Gadis Pilihanku

Gadis Pilihanku
BAB. 12 Pengakuan Arrash


__ADS_3

Malam tiba, Arrash dan kedua orang tuanya menghadiri pesta ulang tahun pernikahan tante Rissa dan om Edwin.


Mereka disambut dengan jamuan yang menggugah selera, tapi tidak dengan selera Arrash.


Pria itu justru memasang wajah masam pasalnya dia justru ditinggal kedua orang tuanya bersama seorang gadis yang dia ketahui adalah anak tante Rissa dan om Edwin.


"Arrash kamu ingin makan apa?" tanya Chyntia.


"Nanti saja aku masih kenyang" jawab Arrash.


"Apa kamu tidak suka duduk bersama aku Arrash?" tanya Chyntia.


"Bukan begitu, hanya saja aku merasa canggung" jawab Arrash.


"Apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Chyntia.


"Belum ada" jawab Arrash.


"Apa kamu ingin aku kenalkan dengan seseorang?" tanya Chyntia.


"Tidak perlu, aku bisa mencari sendiri wanita yang aku mau" ucap Arrash.


"Hahaha.. Kamu berkata bisa mencari sendiri wanita yang kamu mau tapi hingga sekarang kamu masih sendiri" ejek Chyntia.


"Karena aku belum mau mencari" ucap Arrash.


"Hahaha Arrash, Arrash. Belum mau mencari atau tidak bisa mencari sampai-sampai tante Novi hendak menjodohkan kita. Iya kita aku dan kamu" ejek Chyntia masih tertawa.


'Sial, berarti mamah membawaku kemari karena hendak menjodohkan aku dengan wanita bar-bar seperti dia' batin Arrash.


"Bagaimana bisa kamu tahu?" tanya Arrash.


"Sebelum kamu ditinggal disini bersamaku, tante Novi berpesan kalau cocok langsung saja menikah bahkan tante Novi sudah mengatakannya pada mamah dan papahku kalau beliau berniat menjodohkan kita. Tapi maaf Arrash aku sudah memiliki kekasih, dia sudah melamarku dan kami akan segera menikah" ucap Chyntia.


"Aku bahkan tidak tahu kalau mamah hendak menjodohkan kita" ucap Arrash.


Sebetulnya Arrash saat ini sedang malu dihadapan Chyntia, bisa-bisanya Arrash ditolak wanita sebelum mengatakan cinta.


"Iya tak masalah kita bisa berteman, kalau mau aku bisa mencarikan wanita untukmu" ucap Chyntia menawarkan lagi.


"Tidak perlu" ucap Arrash menolak lagi.


"Kalau begitu kita makan saja Arrash" ucap Chyntia.


"Baiklah" ucap Arrash.


Mereka mengambil hidangan yang disajikan kemudian makan bersama.


Setelah makan bersama, keduanya menemui orang tua masing-masing dan menikmati jalannya pesta yang meriah itu.


...****************...


Diwaktu bersamaan ditempat yang berbeda.


Syaqilla dan bu Fatimah sedang menikmati makan malam. Seperti biasa hingga selesai makan mereka sama sekali tak ada yang berbicara.

__ADS_1


"Syaqilla kapan kalian akan menikah?" tanya bu Fatimah memulai pembicaraan.


"Setelah kaki Qilla sembuh bu" jawab Syaqilla.


"Berapa lama sembuhnya?" tanya bu Fatimah lagi.


"Tiga bulan bu" jawab Syaqilla.


"Ibu harap ini menjadi pernikahan yang terakhir untuk Fikri dan juga kamu Qilla walaupun ini pernikahan pertamamu" ucap bu Fatimah.


"Amin" ucap Syaqilla.


"Apa selama kakimu belum sembuh Fikri akan menggantikan kamu mengajar?" Tanya bu Fatimah.


"Qilla tidak tahu bu, tapi untuk semingguan ini jadwal mengajarku akan digantikan sementara oleh mas Fikri" ucap Syaqilla.


Bu Fatimah mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Ibu, apa boleh Syaqilla bertanya?" tanya Syaqilla.


"Tentu saja boleh. Tanyakan saja apa yang ingin kamu tanyakan pada ibu" jawab bu Fatimah.


"Apa ibu pernah bertemu dengan Riana anak mas Fikri?" tanya Syaqilla


Mendengar pertanyaan itu bu Fatimah menjadi murung.


"Belum pernah. Hanya beberapa kali melihat ditelepon saat Fikri sedang video call" jawab bu Fatimah.


"Kemarin malam saat dirumah sakit Syaqilla dan mas Fikri bertemu dengan Riana dan mba Alika. Riana sedang sakit Anemia dan saat itu sudah dirawat 4 hari dirumah sakit" ucap Syaqilla memberi tahu.


"Ya Allah, kasiannya cucuku" ucap bu Fatimah.


...****************...


