Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 24 : Penunggang Kuda


__ADS_3

(Informasi pengguna)


Nama: Aileena


Operator Dipegang Oleh : Dewi Lyra


Mendapatkan Sistem : PERTANIAN


Julukan: Gadis petani langka


Level: 56


Exp:61.600


Poin: 51.590


Skill:


[Kekuatan fisik level 70]


[Tangan pertumbuhan level 55]


[Penunggang kuda level 50]


[Kecepatan level 50]


[Ahli pedang level 35]


"Wah! Kekuatan fisik level 70!" Ucap Aileena dalam hati sambil menunggangi kuda. "Aileena mengapa kau tersenyum sendiri? Apakah kau gila?" Tanya Mery yang sedari tadi mengamati Aileena.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa." Ucap Aileena Mery hanya menggelengkan kepalanya saja. "Oh iya besok ada festival dikota sebelah apakah kau mau ikut? Aku akan pergi jika kau mau ajak Nova soalnya tuan Edward mengajakku kesana." Ucap Mery Aileena yang mendengarnya pun membulatkan matanya.


"Ha!? Untuk apa kau kesana? Dan tunggu kenapa tuan Edward mengenalmu?" Tanya Aileena curiga Mery tertawa melihat ekspresi Aileena. "Itu karena aku dulu bekerja disana sebagai pelayannya, lalu bum! Begitu saja aku dipecat oleh tuan Arthur!" Ucap tegas Mery.


"Memangnya ngapain kau kesana? Lalu memang itu festival apa?" Tanya Aileena. "Itu adalah festival rodeo seperti perlombaan kuda antar bangsawan. Aku ingin kesana katea tuan Edward memberikan ku undangan kesana." Ucap Mery.


"Lalu katanya tuan Ciro akan melakukan rodeo kali ini lock! Astga aku tidak menyangka aku bisa datang dan melihatnya." Ucap Mery, dengan eksperesi senangnya terlihat sangat bahagia. "Waw! Kalau begitu aku ikut aku akan ajak Nova!" Ucap Aileena tersenyum licik.


"Kau ingin berulah lagi dan bergelut dengannya?" Tanya Mery dengan wajah datarnya. "Yaps! Aku ingin dia bisa jalan-jalan. Ia terus saja didalam ruang yang berbau obat itu! Seharusnya dia bisa menikmati alam! Setidaknya." Ucap Aileena, Mery menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu kalau dia orang yang kau pekerjaan juga, kukira dia numpang dirumahmu. Kalau numpang aku tadinya mau husir sih." Ucap Mery lalu tertawa, Aileena mendengarnya pun ikut tertawa.


"Bekerjalah dengan baik Mery aku pergi dulu, bye..." Ucap Aileena, akhirnya ia sampai dirumanya. Ia melihat bahwa Ciri tengah ada di perternakan miliknya itu tengah memilih kuda-kuda.


"Ciro! Akhirnya kau muncul!" Teriak Aileena ia berlari menuju kearahnya dan membawa sesuatu ditanganya. "Aileena. Mengapa kau berlari?" Tanya Ciro. "Takut kau menghilang saja, oh ini ada sesuatu untukmu tada..." Ucap Aileena memberikan 1 roti buatanya.


"Apa ini roti? Sepertinya ini enak." Ucap Ciro ia tak merasa keterangan dengan kue itu lalu dekat cepat memakannya. "Bagaimana? Kuenya enak bukan? Ini buatanku loh." Ucap Aileena ia tersenyum.


"Kenapa kue ini berisi sesuatu!? Bukanya kue tidak ada isinya sama sekali? Dan seharusnya rasanya juga hambar." Ucap Ciro yang masih terkejut ia merasakan sesuatu yang berbeda dari kue tersebut.


"Kue itu ku isi dengan coklat dan juga aku tidak memasukan apa pun kedalam kue itu. Kata Nova itu enak." Ucap Aileena dengan percaya diri. "Kau selalu mengejutkan ku. Kau selalu membuat makanan aneh dan tak pernah aku temui sebelumnya." Ucap Ciro ia melihat isi dari roti itu.


"Benar-benar coklat. Mengapa kau bisa membuat ini? Sedangkan bibiku sendiri tidak bisa membuatnya?" Tanya Ciro. "Itu karena aku mendapatkan buku resep kuno. Sangat kuno sehingga aku bisa menciptakan kue ini." Ucap Aileena.


"Aku masih punya 1 keranjang tolong berikan kepada tuan duke dan nyonya duke oh! Kalau bisa dengan saudaramu juga. Kuharap dia tidak melakukan hal gila lagi. Itung-itung menghilangkan beban amarah." Ucap Aileena lalu ia tertawa Ciro yang melihat tawa Aileena pun sangat tekejut jantungnya berdegup dengan kencang.


