Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 12 : Kekuatan Aura


__ADS_3

Eh... Tuan Ciro, salam hormat untuk anda." Ucap Aileena Ciro merasa tidak enak jika Aileena menghormatinya seperti itu. "Kau tidak perlu menghormatiku seperti itu, aku kesini ingin memberitahu ide gila kak! Apakah kau bisa berbicara denganku sebentar?" Tanya Ciro, Aileena membulatkan matanya. "Ha!? Ide gila?" Gumam Aileena matanya membelak.


"Silakan duduk dan minum teh ini, saya racik sendiri loh. Tolong berikan komentarnya tuan." Ucap Aileena ia memberikan sebuah cangkir kepada Ciro. "Sudah ku bilang aku tidak ingin dipanggil tuan!" Ucap kesalnya seperti anak kecil.


"Jadi memang apa ide gila tuan Arthur?" Tanya Aileena yang tertawa mendengar kata gila itu. "Hah... Kak tengah membuat sebuah benih tetapi benih itu tidak membutuhkan perawatan khusus, dan itu benih yang belum pernah dibuat oleh penelitian, apa lagi membuatnya dan memperedarkannya." Ucap Ciro, Aileena membulatkan matanya.


"Ha? Mana ada benih yang bisa tumbuh! Seharusnya dia berfikir dulu! Sialan jika ada sesuatu yang aneh dalam benih itu bagaimana?" Teriak Aileena yang terkejut mendengarnya. "Aku meminta kepadamu tolong beritahu Arthur soal ini. Jika dia mendengarkan kataku pasti dia tidak mau." Ucap Ciro memohon.


"Ya boleh saja tetapi mengapa harus aku?" Tanya Aileena tetapi Ciro hanya terdiam saja tak menjawab. "Tidak ada, kalau begitu aku pergi. Oh iya jika kau meminjam kuda tidak apa-apa kau tidak perlu minta izin, dan satu lagi tehnya enak nona." Ucap Ciro lalu ia berjalan pergi, saat itu Aileena yang mendengar mendengarnya seketika pipinya merah.


"Dia bisa saja membuatku kesal!" Gumam Aileena, lalu ia memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.


Keesokan harinya Aileena memutuskan untuk bangun pagi dan mulai berlatih dengan dewa Lennox setiap matahari belum terbit. "Baiklah kali ini kita akan berlatih!" Teriak Aileena memegang sebuah pedang yang terbuat dari kayu.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Baiklah kali ini kau akan melakukan latihan, aku akan mengajarkan mu beberapa teknik dasar karena kecepatan mengayunkan pedangmu cukup bagus dan gerakan cepat tubuhmu juga cepat.


Aileena: Baik! Saya akan memulai.


Dewa Lennox: Terus ayunkan! JANGAN TERLALU KEBAWAH KEATAS SEDIKIT, KAKIMU TERUS SEPERTI ITU TUSUK! TUSUK! DENGAN CEPAT LAGI! LAGI!


"Lenganku rasanya ingin patah huaaaaa astaga aku tidak sanggup jika aku harus menusuk tidak jelas kedahang pohon yang cukup kuat, justru pedang kayu ini akan patah." Ucap Aileena dalam hati ia terus melakukannya berulang-ulang kali.


Setelah melakukannya selama 30 menit akhirnya latihan itu selesai dilakukan Aileena dan hasilnya adalah pedangnya justru patah.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Ah... Pedangnya jadi patah itu karena kau kurang mengeluarkan mana didalam dirimu! (Kesal)

__ADS_1


Aileena: Kenapa justru saya yang harus disalahkan? Memang jika ditusuk tanpa henti maka pedangnya akan patah. (Menangis)


Dewa Lennox: Ayo kita lanjutkan dengan berlari lalu push up dan lompat selama 500x! Cepat! (Tegas)


Aileena: Ba-baiklah! Tetapi tidak bisa kah istirahat 5 menit saja lengan tangan dan kakiku rasanya lelah.


Dewa Lennox: Tidak bisa! Sebelum matahari terbit kau harus bisa melakukan! Cepat lakukan! (Teriak dan tegas)


Aileena: Baiklah.... (Lesu dan lelah)


Tak-tak-tak...


Bruk...


"Hah... Hah... Hah... Lelah! Tapi aku tidak boleh tidur disini! Aku harus melompati selanjutnya." Gumam Aileena ia pun kembali berdiri dan melompat sebanyak-banyaknya sehingga seseorang melihat Aileena latihan dari kediaman duke.


