
"Argh! Sialan kalau begini caranya dari dulu sudah kubunuh saja para kesatria itu! Berani-baraninya pihak kekaisaran mencariku!" Ucap kesal Arthur ia sekarang berada dihutan antara kekaisaran sebelah dan para kesatria kekaisaran ingin menangkapnya.
Deg!
"Tolong Nova periksa Bion apakah dia terluka, dia baru saja dicekik cukup kencang tetapi saya tak tahu bagaimana dia tiba-tiba saja langsung deman dan katanya pusing. Dokter keluarga kami sedang pergi kesuatu daerah jadi dia tak bisa datang." Ucap Ciro, Nova menganggukan kepalanya ia melihat Bion laku mendekatinya.
"Salam hormat tuan Bion, saya apoteker yang akan memeriksa anda. Jadi anda jangan dulu bergerak tuan saya akan periksa leher anda sebentar." Ucap Nova lalu Bion hanya berpasrsh saja karena ia sangat pusing dan demam tak kunjung menurun.
Setelah beberapa menit Nova memeriksa Bion ia terkejut melihatnya. "Jadi bagaimana!?" Tanya Bion dengan suara serak ia tak bisa berbicara terlalu lama.
"Ini terjadi tekanan yang kuat pada leher, hal ini dapat membuat komponen-komponen ini menjadi terganggu fungsinya. Terutama jika terjadi trauma seperti tercekik, hal ini sangat berpotensi mencederai misalnya trakea atau saluran nafas kita sehingga kita menjadi sulit bernafas atau asfiksia, mengganggu fungsi kerongkongan, sampai bisa menyebabkan terjadinya pingsan atau kematian akibat hal-hal ini." Ucap Nova dengan panjang lebar Aileena dan Ciro pun terkejut mendengar penjelasannya.
"Lalu bagaimana sekarang!?" Tanya Aileena, Nona lipat lengan jas miliknya. "Aku akan membuat obatnya apakah aku bisa menggunakan dapur dan juga para pelayan?" Tanya Nova dengan wajah serius Ciro pun menganggukan kepalanya, ia mengantarkan Nova pergi untuk membuat obat.
Sedangkan disisi lain tuan duke Edwar beserta istrinya sangat pusing, banyak sekali warga yang sudah terkena penyakit akibat memakan semua panen-panen itu, dan banyak kehancuran rumah-rumah karena panen-panen itu membesar.
"Permisi tuan duke Edward, sekarang masalahnya semakin gawat. Saya bertemu dengan salah satu wakil kesatria dia menyampaikan berita bahwa para kesatria keluarga Edward sudah kualahan dan tak bisa bertarung lagi akibat luka." Ucap Aileena ia masuk ke ruang kerja tuan duke Edward beserta kesatria itu disampingnya.
"Aileena!? Mengapa kau datang kesini!?" Ucap kejut tuan Edward. "Itu tidak penting sekarang tuan. Sekarang kita butuh bantuan kesatria kekaisaran, tetapi saya sama sekali tak melihat satu pun orang kekaisaran datang membantu?" Tanya Aileena.
"Ah... Masalanya kekaisaran sepertinya tidak melirik kekawasan kami. Karena perbuatan Arthur." Ucap tuan Edward, seketika Ciro datang menghampiri Aileena keruangan kerja sang ayah.
"Sebaiknya anda harus pergi tuan, jika tidak wilayah ini akan benar-benar habis dipenuhi monster." Ucap Aileena, Ciro menganggukan kepalanya. "Iya ayah, anda pergi saja, biarkan saya menahan para monster itu agar tidak terlalu banyak yang merusak wilayah ini." Ucap Ciro.
"Baiklah, tetapi sekarang sementara duchess tolong pegang kedudukan ini sementara. Lalu Ciro tolong kerahkan seluruh pasukan." Ucap tidah tuan Edward. "Saya harap anda berhasil tuan duke." Ucap duchess ia menangis meneteskan air mata ia memeluk suaminya itu.
"Tenang saja saya akan membantu tuan Ciro!" Ucap Aileena seketika semua orang yang ada diruang tersebut terkejut. "Jangan Aileena jika tidak kau pasti akan terluka." Ucap duchess ia tak mau Aileena terluka, Aileena menggelengkan kepalanya.
"Saya ingin membantu para masyarakat yang benar-benar terluka, saya sekalian ingin mengevakuasi para korban yang berjatuhan sakit!" Ucap tegas Aileena, tak ada pilihan lain mereka pun mengizinkan Aileena terjun untuk melawan para monster itu.
"Tapi jika kau nanti pasti kesusahan, jangan takut untuk panggil aku nanti." Ucap tegas Ciro, Aileena menganggukan kepalanya lalu tersenyum. "Baiklah nanti beberapa jam lagi akan pergi kekaisaran." Ucap tuan duke.
