Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian

Gadis Petani Dengan Sistem Pertanian
Bab 27 : Kehebohan Masyarakat


__ADS_3

"Dewi Alma aku mohon! Lindungi anakku! Aku mohon semoga suamiku bisa mendaptkan obatnya penawarnya!" Ucap doa sang ibu memohon kepada dewi Alma.


"Pagi Nova!" Teriak Aileena mengejutkan dirinya ketika dirinya tidur dimeja kerjanya. "Ah! Aduh semua tubuhku terasa pegal. Oh bagaimana kau masuk?" Tanya Nova setahun yang pintunya terkunci.


"Em... Aku kan pemilik rumah, aku memegang semua kunci ruangan disini." Ucap Aileena ia melihat vaksin buatan Nova yang sudah ditaru didalam peti dengan susunan yang sangat rapi. "Lumayan banyak sudah 4 peti vaksin. Oh iya mengenai tomat itu sepertinya aku harus mencari tahu bagaimana keadaan kota." Ucap Aileena.


Aileena berencana untuk melihat situasi dikota apakah ada kejadian aneh mengenai produk ini atau tidak. "Aku sarankan pergi kebagian barat dulu untuk observasi, aku rasa penyebarannya paling banyak disana." Ucap Nova ia menujukan sebuah peta besar yaitu peta seluruh daerah kekaisaran.


"Baiklah." Ucap Aileena. "Sebaiknya kau membawa beberapa vaksin dan buku ini, takut ada kejadian aneh." Ucap Nova lalu Aileena menatap buku yang diberikan oleh Nova. Buku itu berjudul "Racikan Obat Tradisional" Lalu Aileena segera memasukannya kedalam tas.


"Lalu kau berangkat sendiri?" Tanya Aileena, Aileena dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Aku mengajak tuan Ciro dalam observasi ini. Tuan Ciro sepertinya sangat takut jika produk tuan Arthur terjadi masalah. Lalu jangan lupa tugasmu." Ucap Aileena memperingati Nova, lalu Nova hanya menghela nafasnya dengan kasar.


Kotlak-kotlak-kotlak...


"Saya sarankan pergi kearah barat terlebih dahulu tuan Ciro, jangan langsung pergi keibukota tuan Ciro." Ucap Aileena, lalu disisi lain rait wajahnya berubah. "Kenapa memangnya?" Tanyanya dengan teriak.


"Karena disisi barat tidak terlalu banyak penduduk lalu pasokan produknya juga tidak terlalu banyak. Jadi kota bisa observasi dari rumah-rumah lain." Teriak Aileena, Arthur menganggukan kepalanya lalu semua penjaga mengikuti kata-kata Aileena untuk pergi kebagian barat.


Tap-tap-tap...


"Sepertinya aman-aman saja ya." Ucap Aileena ia melihat kanan dan kiri semua warga beraktivitas seperti biasa.


Gudubrak...


Seketika seseorang menabrak Aileena dengan sehingga membuat kedua orang itu terjatuh bersamaan. "Aduh!?" Ucap Aileena laku Ciro mengulurkan tanganya. "Kau tidak apa-apa?" Tanya Ciro tetapi Aileena hanya menggelengkan kepalanya ia menatap orang yang menabraknya.

__ADS_1


"Ma-maafkan saya nona, dan maafkan saya tuan Edward." Ucapnya seketika ia menunduk ketakutan. "Tidak apa-apa. Tetapi mengapa paman berlari seperti orang ketakutan dan cemas?" Tanya Aileena dengan tas selempang disampingnya.


"Tolong! Tolong! Selamatkan anak saya! Anak saya sepertinya sakit! Tolong-tolong anak saya nona dan tuan!" Teriaknya ia menangis tak tahu ia berbuat apa. "Memang kenapa anak paman? Apakah anda bisa membawa saya kesana?" Tanya Ciro ketakutan, lalu orang itu pun menganggukkan kepalanya dengan cepat dan menuntut Aileena serta Ciro kesana.


Brak...


"Ba-bagaimana apakah kau mendapatkan obatnya!?" Teriak sang istri yang sepertinya sudah menunggu disana, dan menangis tak bisa berbuat apa-apa, Aileena yang melihat anak itu pun tekejut dan membulatkan matanya lebar-lebar.


Deg!


"Ke-kenapa anak anda bisa seperti ini!?" Tanya Aileena ia menatap anak itu yang sudah panas-dingin disertai muntah darah. "Saya tidak tahu apa yang terjadi, setelah makan siang dia tiba-tiba saja menjadi seperti ini." Ucap sang ibu yang tak sanggup menahan air matanya.


