
"Kenapa Arrash?" tanya Chyntia.
"Maaf Chyntia, apa yang kamu lakukan?" tanya Arrash balik.
"Bukannya kita ini dijodohkan?" tanya Chyntia lagi.
"Apa maksudmu? Bukannya aku pernah mengatakan padamu kalau aku tidak tahu kalau kita akan dijodohkan dan lagi, bukannya kamu yang lebih dulu mengatakan menolaknya, lalu kenapa tiba-tiba seperti ini" ucap Arrash kesal.
"Waktu itu aku menolak perjodohan kita karena aku sudah bertunangan, tapi sekarang aku sudah putus dengannya karena dia selingkuh" ucap Chyntia.
"Maaf Chyntia perjodohan yang kamu maksud itu sudah dibatalkan oleh mamahku sesaat setelah kami pulang dari pesta tante Rissa , kita tidak memiliki hubungan selain bisnis yang akan kamu tawarkan pada perusahaanku" ucap Arrash.
"Baiklah. Tapi kalau aku bisa meyakinkan orang tua kita untuk melanjutkan perjodohan ini kamu tidak boleh menolak ya" ucap Chyntia.
"Tergantung. Bila kamu bisa buat aku jatuh cinta maka aku tidak akan menolaknya" ucap Arrash.
"Oke akan aku buat kamu jatuh cinta padaku Arrash Akbar" ucap Chyntia mengerlingkan sebelah matanya namun tidak ditanggapi Arrash.
"Sebaiknya kita segera membahas apa yang ingin anda tawarkan nona Chyntia" ucap Yogi.
Yogi yang sedari tadi diam mengamati Arrash dan Chyntia lama-lama jengah dengan tingkah wanita dihadapannya itu pasalnya Chyntia terlihat jelas seperti seorang gadis bar-bar yang pandai menggoda.
"Oke baiklah. Sebelumnya kita makan siang terlebih dahulu" ucap Chyntia.
Chyntia, Arrash, dan Yogi makan siang bersama sebelum mendengarkan pengajuan tawaran Chyntia.
Makan siang bersama telah selesai, mereka akhirnya membahas inti pertemuan siang itu.
"Tawaran yang anda ajukan cukup menguntungkan untuk PT. Akbar Company. Tapi kami perlu memikirkan terlebih dahulu untuk kerjasama kita nona Chyntia" ucap Arrash formal.
"Tidak masalah. Kami beri waktu satu minggu untuk anda memikirkan kerja sama ini" ucap Chyntia juga Formal.
"Kalau begitu kami permisi masih ada pertemuan yang harus kami hadiri" ucap Arrash pada Chyntia.
"Iya silahkan, terimakasih atas waktunya" ucap Chyntia.
Arrash dan Yogi akhirnya pergi dan segera menuju perusahaan milik Rudi Pratama.
Setelah kepergiaan Arrash dan Yogi, Chyntia menghubungi mamah Rissa ibu kandung Chyntia.
"Hallo mah" ucap Chyntia.
"Iyaa Chyntia ada apa?" tanya Rissa.
"Mah aku memutuskan untuk menerima perjodohan dengan Arrash. Aku sudah putus dengan Jhonatan" jawab Chyntia.
"Aduh gimana ya Chyntia, perjodohannya sudah dibatalkan oleh Novi katanya Arrash tidak ingin dijodohkan" ucap Rissa.
"Apa mamah tidak bisa membantu aku?" tanya Chyntia.
"Tidak bisa sayang, mamah tidak ingin memaksa Novi untuk menjodohkan kamu dan Arrash, mamah tidak ingin karena paksaan mamah menjodohkan kalian persahabatan mamah dan Novi jadi rusak. Kecuali kamu bisa meyakinkan Arrash terlebih dahulu agar mau melanjutkan perjodohan denganmu" ucap Rissa.
"Aku sudah bicara dengan Arrash mah, tapi Arrash justru mengatakan harus membuatnya jatuh cinta lebih dulu baru kemudian dia mau menerima perjodohan ini" ucap Chyntia.
__ADS_1
"Semangat untukmu nak. Ayo kejar Arrash buat dia jatuh cinta padamu" ucap Rissa.
"Iya sudah deh mah tadinya Chyntia ingin meminta bantuan mamah, tapi justru harus berjuang sendiri" ucap Chyntia.
"Iya nak maaf ya mamah tidak bisa membantumu" ucap Rissa.
"Iya mah" ucap Chyntia.
Panggilanpun terputus.
"Aku harus bisa membuatmu jatuh cinta padaku Arrash. Kalau tidak bisa mencintaiku maka akan aku buat kamu menikahiku bagaimanapun caranya" tekad Chyntia sembari tersenyum menyeringai.
Semenjak dirinya dikhianati Jhonatan, Chyntia bertekad ingin mengejar Arrash dan bisa menikah dengannya demi ambisi kesuksesan Paradise Group yang ia kelola.
