
"Apa mas Fikri masih mencintai mbak Alika?" tanya Syaqilla menoleh pada Fikri.
Mereka berdua masih sama-sama memperhatikan Alika dan Riana yang semakin jauh.
Fikri yang mendengar pertanyaan itu dari Syaqilla tersentak dan segera menoleh.
"Bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu? Tidakkah kamu merasakan aku sangat mencintaimu Syaqilla" ucap Fikri.
"Aku percaya kamu mencintai aku mas. Tapi yang aku lihat kamu juga masih mencintai mbak Alika" ucap Syaqilla.
"Sudahlah tidak perlu berdebat soal ini, lebih baik kamu istirahat aku akan menjagamu" ucap Fikri seraya melanjutkan langkahnya dan mendorong kursi roda Syaqilla menuju ruang rawatnya.
Syaqilla hanya diam, dia menurut saja dengan Fikri.
Tiba diruang rawat, Syaqilla dibantu oleh Fikri berbaring dibrangker dan segera beristirahat.
Fikri merebahkan diri disofa ruang rawat Syaqilla sembari menatap Syaqilla yang sudah tertidur.
'Bagaimana lagi caraku meyakinkan kamu kalau aku sangat mencintai kamu Syaqilla' batin Fikri.
Tidak lama kemudian Fikri pun memejamkan matanya dan tertidur
...****************...
Dikantor.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, namun Arrash dan Yogi masih sibuk dengan berkas yang dia kerjakan.
"Sudah pukul 10 malam Rash, sebaiknya kita pulang" ajak Yogi.
mendengar ajakan Yogi tersebut Arrash segera melihat Arlojinya dan memang benar waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.
"Baiklah, kita lanjutkan besok saja" setuju Arrash dan segera bangkit.
"Mobilmu tinggal bawa saja mobilku aku sedang malas menyetir" Sambung Arrash sembari meletakan kunci mobilnya dimeja Yogi.
"Oke deh" ucap Yogi setuju.
Mereka pergi bersama menuju apartemen Yogi yang jarak dari kantor Arrash hanya 500 meter.
Mereka tiba disana dan Arrash masuk terlebih dahulu karena Yogi masih memarkirkan mobilnya.
Arrash merebahkan tubuhnya di sofa.
Hahh.. Arrash membuang nafas kasar, hari yang sangat melelahkan.
Tidak selang lama Yogi masuk.
"Apa kamu tidak ingin segera menikah Yog" tanya Arrash menoleh pada Yogi.
"Tentu saja ingin tapi belum ada yang tepat" ucap Yogi sembari menuju dapur hendak membuat teh hangat.
"Akhir pekan aku ada janji ya dengan Rahayu. Apa harus aku tepati?" ucap Arrash kemudian bertanya.
"Ya tentu saja harus ditepati, semoga saja dengan kencan itu kamu bisa melupakan cinta pertamamu" jawab Yogi.
"Ya semoga saja" ucap Arrash.
"Besok pagi sebelum kekantor kita kerumah sakit dulu, agenda meeting dengan pak Rudy pukul satu sehabis makan siang jugakan" ucap Arrash.
"Baiklah aku menurut saja" ucap Yogi sembari berjalan membawa dua cangkir teh hangat.
Mereka menikmati teh hangat sembari mengobrol hingga pukul 11 malam kemudian mereka beristirahat.
__ADS_1
...****************...
Dirumah utama.
Setelah makan malam Anita segera berpamitan dia tak nyaman berlama-lama dirumah Arrash.
Sikap kedua orang tua Arrash memang ramah, tapi tak seperti dulu.
Kini mereka sepert menjadi orang asing yang baru kenal.
Semuanya diluar dugaan Anita.
Gadis itu pikir dengan kedatangan dia kerumah ini mampu membuat Arrash dan keluarganya memperlakukan dia seperti dulu.
"Setelah tahu Anita menghianati persahabatannya dengan Arrash mamah jadi tidak respect ya pah dengan dia" ucap mamah Novi.
"Iya papah juga sama mah, keluarga mereka pindah karena papahnya Anita bangkrut dan rumahnya disita bank, tapi orang tuanya justru menyalahkan papah yang mengira ada main dibelakang karena saingan bisnis" ucap papah Ridwan sembari menggeleng.
Ting.
Ponsel mamah Novi berbunyi tanda ada pesan masuk, mamah Novi segera melihatnya dan ada nama Jeng Mona disana. Mamah Novi segera membukanya.
'Malam Jeng.
Maaf kalau mengganggu waktumu malam-malam begini.
