
"Kau rupanya tokoh RED FLAG!" Teriak Aileena seketika Chole dibuat terkejut dengan perkataan Aileena. Aileena langsung berdiri ia sepertinya sangat senang melihat Chole. "Apa maksudmu!?" Tanya Chole dengan nada pelan.
"Aileena! Sudahi saja!" Teriak Ciro dari kejauhan, Aileena menggelengkan kepalanya. "Baiklah saya akan ikut gerakan anda!" Ucap Aileena, Chol hanya terdiam lalu ia segera mengeratkan tenaganya dengan kuat-kuat.
Aileena ounbbelrari kearah Chole, dengan cepat Aileena mengerutkan keningnya lalu seketika pedang miliknya dengan kekuatan penuh sehingga membuat kekuatan aura miliknya muncul.
Disaat itu semua orang disana terkejut melihat pedang itu mengeluarkan kekuatan aura, Chole pun membulatkan matanya ia menatap pedang milik Aileena, seperti pedang dewa Lennox. Seketika ia Aileena terus membuat Chole tersudut dengan pedang Chole yang terus menahannya dengan kuat.
Srek...
Gesekan demi gesekan menimbulkan sedikit percikan, sehingga membuat Chile sedikit kualahan, lalu Aileena melihat sebuah layar tepat didepanya itu muncul.
Ting! Ting!
[Misi dadakan! Keluarkan semua kekuatan 100%]
[Hadiah super dobel exp dan poin!]
[Peringatan! Misi tambahan ini mungkin menggunakan banyak exp yang ada, sehingga membuat kurang atau lebih exo meningkat]
"Dia menggunakan kekuatan auranya dengan terlalu banyak!" Ucap Chole dalam hati, seketika Chole tak bisa menahan semua kekuatan aura milik Aileena pun langsung Aileena melempar pedang milik Chole kearah lain.
Seketika oednag itu tertancap ketanah dengan sempurna, seolah-olah angin membawanya datang. "Selesai!" Ucap Aileena dalam hati ia melihat pednag milik Chole dari kejauhan.
Sing...
"Aileena apa yang kau perbuatan!" Teriak Ciro dari kejauhan karena melihat Aileena mengarahkan pedangnya tepat dileher Chole seperti ingin menegakkan leher Chole. "Hentikan! Kau ingin melukai putra mahakota Aileena!" Ucap Ciro ia langsung membuat pedang milik Aileena jatuh.
"Anda tidak apa-apa yang mulia?" Tanya salah satu pengawal yang sangat ketakutan Chole terluka. "Maafkan saya, saya sulit terkendali." Ucap Aileena ia menundukan kepalanya berkali-kali.
"Baiklah sepertinya jau telah menujukan bukti bahwa kau seorang swordmaster!" Ucap kaisar, lalu Aileena pun menganggukan kepalanya dan tersenyum. "Terima kasih banyak yang mulia." Ucap Aileena seektika kaisar memberikan pakaian serta tanda bahwa Aileena resmi menjadi kekaisaran.
__ADS_1
"Terima kasih banyak yang mulia, saya akan melakukannya sebaik mungkin." Ucap Aileena seketika, Chole membalikan bola matanya. "Kau memang harus melakukannya dengan baik Aileena. Bukan harus sebaik mungkin lagi!" Ucat tegas Chole lalu ia pergi dari sana dengan tampang datarnya.
"Baiklah yang mulia putra mahakota." Ucap Aileena ia ketakutan melihat wajah Chole ia menundukan kepalanya. Lalu kaisar dan Helix pun pergi dari sana.
"Sebaiknya kau hati-hati kau mengambil langkah yang salah gadis miskin!" Ucap Helix sebelum pergi dari sana, Aileena terdiam sejenak lalu menatap pakaian miliknya itu. "Apakah langkah yang aku ambil ini benar!?" Tanya Aileena dalam hati ia takut jika ia tidak menjalankan tugasnya dengan baik.
"Wah sekarang pangkatnu naik Aileena, menjadi seorang kesatria!" Ucap Ciro dengan senang, Aileena hanya tersenyum tersenyum saja. "Ya tapi kesatria magang saja, ketika bencana ini kelar ya aku akan keluar." Ucap santai Aileena tetapi wajah lhnya terlihat murung.
Ting! Ting!
[Misi sistem]
[Selamat anda telah menyelesaikan misi tambahan dan sistem dari misi! Berhasil anda kerjakan, hadiah akan dimasukan kedalam akun anda]
(Sistem misi)
-Menjadi bagian kesatria kekaisaran [hadiah: 1.000 poin dan 500 poin]
-Misi tambahan mengeluarkan kekuatan aura 100% [hadiah: Super dobel exp dan poin!]
+500 poin
+500 poin
+extra 1000x poin
+500 exp
+extra 1000x exp
[Selesaikan 1 misi lagi!]
