
Ditempat yang berbeda setelah mengetahui keberadaan Syaqilla, Arrash segera menghubungi Angga yang notabesnya adalah seorang polisi dan sang papah untuk meminta tambahan pengawal ia akan menjemput Syaqilla sekarang juga.
Papah Ridwan mengerahkan anak buahnya untuk mengawal Arrash saat hendak menjemput Syaqilla.
Arrash beserta para pengawal bergegas menuju kealamat yang dikirimkan oleh Syaqilla.
Satu jam setengah waktu yang ditempuh Arrash. Ia berjalan menyusuri desa dipinggiran kota.
Dari kejauhan terlihat oleh Arrash Syaqilla sedang ditarik-tarik untuk masuk kedalam mobil oleh kedua orang preman.
Arrash bergegas turun dari mobil dan segera melayangkan tendangannya.
Bugh.
Brakk.
Arman yang terkena tendangan dari Arrash seketika tersungkur.
Ia bergegas bangkit dan hendak membalas tendangan Arrash namun segera dicegah oleh para polisi dan pengawal yang dibawa Arrash.
Arman dan Erick segera diringkus oleh beberapa polisi yang Angga bawa.
Kedua preman tersebut diamankan dipolsek terdekat.
Syaqilla yang sudah berhasil diselamatkan oleh Arrash segera berpamitan pada bu Ayu dan anaknya.
Ia sangat bersyukur karena bu Ayu tulus membantunya, dan mengizinkan Syaqilla bersembunyi dirumahnya.
Kini ia sedang berada didalam mobil bersama Arrash untuk kembali pulang.
"Mas aku ingin ikut mengintrogasi para preman itu boleh tidak?" tanya Syaqilla.
"Apa kamu penasaran dengan orang yang menyuruh preman itu?" tanya Arrash balik.
"Iya mas aku penasaran sekali siapa yang sudah meminta mereka untuk menculikku. Mereka bilang bosnya hendak menemuiki besok" ucap Syaqilla.
"Baiklah kita akan kesana" ucap Arrash.
Arrash melajukan mobilnya menuju polsek tempat para penculik ditahan.
Sesampainya disana ia segera mengajak Syaqilla bertemu para preman itu.
Arman dan Erick duduk bersebrangan dengan Arrash dan Syaqilla.
"Siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Arrash to the point.
"Bos kami pak" ucap Erick.
"Siapa bos kalian?" tanya Arrash.
Erick dan Arman saling pandang, ia bingung akan menjawab jujur atau tidak.
"Siapa bos kalian!" tanya Arrash dengan menaikan nada bicaranya.
"Irwan pak" jawab Erick.
"Irwan? Atas dasar perintah siapa Irwan melakukan itu?" tanya Arrash.
"Kami tidak tahu namanya, hanya saja dia adalah seorang wanita cantik" ucap Erick.
"Apa dia memiliki ciri-ciri yang mencolok?" tanya Arrash.
__ADS_1
"Izinkan saya membuka ponsel pak, disitu saya memiliki foto bos Irwan bersama wanita itu" ucap Erick.
"Baiklah! Pak tolong berikan sebentar ponselnya" pinta Arrash.
Polisi yang menjaga Erick dan Arman itu segera mengambilkan ponsel milik Erick.
"Ini pak ponselnya?" ucap polisi yang menjaga itu.
Erick menerima ponselnya kemudian membuka galeri.
Ia mencari foto digaleri ponselnya dan menemukan foto Irwan yang sedang berbincang dengan Chyntia disebuah caffe.
"Ini pak wanita yang meminta kami untuk menculiknya" ucap Erick sembari menunjukan sebuah foto diponselnya.
Arrash mengambil ponsel yang diberikan oleh Erick. Ia terkejut melihat foto yang ditunjukan oleh Erick.
"Chyntia" gumam Arrash namun masih bisa didengar oleh Syaqilla.
Syaqilla yang mendengar gumaman Arrash itu segera menoleh.
"Siapa mas pelakunya?" tanya Syaqilla.
Arrash menunjukan ponsel Erick pada Syaqilla.
Syaqilla menerima ponsel itu dan sama terkejutnya dengan Arrash.
"Ini kan bukannya mba Chyntia mas?" tanya Syaqilla.
"Iya Qilla ternyata Chyntia yang ada dibalik ini semua" ucap Arrash.
"Kenapa dia tega melakukan ini semua?" tanya Syaqilla.
"Aku juga tidak tahu Qilla, kita perlu bicara dengan dia" ucap Arrash.
"Kita pulang sekarang ya" ajak Arrash.
"Tapi mas, bagaimana dengan kedua penculik itu? aku ingin mereka dibebaskan" ucap Syaqilla.
