
"Semoga pangeran bisa membalas surat itu!" Ucap Arthur dalam hati. Seseorang berjalan dari kejahuan serta membawa surat dari keluarga Edward.
"Yang mulia bagaimana dengan pendapat anda tengah penawaran tuan muda Edward, sepertinya sangat menginginkan tuntungan jika anda mendapatkan sebagian dari lahan itu?" Tanya salah satu orang yang bertugas membantu pangeran kedua.
Dia bernama Helix Cadel seorang pangeran kedua dikekaisaran banyak sekali lady yang ingin menikah dengannya, tetapi ia selalu saja menolak surat itu. "Nanti aku akan meminta bantuan ayah." Ucap seorang laki-laki berusia 19 tahun itu dengan rambut putihnya disertai mata merahnya.
Tap-tap-tap...
"Baginda apakah saya bisa membantu Arthur Edward untuk merebut tanah itu? Aku ingin ayah menyetujuinya." Ucap Helix dengan senyuman miringnya. "Boleh saja jika memang kau tidak sibuk, sekalian mengakrabkan diri dengan keluarga duke Edward." Ucap santai baginda raja, Helix tersenyum lalu dengan cepat ia membuat sebuah surat dengan cap logo kekaisaran.
"Sekarang semuanya bertumbuh dengan baik!" Ucap Aileena setelah beberapa hari ia tak melihat hidung batang Arthur, tetapi ia sangat bersyukur ia akhirnya bisa sedikit relax.
"Hei dimana tuan kalian? Apakah dia tidak ingin datang lagi!? Hahahaha, sudah kuduga hahaha." Ucap tawa Aileena melihat hanya pekerjanya saja yang terus datang kelahan itu. "Oh apakah dia sudah malas untuk bertani ya?" Tanya Aileena ia mengejek lagi, pekerja itu hanya teridam saja.
Tetapi tiba-tiba sekumpulan seorang yang memakai baju resmi darin kekaisaran datang kepertanian Aileena. "Permisi nona, apakah nona adalah nona Aileena selalu pemilik lahan ini?" Tanya salah satu dari sekumpulan orang itu.
Aileena mendekati mereka. "Ya itu saya, saya adalah Aileena ada perlu apa semua datang kesini?" Tanya Aileena dengan raut wajah bingungnya. "Kami ingin memberikan surat ini kepada Anda, sesegera mungkin anda pergi dari sini." Ucapnya lalu mereka, Aileena merasa ada sesuatu mengapa pihak kekaisaran sampai datang ketempatnya pun langsung membuka surat itu.
Salam nona Aileena...
Saya baginda raja dan juga Helix Cadel...
Ingin memberitahu bahwa tanah yang Anda tempati sekarang, adalah tanah milik keluarga Edward, anda harus mengangkat kaki dari sana sebelum 1 minggu lagi pasukan kami mengebrak lahan itu.
__ADS_1
Aileena yang membacanya pun terkejut ia membulatkan matanya dan mengerutkan keningnya. "Ba*ig*n! Dia meminta pihak kekaisaran untuk bisa merebut lahan ini! Aku tidak terima aku harus pergi keistana!" Ucapan Aileena dalam hatinya.
"Kalian dari istana kan? Apakah saya boleh ikut pergi keistana? Saya ingin berbicara dengan baginda raja!" Ucap Aileena dengan berani tak takut menatap para pasukan yang tubuhnya lebih kuat dan bersar dari Aileena, disisi lain Arthur yang sudah mendapatkan surat balasan dari pada pangeran Helix pun segera pergi kekekaisaran.
"Aileena kau ingin pergi kemana? Aku baru saja membuat obat aneh tapi-" Ucap Nova ia keluar dari tempat ruangannya tetapi Aileena tak mendengarkan perkataan Nova. "Aileena kau mau kemana!?" Teriak Nova yang melihat Aileena langsung pergi begitu saja dari rumahnya.
"Oh iya Nova tolong jaga rumah dan lahan ya, soalnya aku ingin pergi ke istana!" Teriak Aileena lalu biasanya menutup pintunya lagi. Para pasukan itu menggunakan kuda disisi lain Aileena bingung harus menggunakan kendaraan apa saya ini.
"Apakah kalian membawa satu ekor kuda?" Tanya Aileena kepada para pasukan itu, mereka menggelengkan kepalanya, Aileena dengan cepat berlari kearah belakang kediaman duke Edward, Aileena menemukan sebuah kandang ternak kuda disana lalu Aileena pun menungganginya tanpa seizin pemilik.
