Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 5 : Dewa Lennox & Dewi Alma


__ADS_3

"Iya! Baiklah aku akan izinkan kalian membantu Lyra!" Teriak Lyra tak sanggup lagi melihat wajah mengenaskan mereka, seketika itu juga mereka terlihat bahagia. "Maafkan aku Aileena sepertinya kedua dewa ini tertarik padamu!" Ucap Lyra dalam hati.


Saat malam hari tiba Aileena membuka salah satu buku tentang pertumbuhan dan perkembangan wortel, kentang dan kol dibuku tersebut.


Cara merawat wortel dengan baik.




Proses penjarangan dan penyiangan


Ketika sudah berumur sebulan, maka kita harus melakukan penjarangan agar tanaman wortel bisa tumbuh lebih cepat dan lebih subur serta nantinya hasilnya juga lebih bagus.




Pengairan


Pada masa awal pertumbuhan, tanaman ini membutuhkan udara yang cukup. Penyiraman sebaiknya dilakukan 1-2 kali dalam sehari. Setelah tanaman ini tumbuh besar, penyiraman dapat menurunkan intensitasnya. Namun, pastikan agar kelembaban tetap terjaga.




Pemupukan


Ketika tanaman sudah berumur 30 hari, kita bisa mulai memberikan pupuk susulan. Pupuk susulan ini bisa diberikan beserta dengan penjajaran dan penyiangan.




Hama dan Penyakit


Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman wortel cukup banyak, dari hama sendiri beberapa diantaranya adalah kutu daun, ulat tanah dan lain sebagainya.




"Astaga banyak sekali yang harus aku lakukan, sepertinya memang solusinya aku harus bisa naik level dan mendapatkan skil tangan pertanian!" Ucap tekad Aileena ia menatap tangannya itu lalu dengan cepat ia memutuskan untuk menutup buku itu lalu tidur.


"Semoga ketika aku naik level 20 sistem berikan skill itu, aku memohon sekali!" Gumam Aileena yang sudah tertidur lelap.


Keesokan harinya Aileena bangun dengan keadaan lebih baik, ia melihat apa saja misi kali ini yang diberikan oleh sistemsistem, sudah dua hari Aileena melakukan kegiatan merawat wortel, kentang dan kol sehingga membuatnya sedikit kelelahan. Tetapi Arthur terus saja mengganggunya dan mengata-ngatainya.


"Astaga lihat wajahmu, sepertinya kau tidak sanggup ya?" Tanya Arthur melihat wajah Aileena sedikit berantakan hari ini, Aileena tak mengkubis ia hanya melakukan kegiatan hariannya.


Ting! Ting!


(Pemberitahuan Sistem)


[Selamat anda naik level 25]


Hadiah yang didapat:

__ADS_1


-Exp 5.000


-Poin 4.000


-Skill khusus 'Tangan pertanian'


"Akhirnya, aku bisa tidur nyenyak!" Teriak Aileena dalam hari ia segera masuk kedalam rumahnya lalu menekan tombol menggunakan skill.


Ting!


(Anda menggunakan skill 'Tangan Pertanian' proses pemasangan dimulai)


10%


30%


50%


70%


90%


100%


(Pemasangan selesai pengguna bisa menggunakan skill tangan pertanian)


"Ya! Akhirnya aku merasakan sebuah energi baru masuk kedalam tubuhku, dan juga aku merasa lebih baik." Teriak Aileena. "Sistem Informasi pengguna." Ucap Aileena seketika layar tertera dihadapan Aileena.


Informasi pengguna)


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani pemula


Level: 25


Exp: 25.000


Poin: 20.000


Skill: -Kekuatan fisik


-Tangan pertanian


"Wah! Sudah kekumpul dua skill. Jika naik kelevel


30 maka julukan akan diganti kira-kira apa ya?" Gumam Aileena yang terus menatap level yang ia dapatkan.


Ting! Ting!


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewi Lyra: Selamat Aileena kamu telah mendapat skill itu. (Bahagia)


Aileena: Terima kasih atas ucapannya Lyra. (Senyum)

__ADS_1


Dewi Lennox: Kau Aileena kan? Senang bertemu denganmu Aileena! Saya adalah dewa kekuatan dan fisik Lennox! Saya sangat terkejut salah satu penggunaan dalam seminggu bisa naik level 25! (Senang)


Dewi Lyra: Mengapa Anda ada didepan layar monitor saya! Minggir sedikit! (Kesal)


Dewi Alma: Halo Aileena, astaga apakah kau ingin menjadi muridmu? Oh iya perkenalan namaku dewi Alma salah satu dewi apoteker kesehatan disini. (Senang)


Dewi Lyra: (Emosi)


Aileena: Halo dewa Lennox dan dewi Alma saya senang bisa berkenalan dengan anda. Tetapi sepertinya dewi Lyra sangat marah dan kesesakan karena anda, bisakah berikan sedikit ruang untuk beliau?


