Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 32 Buket Bunga Mawar Merah


__ADS_3

Jam mengajar akhirnya selesai.


Syaqilla keluar dari ruang kelas, ia hendak menuju kantor para dosen untuk menaruh bukunya disana.


"Syaqilla" panggil Fikri.


"Iya mas" jawab Syaqilla.


"Kita pulang bersama ya, aku akan mencarikan kontrakan untuk Alika agar tidak merepotkanmu" ucap Fikri.


"Aku tidak merasa direpotkan oleh mba Alika mas justru aku senang mba Alika dirumahku jadi aku ada temannya" ucap Syaqilla.


"Tidak Syaqilla, Alika akan tetap aku carikan kontrakan aku merasa tidak enak denganmu karena memperbolehkan Alika tinggal dirumahmu" ucap Fikri.


"Ya sudah terserah mas Fikri saja, aku tidak berhak untuk menahan mba Alika agar tetap tinggal dirumahku" ucap Syaqilla.


"Terimakasih Syaqilla aku akan menunggumu didepan bersama Alika dan Riana" ucap Fikri.


"Iya mas" ucap Syaqilla lalu melanjutkan langkahnya menuju kantor.


Mereka akhirnya pulang bersama menuju rumah Syaqilla.


"Mba Alika yakin akan tinggal dikontrakan?" tanya Syaqilla memastikan lagi.


"Iya Syaqilla aku akan tinggal dikontrakan saja" ucap Alika.


"Ya sudah mba Alika hati-hati ya" ucap Syaqilla.


"Iya Syaqilla terimakasih ya sudah mengizinkan aku untuk tinggal dirumahmu" ucap Alika.


"Iya mba sama-sama" ucap Syaqilla.


"Syaqilla kami pamit pergi, kamu jaga diri baik-baik ya meski kita sudah tidak memiliki hubungan tapi jangan sungkan untuk meminta bantuanku anggap saja aku kakak laki-lakimu" ucap Fikri.


"Iya mas" ucap Syaqilla singkat.


Fikri, Alika dan Riana akhirnya pergi meninggalkan rumah Syaqilla.


Tidak lama kemudian datang seseorang pria tidak dikenal.


"Permisi mba, apa benar ini dengan mba Syaqilla?" tanya pria itu.


"Iya benar pak. Anda siapa ya?" tanya Syaqilla.


"Saya diminta untuk mengantarkan ini mba" ucap pria itu.


Syaqilla mengernyitkan keningnya melihat buket bunga mawar merah ditangan kurir tersebut.


"Dari siapa itu pak?" tanya Syaqilla.


"Maaf mba saya tidak tahu"


"Ini mba tolong diterima dan tanda tangan disini" ucap kurir itu.


Syaqilla menerima buket bunga mawar merah itu kemudian ia tanda tangan dikertas yang diberikan kurir tersebut.


"Kalau begitu saya permisi mba" ucap kurir.

__ADS_1


"Iya pak" ucap Syaqilla.


Syaqilla masuk kedalam rumah sembari membawa buket bunga mawar merah itu kemudian ia membulak balikan buketnya mencarari siapa pengirim bunga itu.


"Ini bunga dari siapa ya?" tanya Syaqilla sendirian.


Akhiirnya Syaqilla menemukan secarik kertas didalam buket tersebut.


"Ini dia" ucap Syaqilla sembari menarik kertas tersebut.


'Teruntuk bu Syaqilla yang cantik semoga selalu tersenyum dan bahagia.


Dari: Fahmi'


Syaqilla mengernyit.


"Fahmi" gumamnya.


Kemudian ia teringat dengan mahasiswa yang menunjukan ketertarikan padanya.


Syaqilla geleng-geleng.


...****************...


Dikantor Jaya Company.


Arrash dan Yogi telah selesai menghadiri pertemuan dengan para petinggi perusahaan.


Ia menyampaikan bahwa papah Ridwan selaku pemimpin tertinggi perusahaan akan mengadakan rapat dalam waktu dekat ini dan mereka semua setuju rapat akan diadakan 1 minggu lagi.


Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.


"Masuk" ucap Yogi.


Masuk lah Rahayu kedalam ruangan itu.


Rahayu sejenak menatap Yogi kemudian beralih pada Arrash.


"Sore pak Arrash, pak Yogi. Saya datang kemari hanya ingin berpamit besok saya sudah resmi berhenti dan tidak akan kerja disini lagi. Terimakasih atas pengalaman kerja yang telah diberikan kepada saya" ucap Rahayu.


Arrash mengangguk.