"Aileena mengapa dia sepertinya berlatih sangat keras? Apa jangan-jangan dia ingin berlatih pedang? Tetap sepertinya dia belum bisa mengeluarkan mananya? Padhal mana gadis itu sangat kuat dan berpotensi sangat besar." Ucap Ciro yang rupanya mengintip Aileena berlatih ia terkejut tak banyak gadis yang ingin bisa mengayunkan pedangnya.


Ciro melirik sebentar kearah Aileena yang tengah push up lalu ia pergi. "Ah.... Akhirnya matahari muncul! Akhirnya aku keluar dari pembelajaran siksaan ini!" Teiak Aileena dengan senang melihat matahari terbit.


(Pesan dari sistem obrolan)


Dewa Lennox: Apakah kau sengsara dengan latihan ini? Jika iya kau tidak perlu lakukan.


Aileena: Tidak, saya hanya selama satu setengah jam saya melakukannya tetapi saya tidak bisa mendapatkan ruang untuk istirahat. (Kesal)


Dewa Lennox: Justru seharusnya aku yang kesal! (Teriak)


Aileena: Kenapa harus anda!? Anda kan hanya memerintah kan saya saja!? (Kesal)

__ADS_1


Dewa Lennox: Itu karena energi manamu yang tidak mau keluar! Sehingga prosesnya menjadi lebih lama! (Marah)


Aileena: Memang apa yang harus saya keluarkan? (Penasaran)


Dewa Lennox: Kekuatan Aura, itu adalah tingkat yang harus bisa dikuasai! Jika tidak kau tidak bisa disebuah sebagai gelar 'master pedang' dengan level tertentu, tentunya itu butuh usaha, makanya sebab itu aku tahu kau bisa belajar lebih cepat dari pada manusia bisanya.


Aileena: Wah!? Aku kira jika aku bisa mengayunkan pedang aku tidak akan mendapatkan gelar. Tapi tunggu apalagi gelar itu sama seperti skill? (Senang)


Dewa Lennox: Tentu saja!


Aileena: Kalau begitu saya akan berlatih setiap jam 4 subuh! Saya akan bangun dan berlayih lebih keras dan mendapatkan skill itu agar bisa mendapatkan koleksi skillku selanjutnya!


Dewa Lennox: Kau hanya menambah jam latihan karena ingin mendapatkan skill saja!? Astaga. (Pingsan)


Aileena: Eh!? Apakah dewa Lennox baik-baik saja!? Dewa? Dewa?


"Aileena bagaimana dengan sarapan hari ini? Oh iya aku tinggal mencobanya saja kepada salah satu tanamanmu loh?" Ucap Nova yang selesai mandi dan pergi keruang tamu. "Eh? Aileena kau mau pergi kemana lagi!? Masa aku lagi yang siram tanamannya!" Teeiak Nova yang melihat Aileena tengah bersiap-siap pergi.


"Heheheh, aku ingin membeli toko, mencari pekerja dan mencari beberapa alat mesin. Lalu aku juga ingin menjual mengantarkan beberapa pesanan pedagang! Tenang saja aku sudah mempercepat tumbuhanku dengan tanganku. Tolong banget ya, selamat tinggal." Ucap Aileena ia langsung menutup pintu itu dengan cepat padahal Nova belum mengatakan apa yang ia lakukan dengan hasil penelitiannya.


"Astaga gadis itu selalu saja melakukan kegiatan yang membuat tubuh lelah!? Dan juga dia selalu sibuk padhal aku sudah membuat vaksin yang dia minta!" Grutu Nova kesal ia pun memakan nasi goreng yang dibuat oleh Aileena.


Kik-kik...


"Astaga bella, kau semakin bersemangat hari ini ya?" Ucap Aileena kepada salah satu kuda milik Ciro yang diberi nama oleh Aileena karena terus menggunakan Bella. "Ayo kita pergi!" Teriak Aileena.


Brak!


"Bagaimana dengan penelitiannya! Mengapa sangat lama sekali!? Padahal aku sudah membayar kalian semua! Apalagi terutama untukmu!" Teriak Arthur kepada para penyihir disana. "Maafkan kami, kami sudah membuat benihnya hanya saja tinggal sedikit penyempurnaan." Ucapnya yang ketakutan Arthur mengerutkan keningnya. "Untuk susahnya bagaimana apakah kalian sudah mencoba membuat produk lain yang aku minta?" Teriak Arthur, mereka menganggukan kepalanya, lalu Arthur tersenyum miring.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2