Dewi Lyra: (Emosi dan marah-marah)


"Astaga mereka dewa tetapi seperti anak kecil." Ucap Aileena ia tertawa kecil.


Aileena: Saya ingin meminta bantuan kepada anda, meskipun saya tahu bahwa ini mustahil.


Dewi Lyra: Memangnya kenapa Aileena?


Aileena: Itu saya ingin mendapatkan vaksin hama, saya rasa dewi Alma bisalah anda membuatnya untuk saya?


Dewi Alma: Kalau soal itu saya tidak terlalu ahli membuat vaksin untuk tanaman, tapi kalau untuk manusia dan hewan mungkin bisa. Tapi saya mempuyai beberapa buku cara membuat vaksinnya meskipun itu belum tentu berhasil. Apakah mau mengambilnya belajar saja tidak apa-apa, jika ada pertanyaan akan saya bantu ko. (Tersenyum)


Aileena: Kalau begitu tolong bantuannya dewi Alma. (Menundukan kepala)


Dewa Lennox: Apakah kau terus saja bekerja dan membuat expmu bertambah banyak Aileena?


Aileena: Ya karena saya ingin menjadi lebih kuat! Sama seperti anda! (Jujur)


Dewa Lennox: Kalau begitu bergurulah denganku! (Semangat)


Dewi Alma: Hei! Mengapa kau mencuri start dulu. Aileena kau bergurulah denganku, aku akan membantumu membuat beberapa vaksin dan membantu mengolah produk! (Tak mau kalah)


Dewa Lennox: Apa! Aileena ingin menjadi kuat ya! (Marah dan kesal)


Dewi Alma: (Ikuti marah dan kesal)


Aileena: dewa Lennox dan dewi Alma, tunggu sebentar-


Dewi Lyra: Nanti saja lagi kau mengobrol, aku ingin memukul mereka dulu, padahal mereka adalah seniorku. (Kesal dan emosi)


"Ah... Mereka bertengkar astaga dewa maupun dewi sama-sama ingin menang. Baiklah sepertinya bukunya sudah datang." Gumam Aileena ia melihat sebuah cahaya dan Aileena melihat sebuah buku berisikan beberapa pembuatan vaksin untuk hama.


"Vaksin ini sama seperti yang ada didunia manusia!? Aku kira vaksinya terbuat dari sihir dan ramuan aneh." Ucap Aileena ia membaca buku itu bolak-balik.


"Bagaimana perkembangan tentang gadis bodoh itu?" Tanya Arthur kepada salah satu orang yang terus melihat pergerakan Aileena setiap malam.


"Sepertinya tanamannya bertumbuh dengan cepat tuan Arthur. Padahal masa panen anda dengan nona itu sama, tetapi pertumbuhannya cukup cepat tuan, sepertinya butuh satu minggu lagi tumbuhan itu selesai panen." Ucap lapornya, seketika itu Ciro dan Arthur yang mendengarnya tekejut.


"Apa sayurannya cepat tumbuh dan segar!?" Teriak Arthur tak percaya, setahunan pertumbuhan tanaman cukup lama tetapi mengapa Aileena bisa lebih berbeda. "Aku tahu bahwa gadis itu spesial, sepertinya dia mempuyai tangan pertumbuhan pertanian. Rupanya itu bukan rumor dan legenda saja ya." Ucap Ciro sehingga membuat Arthur mengepalkan tangannya dengan kuat.


"Kau aku punya tugas untukmu, dan kau Ciro pergi dari ruangan ini!" Ucap suruh Arthur ia tahu bahwa Ciro sepertinya sangat membela Aileena, lalu Ciro hanya menurutnya saja karena ia tahu bahwa sang kak tengah merencanakan sesuatu agar Aileena rugi.


Keesokan harinya Aileena akan melakukan sihir pertumbuhan agar tanamannya terus bertumbuh tanpa usaha yang terlalu merepotkan setiap harinya.


Krek...


"Pagi tanaman-tanamanku-" Ucap Aileena dengan semangat yang selalu menyambut tanamannya, seketika ia membulatkan matanya dan seketika tubuhnya terjatuh ketanah. "Apa... Apa... Yang terjadi..." Ucap Aileena mulutnya bergetar dengan hebat.

__ADS_1


__ADS_2