"Saya harap meski kita sudah bukan satu tim diperusahaan tapi kita tetap bisa menjalin kerja sama yang baik dikemudian hari" ucap Arrash.


"Baik pak, sekali lagi terimakasih" ucap Rahayu.


Arrash mengangguk lagi.


Rahayu melirik pada Yogi namun pria itu tidak menanggapi sama sekali.


"Kalau begitu saya pamit undur diri pak" ucap Rahayu.


"Iya silahkan" ucap Arrash.


Rahayu kemudian pergi dari ruangan Arrash.


"Ada apa denganmu Yog kenapa kamu seperti sedang marahan dengan Rahayu?" tanya Arrash.

__ADS_1


"Aku memang sedang marah dengannya" jawab Yogi.


"Ceritalah" pinta Arrash.


"Aku kemarin mengantar Rahayu pulang kerumahnya dan aku bertemu dengan kedua orang tuanya. Aku mengatakan pada orang tuanya akan melamar Rahayu dan orang tuanya setuju, tapi justru Rahayu yang tidak setuju katanya dia belum siap" ucap Yogi.


Arrash tersenyum.


"Sabarlah Yog. Coba kamu mengerti dia Yog, Rahayu baru lulus kuliah 1 tahun yang lalu dan dia sedang semangat-semangatnya berkarier lalu kamu mengajaknya menikah tentu saja dia tidak setuju, tunggulah 1 atau 2 tahun lagi" ucap Arrash.


"Janganlah kamu egois dan memaksa Rahayu untuk mau menikah denganmu dalam waktu dekat ini" ucap Arrash lagi.


"Ck. Kamu bisa menasehati soal perasaan padaku, tapi kamu sendiri tidak bisa mengendalikan perasaanmu untuk maju, bertahan atau mundurkan" ucap Yogi.


"Oke, aku akui itu. Aku memang tidak bisa mengendalikan itu, aku hanya bisa berusaha dan bertahan dengan harapan agar Allah mempersatukan kami" ucap Arrash.


"Baiklah aku akan mendengarkan nasehatmu, aku akan menunggu Rahayu sampai dia siap" ucap Yogi.


"Bagus. Ayo kita bersiap sebentar lagi waktu pulang" ucap Arrash.


Yogi mengangguk kemudian mereka bersiap dan pulang kerumah masing-masing.


...****************...


Satu minggu berlalu.


Terhitung sudah 1 minggu Syaqilla dan Fikri putus, selama itu juga tidak ada yang tahu kalau mereka sudah tidak memiliki hubungan.


Satu minggu itu juga Syaqilla terus diantar oleh Arrash saat berangkat kekampus dan selama itu juga Syaqilla terus-terusan mendapatkan buket bunga mawar merah dari Fahmi.


Rapat yang sudah dijanjikan saat pertemuan seminggu yang lalu itu sudah dilaksanakan pada pagi hari ini. Semua orang menghadirinya termasuk jajaran penting perusahaan dan para pemegang saham.


Hasil rapat itu mereka sepakat akan pengangkatan Arrash menjadi pimpinan tertinggi mereka yakni menjadi CEO diperusahaan Jaya Company sekaligus direktur rumah sakit Jaya Medika dan Rektor Jaya Universitas.


Posisi itu cukup sulit untuk Arrash membagi waktunya oleh karena itu ia tetap menyerahkan kepercayaan kepada tante Ghina dan om Rizki.


Arrash akan mengontrol ketiga bisnis itu dari kantornya dan sesekali akan turun kelapangan termasuk datang langsung kerumah sakit ataupun ke Universitas.


Kini sudah minggu kedua Arrash memegang posisi itu dan saat ini tengah menuju Jaya Unversitas untuk mengontrol jalannya pembelajaran sesuai visi dan misi kampus tersebut sekaligus mengantar Syaqilla.


"Dengar-dengar Rektor kita diganti ya" ucap mahasiswi bernama Gita.


"Bukan dengar-dengar lagi tapi memang diganti" ucap mahasiswi lainnya bernama Salsa.


"Benarkah. Lalu siapa yang menggantikan pak Rizki Sal" tanya Gita.


"Kata papah aku sih keponakan pak Rizki, dan orangnya itu masih muda terus masih Single lagi" jawab Salsa.


"Benarkah. Aku jadi penasaran nih" ucap Gita.


Tidak lama kemudian ada sebuah mobil Porshce datang dan parkir didekat mobil kedua mahasiswi itu.


Arrash dan Syaqilla keluar dari mobil itu.


"Itu kan bu Syaqilla" ucap Gita.


"Ya ampun Git itu kan Rektor yang baru kita omongin" ucap salsa.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2