Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 35 : Swordmaster


__ADS_3

Dewi Lyra: Maaf aku jarang muncul Aileena, aku tahu kau pasti bisa melakukannya! Kau pasti bisa membantu kekaisaran ini... Aku pun akan memberkatimu Aileena. Kumohon bantu dunia ini agar tidak hancur, karena kami tahu kau berpotensi melakukannya.


Aileena: Mengapa? Padahal aku hanya seorang gadis berumur 18 tahun!? Mengapa aku harus menjadi kesatria dan aku hanya seorang perempuan biasa!?


Dewi Lyra: Kami yakin sepenuhnya denganmu. Ok...


Aileena: •••


Keesokan harinya, Aileena beserta lainya pun mengucapkan selamat bahwa Ciro resmi menjadi penerus duke. Meskipun ia diangkat karena keadaan mendesak, semua warga yang mendengar berita itu turut senang karena mereka tahu kinekerja Ciro selama ini apa.


"Selamat tuan duke Ciro, anda sekarang resmi menjadi duke. Sudah kuduga anda akan menjadi penerusnya." Ucap Aileena, semua orang pun mulai bubar dan menjalankan tugas mereka untuk membantu para warga yang tengah kesusahan disana.


Bantuan demi bantuan datang keseluruh penjuru wilayah, terutama kaisar yang tahu bahwa Ciro sekarang menjadi penerua duke pun ingin ia datang keistana sebagai ucapan selamat baginya.


"Jadi anda akan pergi keistana? Apakah saya boleh ikut?" Tanya Aileena dengan senang, Ciro menganggukan kepalanya. "Tetapi untuk apa kau pergi kesana? Padahal kau bisa membantu para warga atau setidak menjaga panenmu." Ucapnya, Aileena hanya tersenyum saja.


Ia berkata bahwa ia baik-baik saja sehingga, Ciro pun hanya mengiyakan saja keinginan Aileena. Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, akhirnya mereka sampai disana sore hari, disana mereka disambut tak layak seperti bangsawan lainnya.


"Wah... Sepertinya kau datang ya tuan duke Ciro Edward. Penerus wilayah barat yang baru..." Ucap kaisar ia tak menyangka bahwa ia menuruti kata-katanya untuk datang dan disisi lain putra mahkota serta pangeran kedua berada disampingnya.


"Dan mengapa kau datang gadis bodoh!? Apakah kau ingin meminta maaf atas kejadian lalu?" Tanya Helix dengan wajah sombongnya, sedangkan disisi lain putra mahkota sendri hanya diam tak mau ikut campur ia hanya duduk dan menatap kearah lain.


"Tidak... Tetapi saya ingin bergabung dalam pasukan kesatria kekaisaran, saya ingin bisa membasmi pwra monster juga." Ucap Aileena seketika Helix, Ciro dan kaisar terkejut sedangkan Chole langsung menoleh kearahnya.


"Mengapa kau ingin bergabung?" Tanya Chole dengan nada dingin seperti salju. "Saya ingin menbantu para warga diluar sana, dengan kemampuan yang saya miliki!" Ucap tegas Aileena laku seketika Helix tertawa mendengar alasan Aileena.

__ADS_1


"Astaga alasan yang sangat bagus! Apakah kau hanya sok-sokan menantang diri bahwa kau bisa melakukannya!? Apakah kau ingin semua kekaisaran tahu bahwa kau seorang sword master!?" Ucap ejek Helix trtpai Aileena mengerutkan keningnya tak Terima dengan perkataan Helix.


"Saya memang seorang sword master!" Ucap tegas Aileena, lalu lagi-lagi Helix tertawa Ciro yang mendengarnya pun hanya terdiam ia terkejut dengan setiap perkataan yang Aileena lontarkan.


"Oh iya kan!? Kalau begitu coba buktikan bahwa kau seorang sword master!? Dan apakah kau mempuyai surat bahwa kau lulusan akademi kesatria kekaisaran!?" Tanya kaisar yang sedari tadi diam kini ia angkat bicara, kaisar seolah-olah menganggap Aileena hanya gadis biasa dengan tubuhnya yang tak seberapa.


"Hahahaha.... Paling pas angkat pedang langsung jatuh! Apakah kau kira menjadi sword master itu hanya bualan wahai gadis jelita!" Terkait Helix suaranya bergema diseluruh ruangan itu.


