Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 30 : Keberhasilan Aileena


__ADS_3

"Tidak! TIDAK! AKU TIDAK TAHU KALAU AKU GAGAL! AKU MOHON BERIKAN AKU KESEMPATAN LAGI DEWA LENNOX! BERIKAN AKU KESEMPATAN LAGI!" Ucap Aileena ia memohon agar pelatihan tidak selesai. Tetapi tak ada respon dari dewa Lennox.


"TIDAK!" Teriak Aileena dengan kencang seketika Nova yang mendengar suara teriakan itu pun terbangun.


"Aileena kau kenapa!? Kenapa kau tiba-tiba saja berteriak dan berkata 'tidak' terus!?" Tanya Nova seketika Aileena membuka matanya karena Nova terus saja menggoyangkan tubuhnya.


Aileena terkejut ia melihat sekitar ternyata ia tertidur dimeja makan dengan beberapa kertas yang berada dimeja. "Aku aku hanya mimpi tadi." Ucap Aileena seketika Nova bernafas lega.


"Kenapa kau menyebutkan dewa pedang dan sihir!?" Tanya Nova, Aileena terdiam sejenak ia pun menghela nafasnya. "Aku latihan setiap hari tanpa bolong, tapi tetapi aja aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan aura." Ucap Aileena, Nova tersenyum tipis dan mengelus rambut Aileena.


"Kau tahu dengan kau bersikap seperti ini, kau terlihat seperti adik kandungku. Aku sangat senang meskipun tubuhmu lebih tinggi dariku tetapi kau tahu kenapa aku tahu kau lebih muda darimu." Ucap Nova lalu Aileena yang melihat Nova bersikap layaknya seorang kak baginya pun memeluinya....


"Sebelumnya pun aku ingin sekali punya kak atau saudara kandung, tetapi aku tidak diberikan sehingga itu membuatku sedikit kesepian." Ucap Aileena dikehidupan sebelumnya pun sama ia tak mempuyai saudara kandung.


Sehingga temannya yaitu anak kecil dari tetangganya menganggapnya sebagai adiknya sendiri. "Kau boleh saja anggap aku kak kandungmu, apa lagi ibumu sudah tiada kau pasti kesepian dan sendirian." Ucap Nova.


"Ya, kapan-kapan aku akan pergi kemana makam ibu, apakah kau mau ikut?" Tanya Aileena lalu Nova menganggukan kepalanya. "Oh iya bagaimana dengan orang tuamu atau apakah kau punya saudara kandung?" Tanya Aileena, Nova terdiam.


"Hahaha tidak ada, hari ini giliranku yang memasak ya." Ucap Nova yang sepertinya tak ingin menjawab pertanyaan Aileena tetapi Aileena tak bisa memaksanua untuk mengatakannya.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Bagaimana, apakah kau siap untuk latihan hari ini Aileena?


Aileena: (Tersenyum)


Dewa Lennox: Bagus! Ayo kita langsung mulai saja, akan ada seekor monster yang akan membuatmu tak bisa menyingkir sebelum kau menyerangnya, mengerti?


Aileena: Tentu saja! Saya siap! Siap untuk kalah...


Dewa Lennox: Kenapa kau berkata seperti-


Aileena: Monsternya sudah ada! (Terkejut)


Sing....


Aileena memfokuskan diri banyak sekali monster yang sudah mengerumuninya, Aileena menarik namanya lalu menghembuskan nafasnya. "Hiyak! Ini akan sangat menyenangkan!" Teriak Aileena.


Semua monster pun ikut maju melawan Aileena lalu mereka menyerang satu persatu tanpa ada cela untuk berhenti, Aileena terus memotong dan menusuk mereka dengan gerakan cepat.


(Sistem Misi)


-Belanjakan poin ditoko poin [hadiah: 1.000 exp dan 1.000 poin]


-Belajar melakukan herbal dasar [hadiah: kenaikan level 2x lipat]


-Selalu berkata 'YA/SETUJU' satu hari penuh [hadiah: 500 exp dan 500 poin]


Aileena mengerutkan keningnya ketika layar misi itu memberikan misi aneh yang baru saja pernah ia lihat dan dapatkan. "Selalu berkata YA!?" Ucap Aileena seketika monster itu langsung tanpa aba-aba menukul Aileena sehingga terlempar beberapa meter.


Brak... Gudubrak...


"Ah... Astaga monster itu tidak bisa diam sedikit mereka terus bergerak." Ucap Aileena tubuh yang sedikit kesakitan luka dipipinya pun muncul akibatnya terkena goresan paku.

__ADS_1


Dan beberapa tangannya terluka serta kepalanya sedikit pusing. "Ish! Kalian monster-monster jahat!" Teriak Aileena ia langsung menyerah para monster itu dengan brutal.


