Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 7 Dokter Anita


__ADS_3

"Anita" ucap Arrash dan tante Ghina bersamaan.


Ya, yang datang keruangan Syaqilla itu dokter Anita.


"Tante Ghina, Arrash" ucap Anita langsung berjalan kearah mereka memeluk tante Ghina dan hendak memeluk Arrash juga namun ditahan oleh Arrash.


Mereka cukup akrab karena sudah mengenal Anita sejak lama. Anita bekerja dirumah sakit ini sudah 2 tahun.


"Lama kita tidak bertemu Arrash. Tapi sedari dulu kamu selalu menolak untuk aku peluk, padahalkan kita bersahabat sejak kecil" ucap dokter Anita kepada Arrash namun tidak ditanggapi oleh Arrash.


"Bukannya dokter Karin yang menangani Syaqilla?" tanya Arrash pada dokter Anita.


"Kamu kenal dengan pasienku Arrash?" tanya dokter Anita menatap Syaqilla dan Arrash bergantian.


"Ya. Kemana dokter Karin?" tanya Arrash lagi.


"Jadi kamu belum tau y, mulai hari ini dan selanjutnya aku yang akan merawat Syaqilla, aku juga yang akan melakukan operasi pemasangan gips" jelas dokter Anita.


"Kalau begitu lakukan tugasmu dengan benar. Aku akan menunggu disini" ucap Arrash seraya menunjuk sofa disebelahnya.


"Ya, aku memang hendak memeriksaanya" ucap dokter Anita.


Perdebatan antara Arrash dan dokter Anita diperhatikan oleh kedua wanita beda usia itu, Syaqilla dan tante Ghina.


Syaqilla hanya diam dan tante Ghina hanya geleng-geleng.


"Apa yang terjadi?" bisik tante Ghina duduk disebelah Arrash.


"Aku tidak sengaja menyerempet Syaqilla kemarin, oleh karena itu aku harus beetanggung jawab atas kesembuhannya" bisik Arrash kepada tante Ghina.


Tante Ghina mengangguk mengerti.


"Kalau begitu tante kembali kerja" ucap tante Ghina.


"Iya, bekerjalah tan" ucap Arrash.


Arrash memperhatikan Syaqilla yang sedang diperiksa dokter Anita.


"Semuanya dalam kondisi baik" ucap dokter Anita.


"Kita akan melakukan operasinya pukul 9 tepat, masih kurang 10 menit lagi anda bisa bersiap dari sekarang" ucap dokter Anita kepada Syaqilla.


"Baik dok" ucap Syaqilla.


"Arrash aku tinggal dulu, aku hendak mempersiapkan operasinya" ucap dokter Anita.


"Ya" ucap Arrash.


Dokter Anita bergegas pergi disusul dengan Syaqilla yang didorong menggunakan brangker oleh para perawat. Arrashpun mengikuti brangker Syaqilla, namun tertahan saat branker Syaqilla masuk kedalam ruang operasi.


Tepat pukul 9 operasi pemasngan gips pada kaki kanan Syaqilla dimulai, Arrash dengan setia menunggu didepan ruang operasi tersebut.


Arrashpun merasa heran dalam kondisi Syaqilla seperti ini kenapa calon suami Syaqilla tidak datang. Tapi Arrash hanya membatin dia tidak berani menanyakan itu pada Syaqilla.


Tepat pukul 12 siang operasi selesai, dokter Anita keluar.


'Rupanya Arrash masih setia menunggu disini' batin dokter Anita.


Anita bisa melihat saat Arrash menatap Syaqilla, ada cinta dari sorot matanya. Anita iri pada Syaqilla namun cepat-cepat dia netralkan perasaannya.

__ADS_1


Anita dan Arrash sudah berteman sejak kecil, dulu rumah orang tua Anita bersebelahan dengan rumah orang tua Arrash namun ketika Anita lulus SMP keluarga mereka pindah ke Bandung.


Anita sendiri menyukai Arrash sejak SMP hingga sekarang perasaan itu tidak pernah berubah, tapi tidak dengan Arrash.


Sejak dulu Arrash hanya menganggap Anita sebagai teman.


Arrash melihat Anita keluar dari ruang operasi.


Arrash menghampiri Anita.


"Bagaimana kondisi Syaqilla?" tanya Arrash perhatian.


"Operasinya berjalan lancar, kondisi pasien juga baik-baik saja. Bekas operasinya akan selalu kami pantau hingga 5 hari kedepan" ucap Anita.


"Syukurlah" ucap Arraah lega.


"Kalau begitu aku permisi Arrash masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan" ucap dokter Anita.


"Ya selamat bekerja" ucap Arrash dan Anita hanya mengangguk.


...****************...


Ditempat yang berbeda tepatnya di Jaya Universitas.


