
(Pesan dari sistem obrolan)
Dewi Lyra: Selamat Aileena atas keberhasilannya! Kau bisa mengolah sistem ini dengan baik! Aku salut menjadi operatormu Aileena! Semoga dilain kesempatan kita bisa bersama.
Aileena: Apa maksudmu? (Terkejut)
Dewi Alma: Aku terharu melihat perubahan didunia ini Aileena! Ini semua berkatmu, sekarang para bangsawan wanita ingin mengikuti jejakmu! Selamat kuharap kita bisa bertemu kembali.
Aileena: Sebenarnya kalian sedang berbicara apa? Ini seperti slogan perpisahan saja...
Dewa Lennox: Memang iya, kita akan berpisah sampai sini saja Aileena, aku senang kau sekarang menjadi seorang sword master yang baik dan menggunakan kekuatannya dengan baik.
Aileena: Mengapa berpisah!? Padahal aku ingin selalu bertemu dengan kalian semua, padahal kalian yang memberikan saya kesempatan untuk bisa hidup didunia ini. Tanpa kalian saya tidak bisa apa-apa. Dan tanpa misi sistem dan berkat dari sistem ini aku mungkin tidak bisa menjalaninya dengan mudah!
Dewi Lyra: Aku tahu kau pasti akan berkata seperti itu, sebenarnya dengan berkat atau tidaknya sistem ini, sebenarnya kau juga akan mempertahankan hidupmu dari bahaya tersebut Aileena. Aku sangat ingat sekali ketika pertama kali kau menjadi orang yang menjengkelkan saat bertemu itu. Aku sampai mengulangbya didalam otakku hahahaha.
Aileena: Tapi kenapa? Kenapa harus berpisah? (Sedih)
Dewi Lyra: Karena target kami sudah mencapai 100 % yang artinya kau sudah mencapai target yang telah ditentukan. Makanya kami ingin membuatnu bisa betah didunia ini. Semoga saja kau mengerti. (Tersenyum)
Aileena: Tidak! Kalian para dewa yang disanjung para warga didunia ini kalian benar-benar ingin membuatku menangis! Sialan! (Menangis)
Dewi Alma: Astaga kau sangat imut ketika menangis hahaha (Tertawa)
Aileena: Jadi sisahnya kita sendiri yang menjalaninya begitu!? Tanpa sistem? Tetapi bagaimana dengan semua skill yang telah didapatkan semua pengguna?
Dewa Lennox: Skill itu akan tetap didalam dirimu, karena itu terbentuk karena ulahmu sendiri kan? Jadi tidak perlu takut, tetapi kekuatan exp masih akan terasa didalam dirimu.
__ADS_1
Dewi Lyra: Mereka akan tetap berada didalam dirimu. Kau benar-benar orang yang sangat keren! Aku sebagai operatormu sangat bangga bisa bekerja sama denganmu selama satu tahun. (Menangis)
Aileena: Baiklah... Sepertinya memang seperti itu peraturannya, baiklah selamat tinggal semuanya... Terima kasih telah memberikan kesempatan untukku hidup dan selalu bersama senang tanpa ada rasa beban dewi Lyra seperti saudaraku. (Tersenyum)
Dewi Lyra: Jangan menangis kalau tidakku jewer telingamu, tapi Terima kasih kau juga seperti saudaraku yang menjengkelkan. (Menangis)
Dewi Alma: Kau seharusnya mengatakan hal itu kepada dirimu! (Kesal)
Aileena: (Tertawa) Dan saya berterima kasih banyak kepada dewa Lennox, karena secara terhormat bisa berlatih pednag dari awal sampai saya menjadi seorang sword master. Saya sangat bangga dan terharu bisa belajar langsung dari anda, anda seperti ayah kandung saya yang selalu menasehati saya dan memperingati saya. (Tersenyum dan menangis)
Dewa Lennox: Dengan senang saya mengajarkan ilmu itu dengan baik, aku tidak salah menawarkan diri kepada dirimu. (Tertawa terbahak-bahak)
Dewi Alma: Terima kasih, anda telah mengajarkan saya tentang cara mengobati seseorang dengan tanam-tanaman disekitar dan mengolahnya dengan cara tradisional, sungguh saya sangat senang anda selalu menekankan kepada diri saya agar tidak takut untuk bisa membuat obat tradisional. Manjur tidak manjur tetap lakukan! Saya terus mengingat kata-kata anda.
Dewi Alma: Hem... Sama-sama saya juga sangat senang bisa mempelajari obat-obatan lagi. Mungkin saja saya akan mempertimbangkan membuat vaksin untuk hama tanaman, ini berkatmu juga bisa mendorong agar terus belajar hal baru.