(Pemberitahuan Sistem)


[Penggunaan skil pedang secara brutal!]


[Lakukan ini selama 5 menit! Dan naikan level!]


Aileena tak sadar bahwa dirinya tengah melakukan gerakan menyambung membuat para monster itu pun tak bergerak seolah-olah terhenti oleh waktu karena Aileena langsung menyerang mereka. Aileena pun tak sadar bahwa ada pemberitahuan dari sistem.


[1 Menit sikll meningkat]


[2 Menit sikll meningkat]


Argh! Argh!


Sing...


Sing...


Brak...


[3 Menit sikll meningkat]


Sing...


Argh! Argh!


[4 Menit sikll meningkat]


Krak... Krak... Krak...


Cling...


[5 Menit sikll meningkat]


[Misi tambahan selesai dilakukan! Level pedang level 100 atau tidak terbatas! Setingkat dengan dewa!]


Seketika Aileena pun tekejut pedabg tersenyum tiba-tiba menyala sangat terang, ia melihat pedang itu tanpa berkedip. Aileena menatap layar transparan itu bertandang bahwa misi tambahannya telah selesai.


"Sejak kapan ada misi tambahan!? Mengapa tidak ada notifikasi?" Ucap Aileena dengan terkejut.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Selamat Aileena akhirnya kau bisa mengeluarkan kekuatan aura! (Bahagia)


Dewi Lyra: Selamat Aileena, bagaimana perasaanmu? Level pedang milikmu tak terbatas loh!? (Senang)


Aileena: Apa!? Memang level pedangku level 100? (Terkejut)


Dewi Lyra: Sepertinya kau harus bisa meningkatkan skill meracik obatmu ya Aileena.


Aileena: Ba-baik, tetapi maafkan aku karena aku tidak bisa melakukannya dengan benar kemarin dewi Alma.

__ADS_1


Dewi Alma: Tidak apa-apa lagi pula dikehidupan sebelumnya kau belum tahu tentang meracik obat. Ku akan ajarkan sedikit.


"Informasi pengguna" Ucap Aileena.


Ting!


(Informasi pengguna)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani langka


Level: 56


Exp:61.600


Poin: 51.590


Skill:


[Kekuatan fisik level 80]


[Tangan pertumbuhan level 60]


[Penunggang kuda level 70]


[Kecepatan level 65]


[Ahli pedang level 100]


"Wah benar!" Ucap Aileena kegirangan.


(Pemberitahuan Sistem)


[Akan ada sedikit perbaikan sistem hari ini, dan misi kali ini akan tetap berjalan. Perbaikan informasi pengguna serta skill]


[Perbaiki sekarang/perbaiki nanti]


"Baiklah perbaiki sekarang." Aileena menekan tombol tersebut sehingga sistem pun tak berfungsi sementara tetapi misi tetap berjalan.


"Aileena! Aileena! Tuan Ciro datang! Cepat kau temui dia!" Teriak Nova ia memanggil Aileena untuk segera menghentikan latihannya lalu Aileena dengan cepat menganggukan kepalanya.


"Baiklah aku kesana! Tetapi mengapa tuan Ciro tiba-tiba datang!? Rasanya ada yang aneh mengapa tiba-tiba datang." Ucap Aileena ia penasaran pun langsung meletakan pedang miliknya dan berlari dengan cepat.


"Salam hormat untuk tuan Ciro. Kenapa anda tiba-tiba datang kesini? Apa lagi ini masih terlalu pagi." Ucap Aileena ia langsung duduk dihadapanya. "Ada masalah gawat! Kak Arthur lari kediaman dan sekarang Bion asistennya baru saja dicekik oleh kak!" Ucap Ciro seketika Aileena dan Nova yang mendengarnya pun terkejut.


"Apa maksudnya!? Tuan Arthur kabur dan ia menceritakan tuan Bion?" Tanya Aileena, Ciro menganggukan kepalanya dengan cepat. "Sebaiknya kita langsung pergi kesana. Saya membutuhkan anda nona Nova." Ucap Ciro dengan raut wajah seriusnya lalu Nova tak banyak fikir pun menganggukan kepalanya.


Nova langsung mengambil beberapa obat-obatan dan peralatan kesehatannya diruangannya. "Sudah lama aku tidak menjalankan tugasku sebagai apoteker." Ucap Nova ia mengelus kota yang berisikan alat-alatnya itu.

__ADS_1


"Argh! Sialan kalau begini caranya dari dulu sudah kubunuh saja para kesatria itu! Berani-baraninya pihak kekaisaran mencariku!" Ucap kesal Arthur ia sekarang berada dihutan antara kekaisaran sebelah dan para kesatria kekaisaran ingin menangkapnya.


Ketegangan akan dimulai! Bagaimana cara Aileena dan Ciro menyelamatkannya!?


__ADS_2