Aku tadinya mau mengabari secara langsung tapi besok aku harus keluar kota.
Ini mengenai perjodohan anak kita.
Aku sudah bicara dengan Nadia, dan dia bilang tidak akan melanjutkan perjodohan ini dikarenakan Arrash seperti tidak menginginkannya juga' pesan Jeng Mona.
"Yahhh papah. Jeng Mona membatalkan perjodohannya" ucap mamah Novi kecewa pada papah Ridwan.
"Iihh papah ini, kenapa malah senang" ucap mamah Novi menggerutu.
"Bukan begitu, mamah tahu sendirikan kalau Arrash sepertinya tidah berminat dengan perjodohan yang kita atur" ucap papah Ridwan menjelaskan.
"Iya iya pah. Kita coba lagi yah dengan Chyntia anaknya Rissa" ucap mamah Novi.
"Mamah atur saja kalau begitu" ucap papah Ridwan.
Mamah Novipun mengangguk.
...****************...
Pagi tiba.
Arrash dan Yogi bangun pukul setengah 7 pagi.
Mereka segera bersiap dan sarapan pukul 7 pagi.
"Aku jadi penasaran dengan gadis yang kamu pilih menjadi cinta pertamamu itu" ucap Yogi membuka percakapan.
Saat ini mereka sedang berada didalam mobil.
"Nanti kamu akan melihatnya" ucap Arrash seraya tersenyum.
"Jaga sikapmu saat disana yog, yang tahu aku mencintainya hanya kamu" Sambung Arrash dengan tegas.
"Iya iya" setuju Yogi.
Mereka tiba dirumah sakit pukul setengah 9 pagi.
__ADS_1
Lagi-lagi kedatangan Arrash menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Arrash, Yogi" sapa Anita pada 2 pria tampan itu.
"Apa kamu mau menjenguk Syaqilla?" tanya Anita lagi.
Tapi lagi-lagi Arrash hanya diam, jadi mau tidak mau Yogi lah yang menjawabnya.
"Iya kami hendak menjenguk Syaqilla" ucap Yogi.
"Kalau begitu ayo kita kesana sekarang, aku juga hendak memeriksanya" ucap Anita dan diangguki Yogi.
Mereka tiba didepan ruang rawat Syaqilla.
Tok tok tok
Arrash mengetuk pintu.
Ceklek..
Pintu dibukakan oleh Fikri.
Melihat kedatangan Arrash disini Fikri merasa cemburu, namun perasaannya dia netralkan kembali.
"Silahkan masuk" ucap Fikri.
Arrash, Yogi dan Anita segera masuk keruangan tersebut.
Arrash mendekati Syaqilla yang sedang duduk dibranker.
"Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Arrash.
"Iya aku baik-baik saja" jawab Syaqilla.
'Pantas saja Arrash langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, ternyata gadis itu secantik ini' batin Yogi.
"Dokter, apa boleh Syaqilla dirawat dirumah saja?" tanya Fikri pada dokter Anita.
"Apa maksudnya dirawat dirumah? Kaki Syaqilla belum sembuh, dia harus tetap dirawat dirumah sakit" ucap Arrash, dia tidak suka dengan pertanyaan yang diajukan Fikri.
"Kami tidak perlu pendapatmu" tegas Fikri dengan tatapan tajam.
"Aku yang bertanggung jawab atas kesembuhan Syaqilla. Jadi aku berhak meminta Syaqilla tetap dirawat dirumah sakit" ucap Arrash tegas.
Syaqilla, Yogi dan Anita yang menyaksikan itu merasakan perasaan yang berbeda-beda.
Syaqilla merasakan cemas takut terjadi perkelahian diantara 2 pria yang sedang berdebat itu.
Yogi mersakan bangga pada sahabatnya itu karena Arrash pria yang gentle.
Anita merasakan cemburu, didepan matanya Arrash memperhatikan wanita lain.
"Mas Arrash aku baik-baik saja, lagi pula aku yang meminta mas Fikri menanyakan itu. Aku sudah bosan dirumah sakit" ucap Syaqilla menjelaskan pada Arrash.
"Ayo dokter Anita cepat periksa aku" pinta Syaqilla pada dokter Anita.
"Baiklah" ucap dokter Anita.
Anita segera memeriksa kondisi Syaqilla.
"Kondisi Syaqilla sudah baik-baik saja, luka ditangannya sudah kering, dan kaki yang digips kemari tinggal masa pemulihan. Syaqilla boleh dirawat dirumah" ucap dokter Anita menjelaskan.
"Tidak!"
__ADS_1
...****************...