__ADS_1
"Mengalahkan monster? Apakah kita bisa mengalahkan monster hari ini?" Tanya Aileena kepada Ciro tepat berada disampingnya. "Iya, tapi apakah kau ikut?" Tanya Ciro.
"Ya saya mau ikutan tetapi saya ingin mengayunkan pedang juga, hitung-hitung latihan." Ucap Aileena lalu tertawa. "Memang kau tidak merasa lelah!? Padahal kau telah mengeluarkan kekuatan aura kan?" Tanya Ciro.
Aileena menggelengkan kepalanya, akhirnya mereka sampai ditempat kediamannya lalu Ciri pun beserta para kesatria lainya pun langsung memasuki hutan, karena monster tinggal dihutan sekarang.
Lalu para warga desa yang tinggal di desa pun tak bisa kabur mereka hanya mengandalkan tempat perlindungan rumah mereka. Para pasukan dibagi menjadi 4 bagian ada wilayah barat, timur utara dan selatan.
Aileena meminta kepada Ciro agar ia memimpin pasukan selatan, para pasukan oun merasa sedikit kesal dan tidak setuju bahwa Aileena memimpin bagian selatan. "Salam kenal saya Aileena, saya akan memimpin pasukan selatan mohon kerja samanya." Ucap Aileena dengan ruang sedangkan para pasukan itu tanpak meremehkan Aileena.
"Nona!? Mengapa nona memimpin wilayah selatan!? Kenapa anda tidak menjaga ladang anda saja!? Saya tidak mau tanggung jawab jika anda terluka!" Ucap salah satu pasukan yang berani menentang Aileena, Aileena terdiam sejenak laku tersenyum kembali.
"Tenang sana saya akan menjaga diri saya, dan para pasukan yang telah dititipkan oleh tuan Ciro kepada saya. Jadi jika kalian dalam kesulitan atau butuh rencana tinggal panggil saya." Ucap Aileena ia berbicara dengan sisi positif tak ada marah sedikitpun.
"Aileena! Mereka tengah menentangnu! Seharusnya kau marah bukan malah tersnyum!" Ucap Novanto dengan wajah kesalnya, Aileena menggelengkan kepala. "Tidak apa-apa, biasa saja mereka hanya belum percayalah kalau aku seorang sword master." Ucap Aileena sebagai santai lalu dengan cepat Nova memukul bahunya.
"Bodoh dirimu ini! Terserah! Tak ada sejarah mengatakan bahwa seorang perempuan bisa bermain pedang! Makanya mereka tidak percaya denganmu!" Ucap Nova lalu Aileena tersenyum. "Jika belum ada yang mengukir sejarah itu biarkan aku yang mengukirnya." Teriak Aileena ia langsung naik keatas kuda miliknya itu.
"Lalu bagaimana dengan pemasukan produk milikmu itu?" Tanya Nova tetap Aileena langsung pergi begitu saja beserta para pasukannya yang sudah menunggu diatas kuda. "Sialan memang!" Ucap Nova ia hanya bisa membuang nafasnya dengan panjang.
"Jika nona Aileena terjadi apa-apa! Sungguh aku tida ingin bertanggung jawab!" Ucap bisik salah satu prajurit disana. Aileena mendengar perkataanya itu ia merasa sedikit sedih karena tak mendapatkan kepercayaan dari prajurit itu.
"Aku pun sama! Aku tidak akan membantunya!" Ucap prajurit lainya, Aileena terdiam didepan itu sendirian tanpa ada kesatria yang ingin mendekati Aileena.
Srek-srek-srek....
Seketika akhir rombongan Aileena tepat waktu di sebuah dewasa yang tidak terlalu besar tetapi sangat berpengaruh bagi kekaisaran, karena kualitas sumber daya manusianya yang sangat menguntungkan untuk mengolah semua kayu-kayu dihutan tersbeut.
"Banyak sekali pohon-pohon tinggi, memang benar desa ini dijuluki dengan drsanya kayu." Ucap Aileena, ia melihat sekitar sedangkan para prajurit lainya langsung masuk begitu saja tanpa mendengar pengarahan Aileena. "Hei kalian jangan masuk dulu!" Teriak Aileena tetapi mereka tidak mau mendengarkan Aileena seolah-olah Aileena bukan bagian dari mereka.
Srek... Srek...
__ADS_1
Suara aneh muncul dari semak-semai yang tebal dan tinggi itu, dan beberapa pohon yang terlihat sangat lebat menutupi pergerak monster-monster. "Ada monster disini! Kalian jangan masuk kedalam!" Teriak teriak Aileena meminta agar mereka tidak langsung masuk kedalam. "Hah... Memang nona tahu apa soal ini?" Tanya salah satu prajurit yang sangat kesal sehingga ia mengeluarkan kata-kaka remehnya.
Bersambung gak nih?