Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 21 : Keanehan Hasil


__ADS_3

Drap-drap-drap...


"Ayo kuda, kita harus pergi sekarang!" Ucap Aileena ia dengan cepat menungangi kudanya itu.


Kotak-kotak-kotak...


"Nova! Nova! Nova ohok! Ohok! Nova!" Teriak Aileena ia berlari setelah mengembalikan kuda milik Ciro kedalam kandang miliknya ia berlari seperti orang gila.


"Iya... Iya kenapa sih!? Harus lari-lari gitu kaya dikejar tuan Arthur aja." Ucap Nova yang keluar dari ruangan miliknya, Aileena langsung meletakan tomat diatas meja makan itu laku Nova menatapnya sekejap.


"Ini tomat ini aduh capeknya." Ucap Aileena ia duduk disana Nova terus menatao tomat itu dengan teliti. "Apakah kau tahu kenapa?" Tanya Aileena. "Ini kan tomat memang kenapa sih!?" Tanya Nova dengan kesal, Aileena seketika mematung diam.


"Ini memang tomat loh! Tapi ukurannya gak wajar! Gak wajar! Ngerti kata gak wajar gak sih!?" Tanya Aileena dengan kesal, lalu Nova melihat tomat itu dengan sangat teliti lalu membulatkan matanya.


"Kau benar, tomat ini ukurannya tidak wajar lah..." Ucap Nova ia memegang tomat itu lalu melempar-lemparnya. "Tetapi mengapa bisa tomat ini tumbuh hampir sebuah apel merah. Malah apel juga kalah dari tomat ini?" Tanya Nova, Aileena menggelengkan kepalanya.


"Coba teliti apa yang membuat tomat itu besar, aku takut karena aku melihat bukan hanya tomat saja yang tumbuh dengan ukuran tak wajar seperti itni, ada lobak, wortel, kentang, timun dan masih banyak lagi." Ucap Aileena ia akhirnya bisa minum air putih dengan tenang.


"Memang kau mendapat tomat ini dan mengetahui bahwa banyak sayur-sayuran yang tumbuh tak wajar dari mana?" Tanya Nova. "Aku bermain sebentar keibu kota, lalu baku melihat banyak pedagang yang mendapat hadiah sayur seperti itu." Ucap Aileena.


"Baiklah nanti malam aku melihatnya." Ucap Nova ia membawa tomat itu keruangan miliknya, Aileena ditinggal sendirian disana.


Ting! Ting!


(Pemberitahuan Sistem)


(Misi Sistem)


[Tingkatkan level kecepatan hadiah: 200 exp dan 200 poin]


[Berhasil anda kerjakan, hadiah akan dimasukan kedalam akun anda]


+100 exp


+100 exp


+100 poin


+100 poin

__ADS_1


[Level kecepatan bertambah dan selamat anda naik level!]


"Cek informasi pengguna." Ucap Aileena, layar pipi itu pun menujukannya.


(Informasi pengguna)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani langka


Level: 56


Exp: 61.300


Poin: 51.290


Skill:


[Tangan pertumbuhan level 50]


[Penunggang kuda level 40]


[Kecepatan level 44]


[Ahli pedang level 25]


"Wah... Level pedang dan kecepatanku naik! Akhirnya-akhirnya. Tapi kapan aku bisa mengeluarkan kekuatan aura ya? Ah... Kenapa susah sekali mendapat kekuatan aura." Ucap keluh Aileena ia melihat exp nya terus bertambah sehingga membuatnya bisa naik level dan lebih kuat.


Brak...


"Tuan! Tuan Arthur!" Teriak Bion yang berlari kearah Arthur, padahal Arthur sedang melihat proses pembuatan produk miliknya yang kedua. "Kenapa kau ini Bion!? Biasa saja kali!? Mengapa kau berlari seperti orang aneh!?" Teriak kesal Arthur padahal dia sedang asik melihat penemuannya yang jenius.


"Maafkan saya tuan Arthur. Sayang ingin memberikan laporan mengenai perkembangan produk biji itu tuan." Ucapnya lalu Arthur dan Bion pun segera pergi keruangan kerja miliknya.


"Jadi apa yang tengah ingin kau bicarakan kepadaku sehingga kau terburu-buru tidak jelas!?" Tanya Arthur ia duduk dikursi kebesaran miliknya dengan santai dan gayanya yang elegan.

