Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 20 Takut Jatuh Cinta


__ADS_3

"Maaf sebelumnya bila kedatanganku membuat kamu tidak nyaman. Aku tadinya sangat berharap kamu bisa perlahan mencintaiku. Tapi aku terlalu naif sampai mengharapkan itu terjadi" ucap Arrash penuh kekecewaan.


"Maafkan aku Arrash, aku hanya ingin setia dengan tunanganku" ucap Syaqilla.


"Lalu bagaiman bila tunangan yang kamu cinta itu masih mencintai mantan istrinya. Aku yakin kamu juga merasakan hal itu" uca Arrash.


"Cukup! Itu semua urusanku mas Arrash, kamu tidak perlu ikut campur" ucap Syaqilla.


"Baiklah kalau begitu aku permisi" ucap Arrash.


Tanpa jawaban dari Syaqilla Arash berlalu.


Syaqilla hanya menatap kepergian Arrash hingga pria itu tidak terlihat lagi.


'Maafkan aku. Aku takut jatuh cinta denganmu disaat aku sudah bertunangan dan hendak menikah' batin Syaqilla.


Syaqilla takut bila dirinya sering bertemu dengan Arrash maka cintanya untuk Fikri akan perlahan berganti pada Arrash.


...****************...


Dirumah sakit.


Farhan telah sadar pukul 5 pagi tadi.


Saat membuka matanya orang pertama yang ia lihat ialah bu Fatimah yang sedang Shalat subuh diruangan itu, dimana pemandangan itu sangat ia rindukan selama 28 tahun ini.


'Fatimah' batin Farhan.


Dia belum memiliki cukup tenaga untuk banyak bicara.


Bu Fatimah selesai Shalatnya dan membereskan peralatan Shalat kemudian menghampir Farhan.


Deg.


"Mas Farhan sudah sadar?" tanya bu Fatimah terkejut.


"Fa-Fatimah" ucap Farhan lirih.


"Iya ini aku Fatimah" ucap bu Fatimah kemudian menggenggam tangan pria yang masih menjadi suaminya.


"Ma'afkan aku" lirih Farhan.


"Aku sudah memaafkan kamu mas. Maafkan aku juga yang sudah pergi darimu dan membawa Fikri bersamaku" ucap bu Fatimah.


"Kamu tidak salah Fatimah, aku yang salah sehingga menyebabkan kamu pergi dariku" ucap Farhan.


"Sudah mas lebih baik kamu istirahat saja. Nanti setelah bangun aku akan mempertemukan kamu dengan Fikri anak kita" ucap bu Fatimah.


"Baiklah Fatimah" ucap Farhan setuju kemudian kembali tidur.


Disisi lain Fikri juga baru selesai Shalat subuh di musolah rumah sakit.


Fikri kembali keruang rawat Riana.


Ceklek.


Fikri membuka pintu ruangan itu dan melihat Riana masih tertidur dibrankernya.


Fikri mencari keberadaan Alika namun tidak melihatnya.


Kemudian Fikri bergegas menuju kamar mandi dan mengetuk pintu.


Tok tok tok


"Alika apa kamu didalam?" tanya Fikri.

__ADS_1


"Iya mas aku didalam" jawab Alika.


"Aku akan pulang kerumah untuk berganti pakaian dan mengambilkan baju ganti untuk ibu juga" ucap Fikri.


"Mas boleh aku minta tolong?" tanya Alika dari dalam kamar mandi.


"Katakanlah apa itu?" jawab Fikri.


"Tolong belikan aku baju ganti, pembalut dan pakaian dalam" ucap Alika.


Fikri merasa dejavu mendengar permintaan Alika, pasalnya dulu saat masih bersama Alika, Fikri sering melakukan apa yang Alika minta itu.


"Oke tunggu sebentar aku akan mencarikan kebutuhanmu terlebih dahulu" ucap Fikri.


"Iya mas Terimakasih" ucap Alika.


Fikri kemudian bergegas pergi untuk mencari apa yang dibutuhkan Alika dipasar terdekat.


Setengah jam kemudian Fikri telah kembali.


Tok tok tok


"Alika ini keperluan yang kamu butuhkan" ucap Fikri.


Ceklek.


Alika membuka pintu kamar mandi dan hanya mengeluarkan kepala dan satu tangannya untuk mengambil pemberian Fikri.


"Terimakasih mas" ucap Alika.


"Iya Alika" ucap Fikri.


Alika menutup pintu kamar mandi kemudian membuka isinya untuk ia kenakan.


Alika tersenyum melihat isinya.


Ukuran pakaian yang pas ditubuhnya, merk pembalut yang sering ia kenakan, ukuran pakain dalam pun pas ditubuhnya.


'Rupanya mas Fikri masih mengingatnya' batin Alika.


...****************...


Dikantor.


Setelah Arrash pergi dari rumah Syaqilla, Arrash langsung pergi kekantor.


Ia menyibukan diri dengan pekerjaannya untuk mengalihkan pikirannya pada Syaqilla.