Dewi Lyra: Tinggal pencet tombol bagian bawah saja Aileena, lalu keesokan harinya akan menghilang.
Aileena pun menatap apa yang dimaksudnya itu,lalu Aileena menemukannya ia terletak dibawah sebelah kanan.
[Lepaskan sistem! Pilih pilihan anda]
[Akhiri sekarang/Akhir besok]
Aileena dengan segera menekan tombol akhiri sekarang, lalu sekerika layar transparan itu tak terlihat lagi didepan Aileena, Aileena menangis melihat benar-benar sistem itu suda menghilang.
Akhirnya hanya dirinya sendiri di sebuah padang rumput yang sangat luas dan segar, dikelilingi beberapa pepohonan dan juga rerumputan yang hijau. Aileena masih tak bisa menghentikan air matanya itu, tetapi seseorang tiba datang dari belakang pohon tersebut dan membuat Aileena sedikit terkejut.
__ADS_1
"Kau menangis?" Tanya Ciro lalu sekerika Aileena mengelap air matanya dengan cepat, lalu menggelengkan kepalanya. "Engga sih, itu karena tiba-tiba saja debu membuatku kesal!" Ucap Aileena, lalu Ciro duduk disampingnya dan terdiam disana.
Ia seperti seorang yang bodoh, ia seperti ingin mengatakan hal tetapi tak bisa ia ungkapan kepada Aileena. Disisi lain akhirnya kesatria dapat menangkap Arthur di kerajaan sebelah dan membawanya keistana.
Hukuman untuk Arthur telah ditetapkan dan tuan Edward telah bebas dari penjaranya selama satu tahun. Besok adalah hari penghukuman Arthur. "Aileena aku sebenarnya menyukaimu, tapi entahlah aku terkadang ragu untuk mengatakan hal itu." Ucap Ciro dengan nada cepat lalu Aileena terkejut mendengarnya.
"Ah... Hahaha aku mengerti, aku tahu... Aku entahlah tapi aku masih belum yakin..." Ucap Aileena ia hanya tersenyum saja, tetapi itu tidak mebuat Ciro marah ia akan terus memperjuangkan cintanya kepada Aileena.
Keesokan harinya pengadilan kekaisaran mengetuk pernyataan bahwa Arthur akan di hukum pegal atau mati. Semua orang sangat gembira mendengar perkataannya itu, lalu Arthur tak hisa berkata apa-apa, akhirnya Aileena menang dalam perlombaa tersebut dan Arthur semakin membenci Aileena sedangkan keluarganya sama sekali tak peduli tentangnya.
"Ayah! Ibu! Mengapa kalian tidak menolongku!" Teriak Arthur tangannya dirantai dengan kuat, sedangkan para penjaga memegangnya dari belakang.
Plak...
Seketika tuan Edward melayangkan tamparan kearah Arthur dengan sangat kencang sehingga membuat pipinya merah. "Apakah kau sadar apa yang telah kau perbuat ha! Apakah kau sadar dengan apa yang terjadi dikekaisaran ini!" Teriak tuan Edwar tetapi Aileena dari belakang hanya terdiam saja dan menoleh kearah lain.
"Ayah tidak menganggapku sebagai anak ayah!" Teriak Arthur yang ingin memvela dirinya sendiri. "Apa yang telah kak lakukan!? Kak ingin memvela diri dengan cara naif seperti ini, seolah-olah kak tidak bersalah seperti itu!?" Teriak Ciro ia memegang kerah leher sang kak.
"Kau merebut posisiku sebagai duke! Kau memang licik Ciro!" Teriak Arthur seketika Ciro pun langsung memukul wajah sang kak tanpa ampun. "DARI AWAL KAU MEMANG TIDAK PANTAS SEBAGAI DUKE! KAU HANYA INGIN MENANG SENDIRI! KAU SELALU MEMAMERKAN SIAPA AYAH SEBENARNYA KEPADA SEMUA ORANG! KAU MEMANG TIDAK LAYAK!" Teriak Ciro tepat ditelinga Arthur sendri.
Seketika Aileena tekejut Ciro bisa marah ia mengirs bahwa Ciro tidak akan pernah marah, lalu Arthur terdiam dan pergi kedalam penjara kekaisaran tersebut.
Krek... Brak...
"Kuharap aku bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup. Aku tidak ingin menjadi seperti ini lagi." Ucap Arthur dalam hati seketika ia pun tertidur dan tak pernah bangun lagi.
Dua bab lagi menuju tamat... ^^
__ADS_1