Ditempat yang berbeda, Arrash dan kedua orang tuanya sudah kembali dari pesta ulang tahun pernikahan tante Rissa dan om Edwin.


Saat ini mereka sedang duduk diruang tamu.


"Apa mamah berniat ingin menjodohkan aku dan Chyntia" tanya Arrash.


"Iya Arrash, tapi sayangnya Chyntia sudah bertunangan" jawab mamah Novi lesu.


"Mamah tahu tidak tadi Chyntia mengejekku habis-habisan karena rencana mamah itu" ucap Arrash.


"Maaf sayang mamahkan tidak tahu akan jadi seperti ini" ucap mamah Novi.


"Apa mamah akan menjodohkan Arrash lagi dengan anak teman-teman mamah itu?" tanya Arrash.


"Tadinya iya nak masih ada 2 kandidat gadis yang akan mama perkenalkan" jawab mamah Novi.


"Apa tidak bisa Arraah saja yang mencarinya mah?" tanya Arrash.


"Nanti akan terlalu lama kamu mendapatkannya bila tidak mamah carikan" jawab mamah Novi.


"Apa mamah kira aku ini tidak bisa mencari gadis yang aku mau?" tanya Arrash, dia kesal dengan sang mamah.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, mamah hanya ingin kamu segera menikah" jawab mamah Novi sedih dengan perubahan sikap Arrash.


"Iya Arrash, bukan hanya mamah yang ingin kamu segera menikah tapi papah juga" ucap papah Ridwan yang tadi hanya diam kini mulai buka suara.


"Bagaimana kalau Arraah mencintai gadis yang tidak sesuai dengan mamah dan papah inginkan" ucap Arrash.


"Apa itu gadis yang sering kamu besuk dirumah sakit Arrash?" tanya papah Ridwan.


"Papah tahu?" tanya Arrash kembali.


"Iya, Ghina yang menceritakannya" jawab papah.


"Tunggu, ini sebenarnya ada apa? Arrash mencintai gadis yang ada dirumah sakit? Maksudnya gimana ini pah? Arrash kamu juga jawab, kenapa mamah tidak diberitahu" ucap mamah Novi bertanya-tanya.


"Iya Arrash ceritakanlah papah ingin mendengar cerita Versi kamu" ucap papah.


"Oke Arrash ceritakan. Tiga hari yang lalu setelah papah dan mamah meminta Arrash segera menikah dan berencana akan menjodohkan Arrash dengan anak teman mamah itu Arrash jadi kurang fokus dan saat hendak kekantor diperjalanan Arrash mengerempet pengendara motor. Pengendara motor itu seorang gadis berhijab dan Arrash merasa sudah jatuh cinta pada gadis itu saat pandangan pertama tapi sayangnya gadis itu sudah akan menikah" Akui Arrash seraya menjelaskan.


"Lalu kamu sering kerumah sakit untuk membesuk gadis itu?" tanya papah Ridwan.


"Iya, Arrash bertanggung jawab atas kesembuhannya. Tangan kanannya luka-luka dan kaki kanannya retak jadi harus di gips" ucap Arrash menjelaskan lagi.


"Mamah jadi ingin tahu seperti apa gadis itu" ucap mamah Novi.


"Dia seorang dosen di Jaya Universitas, namanya Syaqilla Azzahra" ucap Arrash.


"Berarti Rizki mengenalnya?" tanya papah Ridwan.


"Iya, om Rizki mengenal mereka" ucap Arrash.


"Mereka?" tanya mamah Novi.


"Iya, calon suami Syaqilla juga seorang dosen di Jaya Universitas namnya Ahmad Fikri" ucap Arrash.


"Lalu apa yang akan kamu lakukan nak setelah menemukan orang yang bisa kamu cintai?" tanya papah Ridwan.


"Arrash hanya minta tolong berhenti menjodohkan Arrash dengan anak teman mamah" ucap Arrash.


"Baiklah. Lalu bagaimana dengan Syaqilla?" tanya mamah Novi.


"Arrash akan mengurusnya mah" ucap Arrash.


"Baiklah sayang, sekarang kamu istirahat saja ini sudah larut" ucap mamah Novi.


"Iya mah, Arrash pamit kekamar" ucap Arrash seraya pamit dan berlalu.


"Pah, apa kita perlu membantu Arrash?" tanya mamah Novi saat sudah tidak ada Arrash disitu.


"Tidak perlu mah Arrash sudah besar" jawab papah Ridwan.


"Tapi kasihan pah, cinta pertamanya justru bertepuk sebelah tangan" ucap mamah Novi.


"Dibalik pertemuan Arrash dan gadis itu pasti ada hikmahnya mah" ucap papah Ridwan.


"Iya pah, benar itu" setuju mamah Novi.

__ADS_1


Pembicaraan mereka terhenti saat malam semakin larut dan segera beristirahat.


...****************...


__ADS_2