para pedagang suka dengan Aileena dan sekarang, peningkatan pemasukan Aileena semakin meningkat! Argh! Jika begini aku bisa kalah karena produknya lebih unggul!" Teriak Arthur seketika Ciro yang mendengarnya pun terkejut.


"Ayah sepertinya kak sedangkan membuat produk aneh, apakah ayah seharusnya mencegah kak?" Tanya Ciro yang datang keruang kerja ayahnya sembari membawa laporan keuangan diseluruh wilayah ibu kota.


"Untuk apa? Biarkan dia membuat produk dan memasarkannua kepada banyak orang, itu kan akan sangat membantu orang-orang juga." Ucap tuan Edward dengan santai, Ciro mengerutkan keningnya ia menoleh kearah ladang milik Aileena.


Ladangnya kini dipenuhi banyak bunga-bunga cantik disisi setiap pagar lalu Aileena juga membuat pagar baru serta mengecatnya. Padang itu terlihat indah dimata Ciro. "Kadang itu indah sama seperti orangnya." Gumam Ciro dalam hari ia terus tersenyum dan menatap ladang itu.


Brak...


"Ayah-ayah! Aku membutuhkan sedikit modal untuk pembuatan produkku ini apakah ayah bisa meminjamkan saya modal?" Teriak Arthur yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruang kerja sang ayah tanpa mengetuk pintu.


Seketika Ciro yang melamun membayangkan wajah Aileena yang terus terseyum pun terkejut karena kaget melihat kedatangannya secara tiba-tiba. "Memang kau ingin menjual produk apa?" Tanya tuan Edward yang ikut penasaran disana Ciro hanya mendengarkan saja.

__ADS_1


"Saya akan membuat produk yang akan membantu para petani diseluruh kekaisaran ini! Saya ingin membuat produk benih!" Teriak Arthur sekwrika itu juga Ciro mengerutkan keningnya. "Untuk apa kak membuat produk benih? Bukankah benih sudah terjual ditoko-toko?" Tanya Ciro yang penasaran.


"Karena ini bulan benih biasa! Ini adalah benih yang tidak perlu dirawat khusus, mereka akan tumbuh segar dan sehat sesuai dengan sayur dan buah-buahan aslinya!" Teriak Arthur seketika itu juga Ciro membulatkan matanya. "Bukankah itu tidak bisa dibuat?"


"Tidak maksudnya adalah produk itu belum pernah ada sebelumnya, itu sedikit berbahaya dan beresiko kedepannya kak! Sebaiknya kak mengganti ide gila kak ini! Jika tidak keluarga kita terkena masalah juga!" Teriak Ciro yang tak setuju dengan pemikiran gila kaknya itu.


"Mengapa kau melarangku!? Kau hanyalah seorang adik yang tidak ada apa-apanya disini! Kau hanya bisa bekerja dibidang politik dan suka berternak sertai serta suka berlatih pedang! Kau tidak perlu ikut campur uruskanku! Seharusnya kau tahu posisimu disini hanya apa pecundang! Yah... TANGAN KANAN AYAH!" Ucap Arthur ia pun mendekat Ciro dan berbisik sehingga membuat Ciro mengerutkan keningnya kesal.


"DIAM! CUKUP! Arthur sebaiknya kau pergi dari sini, ayah akan memberikan modalnya nanti!" Teriak tuan Edward seketika Arthur hanya mengikuti perintah sang ayah dan pergi dari ruangan itu.


"Kau sepertinya memaksa ya nona!? Ayo kita beri nona ini pelajaran!" Teriak salah satu dari mereka sehingga ketiga orang itu pun sepertinya bersiap untuk memukul Aileena. "Ini lah waktunya aku meningkatkan level skillku!" Ucap Aileena dalam hati.


(Pemberitahuan Sistem)


Meningkatkan level skill [hadiah: 3.000 exp dan 20.000 poin]


+Tangan pertumbuhan level 45 menjadi 46


+Penunggang kuda level 32 menjadi 34


Brak...


Tak, bruk, brak...


Tak-tak-tak...


"Gadis ini cukup cepat! Dia bisa menghindari pukulanku! Sebenarnya dia ini gadis seperti apa!?" Tanya salah satu dari merah ya sepertinya sudah kualahan melihat kecepatan dan kekuatan Aileena. "Padahal tubuhnya tidak terlalu besar. Tetapi dia mempuyai lengan yang kuat dan kaki yang kuat serta cepat! Matanya sangat cepat menangkis gerakan kami bertiga!?" Ucapnya lagi yang terus menilai Aileena setiap pertarungan.


Brak, bruk...


Brak, bruk...

__ADS_1


Brak, bruk...


Brak, bruk...


Brak, bruk...


Tak!


"Selesai! Sekarang kalian mau kutambah pukulannya lagi? Lebih baik kalian pergi karena wajah kalian sudah bonyok, hehehehe." Ucap Aileena sehingga ketiga pria itu pergi dari sana dengan cepat dan ketakutan serta penuh luka-luka.


(Pemberitahuan Sistem)


Meningkatkan level skill [hadiah: 3.000 exp dan 20.000 poin]


+Tangan pertumbuhan level 45 menjadi 46


+Penunggang kuda level 32 menjadi 34


+Kecepatan level 22 menjadi 23


+Kekuatan fisik level 56 menjadi 57


[Misi selesai dilakukan anda mendapatkan hadiah dan telah dikirim kedalam akun anda]


"Ini semua berkat dewa Lennox, dia yang memberikan ku skill kecepatan dan dalam 1 hari level kecepatanku semakin meningkat seta kekuatan fisikku semakin bagus!" Ucap Aileena dalam hati, ia segera menjual susah barang yang ia punya yaitu satu karung bawang.


(Pemberitahuan Sistem)


[Semua misi telah dilaksanakan, hadiah sudah dikirim kedalam akun anda proses pembatasan informasi penggunaan]


"Aku harus memberitahu ide gila kak kepada Aileena mana tahu saja dia bisa menghentikan kelakuan kak!" Ucap Ciro dengan cepat ia pergi menuju lahan milik Aileena dan disaat itu juga bertepatan Aileena pulang dari alun-alun kota dan membawa banyak uang koin.

__ADS_1


"Eh... Tuan Ciro, salam hormat untuk anda." Ucap Aileena Ciro merasa tidak enak jika Aileena menghormatinya seperti itu. "Kau tidak perlu menghormatiku seperti itu, aku kesini ingin memberitahu ide gila kak! Apakah kau bisa berbicara denganku sebentar?" Tanya Ciro, Aileena membulatkan matanya. "Ha!? Ide gila?" Gumam Aileena matanya membelak.


Bersambung~


__ADS_2