"Tidak Syaqilla, mereka harus menerima hukumannya" ucap Arrash.
"Mas, mereka memang sudah menculikku tapi mereka melakukan itu karena kepepet sedang membutuhkan uang, lagi pula mereka tidak menyakitiku. Mungkin lebih baik kita bebaskan mereka saja, dengan begitu mereka bisa mencari pekerjaan yang halal" ucap Syaqilla.
"Tapi Syaqilla" ucap Arrash.
"Mas, aku yakin mereka akan bekerja dengan baik setelah ini" ucap Syaqilla.
"Baiklah" ucap Arrash mengalah.
"Makasih mas" ucap Syaqilla yang mendapat anggukan dari Arrash.
"Pak, tolong bebaskan saja mereka berdua. Kami akan mencabut laporan penculikan ini" ucap Arrash.
"Baik pak" ucap polisi tersebut.
"Mba, pak terimakasih sudah mencabut laporannya. Saya berjanji setelah ini akan mencari pekerjaan yang baik dan halal" ucap Arman.
"Iya mba pak terimakasih, saya juga akan mencari pekerjaan yang halal" ucap Erick.
Syaqilla dan Arrash menganggukkan kepalanya kemudian bergegas mencari keberadaan Chyntia untuk meminta penjelasan darinya.
Arrash mendatangi Chyntia kerumah orang tuanya namun gadis itu tidak berada dirumah dan kini tinggal diapartementnya seorang diri.
__ADS_1
"Ada apa ya Rash kamu mencari Chyntia malam-malam?" tanya Rissa.
"Tidak apa-apa tante, hanya ada yang ingin aku tanyakan pada Chyntia" jawab Arrash.
Rissa mengangguk tanda mengerti dengan ucapan Arrash.
"Boleh saya minta alamat apartement Chyntia tante?" tanya Arrash.
"Boleh Rash" ucap Rissa kemudian menuliskan alamat apartement Chyntia dan memberikannya pada Arrash.
Arrash menerima alamat itu kemudian bergegas menuju apartement Chyntia bersama dengan Syaqilla.
Arrash melajukan mobilnya menuju apartement Chyntia.
Pukul delapan malam ia tiba disana dan segera memencet bell apartement Chyntia.
Ceklek.
Chyntia membukakan pintu tersebut dan terkejut dengan kehadiran Arrash dan Syaqilla.
"Arrash" panggil Chyntia.
Ia terkejut kenapa Syaqilla sudah bersama Arrash.
"Boleh kami masuk?" tanya Arrash dengan serius.
"Tentu saja boleh, ayo masuk" ucap Chyntia kemudian hendak merangkul lengan Arrash namun secepat mungkin ditepis oleh pria itu.
Arrash membantu Syaqilla masuk kedalam apartement Chyntia dan disusul oleh pemiliknya.
"Silahkan duduk" ucap Chyntia.
Arrash dan Syaqilla kemudian duduk disofa yang berada diruang tamu apartement tersebut.
"Ada yang ingin kami tanyakan padamu Chyntia" ucap Arrash yang membuka percakapan diantara mereka.
"Tanyakan saja Arrash" ucap Chyntia.
Arrash mengangguk.
"Apa tujuanmu menculik Syaqilla?" tanya Arrash yang membuat Chyntia lagi-lagi terkejut.
"Maksud kamu apa Arrash?" tanya Chyntia.
"Kamu kan dalang dibalik penculikan Syaqilla hari ini?" tanya Arrash.
Chyntia gemetar, ia sudah ketahuan oleh Arrash dan takut jika Arrash akan semakin sulit ia jangkau.
"Jawab Chyntia!" sentak Arrash.
"I-iya Arrash, aku mohon maafkan aku. Aku lakukan semua itu karena aku mencintai kamu Arrash dan aku ingin bisa memilikimu" ucap Chyntia.
Arrash yang mendengar pengakuan Chyntia hanya tersenyum sinis.
"Apa tadi kamu bilang? Kamu mencintaiku? Itu bukan cinta Chyntia, itu obsesi kamu ingin memiliki aku" ucap Arrash.
"Tidak Arrash ini adalah cinta. Aku mencintai kamu, kumohon Arrash jangan menjauh dariku" ucap Chyntia.
"Menjauhlah dari ku dan Syaqilla, jangan ganggu lagi hubungan kami jika kamu ingin kami memaafkan mu dan tidak menjebloskan mu kepenjara" ucap Arrash.
"Tapi Arrash_" ucap Chyntia terpotong oleh Arrash yang kembali berbicara.
__ADS_1
"Itu sudah keputusan ku Chyntia!" ucap Arrash dengan menekankan ucapannya.
...****************...