"Aileena adalah gadis berbeda dari gadis bangsawan lainya, ia memiliki rasa percaya diri, pemberani tidak kenal takut, lalu selalu berkembang, dia ceria, ramah, dan baik, dan satu lagi dia orang yang random." Ucap Ciro dalam hati Aileena melihat seekor kuda yang telah diikati oleh tali pengaman.


"Tuan Ciro. Apakah Bella akan mengikuti perlombaan rodeo?" Tanya Aileena lalu Ciro pun tersadar dari lamunannya. "Iya dia ingin mengikuti rodeo besok, tetapi mengapa kau tahu besok ada rodeo?" Tanya Ciro.

__ADS_1


"Itu dari Mery kau kenal bukan?" Tanya Aileena lalu Ciro menganggukan kepalanya. "Oh iya bagaimana karena olahan susus dan telur itu dijadikan satu bagaimana apakah anda ingin mengolahnya? Masih banyak lagi yang bisa anda olah dari susu dan telur." Ucap Aileena ia mengelus-elus Bella.


"Iya, tapi masalahnya adalah tidak banyak pembuat roti bisa membuat roti seperti itu." Ucap Ciro, Aileena pun kali ini setuju karena didunia ini hanya dia sajalah yang tahu resep itu.


"Baiklah sepertinya pikirkan itu tuan Ciro. Saya pergi dulu terima kasih." Ucap Aileena lalu ia pergi dari sana. "Seharusnya aku yang berterima kasih Aileena..." Teriak Ciro.


Brak...


"Nova besok ada festival!" Teriak Aileena, lalu seketika Nova menutup telinganya ia tahu bahwa Aileena akan memaksabya pergi ke festival itu. "Oh kau baik... Tapi tidak..." Ucap Nova dengan cepat menolak, Aileena pun cemberut kesal.


"Aku tahu kau pasti akan menolak, tapi aku ingin kau pergi karena besok tuan Ciro akan melakukan lomba rodeo berkuda besok dengan para bangsawan pasti kau akan tertarik dengan perlombaan disana." Ucap Aileena, Nova terdiam sejenak lalu kembali berfikir. "Baiklah aku mau besok." Ucapnya lalu Aileena tersenyum.


Keesokan harinya akhirnya hari festival dimulai, semua orang menantikannya hari ini, mereka meniup terompet untuk memeriahkan acara tersebut.


"Acara akan segera dimulai! Para peserta msuk kedalam lintasan untuk mengikuti lomba!" Teriak salah satu orang yang bertugas untuk menjadi suporter untuk festival tersebut.


"Wah... Sangat ramai banyak sekali para lady bangsawan yang ikut!" Teriak Mery yang duduk disamping Aileena. "Aku baru pertama kali melihat festival seperti ini, apa lagi para tamunya, tamu terhormat." Ucap Aileena ia menolak kearah kanan dan kiri berulang-ulang kali.


"Lihat itu ada tuan Ciro yeye..." Ucap malas Nova lalu Aileena dan Mery menoleh kearah yang ditunjuk oleh Nova. "Wah... Semangat ya, tapi sepertinya rintangannya akan sulit." Ucap Mery ia melihat semua rintangan yang ada.


"Katanya peraturannya boleh curang dan berbuat semenah-mena aku mendengar-dengar." Ucap Nova dengan suara lemas. "Benarkah sepertinya akan menarik!" Ucap Mery.


"Baiklah kini pertandingan akan dimulai! Dalam hitungan 1,2,3! Mulai!" Teriak suporter senua peserta pun langsung maju dengan kuda yang mereka tunggangi. Semua peserta membawa pedang dan juga panah. "Tuan Ciro Edward anak kedua dari keluarga Edward bagaimana kabar anda? Apakah anda yakin tahn ini anda akan menang?" Tanya seorang bangsawan lain yang kenal dengan Ciro.


Karena tahun lalu Ciro menang dalam perlombaan mengalahkan psra bangsawan lainya. "Tidak tahu, tetapi aku tahu kau pasti menargetkanku lagi kan?" Tanya Ciro tak ada ramah-ramahnya. "Hahahaha tentu saja!" Ucapnya lalu sekelompok bangsawan mulai mengerumuni Ciro rupanya mereka ingin Ciro kalah dibabak awal.


"Oh tidak sepertinya para bangsawan ingin membuat tuan Ciro kalah." Ucap Mery seketika Aileena yang melihatnya hanya membulatkan matanya karena ketakutan Ciro terluka.


Apakah Ciro akan selamat dari para peserta bangsawan lainya!? Dan bagaimana dengan Aileena selanjutnya?

__ADS_1


Selalu tinggalkan jejak...


__ADS_2