Sedari semalam Fikri sengaja tidak menghubungi Syaqilla, Fikri tidak ingin Syaqilla berfikir macam-macam terhadapnya.


Tadi malam sehabis Fikri duduk diam ditaman rumah sakit dia memutuskan untuk pulang dan menenangkan hatinya yang gusar.


Hingga siang hari ini Fikri belum ada menghubungi Syaqilla.


"Apa operasi pemasangan gips dikaki Syaqilla sudah dilakukan?" gumam Fikri bertanya sendiri.


...****************...


Dirumah sakit.


Pukul setengah satu siang, Syaqilla sadar.


Melihat Syaqilla membuka mata, Arrash segera menghampiri Syaqilla.


"Apa yang kamu rasakan" tanya Arrash.


"Aku baik-baik saja" ucap Syaqilla yang sudah nyaman bicara dengan Arrash tidak seformal sebelumnya.


Tok tok tok


Pintu ruang rawat Syaqilla diketuk seseorang.


"Masuk" Sahut Syaqilla.


Ceklek..


Fikri yang muncul dari balik pintu tersebut.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Fikri khawatir.


"Ya aku baik-baik saja, operasinya juga berjalan dengan lancar" ucap Syaqilla.


"Maaf aku baru datang, tadi malam aku langsung pulang dan sekarang baru selesai mengajar" ucap Fikri menyesal.

__ADS_1


"Gak papa mas, aku senang kamu datang?" ucap Syaqilla.


Arrash yang berada disitu menjadi tak nyaman dia memutuskan untuk berpamit.


"Maaf menyela. Sepertinya saya harus pergi, ada pekerjaan dikantor" pamit Arrash.


"Terimakasih sudah menjaga Syaqilla" ucap Fikri dan Arrash mengangguk.


Arrash berlalu dan pergi menuju kantor.


Meski Arrash baru mengenal Syaqilla tapi perasaan terhadap gadis itu nyata, dadanya sesak saat melihat Syaqilla bersama pria lain.


Pukul 2 siang dokter Anita datang keruang rawat Syaqilla.


"Apa ini wali anda?" tanya dokter Anita kepada Syaqilla.


"Iya dok, dia calon suami saya" ucap Syaqilla.


Mendengar kalimat yang diucapkan Syaqilla dokter Anita tersenyum, ada perasaan senang dihatinya.


'Ternyata dia punya calon suami, berarti ada kesempatan untuk aku bisa lebih dekat dengan Arrash' batin Anita.


"Kondisi kaki Syaqilla sudah baik-baik saja tapi harus dipantau hingga 5 hari kedepan. Setelah keluar dari rumah sakit, Syaqilla juga harus tetap rutin check up 2 minggu sekali hingga gipsnya dilepas" ucap dokter Anita menjelaskan


"Lalu kapan gips nya bisa dilepas dok?" tanya Fikri.


"Tiga bulan dari sekarang gips sudah bisa dilepas. Nanti akan dijadwalkan untuk operasi pelepasan gips" ucap dokter Anita.


"Baik dok kami mengerti" ucap Fikri.


"Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan saya pamit keluar" ucap dokter Anita.


"Iya dok silahkan" ucap Fikri.


Dokter Anita keluar dari ruangan itu.


"Syaqilla ada yang ingin aku bicarakan" ucap Fikri.


Syaqilla yang sejak tadi diam kini menoleh pada Fikri.


"Bicaralah mas" ucap Syaqilla.


"Setelah kakimu sembuh aku mau kita menikah. Aku sudah bicara dengan ibuku, maaf ibu tidak bisa menjengukmu kondisi ibu sedang kurang sehat" ucap Fikri.


"Jujur saja aku juga ingin kita cepat menikah mas, tapi ada keraguan dihatiku untukmu mas. Aku takut masih ada cinta dihatimu untuk mantan istrimu mas" ucap Syaqilla.


"Percayalah Syaqilla hanya kamu yang aku cintai, aku dan Alika itu sudah selesai. Kami masih sering menjalin komunikasi hanya demi Riana, apa kamu mengerti?" tanya Fikri kemudian setelah menjelaskan.


Syaqilla mengangguk.


"Jadi mari kita menikah" ajak Fikri lagi.


Syaqilla mengangguk lagi. Anggukan yang diberikan Syaqilla mampu membuat keduanya tersenyum bahagia.


Dibalik pintu ruang rawat rupanya ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka, dia adalah dokter Anita.


Dokter Anita tadi pamit keluar tapi langkahnya terhenti saat Fikri mulai membicarakan hal serius yang mampu membuatnya ikut tersenyum senang.


'Aku tahu kamu menyukai Syaqilla Arrash, tapi tahukah kamu kalau Syaqilla akan segera menikah. Aku akan memperjuangkan kamu Arrash, 15 tahun sudah aku mencintai kamu' batin Anita kemudian berlalu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2