Semua orang mempersiapkan keberangkatan tuan duke untuk meminta bantuan kepada kaisar langsung. Lalu disaat itu juga Nova terus berusaha meracik obat dan vaksin secara bersamaan, sedangkan Mery diminta untuk menjaga lumbung sebelum Aileena pulang.
Ting! Ting!
(Sistem Misi)
-Belanjakan poin ditoko poin [hadiah: 1.000 exp dan 1.000 poin]
-Belajar melakukan herbal dasar [hadiah: kenaikan level 2x lipat]
-Selalu berkata 'YA/SETUJU' satu hari penuh [hadiah: 500 exp dan 500 poin]
__ADS_1
"Ah... Aku lupa jika aku harus mengerjakan misi. Nanti malam aku belajar herbal dasar laku aku akan berkata ya itu pas kapan ya?" Ucap Aileena ia menunggangi kuda miliknya tepat Ciro berada di sampingnya.
Para pasukan keluarga Edward telah menentukan untuk melakukan pertolongan didaerah sebelah timur yang sangat banyak sekali korban berjatuhan disana.
"Toko sistem!" Ucap Aileena layar itu pun menujukan apa yang Aileena minta.
(Toko sistem)
Tersedia dua pilihan
[Peralatan pertanian / Alat bantu skill]
[Alat bantu skill]
-Tombak level 30 (30.000 poin)
-Pedang level 45 (50.000 poin)
-Tongkat level 20 (30.000 poin)
-Bujur Panah level 46 (35.000 poin)
-Pedang besi tidak ada level [15.000 poin]
-Bujur panah tidak ada level [5.000 poin]
-Botol energi sihir 50% (30 poin)
-Obat pemilihan stamina (10 poin)
-Obat penyembuhan (10 poin)
(Nantikan skill lainnya)
[Peralatan Pertanian]
-Pakaian gadis petani (10 poin)
-Alat produksi
-Peralatan pertanian (Tergantung keinginan)
(Nantikan alat-alat lainnya)
__ADS_1
"Baiklah aku akan membeli pedang level 45!" Ucap Aileena sistem itu pun memproses cepat.
[Apakah anda akan membeli ini? Keluarkan poin sebesar 50.000?]
[Ya/Tidak]
"Ya!" Ucap Aileena ia tersenyum puas, sistem itu pun memproses lebih lama dari biasanya.
10%
20%
30%
40%
50%
"Sepertinya kita sudah sampai Aileena ayo kita masuk kedalam desa ini." Ucap Ciro sehingga membuat Aileena tersadar mereka telah sampai ditempat tujuannya. "Oh iya, saya lupa. Tetapi mengapa sepertinya desa ini sangat..." Ucap Aileena semua rombongan masuk kedalam desa itu. Desa itu sangat sunyi tak ada suara monster dan senyap.
"Permisi!? Apakah kepala desa ada disini!?" Tanya Aileena ia berteriak, lalu seseorang datang dari belakang.
Sing!
"Siapa itu! Jangan berani melukai tuan Ciro!" Ucap semua kesatria yang berada berdiri tepat dibelakang. "Hem... Sepertinya mereka tak mau melindungiku." Ucap Aileena dalam hati.
"Seorang anak kecil!?" Ucap Aileena ia mendekati anak kecil itu. "Hiks-hiks-hiks... A-apakah kalian dari bangsawan duke?" Ucap anak kecil itu ia berusaha untuk berbicara tetapi dengan keadaan menangis dan merinding ketakutan terlihat dari kakinya serta tangannya yang gemetar.
"Iya, kami dari kediaman duke? Kenapa kami disini? Lalu dimana kepala desa dan dimana semua orang?" Tanya Aileena, anak kecil itu terdiam sejenak lalu Ciro menghampiri anak kecil itu.
"Jangan takut kami akan menyelamatkan orang-orang didesa ini, jadi katakan saja." Ucap Ciro agar anak itu tenang. "Semua orang ditelan oleh para monster dan semua yang sakit sekarang berada diatas bukit itu berlindung lalu semua orang disini sudah meninggal." Ucap anak kecil itu seketika kabut yang menyelimuti desa itu menghilang seketika secara berlahan.
Aileena serta Ciro dan rombongannya terkejut melihat sekeliling mereka banyak mayar yang sudah meninggal tergeletak disembarangan tempat. "Tempat ini seperti mayat zombe..." Ucap Aileena dalam hati yang mengingatkannya dalam film yang pernah ia tonton.
Bagaimana misi penyelamatan kali ini? Apakah Aileena dan Ciro bisa menanganinya? Pertarungan seru akan dimulai!
Sumber penyakit Bion, selengkapnya bisa dicek disini jika kepo... ^^
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/sakit-leher-abis-tercekik
Jangan lupa follow akun author nih... 😁
__ADS_1