"Aileena apakah kau bisa menyembuhkannya?" Tanya Ciro, lalu Aileena mengeluarkan buku miliknya, dan mencari resep itu dengan cepat lalu Aileena tersenyum melihatnya. "Ada! Tapi tolong carikan 9 lembar daun legundi, 3 lembar daun sembung, dan 3 lembar daun serawung!" Ucap Aileena lalu Ciro, serta kedua orang tua anak itu dengan cepat pergi mencarinya.


"Kau harus tenang ya! Tenang saja kak akan menyembuhkanmu." Ucap Aileena, setelah beberapa menit semua daun itu direbus oleh Aileena dan seteleh selesai airnya pun Aileena berikan kepada anak itu, dengan pelan-pelan sang ibu memberikannya air itu.


"Apa yang anda berikan kepada anak anda?" Tanya Ciro, lalu Aileena bersiap untuk mencatatnya sebagai catatan yang diminta untuk Nova. "Saya hanya memberikan sayur-sayuran untuk makan siang. Lalu tiba-tiba saja tak lama ia mengeluh pusing dan perutnya sakit." Ucap ibu tersebut, sang suami mengelus punggung isterinya itu.


"Lalu apakah gejala awalnya?" Tanya Ciro, Aileena terus fokus menulis. "Gejala awalnya hanya pusing, mual, demam dan juga muntah biasa. Tetapi lama-lama muntahannya jadi keluar darah." Ucap sang ibu. Aileena pun menganggukan kepalanya.


"Apakah masih ada sisa sayur yang barusan bibi beli? Apakah saya boleh memeriksanya?" Tanya Aileena, sang ibu pun menganggukan kepalanya lalu pergi kedapur untuk mengambil susah sayur itu.


"Ini sayur bayam!? Sayur ini sangat hijau dan terlihat segar serta besar. Sayur ini sama seperti tomat yang pernah kulihat ditoko ibukota!" Ucap Aileena, Ciro membulatkan matanya. "Saya membeli sayur itu dipasar lokal, kalian bisa pergi langsung ketempat kadang tersebut." Ucap ibu itu, Aileena memasukan 1 batnag sayur itu.


"Saya harap kalian tidak memakan sayur dulu hari ini. Karena kami ingin melaporkannya kepada kaisar. Tolong beritahu juga tetangga dan kerabat kalian." Ucap Ciro memperingati mereka lalu mereka segera pergi dari sana.

__ADS_1


Kotlak-kotlak-kotlak...


Krek...


"Permisi paman? Apakah paman ada disini?" Tanya Aileena ia langsung segera membuka gerbang yang terbuat dari kayu itu. Ia melihat sebuah lumbung yang cukup besar tetapi anehnya limbung bolong dibagian sampingnya. "Sepertinya ada kejadian aneh disini, Sepertinya kau jangan masuk terlebih dahulu, biarkan para kesatria yang pergi dulu." Ucap Ciro is merasa ada hawa aneh didalam lumbung itu.


Tetapi Aileena hanya menganggukan kepalanya. Ia cukup pemasaran dengan lumbung itu. "Cepat apakah kalian tahu apa yang terjadi disana?" Teriak Ciro para kesatria itu membulatkan mata dan merinding ketakutan.


"Tuan Ciro. Didalam lumbung itu ada sesosok mahluk besar tuan!" Ucap laporan ya, Aileena dan Ciro mengerutkan keningnya tak mengerti apa yang ia maksud. "Aku harus memeriksanya." Ucap Ciro lalu dengan cepat ia mengintip apa yang ada didalam lumbung itu.


Argh! ARGH!


Sing!


Dengan cepat Ciro mengeluarkan pedangnya seolah-olah ia akan bertarung dengan seseorang. "Aileena disini ada monster tomat raksasa! Sepertinya pemiliknya sudah dimakan olehnya!" Teriak Ciro dari kejauhan sontak Aileena pun membulatkan matanya.


"Mo-monster tomat!?" Ucap Aileena dalam hati ia seketika mengingat sesuatu yang pernah sempat Nova bahas bersamanya waktu itu.


Sing...


Argh! Argh!


Tak.... Syut... Tak...


Brak...

__ADS_1


"Tuan Ciro!" Teriak seluruh kesatrianya yang ikut melawan monster itu.


Apa yang akan mereka lakukan dengan monster itu? Monster tomat akan datang 🍅 ^^


__ADS_2