Lalu Chole berdiri dengan sendirinya lalu ia mendekati Aileena. "Jika kau sword master lewati rintangan ini dulu. Ayo lawan aku!" Ucapnya dengan nada dingin, Aileena yang menatapnya tekejut ia akan berduel dengan putra mahkota.


"Aileena sebaiknya kau pikirkan hal ini! Jika kau bertarung dengan putra mahakota yang ada kau akan mati! Dia terkenal dengan ahli dalam hal ini!" Ucap Ciro ia berbisik tepat disamping Aileena, tetapi Aileena terdiam sejenak lalu menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa melakukannya. Aku sudah berusaha datang ksini, aku akan berusaha agar mereka percaya bahwa aku seorang sword master!" Ucap bisik Aileena, tetapi tak banyak yang harus Ciro lakukan selain ia harus menganggukan kepalanya.


"Jika kau tak sanggup gunakan bola ini, ini membawamu pergi dari istana nanti ok!" Ucap Ciro ia menyelipkan tepat disamping Aileena, Aileena melihat bola kecil itu dan menganggukan kepalanya.


"Buktikan bahwa kau sword master!" Ucap Chole dengan wajah datarnya tak tersenyum sedikitpun, Aileena meneguk salivanya dia memegang erat pedang miliknya itu.


Ketika kaisar berteriak memulai, Aileena pun menyerang lebih dahulu, tetapi Chole tetap diam disana tak bergerak ia seperti memperbolehkan Aileena menghampirinya.


Aileena mulai melakukan serangan pertamanya, ia ingin menyerang tepat langsung didepan wajah Chole, tetapi Aileena menipu Chole dan menyerangnya dengan cepat kearah kaki tempat paling fatal.


Sing... Tak....


Seketika pedang milik Aileena tak menyentuh kakinya itu, justru Chole bisa membaca gerakan Aileena, lalu Aileena tak menyerah ia terus menebas agar salah satu bagian tubuhnya terkena pedang miliknya.

__ADS_1


Sing... Tak...


Sing... Tak...


Sudah berkali-kali Aileena menyerangnya dengan kekuatan penuh dan dengan penuh konsentrasi dan taktik jitu. Tetapi tetap saja Aileena masih tak bisa menyentuh, sehingga membuat tubuh Aileena sedikit kelelahan.


"Sudah lelah!? Giliran aku!" Ucap Chile ia berlari kearah Aileena dan seketika Aileena menghindar dengan cara melompat dan akhirnya ia tak mengenai dirinya. Tetapi dengan cepat Chole mengambil tindakan sama yaitu mengikuti Aileena dari belakang.


"Mau tak mau aku harus menyentuh pedangnya!" Ucap Aileena dalam hati ia terus berlari dan menghindari serangan Chole, pednag milik Chole sanah unik karena ia menggunakan kekuatan aura yang sangat juat, sehingga membuat Aileena pun sedikit kualahan.


"Gadis ini cukup tahan!" Ucap Chile ia terus mengajukan pedangnya tetapi Aileena terus menahannya dengan pedang miliknya. "Argh! Se-seprtibya kekuatan auta yang mulia cukup besar juga ya!?" Tanya Aileena ia terus menahan pedang milik Chole.


Dengan wajah tenang dan datarnya Chole terus menyernag Aileena dengan bertubi-tubi seperti seorang sword master yang sangat ahli, sehun membuat pedang mereka menimbulkan percikan-percikan.


Sark.. Sark...


Sing... Sing...


Bats... Bast...


"Argh! Dadaku sangat kesakitan! Nafasku juga sangat sesak! Aku terus saja menggunakan oksigen sehingga membuatju sesak! Argh!" Ucap Aileena ia setrika menundukkan kepalanya sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


Dari kejauhan Ciro terkejut karena ia tahu pasti akhirnya ia akan kalah karena terus mempertahankan diri dari serangan Chole. "Hentikan saja niatmu menjadi kesatria, sedangkan kau saja tak bisa bernafas seperti itu kan!?" Ucap remeh Chole tak menyangka Aileena bisa diremehkan juga dengan putra mahakota yang terkenal dingin itu.


"Kau rupanya tokoh RED FLAG!" Teriak Aileena seketika Chole dibuat terkejut dengan perkataan Aileena. Aileena langsung berdiri ia sepertinya sangat senang melihat Chole. "Apa maksudmu!?" Tanya Chole dengan nada pelan.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2