__ADS_1


"Saya mendapatkan laporan bahwa ada sebagian petani dari timur mengeluh karena panen mereka setiap harinya bertambah besar dan ukurannya itu tidak wajar, lalu juga ada yang melapor bahwa ada tumbuhan yang umbi tetapi akarnya menjalar ketanaman umbi-umbian lainnya." Ucapnya Bion menjelaskannya dengan panjang lebar, Arthur terkejut mendengar.


"Sebaiknya kita hentikan saja pemasaran produk ini tuan. Lalu banyak dari mereka meminta solusi dan pendapat tuan." Ucap Bion ia menujukan skala pertanggung jawaban dari Arthur, Arthur pun terdiam sejenak.


"Tidak, bilang pada mereka, kami akan memberikan sebuah produk untuk baru agar membantu menanggung kerugian, lalu memang ada laporan bahwa mereka mengalami hal aneh setelah memakan hasil panen?" Tanya Arthur kepada Bion, lalu Bion segera membuka lembaran-lembaran kertas itu dan menggelengkan kepalanya.


"Lalu mengapa mereka protes!? Lebih baik sebarkan biji itu dengan skala kecil, kita akan meluncurkan produk baru minggu depan." Ucap Arthur dengan kesal, Bion hanya menundukan kepalanya.


"Memang produk apa yang akan anda lakukan tuan?" Tanya Bion yang penasaran, Arthur tersenyum miring. "Aku akan memberitahumu nanti." Ucapnya lalu Bion hanya terdian mematung saja.


Krek...


Brak...


"Jadi apa yang kau diskusikan dengan kak ku Bion?" Tanya Ciro yang sedari tadi mendengar didepan pintu mendengar penjelasan Arthur. "Tidak, karena aku adalah orang yang sangat dia percaya." Ucap Bion ia menggunakan telunjuk jarinya dan menggoyangkannya saja.


Krek...


"Nova aku ketempat ternak tuan Ciro sebentar karena aku meletakan kudanya dengan terburu-buru ok!" Teriak Aileena tepat didepan pintu rumahnya, Nova pun hanya menggelengkan kepalanya.


Tak...


Nova membelah dua tomat dan anehnya ketika Nova membela tomat itu, ia merasa buah tomat itu bertambah besar entah itu hanyalah perasaannya saja atau tidak.


"Mengapa buah ini bertambah besar ya!? Aku merasa ada yang janggal dengan buah ini." Ucap Nova ia semakin penasaran dengan tomat itu. "Aku harus membedahnya buahahahaha!" Ucap Nova dengan tawa jahatnya seperti seorang apoteker kejam dan licik.


Tap-tap-tap...


"Hei Aileena, mengapa kau kesini?" Tanya Ciro yang terkejut bahwa Aileena berada di ternak kuda miliknya, meskipun ia tidak mempunyai banyak hewan ternak. "Oh! Tuan Ciro, salam hormat untuk anda. Saya hanya ingin memberikan makan kuda ini untuk balas Terima kasih." Ucap Aileena ia memegang kumpulan rumput dan memegangnya agar kuda itu makan.


"Kau setiap kali menggunakan kudaku pasti kau beri makan, padahal tidak perlu, mereka terlalu bersemangat jika kau datang lagi agar diberi makan tambahan mereka nanti bertambah gemuk." Ucap Ciro ia merapihkan beberapa rumput yang jatuh. "Astaga benarkah? Hewan kadang nakal juga ya." Ucap Aileena ia mengelus-elus kuda tersebut dan ia sangat senang.


"Jadi ucap apa tuan Ciro seorang duke yang sangat dihormati kekandang ternak, bukankah mereka tidak mau mengurus ternak ini?" Tanya Aileena yang sedikit menyindirnya. "Aku ingin memeras susu, karena apa? Tenaga kerja dikit, aku harus memers susu lalu memanaskannya dan meminumnya." Ucap Ciro ia mengambil ember dan meletakan tepat dibawah sapi itu.


"Memeras susu? Lalu bagaimana dengan ayam itu? Apakah kau akan menggorengnya lalu memakannya begitu?" Tanya Aileena yang sebenarnya ia hanya bercanda saja, lalu Ciro mengganggukkan kepalanya. "Oh ok kau mulai menyebabkan tuan Ciro." Ucap Aileena dengan kesal.


"Kenapa anda tidak mengolah susu itu menjadi produk? Anda bisa membuka usaha yang menguntungkan!" Teriak Aileena dengan wajah riang lalu Ciro mengel nafasnya. "Apa? Mengapa anda menghela nafas begitu?" Ucap Aileena dengan santai.


Apakah ada benih cinta diantara mereka? Ikuti kisahnya...

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2