Drap-drap-drap...
"Ayo kita pergi keistana!" Ucap Aileena dengan berani ia menggunakan kuda dengan peralatan seadanya para pasukan itu terkejut bahwa gadis itu bisa menunggangi kuda. "Berkat expku yakin terus bertambah dan juga kemampuan berkudaku waktu sma dikehidupan sebelumnya, kuda belum seberapa!" Gumam Aileena ia terus melajukan kudanya.
(Informasi pengguna)
Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra
Mendapatkan Sistem : PERTANIAN
Julukan: Gadis petani istimewa
Level: 35
__ADS_1
Exp: 25.000
Skill: -Kekuatan fisik
-Tangan pertanian
Sesampainya diistana, Aileena masuk beserta para pasukan itu pun ikut masuk dan mengawali Aileena sampai masuk kedalam. "Baginda raja dan pangeran kedua akan memasuki ruangan!" Teriak seseorang, Aileena pun terkejut melihat Arthur berada tepat disebelahnya. "Ini pasti ulahmu kan tuan Arthur!" Ucap Aileena dengan kesal dan marah, tetapi Arthur hanya tersenyum miring saja.
"Jadi apa yang membawa kalian kesini?" Tanya Baginda raja kepada Aileena, Aileena berlahan-lahan mengangkat wajahnya dengan tatapan berani tak takut. "Sepertinya gadis ini menarik dia cukup berani untuk menatapku, padahal baru pertama kali dia bertemu denganku kan?" Gumam baginda raja.
"Bagunda raja, saya tidak setuju dengan permintaan anda dan juga permintaan yang mulia pangeran kedua! Karena saya adalah pemilik lahan itu! Jadi lahan itu adalah hak milik saya! Tetapi anda tiba-tiba saja mendatangkan surat dan ingin menghasilkan saya?" Ucap Aileena dengan nada kesalnya tidak ada sopan-sopanya. Semua orang penting diruangan itu pun terkejut.
"Astaga nadanya sangat tidak sopan gadis aneh! Kau sedang berbicara dengan baginda raja!" Teriak Helix yang tak suka dengan cara berbicara Aileena. "Jika anda merasa saya tidak sopan kepada anda dan baginda raja, itu karena kalianlah yang juga tidak sopan kepada saya!" Ucap tegas Aileena semua terkejut mendengar perkataannya.
"Jika anda menghormati saya maka saya akan menghormati anda, jika tidak saya pun akan bersikap sama!" Ucap Aileena tak takut, baginda raja tertawa mendengar perkataannya itu suaranya bergema diruangan tersebut.
"Hahahaha, kau adalah gadis pemberani Aileena. Jadi bagaimana apakah yang membuatmu datang kesini? Apa karena kau tidak Terima dengan permintaanku dan juga Helix?" Tanya baginda raja, Aileena menganggukan kepalanya. "Karena tanah itu adalah tanah peninggalan ibu saya." Ucap Aileena, Arthur mengeram tangannya kuat-kuat.
"Hohoho, jadi bagaimana agar tanahmu tidak direbut? Apakah kau mempuyai ide atau tawaran yang menarik Aileena?" Tanya baginda raja, Aileena tersenyum miring. "Saya ingin, saya dengan tuan Arthur bertanding untuk membuat sebuah produk yang akan membantu masyarakat, entah apa pun itu, sehingga produk itu bisa membantu masyarakat sekitar lainya, jika bisa seluruh kekaisaran mendapatkannya." Ucap Aileena saat itu Arthur dan Helix pun ikut membulatkan matanya.
"Em... Bagaimana denganmu Arthur? Apakah kau setuju?" Tanya baginda raja ia menatap kearah Arthur, Arthur tersenyum. "Saya akan menerimanya baginda raja." Ucap Arthur ia menunduk hormat.
"Baiklah sepertinya ini akan seru, saya akan izinkan kalian membuat sebuah produk apapun dengan ketentuan membantu warga kekaisaran ini. Saya akan menunggu kalian, siapa yang tak sanggup maka tanah itu akan menjadi pemiliknya." Ucap baginda raja ia pun mengesahkan pertandingan ini dengan beberapa saksi yang ada.
__ADS_1
"Jadi bagaimana tuan Arthur Edward? Apakah anda bisa membantu orang-orang disekeliling anda? Dan membuat produk bermanfaat?" Tanya Aileena ia terlihat sangat bersemangat dan mempunyai ide besar.
Kini pertandingan perebutan lahan dimulai, apakah Aileena bisa melakukannya? Baca terus cerita ini...