...****************...
Diperusahaan Rudi Pratama.
Kedatangan Arrash dan Yogi disambut baik oleh sang empunya, mereka bahkan disambut diteras kantor sedari turun dari mobil.
"Apa kabar pak Arrash?" tanya pak Rudi.
"Baik" jawab Arrash singkat.
"Kalau begitu kita langsung saja keruang meeting" ucap pak Rudi kemudian mengarahkan Arrash dan Yogi berjalan keruang meeting.
Mereka tiba diruang meeting dan duduk dikursi yang sudah disediakan.
Arrash dan Yogi saling pandang kemudian terlebih dahulu Yogi buka suara.
"Begini pak Rudi. Kami datang kemari untuk memenuhi janji kami datang keperusahaan anda, tapi kami datang kemari bukan akan menanda tangani kontrak yang kita sepakati tapi kami hendak membatalkannya" ucap Yogi menjelaskan.
Jeder.
Pak Rudi terkejut dengan pembatalan kerja sama itu.
"Apa maksudnya?" tanya Rudi.
"Apa masih kurang jelas dengan apa yang disampaikan sekretaris saya?" tanya Arrash.
"Bisa anda jelaskan kenapa kesepakatan kerja yang sudah kita bicarakan anda batalkan?" tanya Rudi.
"Sebelumnya kami mohon maaf bila kami bekerja tidak profesional, pembatalan kerja yang kami lakukan adalah bentuk protes terhadap anda yang tidak menghargai Fikri sebagai ayah dari cucu anda. Fikri sepupu saya, kami akan mendukung Fikri sepenuhnya atas perebutan hak Asuh anaknya" ucap Arrash kemudian bangkit dan pergi dari ruangan itu diikuti Yogi dibelakangnya.
Srakk.
Brak.
Setelah kepergian Arrash dan Yogi, pak Rudi melempar semua dokumen yang ada didepannya kemudian menggebrak meja untuk melampiaskan rasa kesalnya.
"Baiklah, kalian sendiri yang menyulut api denganku. Akan aku balas tindakan kalian yang ikut campur terhadap hubunganku dan Fikri" ucap Rudi.
...****************...
__ADS_1
Setelah dari perusahaan Rudi Pratama, Arrash tidak kembali lagi ke kantornya.
Ia menurunkan Yogi ditepi jalan untuk pulang menggunakan taksi.
Dia menuju rumah Syaqilla namun tidak turun dari mobil ia hanya memperhatikan sekitar rumah yang terlihat Syaqilla sedang menyiram tanaman.
"Aku hanya berharap kamu bahagia dengan pilihanmu Syaqilla" Lirih Arrash didalam mobil.
Syaqilla yang sedang menyiram tanaman akhirnya menyadari keberadaan mobil Arrash.
"Itukan mobil mas Arrash. Apa dia tidak berani datang kemari karena aku melarangnya?" gumam Syaqilla bertanya sendiri.
Syaqilla tidak nyaman dan merasa bersalah bila ada orang yang tersakiti olehnya.
Syaqilla kemudian menghampiri mobil Arrash dengan jalan yang masih tertatih.
Didalam mobil, Arrash yang sedang melamun tidak sadar bila Syaqilla mendekat.
Tok tok tok
Syaqilla mengetuk pintu mobil Arrash.
Arrash menoleh kearah pintu mobil yang diketuk seseorang dari luar.
Deg.
Arrash terkejut melihat Syaqilla sudah ada didekat mobilnya.
Srreetthh.
Arrash menurunkan kaca jendela mobil.
"Mas Arrash sedang apa disini?" tanya Syaqilla.
Arrash gugup, seperti maling yang tertangkap basah dia bingung hendak menjawab apa pasalnya Syaqilla sudah melarang dia datang berkunjung kerumah gadis itu.
"A-aku" ucap Arrash gugup, dia tidak mampu melanjutkan ucapannya.
"Mas Arrash kalau hendak bertamu mari kedalam kita duduk diteras saja" ucap Syaqilla.
"Bukannya kamu melarang aku datang kemari. Aku tidak akan masuk, aku hanya ingin melihatmu dari sini" ucap Arrash.
Mendengar kalimat yang diucapkan Arrash Syaqilla merasa bersalah. Dia tahu laki-laki didepannya itu mencintainya namun ia bersikeras untuk menolaknya secara halus.
"Ma'af mas atas ucapanku pagi tadi. Aku hanya tidak ingin mas Fikri salah paham pada kita" ucap Syaqilla.
"Iya aku mengerti" ucap Arrash kemudian menutup kaca jendela mobilnya.
Namun belum sepenuhnya tertutup Syaqilla buru-buru bicara.
"Tunggu mas Arrash" ucap Syaqilla.
...****************...
__ADS_1