Tut.


Arrash menghubungi Yogi.


"Hallo Rash" ucap Yogi.


"Keruanganku sekarang" ucap Arrash.


Yogi mendatangi sang sahabat keruangannya sembari membawa map.


Ceklek.


"Bacakan jadwalku hari ini" perintah Arrash.


"Kamu mau dibacakan jadwal untuk hari ini? Tapi ini baru pukul 7 lewat 45 menit" ucap Yogi.


"Tidak apa-apa bacakan saja" ucap Arrash.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Yogi menurut.


"Pukul setengah sembilan kita ada meeting dengan Mr. Smith dikantor, pukul setengah dua belas siang kita ada pertemuan dengan Nona Chyntia dari Paradise Group sekalian makan siang dengannya, pukul tiga sore kita diundang kekantor pak Rudi untuk kesepakatan kontrak" ucap Yogi.


Yogi menyebutkan panggilan untuk kliennya sesuai permintaan yang bersangkutan, seperti Mr. Smith, Nona Chyntia, dan pak Rudi.


Arrash paham dengan jadwalnya hari ini.


Pertemuan dengan Chyntia membuatnya malas pasalnya Chyntia orang yang telah mengejeknya saat dipesta tante Rissa.


Undangan dari pak Rudi, Arrash baru teringat kalau pak Rudi itu mantan mertua dari Fikri.


Ia akan menanyakan terlebih dahulu pada sang opa sebelum menyepakati kerja sama.


Bukan dia tidak profesional namun dia tidak ingin dimanfaatkan oleh orang lain seperti Rudi.


"Sepertinya untuk kesepakatan kontrak dengan perusahaan pak Rudi akan kita batalkan" ucap Arrash.


"Kenapa dibatalkan Arrash kita sudah sepakat akan bekerja sama" ucap Yogi.


"Tidak papa, kita belum tanda tangan kontrak juga" ucap Arrash.


"Memangnya ada masalah apa kamu dan pak Rudi sampai akan membatalkan kontrak?" tanya Yogi.


"Ternyata pak Rudi itu mantan mertuanya Fikri. Dan Fikri itu ternyata sepupuku anaknya om Farhan" ucap Arrash.


"What! Kamu tidak bercandakan?" tanya Yogi.


"Aku serius" ucap Arrash.


"Lalu kamu akan sering bertemu dengan Syaqilla dan akan sering sakit hati saat Syaqilla menjadi iparmu" ucap Yogi.


"Entahlah aku tidak yakin mereka akan menikah" ucap Arrash.


"Apa yang membuat kamu seyakin itu?" tanya Yogi.


"Sepertinya Fikri masih mencintai mantan istrinya. Begitupun dengan mantan istrinya yang masih mencintai Fikri. Kamu tahu sendirikan 4 tahun lalu media gempar dengan perceraian putri dari Rudi Pratama karena pernikahannya tidak mendapat restu dari keluarga Pratama, namun saat itu suami Alika Pratama tidak dipublikasikan" ucap Arrash.


"Ahh iya aku ingat berita itu" ucap Yogi paham dengan permasalahan keluarga Arrash dan juga pak Rudi.


"Kalau mereka kembali rujuk itu akan menguntungkanmu mendapatkan Syaqilla" ucap Yogi melanjutkan.


"Iya kamu benar, aku juga berharap seperti itu. Semoga saja Syaqilla jodohku karena dia gadis pilihanku" ucap Arrash.


"Aku selalu mendukungmu" ucap Yogi.


"Terimakasih. Lalu bagaimana dengan kencan pertamamu dengan Rahayu" ucap Arrash.


"Entahlah dia gadis yang menyebalkan" ucap Yogi.


"Hati-hati bisa saja kamu jatuh cinta padanya" ucap Arrash memperingati Yogi.


"Yang aku tidak habis pikir rupanya Rahayu itu orang kaya dia ternyata putri tunggal dari Kurniawan Praditya pemilik perusahaan konstruksi terbesar dinegara ini" ucap Yogi.


"Benarkah, aku baru saja tahu darimu" ucap Arrash.


"Iya benar, setelah kencan dengan Rahayu kemarin aku diminta mampir kerumah Rahayu untuk makan malam. Disana hanya ada mamah dan papahnya Rahayu saja. Mereka juga menceritakan tentang Rahayu yang ingin mandiri bekerja dengan kemampuannya sendiri tanpa embel-embel nama keluarga dibelakangnya. Dan itu sukses, tadinya dia hanya seorang Staff biasa dan dalam satu tahun dia sudah berhasil duduk dikursi Manager HRD" ucap Yogi salut dengan Rahayu.


"Sepertinya sudah ada benih-benih cinta dihatimu untuk Rahayu" goda Arrash.


"Entahlah aku masih bingung, saat melihatnya aku merasa sebal dengannya tapi saat tidak melihatnya aku jadi seperti merindukannya" ucap Yogi.


Brugh. Arrash dan Yogi menoleh kesumber suara.


Deg.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2